
Setelah merasa cukup kelelahan, jhope duduk di sofa sembari terus meminta ampun pada yuri.
" baiklah, baiklah. Aku akan berhenti mengejekmu. Kemari duduk lah dulu"
Jhope menepuk sofa, mengisyaratkan agar yuri duduk di samping nya.
Dengan nafas yg masih terengah engah, yuri menghampiri jhope dan berniat duduk
Tapi,
Entah kesialan atau keberuntungan, yuri tersandung kursi, dan jatuh di pelukan jhope yg tengah duduk menghadap yuri.
Jhope pun terbaring, dan yuri jatuh tepat di atas tubuh jhope. Sial nya lagi, bibir mereka saling berpadu tanpa sengaja.
Yuri membulat kan mata nya saat dia menatap jhope yg begitu sangat dekat dengan nya, bahkan bibir mereka menempel begitu erat nya.
Perlahan dengan rasa malu, yuri mencoba bangun dari atas badan jhope, tapi entah apa yg merasuki jhope, dia justru menarik tengkuk leher yuri dan mereka pun berciuman.
Dengan lembut jhope meraup bibir tipis yuri. Yuri pun tak mau mengecewakan jhope akhir nya dia juga mengimbangi permainan bibir jhope.
Ya tentu saja..
Yuri justru sangat senang mendapat kan hal ini dari jhope. Pria yg telah menarik perhatian nya, sejak awal perjumpaan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebuah cafe..
Suga dan listy duduk dgn santai di sebuah meja dekat jendela.
Nampak beberapa gelas minuman dingin tergeletak di meja dalam keadaan kosong.
Listy terus meminum dari gelas di depan nya. Dan suga hanya diam menatap listy dengan heran.
" heh dora emon, aku tidak habis pikir, kamu bisa minum sebanyak itu, kamu tidak kembung?" Tanya suga.
" kamu bilang apa? Kamu pikir aku bulat dan biru? Begini, saat aku tengah berpikir keras, aku butuh banyak mineral" jelas listy.
" memang apa yg kamu pikirkan?" Tanya suga.
" menyatukan pasangan yg telah putus. Kamu tau cara nya?"
" siapa? Dan kenapa?"
" kenapa kamu menjawab pertanyaan dgn pertanyaan?" Timpa listy.
" bahkan kamu saja menjawab pertanyaanku dgn pertanyaan" jawab suga.
" haigh ini sunguh membuatku kesal" ucap listy sambil mengambil tas nya dan bangun dari duduk nya.
Listy pun pergi meninggalkan suga yg masih duduk sendiri.
" heyy bayar dulu minuman mu" teriak suga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jalanan...
Jimin berniat pulang ke cafe setelah mengantar makanan menggunakan sepeda motor listy.
Tapi laju motor nya terhenti, saat melihat Tata dan sujin di pinggir jalan.
Jimin pun menghampiri tata dan sujin.
" Tata, sujin, kalian baru pulang dari sekolah?" Tanya jimin.
" hai jimin, hmm iya, aku menjemput sujin. Kamu sendiri dari mana?" Tanya tata.
" aku baru saja mengantar pesanan, kalian mau pulang?"
" iya, kamu menunggu taksi"
" bagai mana kalau kalian pulang denganku saja?" Tawar jimin.
" eomma, aku ingin pulang dgn uncle jimin, dgn motor itu" rengek sujin.
" Tata, ayo lah, mungkin kalian akan lelah menunggu taksi lewat" bujuk jimin.
" baiklah, ayo pulang" jawab tata.
Sujin duduk di depan kemudi, tepat di depan jimin.
Sepanjang jalan, jimin dan sujin terus bercanda.
Jimin dan sujin terlihat begitu akrab, itu sebeb nya tata mulai memperhatikan jimin.
Sujin terlihat begitu nyaman dgn jimin. Tanpa sadar, perjalanan mereka terasa begitu singkat. Mereka pun sampai di depan rumah Tata.
" baiklah tuan putri sujin, kita sudah sampai sekarang" ucap jimin.
" sayang sekali, uncle ajak aku jalan2 lagi saat uncle tidak bekerja ya" jawab sujin.
"Sujin, uncle jimin sangat sibuk sayang" tegus tata.
" tidak, tidak masalah, okeh tuan putri sujin, saat uncle libur, uncle akan membawa mu keliling seoul" janji jimin.
Jimin pun pergi dari rumah Tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor PG industri..
Siang itu, sindy dan defy duduk di meja kerja mereka. Mereka sama sama terlihat murung dan lebih banyak diam.
" ada apa? Kenapa kamu murung? Kamu bertengkar dgn jungkook?" Tanya defy.
" kami sudah putus" jawab sindy pelan.
" putus? Kenapa? Bahkan kalian baru beberapa hari pacaran" tanya defy yg kini telah memutar kursi nya, menghadap sindy.
