Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 33



" jessy kamu baik baik saja?" Tanya jhope saat jessy terus saja tertunduk melewati jhope.


" aagh?? Iya oppa?" Sahut jessy dgn wajah bingung nya.


" apa yang terjadi? Wajah mu terlihat lelah"


" aku baik baik saja oppa, iya, aku sedikit lelah aku akan mandi dan langsung tidur, mungkin aku akan melewatkan makan malam. Aku masuk dulu oppa" ucap jessy.


Jessy pun masuk ke kamar nya dan mengunci kamar nya sama hal nya seperti listy.


Sedangkan jhope hanya melongo melihat kedua adik nya yang mengunci diri mereka di kamar.


"Ada apa dengan mereka berdua. Ah sudahlah"


Jhope pun kembali meneruskan pekerjaan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pantai..


Defy dan jin berlarian di pantai, jin mendekap defy dalam pelukan nya, dan memutar badan nya tanpa melepas dekapan nya pada tubuh defy.


Mereka pun terjatuh dan duduk di hamparan pasir putih yang dihiasi sinar matahari sore itu.


Pandangan mereka, jauh menatap langit, senyum pun terus mengembang di wajah mereka.


Jin menatap defy, dan menarik kepala defy untuk bersandar di bahu lebar nya.


" kamu menyukai pandangan ini?" tanya jin.


" Rasa nya begitu tenang dan damai, apa lagi saat bersandar di bahu mu" jawab defy.


" hmm tentu saja, bahuku sangat nyaman bukan? Hmm bagaimana keadaan eomma mu?"


" aku sudah mencari ahli syaraf, aku akan memulai pengobatan eomma"


" hmm syukurlah"


" bagaimana soal Kim ayanna? Namjoon oppa tidak akan mau membantu kita"


" Bagaimana dengan listy? Kita bujuk listy untuk bicara pada namjoon dan ayanna"


" itu ide yang bagus"


" aku tidak akan membiarkan cinta kita terpisah lagi. Aku menunggu mu sejak usia ku 11 tahun lho"


" kamu bilang sejak aku di bergabung di kantor. Lagi pula dulu kamu masih kecil, mana tau soal cinta, kamu mengarang, ah sudah lah kamu.."


Jin menutup mulut defy dengan tangan nya. Dan defy pun berusaha melepaskan bungkaman tangan jin.


" kalau aku biarkan, kamu akan terus mengoceh kan. Diam lah. Diam atau ku sumpal mulut mu, dengan bibir ku"


Seketika defy terdiam dan menatap jin. Kedua bola mata mereka bertemu dan perlahan tangan jin mulai terlepas dari mulut defy.


Defy pun tersenyum dan tertunduk.


Tapi jin dengan cepat meraih wajah defy dan membuat defy kembali menatap jin.


Perlahan, jin mendekat pada wajah defy, mata nya terpejam dan bibir sensual nya mulai terbuka untuk meraup bibir tipis defy.


Melihat hal itu, defy pun sadar apa yang akan jin lakukan, dan defy pun mengikuti apa yang jin lakukan.


Jin menempelkan bibir nya pada bibir tipis defy, perlahan namun pasti, jin mulai melumat dan menghisap bibir defy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah namjoon...


19.30 kst.


Namjoon duduk di depan meja kerja nya, dgn wajah muram dan lesu.


Di saat itu juga, jhope, taehyung, jimin dan suga datang ke rumah namjoon bersama sama.


" namjoon kenapa wajah mu di lipat sepeti itu? Ada apa dengan kalian hari ini? Taehyung, kamu juga lebih banyak diam? Kenapa?" Tegur jhope.


" iya ada apa si? Liat lah wajahku yg selalu tersenyum, bukan kan aku terlihat lebih manis saat tersenyum?" Ledek jimin.


Suga pun langsung memukul kepala jimin untuk menghentikan ocehan konyol nya.


" hyung.." protes jimin.


" Diam lah" ucap suga ketus.


" aku tidak bisa latihan hari ini, kita libur saja. Jungkook juga tidak bisa datang" ucap namjoon lemas.


" Aku juga sedang tidak bersemangat" tambah taehyung.


Taehyung merebahkan badan nya di sofa ruang tamu namjoon.


Beberapa menit kemudian, defy dan jin datang ke ruamh namjoon.


" hai semua" sapa defy, saat masuk ke dalam rumah namjoon, di ikuti dgn jin yang berjalan di belakang defy.


Seketika semua orang melihat ke arah defy dan jin, tak terkecuali namjoon dan taehyung.


" Hai defy, jin? Kalian sengaja mampir?" Tanya jhope.


" hyung? Kemarilah, duduk lah hyung" tambah jimin.


" hai semua. Hmm namjoon apa kabar mu?" Ucap jin.


Namjoon tak menjawab pertanyaan jin. Namjoon pun beranjak dari duduk nya, dan menghampiri jin.


Seketika, suasana pun hening. Semua mata kini tertuju pada wajah namjoon yang mulai memerah.


" untuk apa kamu kesini jin?" Tanya namjoon yang telah berdiri tepat di depan jin.


" tapi aku tidak ingin melakukan nya" sahut namjoon.


Sadar akan suasana yang mulai memanas, defy segera berdiri di depan jin, untuk menghalangi pandangan mata jin dan namjoon yang mulai terlihat berbeda.


" hmm jhope oppa, dimana listy?" Tanya defy, yang bertujuan mencairkan suasana.


