
Listy dan Yuri pergi ke cafe jhope menggunakan mobil yuri.
Saat mereka sampai mereka langsung masuk. Dan saat yuri melihat jimin di sana, yuri begitu terkejut.
" jimin ssi? Apa yg kamu lakukan disini?" Tanya yuri.
" kalian saling mengenal?" Sambung listy.
" kami sepupu. Aku baru saja bekerja mulai tadi pagi. Kakakmu yg menerimaku" jawab jimin.
" oo begitu. Dunia ini begitu sempit bukan" ucap listy sembari melebarkan bibir nya.
" kenapa kamu bekerja di sini. Hyungmu kan.."
Jimin buru buru menurup mulut yuri agar tidak meneruskan kalimat nya.
" listy, dia itu cerewet sekali. Jangan dengarkan yg dia katakan" ucap jimin sembari tetap membungkam mulut yuri.
" lepaskan. Tanganmu bau sekali" protes yuri sembari menyingkirkan tangan jimin dari mulut nya.
" baikalah, yuri, aku ganti baju dulu ya. Tunggulah sebentar" pamit listy.
" ok"
" kamu ini. Jaga bicaramu. Jangan katakan soal latar belakangku" jelas jimin pada yuri.
" kenapa? Kenapa kamu bekerja di sini?" Tanya yuri.
" aku hanya ingin mandiri. Aku tidak mau terus bergantung pada uang appa ku"
" kamu masih marah dengan appa mu? Jangan begitu, lupakanlah itu semua, kamu tidak perlu bekerja sepeti ini. Kamu bahkan belum pernah memegang sapu, bagaimana kamu bisa bekerja disini"
" stt nanti ada yg dengar. Aku hanya mau berusaha hidup mandiri. Sudahlah, kamu urus saja urusanmu. Dan jangan katakan pada listy dan jhope, tentang keluargaku"
" hmm dasar aneh. Baiklah, tapi kamu harus melakukan sesuatu untukku"
Listy dan jhope menghampiri jimin dan yuri.
" sesuatu apa?" Tanya jimin.
" nanti ku beri tahu" bisik yuri.
Yuri terus tersenyum saat melihat sosok pria yang menarik perhatian nya di awal perjumpaan mereka, tentu saja, jhope. Dia terus menatap jhope tanpa berkedip.
" hai yuri. Apa kabar" sapa jhope sembari senunjukan gigi nya yg putih dan rapi.
" aku baik jhope oppa"
" ternyata yuri satu kampus dgnku oppa. Dia mengambil jurusan managamant bisnis" sambung listy.
" itu bagus. Aku juga mengambil jurusan itu tapi aku belum melanjutkan nya" timpa jhope.
" wah benarkah? Sayang sekali tidak di lanjutkan" jawab yuri.
" soal nya aku sudah sibuk berbisnis cafe ini. Jadi aku cuti dulu" jelas jhope.
" berarti oppa adalah seniorku. Bolehkah aku bertanya soal kuliahku pada oppa" pinta yuri.
" tentu saja. Datanglah kalau kamu mau. Kamu bisa tanya apapun. Aku cukup ahli dalam bidang itu"
Yuri dan jhope terus berbincang. bahkan jimin dan listy saling menatap, kebingungan melihat jhope dan Yuri yg terus asik sendiri.
" listy, sebaik nya aku kembali bekerja" bisik jimin pada listy.
" hmm kamu benar. Aku juga mau masuk saja" jawab listy.
Jimin dan listy pergi meninggalkan jhope dan yang masih saja asyik berbincang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah tata...
Tata duduk di teras dan mengerjakan pembuatan buku nya.
Dia begitu fokus mengerjakan pekerjaan nya, sampai akhirnya telefon jungkook berdering, dia mengangkat panggilan telefon tersebut.
Dan nama Sindy terpampang di layar ponsel jungkook.
" hallo jungkook, apa kita jadi makan siang bersama nanti siang?" Tanya sindy.
