
Rumah sakit..
Saat di depan rumah sakit, Defy, suga dan jimin berpapasan dgn listy, jhope dan jessy.
" kalian disini?" Tanya defy.
" iya, jessy baru selesai melakukan pemeriksaan. Dia akan mendapatkan donor besok" jelas jhope.
" jimin, bagaimana keadaan kakakmu?" Tanya listy.
" dia sudah siuman dan dia baik baik saja. Cuma luka kecil" jawab jimin santai.
" listy. Ini kunci motormu. Dan kotak makanmu. Makasih. Aku akan pulang bersama jimin" ucap suga sembari menyodor kan 2 kantong besar di tangan nya. Dan kunci motor listy.
" suga hyung pulanglah dengan listy. Aku pinjam dulu motormu. Aku mau pulang ke rumah" sambung jimin.
" tidak papa suga oppa. Listy eonnie akan mengantarmu pulang. Pergilah eonnie" suruh jessy.
" jessy" protes listy.
" kamu juga harus ke kampus kan. Pergilah, aku dan jessy akan memberitaumu soal pemeriksaan nya" tambah jhope.
" baiklah. Ayo suga" ajak listy.
Listy, suga, defy, dan jimin pun pergi meninggalkan jessy dan jhope yang masih menunggu hasil pemeriksaan jessy.
Jhope dan jessy terus menunggu panggilan dari dokter.
Setelah suster memanggil mereka, merekapun masuk.
Jhope dan jessy duduk di depan dokter dan mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama.
" jessy, kondisimu bagus. Semua nya ok. Aku rasa kamu juga bisa melakukan oprasi itu. Tapi aku minta maaf sebelum nya. Ternyata, keluarga pendonor menolak memberikan kornea pendonor. Aku minta maaf. Sepertinya kamu harus menunggu lagi" sesal dokter.
Wajah jhope dan jessy yg tadinya ceria, dan penuh harap, Sekarang harapan itu musnah.
Jessy begitu sedih mendengar pembatalan oprasiĀ yg sudah dia tunggu tunggu selama 5 bulan ini.
" ayo kita pulang oppa" ajak jessy.
" apa tidak ada pendonor lain dok? Atau tolong berikan alamat pendonor itu, aku akan berbicara pada keluarganya. Tolonglah dok" bujuk jhope.
Jhope tak dapat membendung air matanya. Tapi jessy tetap berusaha tegar menghadapi ini semua.
" oppa, aku tidak papa. Ayo kita pulang, kita akan menunggu nya. Aku sudah terbiasa menunggu. Ayo oppa kita pergi saja" pinta jessy yang air mata nya kini mulai menggenang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Depan rumah suga..
Syara dan suga sampai di rumah suga.
Saat itu suga baru ingat kalau kunci rumah nya di bawa oleh jimin.
" sial" umpat suga.
" kenapa?" Tanya listy.
" aku lupa, kalau kuci rumah dibawa oleh jimin" jelas suga.
Suga mencoba menghubungi jimin tapi jimin tidak juga menjawab panggilan nya.
Listy mencopot jepit rambut nya dan memasukan nya di lubang kunci rumah suga.
" kamu pikir semudah itu melakukan nya" sindir suga.
" aku melihatnya di TV. Ini selalu berhasil"
" tapi bukan begitu caranya. Biar aku saja"
Suga pun mencoba membuka pintu rumahnya dengan cara yang listy lakukan.
Mereka terus bergantian membuka pintu, setelah satu jam baru pintunya dapat terbuka.
Listy dan suga begitu kelelahan sampai mereka terduduk di lantai.
Wajah mereka penuh peluh keringat. Saat mereka saling menatap.
Mereka pun tertawa terbahak terbahak bahak mengingat apa yang mereka lakukan barusan.
" harusnya kita menunggu jimin datang. Kenapa harus bersusah payah seperti ini?" Ucap suga.
" pintumu membuatku terlambat masuk kuliah"
" maafkan pintu ku ini. ayo masuklah dulu. Kamu mau minum apa?"
" aku ingin sesuatu yg manis dan segar. Aku sangat haus"
Losty berjalan masuk kedalam rumah suga, dan suga pun mengikuti listy masuk ke rumahnya.
Saat masuk, listy terpeleset plastik di lantai dan membuatnya jatuh.
