
Rumah sakit...
Listy berjalan kesana jemari mencari sosok jhope yang sedari tadi entah pergi kemana.
Saat listy berjalan ke arah parkiran, listy mendapati jhope yang terngah bertengkar dengan beberpa pria di samping sebuah mobil.
" aku ingin bicara dengan nya" tegas jhope pada 2 orang pria bertubuh tegak di depan nya sembari menunjuk ke arah gadis di dalam mobil, yang tak lain adalah back hye.
" Dia sibuk, kamu tidak bisa menemui nya" ucap salah satu dari lelaki berjas hitam tersebut.
" Sebentar saja" paksa jhope.
Dan sial nya salah satu dari pria yang terlihat layak nya bodyguard itu, memukul pipi dan perut jhope dan meninggalkan jhope yang tengah terbaring kesakitan.
Listy segera berlari menghampiri jhope.
" oppa, oppa kenapa? Siapa dua pria tadi?" Tanya listy.
" itu pengawal back hye" jawab jhope.
" Back hye eonnie? Apa yang oppa katakan? Mungkin oppa salah lihat oppa"
" tidak listy, oppa tau benar itu back hye, dia juga memiliki bekas luka yang sama dengan back hye ku. Bahkan dia juga mengakui kalau dia back hye"
" jadi? Selama ini back hye eonnie masih hidup?"
" iya, dan aku ingin penjelasan dari dia. Kenapa dia menghindariku"
" aku, tidak menyangka. eonnie masih hidup"
Di tengah perbincangan jhope dan listy, suga, namjoon, jin, ayanna dan tuan kim berjalan menghampiri jhope dan listy.
" jhope? Kamu kenapa?" Tanya namjoon.
" apa yang terjadi? " tambah jin.
" tidak aku baik baik saja. Hanya kecelakaan kecil" sangkal jhope.
" kamu berkelahi dengan seseorang? Pipi mu sedikit lebam" sambung suga.
" iya, tadi ada salah paham kecil"
" oppa, ayo kita pulang saja, sudah malam juga. Jessy sendirian di rumah" ajak listy.
" benar ayo pulang"
Jhope pun mencoba bangun, tapi sayang nya bekas pukulan di perut nya masih mengganggu jhope dan dia pun terlihat menahan rasa sakit nya.
" apa masih sakit? Pulanglah denganku. Aku membawa mobil" saran namjoon.
" aku dan listy memakai motor, aku tidak bisa membiarkan listy berkendara sendirian malam2 begini" bantah jhope.
" biar suga yang membawa motor kalian" tambah namjoon.
" aku juga tidak bisa berkendara sendiri. Ayo listy" sahut suga
" nah itu juga ide bagus" sahut jhope.
" baiklah ayo kita pulang" ajak jin.
" hey, kalian tidak bertanya pendapatku? Aku juga harus berpamitan dulu pada..." sangkal listy.
" udah ayo cepat" potong suga sembari menarik tangan listy ke parkiran motor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari.
Rumah taehyung..
Taehyung berjalan menuju pintu masuk rumah nya. Dengan sedikit ragu, taehyung perlahan menarik gagang pintu rumah nya.
Taehyung berjalan perlahan dan melihat ke sana kemari.
Taehyung begitu terkejut saat melihat lelaki yang malam tadi mengaku sebagai appa nya, tengah berbaring di dipan depan rumah nya dengan keadaan menggigil dan wajah yang memucat.
" appa. Appa baik baik saja?" Tanya taehyung.
Tetapi pertanyaan tae tak dapat beliau jawab, karna keadaan beliau yang setengah sadar.
Di saat itu, jessy datang ke rumah taehyung dengan membawa sekotak makanan untuk taehyung.
Sontak jessy mempercepat langkah nya saat melihat taehyung yang tengah berusaha menyadarkan pria paruh baya di depan nya.
" tolong bangun lah. Aku mohon bangunlah" pinta taehyung dengan wajah panik nya.
" Taehyung ssi? Ada apa? Ahjushi ini kenapa?" Tanya jessy.
" jessy ssi, tolong bantu aku membuat nya sadar"
" hm ayo kita bawa beliau masuk dulu"
Jessy dan taehyung membawa tuan kim jaemin masuk ke rumah taehyung.
Dengan susah payah, mereka berhasil membaringkan tuan kim jaemin di ranjang taehyung.
Jessy mengambil selimut tebal taehyung dan menyelimuti tuan kim.
" tae, kamu tidak perlu panik. Ahjushi ini hanya demam tinggi. Badan nya panas, tapi beliau menggigil kedinginan. Tolong gosok terus telapak kaki nya. Aku akan mengambil kompres"
" apa dia akan baik baik saja?" Tanya taehyung dengan mata yg mulai berkaca kaca. Bahkan tatapan nya tak dapat berpaling dari pria yang kini tengah terbaring di hadapan nya.
Jessy pun terdiam melihat wajah taehyung yang terlihat begitu khawatir.
