Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 56



Rumah suga.


" baiklah, tolong duduk jauh jauh dariku. Itu akan sangat membantuku" ketus Suga.


" oppa, aku ingin membuat tato di lenganku" ucap listy.


" tidak usah"


" hanya tato kecil"


" tidak"


" oppa"


" aku bilang tidak ya tidak! pergilah. Duduk di depan bar dan tunggu jimin datang, jangan berkutik dari sana, dan jangan menggangguku" maki suga.


Dengan wajah cemberut, listy beranjak dari duduk nya dan menjauh dari suga.


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat sosok jennie yang melewatai pintu.


" oppa, aku datang" ucap jennie dengan senyum nya yag mengembang.


Tatapan listy pun mulai tajam, tapi dia tetep tersenyum saat jennie menatap nya, meski jennie sama sekali tidak membalas senyuman listy.


Setelah melewati listy, jennie duduk di samping suga, dan mencium pipi nya, tanpa ijin dari suga.


Sesekali suga melirik ke arah listy dan dia berusaha membuat listy semakin cemburu.


" kamu ingin membuat tato sayang?" goda suga.


" ach kenapa kamu manis sekali hari ini?" Tanya jennie.


" itu karna kamu terlihat lebih manis hari ini" jawab suga.


Listy duduk di depan bar, tanpa melepas tatapan nya pada jennie dan suga yang tengah asik membuat tato di lengan jennie.


Listy hanya diam dan sesekali mengerutkan alisnya.


Tapi emosi nya menuncak saat jennie berusaha mencium bibir suga.


Dengan wajah memerah, listy menghampiri mereka dan mendorong jennie sampai ia terjatuh.


" listy ssi, ada apa denganmu?" Tanya suga.


" ada apa denganku? Kamu lah yang kenapa?" Sahut listy.


Tanpa listy sadari, jennie telah bangun dan kini jennie justru menampar listy.


Suga pun segera mencoba melerai listy. Tapi listy tak tinggal diam, dengan cepat dia menarik rambut jennie dan menampar nya balik.


" kamu pikir aku tidak bisa melakukan nya" ucap listy.


Dengan menghadap pada listy, suga mencoba melerai kedua wanita itu.


" jennie ssi, tolong pergilah. Aku mohon pergilah" pinta suga.


" kenapa aku yang harus pergi. Suruh wanita itu yang pergi" jawab jennie.


" pergilah!" bentak suga.


Di saat itu, jimin telah kembali. Jimin pun segera menarik jennie keluar setelah melihat pertengkaran listy dan jennie.


Setelah jennie pergi, listy mengatur nafas nya dan mulai merapikan ikatan rambut nya yang berantakan.


Sementara, suga hanya diam menatap listy dengan penuh keheranan.


" apa? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya listy ketus.


" apa seperti ini caramu menyelesaikan masalah? Dengan cara berkelahi. Apa seorang psikolog akan melakukan hal itu?" Sindir suga.


" semua orang akan melakukan hal yang sama saat di posisiku"


" posisi apa? Kamu di posisi seperti apa?"


" aku tidak ingin kamu mempermainkanku. Aku tidak ingin di posisi itu. Selama ini kamu selalu merayuku. Membuat ku jatuh cinta padamu. Dan saat aku merasakan hal itu. Kamu justru menyuruhku bersama pria lain. Dan dengan mudah kamu mendekati wanita jalang itu. Asal kamu tau saja, aku bukan gadis yang akan diam saat kamu permainkan"


" kamu benar, aku hanya mempermainkanmu. Aku tidak pernah mempunyai perasaan lebih padamu. Jadi jangan pernah mencintaiku"


" aku tidak akan mempercayai nya"


Dengan mata yang memerah, suga menarik tangan listy, dan membawa nya keluar.


Suga memakaikan helm pada listy dan menyuruh nya naik ke motor nya.


" kita mau kemana? Dengar apapun yang mau kamu lakukan padaku. Aku akan tetap mencintaimu"


" ikut saja. Jangan banyak bertanya"


Listy pun menuruti suga dan mereka pergi menggunakan motor suga dengan kecepatan tinggi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Toko bunga ayanna..


Siang itu, namjoon berkunjung ke toko bunga milik ayanna.


Berbeda dengan kunjungan sebelum nya, namjoon kini dengan mudah masuk ke ruangan ayanna.


" apa yang kamu lakukan?" Tanya namjoon saat masuk ke ruangan ayanna.


Kala itu, ayanna tengah sibuk membungkus sebuah kotak di meja nya.


" oppa, akhir nya kamu datang juga. Aku sedang membungkus kado untuk jimin dan tata" jawab ayanna.


" apa yang kamu berikan untuk mereka?"


" mereka memang tidak melewati masa pacaran. Mereka menikah dengan situasi yg rumit"


" apa ini karna hak asuh sujin? Aku dengar sujin di bawa oleh appa kandung nya"


Namjoon menghampiri ayanna dan memeluk nya.


