
Kamar tata..
" jimin ssi, aku ingin bertanya sekali lagi padamu, pernikahan ini tidak bisa kamu akhiri dalam waktu satu tahun. Sebeb sebelum satu tahun, pengadilan masih akan memantau kenyamanan sujin. Apa kamu benar benar akan melakukan nya? Sebelum ini terlambat. Sebelum jungkook menyerahkan surat surat pernikahan kita"
" tata ssi, aku memikirkan keputusanku, bukan hanya satu kali, dan bukan hanya satu hari. Aku akan tetap menikahimu, berapa pun lama nya"
" Baiklah, tapi aku juga punya beberapa syarat untukmu"
" katakan saja"
" meski pernikahan kita sah, tapi kita tidak bisa bersikap sepeti pasangan suami istri dalam rumah, tentu nya di kamar, hmm kamu tau kan maksudku"
" iya, aku tidak keberatan, lalu apa lagi?"
" kamu, aku dan sujin akan tetap tinggal di sini. Hmm jungkook hanya punya aku di hidup nya. Aku ingin selalu di samping jungkook"
" tentu saja aku tidak akan keberatan soal hal itu"
" makasih banyak jimin, bantuanmu ini sangat besar, tapi aku justru memberimu syarat. Sebenarnya aku sangat malu mengatakan nya. Tapi hanya kamu yang bisa membantuku"
" sstt yang taerin. Cukup. Aku sangat senang bisa membantumu. Dan tata, Aku tidak melakukan hal yang besar, aku hanya memberi bantuan kecil pada teman baikku. Sekarang istirahatlah. Aku dan jungkook akan menyiapkan pernikahan kita besok pagi"
" baiklah"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah suga..
Listy dan suga sampai di rumah suga. Begitu sampai, listy melepas helm nya dan memberikan nya pada suga.
" suga ssi, ini helm mu. Ayo, aku akan mengganti persbanmu, luka mu berdarah lagi" ucap listy lirih.
Suga dan listy pun masuk ke rumah suga. Listy mengambil kotak obat dan dengan tekun ia mengganti persban suga.
" Tidak perlu seperti ini" ucap suga
" diamlah, aku melakukan nya sebagai sesama manusia" jawab listy
" oh ya.. baiklah"
" Dan soal apa yang kamu katakan di danau, entahlah, aku pikir akan ada perubahan dalam hubungan ini. Memang banyak pertimbangan di pikiranku. Tapi aku akan tetap mempunyai rasa yang sama padamu. Kamu berhak mundur. Tapi aku tidak bisa mundur ataupun maju"
" mundurlah, aku tidak ingin kamu tersakiti"
" sudah ku bilang, aku tidak akan mundur tapi aku juga tidak bisa maju. Aku... aku harus pergi sekarang. Persbanmu sudah ku ganti. Aku permisi" pamit listy.
Listy mengambil tas nya dan pergi meninggalkan suga begitu saja.
Sementara suga hanya bisa tertunduk dan terus mengusap wajah nya.
" Maafkan aku listy, kamu tidak akan bisa bahagia, jika bersama pria sepertiku. Jinan lebih pantas untukmu. Aku ingin yang teebaik untukmu" gumam suga.
Di tengah jalan..
Listy terus berjalan dengan memikirkan semua yang suga katakan pada nya di danau.
" maafkan aku suga. Aku tidak bisa terus maju, karna oppa dan keluarga ku tidak akan mengizinkan aku bersama mu, saat mereka tau latar belakangmu. Aku tidak ingin menyakiti oppa, tapi aku juga tidak akan mundur. Begitu banyak kesedihan yang kamu lalui, aku justru ingin menggenggam tanganmu dan memelukku setiap saat" batin listy sembari terus melangkah menyusuri jalan sore itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor polisi..
Ayanna dan namjoon duduk di ruang tunggu dan sesekali mereka nampak bercanda gurau di sana.
Tak lama, jin dan defy datang membawa beberapa map di tangan mereka.
" hai ayanna, kamu ikut juga" sapa defy.
" iya, setelah dari kantor polisi, kami akan langsung ke rumah jungkook" jawab ayanna dengan senyum mengembang.
" semua nya sudah lengkap?" Tanya namjoon.
" iya, semua yang jungkook minta, sudahku lengkapi. Tinggal kita serahkan. Ayo"
Setelah melengkapi berkas tuntutan pada Min junhoo, defy, jin, namjoon dan ayanna, makan siang si sebuah cafe.
Cafe..
Awal nya mereka makan dan berbincang santai biasa tapi suasana berubah saat namjoon menyinggung pernikahan jimin.
" jin hyung, kamu mau ikut ke rumah jungkook? Aku dan ayanna akan ke sana" ucap namjoon.
" tidak, aku tidak merestui pernikahan mereka" jawab jin tanpa menatap namjoon.
" jin hyung, apa kamu tidak berpikir, jimin pasti punya alasan lain selain rasa cinta nya kan" protes namjoon.
" entah apa pun alasan jimin, yang jelas itu salah, posisi jimin tidak bisa sembarangan untuk memilih wanita" lanjut jin.
" tapi hyung.."
" Namjoon oppa, sudahlah. Pria ini tidak akan mengubah keputusan nya. Bagi nya status itu penting, bibit bebet dan bobot itu penting bagi nya" potong defy.
" Defy, kamu tidak perlu ikut campur"
" kenapa? Jimin itu teman baikku, kenapa aku tidak perlu ikut campur? Yang aku katakan memang benarkan? Status itu penting bagimu kan?"