Untung saja, suga segera menangkap badan listy dan membuat listy jatuh tepat di pelukan suga.
Kini mereka pun saling menatap tanpa kata.
" kamu mau sesuatu yg manis?" Tanya suga.
" hmm..?"
Suga mendekat ke wajah listy. Perlahan suga mulai mendaratkan bibir nya pada bibir listy.
Sontak listy sangat terkejut mendapatkan perlakuan tersebut. Tapi listy mencoba tetap tenang dan menutup matanya.
Listy mencengkram baju suga dan menikmati kecupan demi kecupan yg suga berikan.
Beberapa menit kemudian, Listy membuka matanya dan melepaskan tangan nya dari baju suga.
Suga pun membuka matanya dan melepas tangan nya dari pinggang Listy.
Listy terus tertuduk tanpa kata dan dia langsung mengambil tasnya.
Listy pergi meninggalkan rumah suga. Tanpa berkata apapun. Sugapun bingung apa yg harus dia katakan saat listy pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor PG industri...
Devi terus tersenyum sambil memandangi foto jin di ponsel nya, dan sindy terus meledek defy.
" iya iya. Yang baru saja mendapatkan kekasih" ledek sindy.
" diam lah. Kamu kan sama saja. Ayo makan siang di kantin" ajak defy.
" sorry, hari ini aku akan makan siang dengan jungkook"
" dasar. Kamu meledekku, padahal kamu dan jungkook lebih di mabuk asmara. Sudah pergilah sana"
Sindy dan defy memebereskan pekerjaan mereka sebelum pergi makan siang.
Tapi saat itu defymendapatkan telfon dari ahjuma nya.
" ada apa?"
" defy, ibumu kambuh lagi. Seperti kemaren dia terus melempar barang barang. Bisakah kamu datang?" Tanya seorang ahjuma di ujung telefon.
" iya. Aku akan datang" jawab defy singkat.
" ibuku kambuh lagi. Aku harus segera ke desa"
" semoga ibumu cepat sembuh. Hati2"
" makasih sin. Aku pergi dulu"
Depun berlari meninggalkan kantor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope...
Listy sampai di rumah nya, dan dia langsung masuk ke kamar nya tanpa menyapa siapapun.
Bahkan saat choi hana menegurnya, listy tetap diam dan terus tertunduk.
Listy langsung mengunci pintu kamarnya.
Listy melempar tas nya dan berbaring di ranjang nya. Bahkan dia menutup wajahnya dgn selimut rapat rapat.
Hana dan soni terus menatap pintu kamar listy.
" listy kenapa? Tidak biasanya dia begitu" ucap soni.
" iya. Bahkan jessy yg selalu ceria saja lebih banyak diam saat pulang, jhope oppa juga. Mungkin mereka sedang ada masalah" tambah hana.
" apa yg kalian lihat?" Tanya taehyung yang tiba tiba bediri di belakang hana dan soni.
" aaa kamu mengagetkanku" gerutu hana.
" maaf maaf. Apa jhope hyung ada?" Tanya Tae.
" dia pergi. Setelah mengantar jessy. Mereka terlihat aneh hari ini" jelas soni.
" aneh bagaimana?" Tanya tae kembali.
" mereka begitu pendiam hari ini, listy bahkan mengunci dirinya di kamar. Dan jessy juga berdiam diri dikamar sejak tadi" jelas hana.
" oh. Aku akan menemui jessy" ucap taehyung.
Taehyung berjalan menuju kamar jessy. Tae melihat jessy yg duduk di depan jendela.
Jessy hanya diam dan sesekali mengusap air matanya.
Tae terus menatap jessy tanpa bersuara. Lalu dia masuk dan duduk di samping jessy.
" oppa? Sejak kapan oppa disini? Oppa sudah makan? Ayo kita makan" ajak jessy yang mengira jhope lah yang duduk di samping nya.
" ini aku"
" taehyung? Kamu mencari jhope oppa?"
" ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya taehyung.
" tidak. Mataku memang kadang terasa perih"
Tae memegang tangan jessy.
" jessy, bercerita pada orang lain itu mengurangi kesedihan lho. Tanyakan saja pada listy kalau tidak percaya" ucap taehyung.
