
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Di kantor jin..
siang itu, jin, Defy dan Sindy tengah meeting bertiga, seperti biasa, mereka membahas bahan rapat.
" baiklah sudah selesai. Sindy, copy file nya dan bagikan ke anggota rapat setelah makan siang. Defy, ayo kita makan siang bersama" ajak jin
Seketika defy dan Sindy saling menatap dan terdiam.
" hmm maksudku, sindy, kamu juga bisa ikut bergabung. Ayo" ralat jin.
" hmm maaf tuan, aku sudah ada janji makan siang dgn temanku" ucap sindy.
" hmm mungkin lain kali ya. Hmm ayo defy"
Jin bangun dan berjalan keluar ruangan nya. Dan defy terus menatap sindy.
" udah ikutlah" bisik sindy.
Defy pun akhirnya nengikuti jin keluar dan mereka menuju cafe.
Di cafe...
Jin memesan makanan dan memesankan nya untuk defy juga.
" kenapa kamu begitu pendiam di depanku. Saat kamu di depan teman2 mu, aku lihat kamu cukup cerewet" ucap jin memecah keheningan.
" hemh? Tidak begitu tuan, aku hanya.."
" panggil oppa saja. Ini di luar kantor"
" semua ini, aku rasa terlalu cepat, terlalu banyak perubahan yg terjadi. Aku merasa sangat aneh" jelas defy.
" benarkah? Aku rasa tidak begitu. Kita sudah bersama 1 tahun ini"
" tapi kita tidak sedekat ini. Maksudku, dulu kita bersikap seperti CEO dan sekertaris dan sekarang kita seperti.. seperti.."
" maaf"
" hemh?"
" mungkin aku terlalu memaksakanmu. Mungkin bagimu, baru 2 hari ini kamu merasa perubahan ini. Tapi bagiku, aku merasakan kehadiranmu saat aku berusia 11 tahun. Dan dalam satu tahun ini, aku terus menantikan hal ini. Saat kita lebih dekat dan saling mengisi"
Defy dan jin saling bertatapan, tapi ponsel defy tiba2 berdering.
" angkat saja" ucap jin.
Defy pun menganggkat panggilan telfon dari bibik nya.
" hallo ahjuma"
" defy pulanglah dulu, Eomma mu, dia terus berteriak memanggilmu. Aku sangat bingung. Dia terus melempar barang2 dan memarahi semua orang" ucap seorang ahjuma di ujung telfon sana.
" iya, aku akan ke sana"
Defy segera menutup panggilan telfon nya. Wajah defy mulai pucat.
" ada apa?" Tanya jin.
" aku harus pulang sekarang. Terjadi sesuatu di rumahku. Aku harus cepat pulang" terang defy.
" aku akan mengantarmu, pasti susah mencari taksi di sekitar sini"
Defy sempat terdiam dan terus menatap jin.
" ayo. Kerumahmu kan?" Tanya jin
" tidak aku harus kedesa. Ibuku di desa" jawab defy
" baiklah ayo"
" tapi pekerjaanmu?"
" Sindy akan mengurus nya"
Jin dan defy pun pergi ke desa menggunakan mobil jin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe..
Sindy berhadapan dgn jungkook. Mereka menikmati makan siang mereka.
" ini makan siang pertama kita sebagai kekasih" ucap jungkook sembari melebar nya senyum nya.
" hmm apa kita harus merayakan nya?" Tanya sindy.
" hmm mari kita berfoto" ajak jungkook.
Sindy dan jungkook berfoto dan saling menyuapi makanan.
" jadi, makanan apa yg kamu suka dan yg tidak kamu suka?" Tanya jungkook.
" aku sangat menyukai makanan manis dan tidak menyukai makanann pedas" jelas sindy.
" aku rasa kita cocok, aku juga tidak terlalu suka makanan pedas"
" hmm nanti malam kamu berlatih lagi?"
" iya, mungkin kami harus berlatih tiap malam. Kamu mau ikut?"