" maaf, jungkook sedang sakit" jawab tata snatai.
" oh begitu. Hmm anda..?" Tanya sindy yang sengaja menggantungkan pertanyaan nya.
" aku noona nya jungkook. Hari ini jungkook demam" jelas tata.
" oh eonnie. Hmm aku teman jungkook. Jungkook sudah banyak membantuku. Bolehkan aku menjenguk jungkook?" Tanya sindy.
" tentu saja, dia pasti senang kalau teman nya datang"
" oh makasih eonnie. Bisakah eonnie mengirim alamat nya"
" iya iya. Aku akan mengirim nya"
Setelah mengirim alamat pada sindy, tata membereskan pekerjaan nya dan masuk ke kamar jungkook.
" tadi teman mu menelfon. Dia bilang akan menjengukmu"
" oh. siapa?" Tanya jungkook santai.
" sindy"
" sindy? Nona serius? Kapan dia akan datang? Ah aku harus mandi" jungkook segera bangun dari tidur nya.
Jungkook langsung bersemangat setelah mendengar jawaban Tata.
Dia langsung membuang selimut dan kompres nya.
" jangan berani berani mandi. Badanmu masih panas. Kembali ke tempat tidur mu" perintah tata.
" noona, aku tidak bisa menemui nya seperti ini"
" apa dia kekasihmu?" Tanya nida.
" bukan. Dia teman baruku. noona tolong bersihkan kamarku ya"
" hmm baiklah. Cucilah wajahmu dan gantilah baju. Tapi jangan mandi kamu dengar?"
" ok"
Jungkook segera berlari ke kamar mandi, setelah mendapat ijin dari Tata.
" isch dia tidak terlihat sakit setelah mendengar nama gadis itu" keluh Tata sambil tersenyum melihat tingkah adik kesayangan nya.
Tata pun mulai membereskan kamar jungkook.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope..
Taehyung datang ke cafe jhope. Saat itu jimin tengah membereskan meja sambil bernyanyi dgn gaya konyol nya.
Saat itu juga jhope datang dan menyapa taehyung.
" siapa pria itu?" Tanya taehyung pada jhope dengan melirik ke arah jimin.
" dia jimin. karyawan baru. Kenapa?"
" suaranya bagus. Dia bisa masuk di grup kita" saran taehyung.
" benarkah?" Tanya jhope.
" aku mendengar nyanyian nya tadi. Suaranya sangat merdu. Ayo kita ajak dia ke grup kita. Wajah nya juga tampan" tambah taehyung.
" ajaklah kalo dia mau. Tapi ada apa kamu kesini. Latihan di rumah namjoon nanti malam kan?"
" aku mau menemui jessy, apa dia ada?"
" dia di dalam, listy dan Yuri bersama nya. Kamu masuk saja"
" baiklah. Hyung ajaklah jimin. Dia harus masuk grup kita. Bujuklah dia"
Jhope tidak menjawab kata2 taehyung. Dia terus memperhatikan jimin. Saat jimin akan kembali ke dapur, jhope pun memanggil jimin.
" jimin. Kemarilah"
" ada apa hyung?"
" kamu bisa bernyanyi? Kamu mau jadi penyanyi?" Tanya jhope.
" penyanyi?"
" Aku dan temanku membuat boygrup. Tadi malam suga juga ikut menemani kami berlatih. Apa kamu tertarik menjadi penyanyi?"
" wah apa hyung serius? Sebenarnya itu cita2 ku dari kecil. Ya.. aku mau ikut"
" Jam 8 datanglah ke rumah namjoon. Suga tau alamat nya. Ajaklah dia juga"
" apa suga hyung bergabung dgn grup kalian?"