" listy di rumah, dia kurang enak badan" jawab jhope.


" oo sayang sekali"


Tak butuh waktu lama suasana hening dan panas kembali menyelimuti mereka.


" namjoon ssi, kita harus bicara. Kesampingkan emosimu itu" ucap jin memecah keheningan.


" aku tidak mau, lalu kamu mau apa?" Namjoon mulai meningggikan kata kata nya dan menghampiri jin.


" aku tidak punya masalah denganmu jin, tapi aku punya masalah dengan hubunganmu dengan ayanna. Jadi sebaik nya kamu pergi dari sini" tambah namjoon yang kini menurunkan suaranya.


Jhope, jimin dan tae pun beranjak dari duduk nya, saat melihat namjoon dan jin yang kini berhadapan.


" Kita bisa membicarakan nya, pertunanganku dan ayanna hanya mengikuti amanah dari orang tua kami, mengertilah. Aku dan ayanna..."


Jin mencoba menjelaskan apa yang dia dan ayanna alami. Tetapi sebelum dia menyelesaikan perkataan nya, tiba tiba...


" Buuuuuugggghhhh"


Sebuah pukulan menghujam sudut bibir jin. Tinjuan tersebut berasal dari kepalan tangan Taehyung.


Sontak semua orang kaget melihat hal itu, terutama defy yang berdiri tepat di samping jin.


Jhope dan jimin pun langsung memegangi taehyung yang berdiri dengan wajah memerah dan tangan yg bergetar.


" Kalau kamu sudah mempunyai tunangan kenapa kamu mendekati defy. Kamu mau mempermainkan defy?" Teriak Taehyung.


Defy sangat panik melihat bibir jin yang berdarah.


" kamu berdarah" ucap defy mengusap bibir jin.


Defy pun menatap taehyung dan berdiri berhadapan dengan jin.


" Kamu kenapa taehyung? Kendalikan diri mu. Ini sungguh memalukan Tae!" Maki defy.


" pria itu yg memalukan, dia sudah mempunyai kekasih tapi masih memberi harapan kosong padamu. Sadar lah defy. Dia cuma mempermainkanmu!" bentak taehyung.


Jin pun bangun dan berdiri di samping defy.


" kamu tau apa? Kamu hanyalah tetangga defy. Bersikaplah seperti tetangga" teriak jin.


Suasana benar benar ricuh sekarang, taehyung tak dapat menahan emosi nya dan berusaha menarik kerah kemeja jin, begitu pun dengan jin yang terus berusaha membalas pukulan taehyung.


Jhope, jimin dan suga terus berusaha melerai kedua pria tersebut. Tapi emosi mereka benar benar tengah memuncak.


Tetapi berbeda dengan namjoon, dia hanya duduk tertunduk dan memegangi pelipis nya.


Sementara defy hanya bisa menangis menyaksikan perkelahian antara teman baik nya dan kekasih nya.


Di saat itu, Listy pun datang. Dia begitu kaget melihat kericuhan yang terjadi.


Listy segera mendekat dan mencoba memanggil tae dan jin.


Tetapi, tentu saja jin dan tae terus saja terhanyut dalam amarah mereka.


Tanpa sengaja listy terdorong dan jatuh, bahkan kepala nya terluka saat mengenai pinggiran meja.


Suga melihat hal tersebut dan berusaha membantu listy bangun.


Tapi listy menolak bantuan suga.


Listy bangun dari duduk nya dan menyingsingkan lengan baju nya. Meski dengan dahi yang terus meneteskan darah, listy kembali mendekati jin dan Taehyung.


Dan...


" pppllllaaaacccckkkkk, ppplllllaaaaaccckkkk"


Listy menampar wajah jin dan taehyung. Seketika, jin dan tae terdiam menatap listy dengan wajah heran.


"Begini cara laki laki dewasa menyelesaikan masalah? Apa begini cara nya? Memalukan!" Maki listy.


Suasana senyap pun tercipta, mereka semua hanya tertunduk.


Sementara suga terus menatap gadis yang berdiri di samping nya tersebut.


" Duduk kalian berdua. Duduk di dekat namjoon oppa. Dan yang lain, keluarlah dulu. Aku mau bicara dengan ketiga pria dewasa ini" tambah listy.


Mereka semua pun menuruti perintah listy. Tentu saja, jin dan tae merasa sangat bersalah setelah melihat luka di dahi listy, itu sebab nya jin dan tae menuruti listy dan duduk dengan tenang di samping namjoon.


Sedangkan defy, jhope, jimin dan suga keluar dari rumah namjoon.


Mereka duduk di teras rumah namjoon.


" listy bisa sangat menakutkan ya" celetuk jimin.


" Dia putri seorang tentara. Dia akan lebih menakutkan lagi kalau orang yg dia kasihi di ganggu orang lain" jawab jhope.


" Dahi listy berdarah, apa aku harus masuk saja? Dahi nya harus di plester bukan?" Tanya suga.


" jangan sekarang. Dia akan memaki makimu kalau kamu masuk sekarang" sahut jhope.


" diamlah kalian, aku ingin mendengar apa yang mereka bicarakan" sambung jimin yang tengah menempelkan kuping nya di pintu rumah namjoon.


Jhope dan suga pun turut melakukan hal yang sama seperti yang jimin lakukan.


Tapi tidak dengan defy, Dia hanya terdiam dan duduk tertunduk memegangi pelipis nya.