" aku ingin ikut sebenarnya, tapi ada pekerjaan yg harus aku selesaikan. Maafkan aku" sesal sindy.
" sayang sekali"
" bisakah kamu menjemputku pulang bekerja?" Tanya sindy.
" tentu saja, kalau pekerjaanku selesai, aku akan langsung menjemputmu. Habiskan makananmu"
" hmm. Kamu juga"
Jungkook dan Sindy menikmati makan siang mereka sambil terus berpegangan tangan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah suga..
Yuri telah selesai menghapus tato nya. Listy dan yuri pun berpamitan pada suga.
" makasih suga oppa. Kami pamit dulu" ucap yuri.
" baiklah. Jangan lupa jauhkan tanganmu dari air beberapa hari" sahut suga.
" siap oppa. Ayo listy"
" hm. Kami pergi dulu" Ucap listy.
" Listy, tunggu sebentar" panggil suga saat yuri dan listy berjalan menuju mobil yuri.
Listy pun berbalik dan menoleh ke arah suga.
Listy hanya terdiam, dan yuri pun terus melihat ke arah listy dan suga yang kini begitu dekat.
" kamu membutuhkan ini saat kamu tidur. Tutupi wajahmu saat kamu tertidur" bisik suga di telinga listy, sembari menyelipkan sesuatu di tangan listy.
Listy pun langsung melihat ke tangan nya. Ternyata, Suga memberikan sapu tangan nya pada.
Suga terus tersenyum sambil merunduk, karna teringat wajah Listy saat tertidur.
Listy sangat malu dan langsung berjalan cepet dan masuk ke mobil yuri.
" apa?" Tanya yuri pada suga yang masih tersenyum di sembari melihat ke arah listy.
" tidak ada. Sampai jumpa" jawab suga.
Yuri pun masuk ke mobil dan mereka pergi.
Suga pun masuk ke rumah nya dan duduk di sofa.
" apa tadi dia pikir aku akan mencium nya? Kenapa dia menutup mata nya. Hemh gadis konyol" batin suga.
Suga terus tersenyum mengingat tingkah Listy.
Di mobil yuri...
" apa yg suga oppa katakan?"
" ah lupakan saja. Ayo cepat ke kampus, sebentar lagi jam kuliahku"
" ok oke. Hmm Listy, oppa mu itu orang yg seperti apa si?"
" kenapa kamu menanyakan itu? Apa kamu tertarik pada oppa ku?"
" tidak, tidak seperti itu, hmm aku butuh bantuan nya di mata kuliahku. Aku cuma ingin tau ajah sifat nya, supaya aku tidak salah bicara nanti saat dia mengajariku" elak yuri.
" oo, jhope oppa itu orang yg ceria, suka bercanda dan terbuka. Kamu tidak perlu sungkan saat bersama nya. Dia juga tidak mudah tersinggung"
" kepribadian oppa mu sangat baik, pasti banyak yg jatuh cinta padanya"
" hmm mungkin. Tapi oppa ku masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya"
" mantan kekasih?"
" dulu jhope oppa mempunyai kekasih namanya choi back hye. Mereka sudah sangat dekat, bahkan oppa sudah berniat menemui keluarganya untuk melamar back hye eonnie, tapi sayang nya eonnie mengalami kecelakaan, mobil nya jatuh ke laut dan mayat nya masih belum di temukan. Sampai sekarang"
" sudah berapa lama?"
" mungkin setahun yg lalu. oppa bahkan tidak berani menemui keluarga back hye eonnie. Dia begitu terpukul saat mendengar kecelakaan back hye eonnie"
" kasihan sekali jhope oppa"
" dia selalu menyembunyikan kesedihan. Tapi aku tau benar bagaimana perasaan oppa. Hagh dia pria yg istimewa"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jin dan defy telah sampai di desa. Begitu mobil berhenti, defy segera turun dan berlari masuk ke rumah ahjuma nya.
Saat itu orang2 berkumpul melihat eomma defy yang terlihat begitu kacau, dgn rambut yg acak acakan dan air mata yg membasahi pipi nya.
