
Rumah jin...
Jimmin masuk kerumah sembari bersiul santai.
Saat itu juga dia berpapasan dgn defy.
" siapa kamu?" Tanya jimmin.
" hm aku defy, sekertaris tuan jin. Selamat pagi tuan jimin" sapa defy.
" kamu menginap di sini?" Lanjut jimmin.
" iya. Sebenarnya terjadi sesuatu"
" sudahlah. Hagh bahkan dia berani membawa pulang wanita ke rumah" potong jimmin
" jimin. Apa yg kamu katakan. Defy itu sekertarisku. Aku membawa nya pulang karena.." jin mencoba menjelaskan yg terjadi.
" aku tidak peduli. Siapa yg kamu bawa. Kemana kamu membawa nya. Terserah" potong jimin.
Jimin melangkah pergi ke kamarnya. Tapi jin menghentikan jimmin dgn memegang pergelangan tangan jimmin.
" kamu dari mana kenapa baru pulang? " tanya jin.
" hentikan. Jangan bersikap sepeti seorang hyung. Karna kamu bukan hyung ku"
" jimin!!" Bentak jin.
" oppa, sudahlah. Jangan tanggapi kata2 nya" yuri datang dan berusaha menghentikan perdebatan jin dan jimin.
Jin duduk di sofa, dia terus tertunduk dan memegangi sebelah pelipis nya.
" yuri, bisakah kamu mengantar defy pulang?" Tanya jin tanpa merubah pososi nya yg masih saja merunduk.
" iya oppa. Ayo defy" ajak yuri pada defy, yg hanya berdiri diam mematung.
" terimakasih tuan, aku pamit" defy membungkukan badan nya memberi hormat pada jin.
Di mobil yuri...
Defy tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.
" yuri, apa yg terjadi dengan tuan jin dan tuan jimin?" Tanya defy sambil menatap yuri yg tengah fokus berkendara.
" berjanjilah tidak akan mengatakan pada siapapun" yuri melirik pada defy, dan kembali menatap jalan.
" iya aku janji"
" sebenarnya, mereka bukan saodara kandung. Mereka berbeda ibu. Ibu kak jimin meninggalkan jimin saat jimin berusia 5 tahun. Saat itu jin oppa berusia 8 tahun. Selama ini kami semua menyembunyikan fakta ini dari jimin" terang yuri.
" maksudnya, ibu jimin meninggal?" Defy semakin penasaran.
" tidak, entah kemana dia pergi. Dia meninggalkan jimin begitu saja. Setelah tau kenyataan itu, jimin selalu menghindari jin oppa. Bahkan sering membuat keributan di rumah, kadang dia mabuk berat, kadang tidak pulang berhari hari" suara yuri mulai pelan.
" tapi itu bukan kesalahan tuan jin. Kenapa tuan jimin membenci tuan jin?"
" dulu mereka sangat dekat. Saling menyayangi. Meskipun ayah dan ibu kak jin selalu membeda2 kan mereka. jin oppa selalu di sanjung. Itulah sebab nya jimin merasa kesal pada jin oppa" lanjut yuri.
" oo begitu. Hmm aku turun di sini saja. Jalannya sempit. Kamu akan susah melewatinya" uacp defy sambil mengalungkan tas nya pada bahu nya.
" baiklah. Oh ada cafe di sini" yuri menatap sebuah cafe di depan nya.
" iya, ini cafe baru" terang defy.
" wah aku tertarik dgn desain cafe nya. Ayo kita mampir dulu" ajak yuri.
" hmm baiklah"
Defy dan yuri masuk ke cafe yg tak lain adalah cafe milik jhope.
Listy menyambut mereka dgn ramah.
Yuri dan defy menikmati makan siang mereka di cafe jhope.
Tak lama kemudian dua orang pria datang, mereka adalah taehyung dan namjoon.
Namjoon langsung menyapa listy.
Wajah listy sempat terlihat kesal saat melihat taehyung yg berdiri di samping namjoon.
