Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 25



Ruang kantor jin...


" iya iya, aku tau hubungan kalian. Defy gadis yg baik dan cerdas" puji jimin.


" iyah. Aku sangat mencintai defy"


" aku ingin menanyakan stadion yg hyung sewa. Besok kami harus mulai mempersiapkan konser kami. Apa sudah bisa di pakai"


" aku akan menelfon manager stadion nya. Kamu tenang saja. Aku akan mengurus semua nya. Kalian tinggal persiapkan performs kalian saja"


Saat jin dan jimin berbincang, Appa mereka. (Tuan park) datang, bersama nyonya park. Dan seorang lain nya yg terlihat rapi dan berwibawa.


Seketika, jimin terdiam dan berdiri menatap appa nya.


" jimin, sedang apa kamu disini?" Tanya tuan park.


" jimin, pakaian apa yg kamu pakai itu? Kamu terlihat sangat kacau" ejek nyonya park.


" appa, maafkan aku" ucap jimin.


" silahkan duduk tuan kim, maafkan anak saya. Dia anak bungsuku. Namanya jimin" ucap tuan park.


" tidak papa tuan park, apa kabar jimin dan jin. Kalian sangat tampan" sapa tuan kim.


" jin, perkenal kan ini tuan kim joon soo, yg eomma ceritakan kemaren" tambah nyonya park sembari mengelus bahu jin.


" selamat pagi tuan kim"


Seorang gadis cantik, tinggi dan berambut panjang. berjalan melewati defy dan sindy yg tengah bekerja.


Gadis itu terlihat begitu anggun dengan gaun yang melekat di badan nya. Dan tas kecil yang dia bawa.



Defy dan sindy menyapa gadis itu, dan gadis itu tersenyum pada mereka, gadis itu masuk ke ruangan jin dan berjalan menghampiri nyonya park.


Gadis itu tidak lain adalah Kim ayanna.


" nah ini dia, kim ayanna, Putri satu satu nya dari tuan kim. Eomma benar kan? dia sangat cantik" ucap nyonya park.


" hallo, perkenalkan aku ayanna"


" aku jin. Dan ini adiku jimin"


" hai ayanna" sapa jimin.


" ayanna, ayo duduklah di samping jin. Jimin, suruh sekertaris membawakan teh untuk kami" perintah nyonya park.


" hmm ya eomma" jawab jimin.


Tuan dan nyonya park terus memuji ayanna di depan jin.


Tapi jin hanya diam dan menanggapi dengan santai, sesekali ayanna menatap jin. Tapi jin tidak memperdulikan ayanna.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit...


Pagi ini, jessy sangat bahagia menanti dokter datang, hari ini saat nya jessy membuka penutup mata nya.


Senyum merekah, selalu di perlihatkan jessy, begitu pun jhope dan Listy.


" apa kamu siap?" Tanya jhope.


" aku sangat siap oppa. Aku sangat tidak sabar menanti dokter datang" jawab jessy.


" bersabarlah sebentar lagi" tambah listy.


Tak lama Kemudian, dokter dan suster datang ke ruangan jessy.


" selamat pagi jessy, apa kamu sudah siap?" Tanya sang dokter.


" aku sangat siap dok" jaeb jessy dengan penuh keyakinan.


Dokter mulai membuka persban jessy secara perlahan, jhope dan listy sangat tegang nenanti jessy membuka mata nya.


Perlahan persban di kedua mata jessy terbuka, dan jessy membuka mata nya perlahan.


Di saat yg bersamaan, tae datang, tae membuka pintu dan berjalan ke arah jessy yg duduk di ranjang.


" bagaimana jessy, apa kamu bisa melihat sekarang?" Tanya dokter.


Suasana hening pun tercipta, menanti jawaban dari jessy.


" Tae..." ucap jessy saat melihat taehyung yang berdiri di depan nya.


Jessy dan taehyung saling menatap. Setelah mendengar jessy memanggil tae.


Semua orang tersenyum, begitupun tae. Bahkan senyum listy dan jhope di iringi air mata kebahagiaan.


hope langsung memeluk jessy dan menumpahkan tangis bahagia nya.


" oppa, aku bisa melihat kalian lagi sekarang. Aku sangat bahagia, setelah 5 bulan lama nya" ucap jessy.


Jessy terus meraba wajah jhope yg berurai air mata. Jhope memeluk jessy dgn erat dan membuat listy, tae dan dokter pun tak dapat membendung air mata mereka.


Jhope dan listy mengurus kepulangan jessy.


Dan taehyung menemani jessy. Jessy terus menatap taehyung sambil tersenyum, begitu pun taehyung.


" apa wajahku mengecewakan mu?" Tanya taehyung.


Jessy pun tertawa mendengar pertanyaan taehyung.


" padahal aku pikir kamu tidak setampan ini" jaeab jessy.


" jadi wajah seperti apa yg kamu bayangkan saat meraba wajahku?"


" yg jelas tidak setampan ini"


Taehyung pun tertawa. Tangan tae menarik tangan jessy dan menempelkan nya di wajah nya. Seketika jessy pun diam.


" ini wajah yg sama. Yg kamu raba dulu" ucap taehyung.


Jessy mulai menutup mata nya dan meraba wajah taehyung.


Tapi seperti waktu itu, jessy selalu merasa malu saat meraba bibir taehyung.


Jessy membuka mata nya dan bertatapan dgn taehyung.


" jessy, apa yg kalian lakukan" tegur listy yang muncul dari pintu ruang rawat jessy.


" tidak ada eonnie, kami hanya berbincang"


Syara terus teringat saat dia memergoki  jessy yg terdiam sambil menatap wajah taehyung.


Kantor PG industri...