Jin mengikuti defy masuk ke dalam rumah. Defy langsung menghampiri ibu nya yg sedang berteriak dan menangis di pojok ruangan.
Dia mengacak acak rambut nya dan terus memanggil defy Dan Park joon.
Perlahan defy mendekati eomma nya.
" eomma, ini defy eomma, defy di sini.. eomma kenapa? eomma merindukanku?"
Air mata defy terus mengalir melihat keadaan eommanya.
Saat defy mencoba mendekati eommanya, justru beliau melemparkan vas pada defy, dan membuat kepala defy terluka.
Jin dan ahjuma langsung menghampiri defy.
" defy, kamu baik baik saja?" Tanya jin.
" tidak, aku tidak papa" jawab defy.
" kepalamu berdarah. Ayo aku obati dulu" ajak ahjuma.
" tidak papa, eomma sedang membutuhkanku sekarang" ucap defy sembari menatap sendu eomma nya.
Defy kembali melihat eomma nya dan berjalan perlahan ke arahnya.
" eomma.. defy merindukan eomma. Apa eomma merindukan defy?" Tanya defy.
Eomma defy mulai lebih tenang dan menatap defy yg terus mengalirkan air mata.
Perlahan defy mendekat dan memeluk eommnya.
Eommnya pun membalas pelukan defy dan menangis dipelukan defy.
Defy bernyanyi lagu tidur yang sering eomma nya nyanyikan.
Defy bernyanyi sambil mengusap bahu eomma nya, dgn uraian air mata. bahkan dahinya pun masih belum di obati dan darah nya masih terus mengalir.
Setelah satu jam, ibu nya pun tertidur dalam pelukan defy.
Jin terus menunggu defy dan memandang nya dari kejauhan.
Setelah membaringkan eomma nya, defy membersihkan luka nya di depan cermin.
Tak lama Kemudian jin duduk di samping defy.
Jin mengambil kompresan yg di pegang defy dan menarik bahu defy, membuat mereka saling berhadapan.
Jin membersihkan luka defy, dan defy terus saja menatap jin tanpa berkata apapun.
" apa ini sering terjadi?" Tanya jin.
" tidak juga, biasa nya eomma hanya duduk berdiam diri, tanpa kata dgn ekspresi wajah yg datar. Ini yg ke dua kalinya, eomma bersikap seperti ini" jelas defy.
" sejak kapan ini terjadi?"
Devi mulai menangis dan mengingat masalalu nya.
" sejak aku berumur 6 tahun. Sejak appa dan oppa ku pergi ke kota, tapi appa dan oppaku tidak kembali, mereka mengalami kecelakaan di pabrik neneku. Eomma ku tidak mau menerima kalau itu kecelakaan. Dia terus mencari bukti. Tapi justru mental eomma ku terganggu. Eomma sangat mencintai appa dan oppaku"
" pasti berat di usiamu yg masih kecil, menerima itu semua"
" memang sangat berat, tapi ahjuma ku selalu mendukungku dan eomma. Dia merawat kami. Sebenarnya aku tidak ingin membebani nya lagi, tapi aku harus bekerja. Dan aku tidak bisa meninggalkan eomma sendiri di rumah, aku juga tidak ingin memasukan eomma ke rumah sakit jiwa. Eomma ku tidak gila. Dia hanya terguncang dan hatinya terluka"
" lalu, dimana keluargamu yg lain?"
" keluarga appa tidak menyukai eomma ku dan appa ku. Mereka terus bersaing mendapatkan warisan dari nenekku. Setelah nenek meninggal, appa membawa eomma aku dan oopa ke sini. Dan sekarang aku hanya memiliki eomma. Dan eomma hanya memiliki aku. Aku sangat menyanyangi nya"
Defy mulai menangis tersedu sedu dan jin mencoba menenangkan defy dgn memeluk nya.
" semuanya akan baik baik saja. Aku akan bersama kalian sekarang" hibur jin sembari mengusap bahu defy
Defy pun terus menangis di pelukan jin selama beberapa menit.