" sayang sekali, padahal aku pikir kalian cocok"
"Sudahlah berhenti membahas dia. Ini sudah berakhir, lalu kenapa wajahmu di lipat sepertiku? Ada masalah dgn tuan jin?" Tanya sindy.
" tidak, ini soal taehyung, entah apa yg terjadi pada nya, dia marah padaku"
Tanpa sepengetahuan defy dan sindy, rupanya, jin tengah melihat mereka dari CCTV, melalui laptop nya.
Setelah melihat defy yang terlihat sedih, jin segera bangun dari duduk nya.
Dia terus berjalan kesana kemari sembari melipat tangan nya.
" Dia sedang sedih, apa yg harus aku lakukan" batin jin.
Tak lama, jin pun keluar dari ruangan nya dan menghampiri sindy dan defy.
" Defy, ikut aku, ke luar" ucap jin sembari memakai jaz nya.
" baiklah pak"
Skip.
Di mobil..
Jin menunggu di dalam mobil nya yg masih terparkir rapi.
Tak lama defy pun datang dan langsung masuk ke dalam mobil jin.
" kita mau kemana? Aku sudah melihat jadwalmu. Tidak ada meeting taupun janji hari ini" ucap defy menatap jin yg duduk dgn tenang di depan kemudi.
" benar sekali. Hari ini aku bebas, jadi ayo kita jalan jalan" jawab jin sembari memperlihatkan gigi nya di depan defy.
" kamu ada ada ajah. Aku banyak pekerjaan hari ini. Aku akan kembali saja" defy mulai beranjak pergi.
Tapi jin dengan cepat menghentikan defy dengan menarik tangan defy.
" Ayo lah. Kita tidak pernah pergi bersama semenjak kita pacaran"
" pacaran?"
" pacaran. Kau kekasihku sekarang"
Defy hanya tersenyum malu setelah mendengar ucapan jin.
Perlahan, jin menggenggam tangn defy yg terlipat rapi di pangkuan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope..
Jhope dan yuri, keluar dari rumah jhope. Gadis bertubuh ramping tersebut terus merunduk dan tersenyum sesekali.
Tentu saja, dia baru saja mendapat kan perlakuan istimewa dari seorang pria yang memang telah menarik perhatian nya sejak awal perjumpaan.
Begitu pun dgn jhope, setelah sekian lama, dia memendam perasaan cinta nya pada Back hye. Kini ada seorang wanita yang membuat nya nyaman di samping nya.
Dengan keceriaan dan ketulusan yuri, dia dapat meluluhkan hati jhope yang telah lama terutup.
" oppa, aku pulang dulu. Terimakasih untuk semua nya" ucap yuri sembari melempar senyum manis nya.
" aku lah yang berterimakasih yuri ssi. Hati hati di jalan" jhope pun membelai rambut yuri dan mencubit hidung yuri.
" oppa. Jangan lakukan itu"
" tidak, aku senang melakukan nya padamu. Dan aku akan terus melakukan nya"
" aku pergi dulu"
" hmm baiklah"
Yuri pun berlalu menggunakan mobil nya.
Dan jhope pun masuk ke cafe.
Tak lama setelah jhope masuk, listy dan suga pun sampai di cafe.
Listy dan suga duduk di depan meja kasir dan jhope pun langsung menegur listy dan suga yang tengah memasang wajah cemberut mereka.
" kalian dari mana? Yuri tadi kesini mencari mu lis" ucap jhope.
" benarkah? Ach aku lupa aku sudah janji dengan yuri" jawab listy.
" kalian pergi berkencan?" Celetuk jimin yang baru saja keluar dari dapur.
" kencan apa nya. Hyung mu yang satu ini terus membuatku kesal. Ingin rasa nya aku mencekik hyung mu ini" gerutu listy sembari melirik suga yang duduk di samping nya.
Suga pun tersenyum dan membuang nafas kasar.
" hey, kenpa kamu melampiaskan kekesalanmu padaku" protes suga.
" ah sudahlah, aku mau masuk. Jhope oppa, aku mau sendiri dulu, aku tidak mau makan malam jangan panggil aku ya" ucap listy pada jhope.
" baiklah" sahut jhope.
" Woahh dia kenapa? Sampai melewatkan makan malam" ucap jimin.
" Di sedang kesal" sahut suga.
" Benar, dia seperti itu saat ada yg mengganggu pikiran nya, dia akan berdiam diri di kamar nya berjam jam. Memang nya ada apa? Suga? Apa yang terjadi?" Sambung jhope.
" mana ku tau. Dia tidak menceritakan apapun padaku. Sudah lah aku mau pulang" pamit suga.
" Tunggu hyung, aku ikut. Jhope hyung, aku pulang dulu, pekerjaan ku sudah selesai" pamit jimin.
" iya. Hati hatilah kalian, nanti malam jangan lupa ke rumah namjoon" sahut jhope.
Setelah jimin dan suga pergi, Jessy datang dgn wajah lesu. Dan sedikit menyered kaki nya saat berjalan.