" aku sudah mengatakan nya padamu, dan disini bukan tempat nya untuk membahas hal itu sekarang"
Defy dan jin saling menatap dengan tatapan tajam mereka.
Ayanna dan namjoon pun semakin tak nyaman dengan perdebatan defy dan jin.
" hmm sudah sudah, hhmm defy, bisakan kamu menemaniku ke toilet" ajak ayanna untuk mencairkan suasana.
Sebelum defy menjawab ajakan ayanna, jin beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi tanpa mengatakan apapun.
" jin hyung, jin hyung.. mau kemana?" Panggil namjoon.
Jin berlalu, tanpa menjawab penggilan namjoon.
" biarkan dia pergi oppa" ucap defy.
" aku sudah membujuk nya, dia keras kepala, tapi itu bukan salahnya juga, dia berdiri di antara appa dan adik nya" jelas defy.
" kamu benar defy, sebaik nya kita dukung jimin supaya tidak terlalu merasa kekurangan akan kehadiran hyung nya" sambung ayanna
" baiklah, ayo kita langsung saja ke rumah tata, ini sudah sore, mereka pasti menunggu kita" ajak namjoon.
Mereka bertiga pun pergi ke rumah tata, untuk menyiapkan persiapan pesta kecil untuk jimin dan tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope..
Dengan mata yg sembab, listy masuk ke rumah nya, dan terus menyeka air mata nya.
Listy berpapasan dengan jhope, back hye dan jessy yang keluar dari pintu.
" listy, kamu dari mana?" Tanya jhope.
" aku kerumah temanku oppa kalian mau kemana?" Tanya listy balik.
" kami mau ke rumah tata eonnie, ayo ikutlah eon" ajak jessy.
" ayo listy, aku juga akan ikut" tambah back hye.
" hmm aku akan menyusul nanti malam, aku perlu membersihkan diri dulu" elak listy.
" baiklah, kami pergi dulu" ucap jhope.
Mereka pun pergi, bersama taehyung yang telah menunggu di depan rumah mereka.
Mereka menuju rumah tata, dan di tengah jalan, mereka juga bertemu dengan suga yang tengah berjalan kaki menyusuri gang.
Jhope pun menghentikan mobil nya, dan menyapa suga.
" suga hyung, kamu mau ke rumah tata?" Tanya jhope.
" suga hyung, ayo kita bareng saja" ajak taehyung.
" baikalah" ucap suga.
Suga pun masuk ke mobil jhope dan mereka pun menuju rumah tata.
Di dalam mobil, suga sempat terdiam dan tertunduk mengingat listy.
" hm jessy ssi, kenapa listy tidak ikut?" Tanya suga
" eonnie akan menyusul nanti, ada apa oppa? Apa oppa butuh sesuatu?" Sahut jessy.
" tidak, aku hanya bertanya saja"
Tak lama mereka pun sampai, saat itu, defy, namjoon dan ayanna pun telah berbincang di depan rumah, bersama jimin.
Mereka saling menyapa dan bertukar senyum.
Setelah itu, para wanita masuk ke kamar Tata, sedangkan para pria meneruskan perbincangan mereka di teras depan rumah jungkook.
" jimin, dimana jungkook?" Tanya suga.
" dia mengurus surat pendaftaran untuk besok. Pernikahan nya besok pagi" jelas jimin.
" jimin ssi, aku tidak menyangka kamu akan menikah lebih dulu dariku" ledek namjoon.
" bahkan aku belum punya kekasih" tambah jhope.
Semua orang pun tertawa mendengar keluhan jhope. Begitu pun suga, tapi senyum suga terus terbayangi dengan kenangan akan listy, dan kondisi keluarga nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mobil jungkook..
Jungkook dan sindy, berada dalam perjalanan pulang, setelah memberikan kelengkapan surat surat pernikahan jimin dan tata.
Dengan suara musik lirih, jungkook dan sindy turut bersenandung sepanjang jalan.
Tak lama, sindy menatap jungkook yang tengah fokus pada kemudi nya.
" jungkook ssi, bagaimana kalau aku hamil?" Tanya sindy.
" hagh?" Wajah jungkook mendadak memucat.
" kenapa?"
" bukan kah kamu sudah meminum obat anti hamil itu?"
Sindy sempat terdiam dan mengingat obat obat yang jungkook berikan pada nya.
Dan tentu saja, dia tidak meminum nya, karna tak pernah terjadi apapun di antara sindy dan jungkook.
" jungkook si.. sebenar nya.."
" aku akan menikahi mu. Tentu saja, aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Entah kamu hamil atau tidak aku akan menikahimu. Aku hanya belum siap secara batin dan finansial ku sin" potong jungkook
" hmm jungkook ssi.. aku.."
Sebelum sindy kembali menyelesaikan ucapan nya, mereka telah sampai di rumah jungkook.
" kita sampai, ayo bersiaplah, semua pasti sudah menunggu kita pulang" ucap jungkook.
Kala itu, hari sudah petang, jungkook dan sindy pun masuk ke rumah jungkook.
" sindy ssi, bawalah makanan ini ke dapur, tolong siapkan makan malam kita" ucap jungkook sembari memberikan beberapa tas makanan pada sindy.
Jungkook membawa beberapa kotak besar ke dalam rumah nya dan meninggalkan sindy yang masih terdiam sendiri di luar rumah jungkook.
" jungkook ssi, aku minta maaf, aku telah membohongimu. Tapi aku hanya ingin melihat kesungguhanmu" gumam sindy.
Setelah jungkook masuk, sindy menyusul jungkook dengan membawa beberapa kantong berisi makanan ke dalam rumah.