" hai lis" sapa namjoon.
" namjoon oppa. Oppa sengaja datang?" Tanya listy
" iya. Ini temanku. Dia bilang ada sedikit urusan dgn adikmu" ucap namjoon sembari memegang bahu taehyung.
" aku mau meminta maaf pada adikmu. Apa dia ada?" Sambung taehyung.
" baiklah, duduk saja dulu"
Saat tarhyung menatap ke segala arah, mencari tempat duduk yg dia rasa nyaman, taehyung melihat defy dan yuri yg sedang menyantap makanan mereka.
Tanpa pikir panjang, taehyung langsung mengajak namjoon bergabung dgn defy dan yuri.
Mereka saling berkenalan dan berbincang.
" maaf aku ke toilet dulu" pamit namjoon.
Setelah namjoon pergi, listy datang bersama jessy.
Jessy duduk bersama mereka.
" nona, maafkan aku. Aku yg kemaren memarahimu di mini market. Aku sangat menyesal. Aku sungguh sungguh minta maaf" sesal taehyung sembari memegang tangan jessy di atas meja.
" tidak papa. Aku juga salah kemaren" hibur yuri sembari melebarkan bibir nya.
" sudah ku bilang, aku juga kurang hati2" tambah defy.
" baiklah semua sudah clear sekarang. Jessy ayo kembali ke kamarmu" listy bangun dan mengajak jessy pergi.
" eonnie, bolehkah aku disini dulu? Kita baru di lingkungan ini. Aku akan senang kalau aku mempunyai teman di sini" pinta jessy.
" listy, biarkan dia di sini. Aku akan menjaganya" sambung taehyung.
" biarkan dia bersama kami sebentar" bujuk yuri dgn menatap listy yg kini mulai tersenyum menatap jessy.
" baiklah" jawab listy.
Mereka pun berbincang dan bercanda sesekali.
Setelah keluar dari toilet, namjoon mendengar suara hentakan kaki di ruangan sebelah.
Dia berjalan ke ruangan sebelah karna rasa penasarannya.
Ketika dia membuka pintu, dia melihat seorang pria yg sedang menari tanpa musik.
Dia begitu enerjik dan sangat lihay melakukan berbagai gerakan tari. Tidak lain pria itu adalah jhope.
Jhope hanya diam dan terus menatap namjoon
" kemampuan dance mu sangat bagus. Aku sangat kagum melihat gerakan tari mu" sanjung namjoon.
" aku namjoon. Kamu?"
" aku jhope, apa yg kamu lakukan di sini?" Tanya jhope.
" aku menikmati makan siangku di cafe ini. Apa lagi? Terus kamu? Apa kamu kekasih listy?" Tanya namjoon.
" kamu mengenal listy? Listy itu adiku" terang jhope.
" wah. Aku baru tau listy juga punya kakak. aku teman listy, sebenarnya teman listy adalah temanku" jelas namjoon.
" oooh"
" hm jhope. Maukah kamu menjadi anggota boy grup? Dance mu sangat bagus kamu bisa terkenal dgn dance mu itu" tawar namjoon.
" aku tidak tertarik, maaf" jawab jhope dgn santai.
" kenapa apa kamu sudah punya agensi?"
" tidak. Aku tidak ingin melakukannya. Itu saja"
" ayolah. Aku benar benar membutuhkan bakatmu itu. Cobalah sekali saja" bujuk namjoon.
" apa yg kalian bicarakan?" Listy menghampiri kedua pria itu yg tengah berbincang.
" tidak ada. Kamu nggak pernah bercerita tentang namjoon" jawab jhope.
" aku memang jarang bertemu dgn namjoon oppa. namjoon oppa, mantan kekasih kim ayana"
" hm listy benar" namjoon tertunduk saat mendengar nama ayana, seketika, namjoon teringat gadis yg begitu dia cintai itu.
" Sayang sekali kalian putus. Ayana itu gadis cantik dan sangat baik. Kenapa kalian putus?" Tanya jhope dgn wajah polos nya.
