Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 9



♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Rumah namjoon...


Namjoon membuka pintu rumah nya dan melihat teman2 baru nya yg telah menggunggu di depan rumah nya.


" heiy. Ayo masuk. Aku sangat senang kalian datang" ucap namjoon.


" hai suga, jadi kamu ahli dalam menyanyi apa dance?" Tambah namjoon.


" hah? Apa maksudmu?" Tanya suga balik.


" kak suga hanya menemani kami" jelas jungkook.


" oh kalian akan membuat boygrup?" Tanya suga.


" iya Dance dan menyanyi" njawab namjoon.


" kalian membawaku kesini untuk ikut ide konyol kalian? Tidak, aku akan pulang sekarang" ucap jhope.


Jhope keluar dari rumah namjoon dan listy langsung mengejar jhope.


" jhope oppa, tunggu dulu. Dengarkan penjelasanku" pinta listy.


" apa lagi? Oppa sudah bilang oppa tidak mau melakukannya lagi" ucap jhope.


" tapi oppa masih sering menari saat malam. Saat aku dan jessy tidur. Aku tau semua nya oppa. Aku melihat oppa menari lagi. Apa bedanya di ruangan tertutup dan rungan terbuka?" Tanya listy.


" tentu saja bedanya sangat jauh. Setiap aku tau perhatian yg tertuju padaku saat menari, aku teringat kejadian itu. Aku tidak bisa melakukannya. Maaf" jelas jhope.


Jessy pun menghampiri listy dan jhope dgn di tuntun oleh tae.


" oppa tolong cobalah menari lagi. Kalau oppa berhenti tanpa mencoba nya, aku akan selalu merasa bersalah seumur hidupku" ucap jessy.


" apa yg kamu katakan?" Tanya jhope.


" aku akan selalu merasa kalau oppa berhenti menari karna kecerobohanku. Aku mohon, tolong ambil kesempatan ini. Cobalah sekali saja"


Jhope terdiam dan saat itu, jungkook, namjoon dan suga ikut keluar.


" hmm jhope, bisakah kita bicara berdua sebentar?"


Jhope dan namjoon pergi ke samping rumah, sedangkan yg lain terus menunggu dan memperhatikan namjoon dan jhope dari jauh. Tapi perhatian suga terus tertuju pada listy.


" padahal cuma mau minta maaf, tapi kenapa jadi rumit seperti ini" gerutu suga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


jimin sampai di rumah suga. Jimin masuk dan kebingungan.


" kak suga belum pulang dari panti? Ah aku akan menyusul nya" bantin jimin.


Setelah berganti pakaian, jimin berjalan kaki menuju panti asuhan. Jarak panti dan rumah suga memang tidak jauh, itu sebabnya jimin berjalan kaki.


Sampai di panti, jimin langsung di sambut oleh ibu pengurus panti, dia bernama ibu ji wook.


" bukankah kamu teman suga yg kemaren kesini?" Tanya nyonya ji wook.


" hmm iya, Aku mencari suga hyung. Apa dia masih di sini?"


" tidak, dia sudah pergi sejak tadi" jawab ny. Ji wook.


" apa dia mengatakan mau pergi kemana? Aku sedikit khawatir sebab dia baru saja terluka" jelas jimin.


" dia tadi berbincang dgn yang taerin ssi, coba tanyakan padanya. Mungkin dia tau kemana suga pergi"


" baiklah terimakasih nyonya" ucap jimin.


Jimin pun langsung pergi ke rumah Tata, saat mengetuk pintu rumah. Ternyata pintunya tidak di kunci. Saat itu terlihat sujin berjalan menuju ke arah nya.


" uncle mencari siapa?" Tanya sujin.


" apa eomma mu ada?"


" ibu sedang mandi. Uncle duduk saja dulu"


" baiklah?"


" paman tunggulah disini sebentar"


Jimin duduk di ruang tamu. Saat dia duduk beberapa menit, dia kembali bangun setelah melihat Tata yg hanya memakai handuk dgn  rambut nya yang basah dan terurai.


Tata terus  memanggil sujin tanpa melihat ke arah jimin.


Saat itu jimin masih saja menatap Tata, tanpa berkedip, melihat tata yg tengah mengibas ngibas kan rambut nya.


" sujin, dimana baju biru eomma yg tadi, kamu melihatnya?" Teriak tata.


" eomma, uncle jimin ada di sana"


Tata langsung menoleh ke arah jimin. Mereka sempat bertatapan cukup lama.


Saat itu angin berhembus kencang dan terus menerbangkan rambut nida.


Tata begitu gugup dan langsung berbalik badan. Begitupun jimin.


Jantung jimin mulai berdegug kencang.


" padahal bukan pertama kalinya aku melihat wanita berpakaian terbuka, tapi kenapa aku begitu tertarik untuk melihat nya" keluh jimin dalam hati nya.