" kita langsung saja bahas pertunangan jin dan ayanna" ucap tuan park.


" iya tuan, lebih cepat lebih baik" sambung tuan kim.


" tunangan apa yah? jin hyung akan bertunangan?" Sahut jimin.


" jimin diam lah ini urusan orang tua" potong nyonya park.


" Tapi.."


" jimin, hentikan.." tambah jin yang kini beranjak dari duduk nya.


Saat jin menoleh ke arah jimin, jin melihat defy yg datang membawa teh, defy terus menunduk menyembunyikan wajah nya.


" hyung??"


" jimin kamu tidak usah ikut campur. Hyung mu saja tidak keberatan. Uruslah urusanmu sendiri. Sebaik nya kamu pulang saja" maki nyonya park.


" eomma hentikan" ucap jin.


Setelah meletakan teh di meja, defy keluar dari ruangan jin.


Jin terus melihat ke arah defy dan duduk kembali di samping ayanna, sambil memegangi pelipis nya.


" hyung? Kenapa kamu diam saja?? Aku nggak nyangka kamu bisa melakukan ini. Aku benar2 kecewa" ucap jimin.


Jimin pun pergi dari ruangan jin.


Saat di luar ruangan jin, Jimin sempat melihat ke arah defy.


Tapi defy terlihat menyibukan diri dgn pekerjaan nya.


Jimin sempat berniat menegur defy, tapi dia mengurungkan niat nya dan pergi dari kantor jin.


Devi terus bekerja, dan mencoba mengalihkan rasa sakit hati nya. Tak lama sindy pun datang.


" defy kamu kenapa? Wajah mu memerah" tanya sindy.


" tidak ada, ayo kembali bekerja" jawab defy.


sindy sangat bingung dgn perubahan wajah defy yg tidak biasa itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Firma hukum...


Jungkook dan Tata datang ke sebuah firma hukum, untuk berkonsultasi.


" maaf nona Yang, jawaban semua pengacara pasti sama, hakim akan mempertimbangkan memberi hak asuh pada keluarga yg mempunyai keluarga lengkap, appa dan eomma. Sedangkan tuan kim ji suk adalah appa kandung sujin, dia dua langkah di depan anda" jelas seorang pengacara.


" jadi apa yg harus kami lakukan tuan? aku mohon tolong kami" ucap tata


" ada satu cara. Nona harus menjadi keluarga lengkap untuk sujin. Nona harus menikah" usul sang pengacara.


" menikah? Bagaimana bisa aku melakukan nya dalam waktu sesingkat ini" jawab tata.


" apa tidak ada cara lain nya tuan?" Sambung jungkook.


" hanya itu cara untuk mengimbangi kekuatan hukum yg di miliki tuan kim. Kalo kekuatan seimbang, sujin lah yg akan di beri kesempatan untuk memilih di antara kalian" jawab sang pengacara.


" baiklah aku akan memikirkan nya. Ayo jungkook, kita pulang saja" ajak tata.


" maaf tuan, kami akan menghubungimu nanti" ucap jungkook.


Rumah jungkook..


Tata terlihat begitu lemas dan lesu. Tata duduk di teras sambil memegangi kepalanya dan sesekali mengusap air mata nya yg terus mengalir.


" Noona, aku harus pergi sebentar, jaga dirimu" pamit jungkook.


" iya, hati hati"


Tak lama setelah jungkook pergi, jimin datang dgn wajah murung nya. Jimin berniat ke panti asuhan tapi saat dia melihat Tata yang melamun di teras, jimin pun menghampiri tata.


" tata? Kamu menangis?" Tanya jimin saat melihat tata yg tertunduk sembari mengusap kedua pipi nya.


" tidak, aku tidak papa. Kamu perlu sesuatu?"


" sebenar nya aku mencari suga hyung, aku pikir dia di panti. Hmm Aku tau kamu menangis, kenapa? Katakan lah. Kata kan masalahmu untuk mengurangi beban di hatimu"


Tata mulai menunduk dan menumpahkan air mata nya kembali. Jimin mendekat ke tata dan mengusap bahu tata.


" ini soal sujin, appa kandung nya ingin mengambil sujin dariku. Dia mengajukan gugatan ke pengadilan"


" kenapa kamu takut, bukan kah eomma lebih..."


" aku hanya eomma sambung bagi sujin"


" oh jadi.."


" di persidangan pertama, sujin memilihku dan aku memenangkan sidang"


Dengan terbata bata, Tata menceritakan kendala yg dia alami untuk mendapat hak asuh sujin. Air mata tata terus membasahi pipi nya, bahkan jimin pun turut berkaca2 mendengar cerita tata.


" sujin itu cinta pertama ku, aku menikahi appa sujin, karna rasa cintaku pada sujin. Aku tidak bisa hidup tanpa sujin. Tapi aku tidak bisa menikah. Aku harus bagaimana?"


Jimin hanya bisa terdiam melihat tata yg menangis di depan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Suga datang ke cafe jhope untuk makan siang, saat melihat suga di cafe nya, jhope segera menghampiri suga.


" suga. Apa yg kamu lakukan di sini?" Tanya jhope.


" tentu saja makan siang. Apa lagi" jawab suga.


" kenapa kamu tidak memberi tau ku kamu akan datang"


" aku pikir kamu sibuk di rumah sakit"


" jessy baru saja pulang. Dia sudah bisa melihat lagi sekarang. Aku sangat senang"


" aku bisa melihat nya di wajahmu. Aku juga turut bahagia untuk nya"


" ah ayo ucapkan sendiri. Jessy pasti senang melihat mu"


Jhope menarik tangan suga dan membawa nya masuk ke rumah nya.