" tidak. dia hanya menemani kami kemaren. Hmm sebenarnya dia bilang mau menemui listy tadi malam"
" sayang sekali, padahal dia sangat pandai membuat lagu. Dia juga bisa rapp"
" benarkah? Kenapa dia tidak mengatakan nya. Kalo gitu bujuklah dia untuk bergabung juga"
" baiklah. Aku mau kembali bekerja"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Taehyung menghampiri jessy yg duduk sendiri di halamanĀ belakang.
" jessy.. hai. Kamu mengenali suaraku?" Tanya taehyung.
" tentu saja. Suaramu tidak mudah dilupakan tae. Kamu mencari jhope oppa?"
" aku sudah bertemu dgn nya. Aku kesini mencarimu. Aku membawakan ini untukmu" ucap taehyung sembari menaruh kan sebuah kotak kecil di tangan jessy.
" apa ini?" Tanya jessy yang mulai meraba kotak kecil tersebut.
" ini stiker timbul. Ada yg berbentuk huruf ada yg berbentuk angka. Kamu bisa menempelkan nya di gitarmu atau piano" jelas taehyung.
Jessy tertawa sambil meraba stiker yg di berikan taehyung.
" terimakasih tae. Ini memang hal kecil. Tapi ini sangat berarti bagiku. Terimakasih banyak"
" itu ada di minimarket, saat aku melihatnya aku teringat padamu. Teruslah bermain musik dan bernyanyi. Aku menyukai suaramu"
Jessy terdiam setelah mendengar kata2 tae.
" tae, kapan kamu datang?" Tanya listy.
" beberapa menit yg lalu. Hai yuri kamu disini?"
" hai juga" sapa yuri.
" baiklah, ayo kita makan siang bersama. Tae, ikutlah makan siang dgn kami" ajak listy.
" baikalah ayo" ucap taehyung.
Siang itu mereka makan siang bersama, jhope juga mengajak jimin bergabung.
Siang itu mereka makan bersama sembari bercanda gurau dan berbincang santai
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di kantor jin..
" Sindy, masuklah ke ruangan ku sekarang" perintah jin.
" iya tuan"
Sindy pun masuk ke ruangan jin.
" kenapa defy tidak masuk hari ini?" Tanya jin.
" entahlah, dia tidak memberitahuku"
" baiklah ini file yg harus kamu periksa. Itu project untuk lusa. Tolong selesaikan hari ini" ucap jin sembari menyodor kan beberapa file pada sindy.
" baik tuan"
Setelah Sindy keluar dari ruangan nya, jin mencoba menghubungi defy.
Tapi defy tidak juga mengangkat telfon nya.
Setelah 2 kali mencoba nya, dia melempar ponsel nya ke sofa dan kembali bekerja.
Tapi kemudian ponsel nya berdering, dia langsung berlari mengambil ponselnya sampai sampai kaki nya terpentok meja kerja nya.
Jin segera mengangkat telfon dari defy.
" maaf tuan jin tadi aku meninggalkan ponselku di kamar"
" hmm kenapa kamu tidak masuk hari ini? Apa kamu benar2 akan resand?"
" aku rasa, aku akan terus bekerja. Hmm hari ini aku terlambat bangun dan kurang enak badan. Hm iya itu alasan ku"
" oh, baiklah. lain kali kabari aku kalau kamu tidak bisa masuk. Gajihmu akan di potong kalau tanpa pemberitahuan seperti ini. Sudah, istirahatlah"
Jin langsung menutup telfon nya. Dan defy hanya kebingungan dengan perubahan sikap jin. Setelah menutup telvon defy, jin kembali berjingkrak jingkrak sambil memegangi kakinya yg terbentur meja.
Dan saat menoleh ke pintu, jin melihat sindy yg melongo melihat tingkat aneh jin. Jin pun langsung bersikap biasa kembali.
" sindy, ada apa?"
" hmm ada file yg perlu anda tanda tangani tuan"
Sindy langsung memberikan file tersebut dan jin menandatangani nya.
" dia sangat aneh. Dia banyak berubah akhir akhir ini" batin maya sembari menatap jin yg duduk di depan nya.