Tata kembali masuk ke kamarnya dan memakai bajunya kembali.


Beberapa menit kemudian, tata keluar menemui jimin.


" hai jimin" sapa tata


" hai.. hmm maafkan aku, aku tidak sengaja melihatmu" ucap jimin.


" iya tidak papa, aku yg kurang hati hati. Hmm kamu mau minum sesuatu?" Tanya tata.


" iya. Dia pergi menemui listy. Aku memberikan alamat listy padanya. Dia bilang mau minta maaf pada listy. Apa yg terjadi sebenarnya?" Tanya tata.


" owh entahlah. Aku hanya melihat suga hyung memarahi listy, lalu listy pergi. Jadi dia menemui listy? baiklah aku sedikit lega"


" ngomong ngomong kalian sudah lama berteman?" Tanya tata kembali.


" cukup lama. Aku bertemu dgn nya saat aku membuat tato di badanku. Dia pembuat tato yg cukup terkenal" jelas jimin.


Nida dan jimin terus berbincang, bahkan sujin juga turut berbincang dgn jimin dan tata.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah berdiskusi cukup lama, namjoon dan jhope menghampiri jungkook, tae, jessy, listy dan suga.


" baiklah aku akan mencobanya" ucap jhope.


" benarkah? oppa, aku sangat senang mendengarnya" ucap jessy dgn senyum nya yg mengembang.


" aku akan berusaha. Ayo kita mulai" ajak jhope.


" ayo ayo" tambah taehyung.


Mereka semua masuk kembali ke rumah namjoon.


Namjoon memperlihatkan lagu lagu buatan nya dan jhope, jungkook dan taehyung mencoba menghafalkan lagu yg namjoon buat.


Sedangkan jessy, suga dan listy duduk memperhatikan mereka.


Tak lama listy mendapatkan telefon, Dia pun keluar. Suga melihat listy keluar dan suga pun mengikuti listy.


" hallo eonnie. Ada apa?" Tanya listy.


" apa suga masih bersamamu?" Tanya tata balik.


" iya. Oh eonnie yg memberikan alamatku"


" dia bilang dia ingin meminta maaf padamu" jelas tata.


Listy berbalik badan dan melihat suga yg berjalan menghampirinya.


" dia bersama ku. Eonnie mau bicara?"


" siapa?" Bisik suga.


" tata eonnie"


Listy memberikan ponselnya, dan suga langsung menerimanya.


" halo tata ssi" sapa suga.


" hyung, hyung kenapa tidak memberitahuku hyung pergi kesana. Hyung juga tidak mengangkat telfon dariku. Hyung kan masih sakit. Aku sangat khawatir tau, aku peegi ke rumahmu tapi kosong, lalu aku ke panti, lalu.." oceh jimin.


Suga hanya diam mendengar ocehan jimin. Karena setiap dia mencoba menjawab, jimin selalu nenabrak nya dgn omelan nya.


Lalu suga pun langsung mengakhiri panggilan nya.


" kenapa di tutup?" Tanya listy.


" jimin yg bicara. Dia terus mengoceh" jawab suga santai.


Rumah tata...


" hagh. Dia menutup telfon nya" keluh jimin.


Tata tertawa melihat ekspresi jimin. Yg terlihat kecewa.


" kenapa tertawa?" Tanya jimin.


" kamu tidak memberi suga kesempatan bicara. Mungkin itu sebab nya" jelas tata.


" haha aku memang sering mengoceh saat aku khawatir" ucap jimin sambil menggaruk belakang leher nya yg tidak gatal.


" kamu sangat unik. Aku menyukai mu" ucap tata dgn wajah polos nya.


" hagh?" Jimin mencoba memperjelas apa yg baru saja dia dengar.


" hmm aku menyukai gaya bicaramu maksudnya" jelas tata.


" oh iya. Hmm aku rasa aku harus pulang sekarang, sujin juga terlihat sudah mengantuk"


" baiklah. Sampa jumpa lagi"


" hmm selamat malam. Dah sujin" pamit jimin.


" dah uncle" ucap sujin.


" hati hati dijalan" tambah tata.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Depan rumah defy...


Jin dan defy sampai di depan rumah defy, tapi mereka masih saja duduk di dalam mobil.


" hmm sudah sampai. Aku masuk dulu kerumah" pamit defy.


" defy" panggil jin.


" iya tuan?"


" tetaplah bekerja, aku terbiasa melihatmu setiap hari" pinta jin.


" hmm aku akan memikirkan nya" ucap defy.


" baiklah. Masuklah kamu pasti lelah hari ini"


Defy pun masuk ke rumah nya. Tapi jin terus saja berdiam diri sembari melihat pintu rumah defy yang telah tertutup.