" entahlah. Tapi yang aku tau, jimin memang jatuh cinta pada tata. Ketulusan nya terlihat dari tatapan matanya, seperti ketulusanku padamu"


Ayanna tertawa dan membalas pelukan namjoon.


" benarkah? Jadi kapan kita akan menikah seperti mereka? Bukankah kamu tulus mencintaiku?"


" masih ada satu janji yang belum aku tetapi pada appa mu. Aku harus membuktikan kelayakanku untuk berada di samping mu"


" lalu apa yang akan kamu lakukan?"


" Musik, aku mengajukan proposal kontrak musik, bersama jhope dan yang lain nya, jimin juga akan bergabung"


" kapan?"


" secepatnya, setelah jhope dan suga pulih, setelah jimin menikah, dan setelah kasus junhoo selesai. Hari ini aku dan jin akan kembali ke kantor polisi dan membawa lebih banyak bukti untuk memberatkan junhoo"


" boleh aku ikut?"


" ayo, mungkin defy akan ikut juga kesana"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pinggir kota...


Listy dan suga sampai di sebuah danau dipinggir kota seoul.


" kenapa kita kesini?" Tanya listy


" ikut aku" ajak suga


Suga menarik tangan listy ke sebuah taman tak terawat di pinggir danau itu.


Tak lama setelah mereka berjalan kaki, mereka pun berhenti di depan sebuah pohon besar.


Suga menghampiri pohon tersebut dan duduk di depan gundukan batu yang tersusun rapi.


Perlahan suga menyentuh gundukan batu tersebut dan mulai memejamkan mata nya.


" kenapa kita kesini?"


" ini adalah makam adik perempuanku. Min yoonji. Dia meninggal karna bunuh diri, setelah appa menjual nya untuk melunasi hutang"


Mendengar jawaban suga, listy begitu terkejut dan hanya bisa menutup mulut nya.


" appa ku seorang penjudi, dan dia berlilit banyak hutang, dan eommaku, seorang pelacur. Bahkan aku juga tidak yakin, min adalah marga ku yang sebenar nya" lanjut suga.


" suga sii. Jangan katakan itu" ucap listy lirih.


" kamu ingin tau? Bahkan dari kecil aku sudah di ajari appa untuk mencuri uang dan menipu orang. Kami adalah keluarga yang sangat buruk. Hidup kami kacau, apa lagi setelah yoonji meninggal. Aku kabur dari rumah dan menetap di seoul"


Listy duduk di samping suga yang mulai mengalirkan air mata nya.


Dengan sedikit ragu, listy menepuk punggung suga yang tengah memejamkan mata nya.


" aku mengatakan ini semua, agar kamu menjauhiku. Ini lah keluargaku. Aku tidak ingin kamu memasuki keluarga yg seperti ini. Maafkan aku, aku telah menunjukan perasaan lebih padamu. Aku telah mempermainkan mu. Tapi kini aku kembali menyadari kalau kamu tidak pantas mendapatkan pria dengan latar belakang sepertiku"


Listy hanya bisa terdiam dan menatap pusaran adik dari suga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jungkook..


Siang itu, jimin dan jungkook tengah memeriksa kelengkapan surat surat nikah tata dan jimin.


" bagaimana keadaan suga hyung? Luka nya sudah sembuh?"


" Dia bahkan bisa membawa motor nya"


" woah, cepat sekali sembuh. Kemana dia pergi? Kenapa tidak kesini menyiapkan pernikahan mu hyung? Apa suga hyung juga tidak merestui pernikahan ini?"


" bukan begitu. Dia justru sangat mendukung keputusanku. Dia pergi bersama listy, setelah bertengkar hebat tadi"


" kenapa?"


" entahlah"


Tiba tiba, jimin dan jungkook bangun setelah melihat tata yang keluar dari kamar nya dengan perlahan.


" apa sudah lengkap semua?" Tanya tata yang baru saja keluar dari kamar nya.


Jungkook dan jimin segera menghampiri tata yang masih terlihat pucat dan lemah


" noona kenapa keluar? Noona kan belum pulih, dan besok, hari yang melelahkan untuk noona" ucap jungkook.


" aku baik baik saja. Aku hanya sedikit lemah" sahut tata.


" apa yang kamu butuhkan, katakan saja, kamu tidak perlu berjalan sendiri" ucap jimin


" kamu jimin, aku ingin bicara denganmu" sambung tata.


" hmm aku akan membuat cemilan di dapur, kalian bicara lah" usul jungkook.


" ayo kita ke kamar" ajak jimin, sembari memapah tata masuk ke kamar nya.


Jimin dan tata pun masuk ke kamar tata, dan mereka duduk berhadapan.


" ada apa?" Tanya jimin.