" oppaaa... " potong listy.
Namjoon hanya tersenyum sambil terus tertunduk.
" baikalah. Ayo namjoon, kita ke depan. Nikmati makan siangmu. Dimana jessy? "
" kami mendapatkan teman baru di sini. Jessy bersama mereka di depan" jelas listy.
" oo baguslah" sambung jhop.
Namjoon, jhope dan listy berjalan menuju ke cafe sambil terus berbincanng.
Memang cafe mereka berdempetan dgn rumah yg mereka tinggali.
Saat masuk ke cafe, mereka langsung menemui jessy, tae, defy dan yuri yg tengah berbincang sambil bercanda.
Jessy terlihat begitu senang, senyum terus mengembang di wajahnya.
Listy dan jhope sangat senang melihat tawa jessy.
Jhope menyapa mereka dan berkenalan dgn taehyung, yuri dan defy.
Saat yuri bersalaman dgn jhope, yuri tidak bisa mengalihkan pandangannya dari jhope.
Yuri bahkan tidak mengedipkan matanya.
" hai aku jhope" sapa jhope sembari menyodor kan tangan nya pada yuri.
" yuri, hmm nama ku lee yuri" yuri menjabat tangan jhope dgn sedikit malu malu.
" nikmati makan siang kalian. Aku harus menyagarkan diri. aku berkeringat, maaf" ucap jhope.
" santai saja, Oh ya rumahku di depan kalian persis, rumah kecil di seberang sana. Kalian bisa mampir kapanpun" sambung taehyung.
" tentu saja, terimakasih tawarannya. Aku permisi dulu" jawab jhope.
" jhope, pikirkanlah tawaranku juga" tambah namjoon.
" iya. Aku akan memikirkannya juga" jawab jhope.
" tawaran apa eonnie?" Bisik jessy pada listy.
" soal pekerjaan biasa lah. Oya yuri. Dimana kamu tinggal?"
" aku tinggal di rumah sepupuku di perumahan dekat light bioskop. Kalau orang tuaku di australia" jawba yuri
" sebenarnya sepupunya adalah bosku. Aku sekertaris di perusahaan nya" sambung defy.
Mereka terus berbincang sambil menikmati makan siang mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jin membawa baki berisi makanan dia berdiri di depan kamar jimin. Dan mengetuk pintu.
" jimin, hyung membawakan makananmu" teriak jin sembari terus mengetuk pintu kamar jimin.
Jimin membuka pintunya.
Tapi dia sudah berpakaian rapi. Dia juga membawa tas di bahu nya.
" kamu mau kemana?" Tanya jin.
" aku ada urusan. Aku pergi dulu" jawab jimin singkat.
" setidaknya makanlah makananmu dulu. Hyung memasak makanan kesukaan mu " ucap jin.
" aku tidak lapar"
Jimin pergi begitu saja meninggalkan jin.
Jin kembali meletakan baki itu di dapur. Dia kembali ke kamarnya dan duduk memandang ke luar jendela.
Kemudian ponsel nya berbunyi.
" hallo eomma" sapa jin pelan.
" apa kabar putra eomma? Eomma sangat merindukanmu" ucap nyonya park di ujung telefon sana.
" iya aku juga. Kapan eomma dan Appa pulang?" Lanjut jin ( masih dgn suara pelan ).
" mungkin dua minggu lagi. Tantemu terus mengajak eomma dan appamu berkeliling. Mereka sangat baik pada kami. Oya bagaimana keadaan Yuri? Tantemu sangat mengkhawatirkan anak perempuannya" jelas nyonya park.
" kami semua baik. Eomma maaf, aku sedikit sibuk sekarang. Aku tutup dulu ya " jin menutup telfon dari eomma nya tanpa mendengar jawaban eomma nya.
Jin melempar ponselnya ke mejanya.
Dia mengambil foto nya dan jimin yg terpampang di atas meja kerja nya.