" beliau akan baik baik saja. Tenanglah" tegas jessy.
Tae pun terus menggosok telapak kaki tuan jaemin dan menatap nya sendu.
Jessy merewat tuan kim dengan penuh kesungguhan, terutama saat melihat raut wajah tae yang terlihat begitu khawatir.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook
Tata terbangun dari tidur nya, seperti biasa tata selalu mengusap mata nya yg terasa berat.
Terutama karna dia menangis semalaman yang membuat mata nya begitu sembab.
Dia menatap ke aras samping nya, dan mendapati jimin yang masih terlelap di samping nya.
Tata beranjak dari tidur nya dan berjalan ke luar meninggalkan jimin yang masih tertidur pulas.
Sebelum menuju dapur, tata masuk ke kamar jungkook dan memanggil manggil jungkook.
" jungkookie, jungkook. Seperti nya dia belum pulang. Kemana dia semalaman?"
Tata kembali menuju dapur dan membuat sarapan untuk nya dan jimin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah sindy.
Perlahan mata sindy terbuka, pelupuk mata nya terus berkerlip berusaha membuka mata dengan sempurna.
Setelah kedua mata nya terbuka sempurna, sindy mulai merasa pusing, kepala nya serasa berputar.
" aahh kepala ku. Kenapa terasa pusing seka...." ucap sindy sembari memegangi kepala nya.
Tapi dia tak dapat melanjutkan ucapan nya saat mendapati jungkook yang tertidur di samping nya, dengan bertelanjang dada.
Bahkan saat dia menatap dirinya pun, sindy baru sadar tubuh nya hanya tertutupi selimut.
Sindy begitu kaget dan terus berusaha mengingat apa yang terjadi malam tadi.
Sindy mulai mengacak acak rambut nya dan terus tertunduk.
Tak lama, jungkook turut bangun dari tidur nya. Dan langsung menatap sindy yang tengah duduk tertunduk di samping nya.
" sindy? Kamu??"
" jungkook, apa yang telah kita lakukan, tadi malam? Apa kita sudah...??" Tanya sindy dengan wajah nya yg mulai panik.
" aku, aku juga tidak ingat. Sindy, maafkan aku. Apa aku sudah menyentuhmu?"
" bagaimana aku tau. Aku juga tidak bisa mengingat apapun"
" bersihkan dirimu di kamar mandi, kalau ada cairan milikku,.. berarti.."
" hentikan jungkook. Acchhh situasi apa ini" sesal sindy.
" ayo ku antar ke kamar mandi"
" dimana bajuku?"
Jungkook mengambil baju sindy yang tergeletak di samping nya.
" balikan badanmu" pinta sindy.
Jungkook membalikan badan nya dan sindy pun merapikan diri nya.
Setelah itu, jungkook menggendong sindy ke kamar mandi.
kamar mandi...
Sindy membasuh wajah nya di depan cermin setelah membersihkan diri nya.
" tidak ada apapun, kalo aku dan jungkook melakukan nya, pasti akan terasa sangat sakit karna ini yg pertama bagiku. jadi, apa yg terjadi?" Batin sindy.
" sindy ssi, bagaimana?" Tanya jungkook di balik pintu kamar mandi sindy.
Sindy tetap terdiam, dan memutar mata nya.
Tak lama, sindy keluar dari kamar mandi dan mendapati jungkook yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah cemas.
" bagaimana? Ada? Apa rasa nya masih sakit?" Tanya jungkook.
" hmm iii yyaaaa. Ada dan, aww masih sakit sekali jungkook awww" rintih palsu sindy.
" ayo aku gendong ke ranjang"
Jungkook pun kembali menggendong sindy ke ranjang nya dgn wajah yg mulai pucat.
Sedangkan sindy terus menahan kegelian hati nya, karna melihat wajah panik jungkook.
" kamu istirahatlah dulu, aku akan membeli obat pencegah kehamilan dan pereda rasa sakit. Aku akan segera kembali"
Jungkook mengambil kemeja nya dan pergi meninggalkan sindy, yang kini tertawa terbahak bahak sendiri.
" hahahaha maafkan aku jungkook ssi, kamu begitu polos. Kalau kita melakukan nya, sudah pasti ada noda darah di kasur ini" ucap sindy.
" lagi pula, aku juga ingin melihat seberapa kesungguhanmu, dan tanggung jawabmu. Maafkan aku, aku ingin menguji mu" tambah sindy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah namjoon...
Dalam keadaan setengah sadar, dengan mata yang masih enggan terbuka sempurna, namjoon beranjak dari tidur nya.
Namjoon menatap cermin di depan nya, dan menata sedikit piama yg ia kenakan.
kini namjoon berjalan ke arah sumber bunyi bel yang sedari tadi mengganggu telinga nya.
Namjoon pun membuka pintu, dan begitu terkejut nya dia, saat melihat sosok ayanna yang berdiri tepat di depan nya kini.