Jessy tertunduk beberapa saat. Kemudian dia mengeluarkan gantungan kunci berbentuk bintang yg di berikan tae, dari tas yang tergeletak di samping nya.
" kamu bilang bintang ini bisa mengabulkan permintaan. Tapi sepertinya tidak berpengaruh padaku" keluh jessy.
" apa yg kamu minta?"
" apa lagi yg diinginkan gadia buta sepertiku. Aku mungkin bisa menunggu. Tapi aku tidak kuat melihat jhope oppa dan listy eonnie terus menangis melihat kondisiku. Jhope oppa bahkan selalu menyalahkan dirinya. Aku hanya bisa membuat mereka kesusahan"
Tae memeluk lily yg menangis tersedu sedu.
" jadilah seperti bintang itu. Semakin gelap keadaan nya, Semakin terang dia bersinar. Kamu harus tetap bersinar menerangi oppa dan eonnie mu"
Siang itu, tae terus menemani jessy dan mendengar keluh kesah nya.
Bahkan taehyung juga memeluk jessy dan mengusap air mata nya sesekali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Listy berguling guling di kasur nya. Dia duduk dan berbaring kembali.
Dia terlihat begitu gelisah. Dia bahkan masuk ke kolong ranjang nya dan terus menutup wajahnya.
" bagaimana aku bisa melakukan nya. Kenapa aku tidak menolak nya. Pasti dia pikir aku gadis yg buruk. Aaa aku sangat malu" sesal listy sembari menutup rapat rapat wajah nya.
Tiba2 ponsel listy berdering. Listy sempat sangat takut kalau itu dari panggilan darisuga.
Perlahan dia mengambil ponselnya dan melihat nama " jhope oppa" di layar ponsel nya.
" hallo oppa"
" apa kamu di rumah? Ada jessy bersamamu?"
" aku di rumah. Aku akan ke kamar jessy. Tunggu Sebentar oppa"
Saat listy masuk, listy melihat tae yg sedang memeluk jessy.
Tae segera melepaskan pelukan nya dan berdiri saat melihat listy masuk ke kamar jessy.
" listy, ini nggak seperti yg kamu lihat"
" hmm iya nggak papa. Jessy, jhope oppa ingin bicara padamu" ucap listy sembari menyodorkan ponsel nya pada jessy.
" halo oppa" sapa jessy.
" bersiaplah. Besok kamu harus menjalani oprasi. Oppa mendapat donor dari rumah sakit lain. Kamu akan bisa melihat lagi" jelas jhope dgn nada yang begitu antusias.
Jessy tidak dapat berkata apapun lagi. Dia terus menagis bahagia.
" emm iya oppa. Aku akan melihat lagi. Terimakasih oppa. Terimakasih banyak jhope oppa" ucap jessy dengan cucuran air mata nya.
Jessy dan listy saling berpelukan. Mereka terus menangis bahagia. Dan membuat tae ikut berlinan air mata pula.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di desa..
Defy telah sampai di rumah ahjuma nya. Defy duduk bersama ahjuma nya setelah menidurkan eommanya
" ahjumma, sekarang eomma sering sekali seperti ini. Aku takut dia melukai dirinya sendiri. Sepertinya dia sangat merindukanku. Bisakah ahjuma menemani eomma tinggal di rumahku di kota?" Tanya defy.
" apa kamu yakin ingin membawa eomma mu ke kota? Kamu tau sendiri masalalu eomma mu. Aku hanya takut eomma mu justru semakin merasakan kehilangan appa dan oppa mu"
" sebenarnya aku juga takut, tapi aku tidak bisa terus jauh dari eomma. Aku selalu merasa bersalah saat melihat eomma seperti ini. Dan aku juga tidak bisa meninggalkan pekerjaanku. Eomma membutuhkanku dan juga pengobatan dokter dan itu membutuhkan biaya"
" baiklah. Akan akan berkemas. Dan besok pagi kita ke kota"
" terimakasih ahjuma"
Ahjumma defy meninggalkan defy sendiri di depan rumah.
Defy terus memandang langit dan mulai meneteskan air matanya.
" Appa, Oppa. Tolong lindungi eomma. Aku sangat merindukan kalian. Aku tidak kuat melihat eomma seperti ini. Kenapa kalian meninggalkan kami" keluh defy dan kini menangis tersedu sedu, teringat appa dan oppa nya yang telah tiada.