
Melihat jhope yang hanya diam, listy menghampiri jhope dan memeluk nya dari belakang.
" oppa, dia pergi, pasti karna memang ada hal yang mengharuskan dia pergi. Kenapa oppa begitu marah saat ini?" Tanya listy lirih, sembari membenamkan wajah nya di bahu oppa nya.
Beberapa menit, jhope dan listy hanya terdiam tanpa kata.
Sampai akhir nya, listy melepas pelukan nya dan menarik tangan jhope. Dan dia mengajak jhope duduk.
Listy menatap jhope yang kini hanya diam seribu bahasa dengan wajah tertunduk dengan tatapan kosong nya.
Listy mengusap wajah jhope dan tersenyum pada nya.
" oppa, dia juga teman ku, apa oppa pikir aku tidak sedih? Dia juga tidak memberitahuku. Kalau oppa seperti ini, bagaimana denganku? Siapa yang akan menghapus kesedihanku seperti biasa nya?"
" Maafkan oppa, oppa terlalu egois karna kekecewaan oppa pada dia"
" oppa, apa oppa kini mulai membuka hati untuk yuri? Cobalah bicara baik baik dengan yuri, Dia pasti akan menjawabmu oppa, karna yuri juga..."
" cukup listy, aku tidak ingin menghubungi nya, bahkan mendengar nama nya. Mungkin selama ini aku terlalu ramah pada orang, itu sebab nya orang orang dengan mudah memanfaatkanku. Maafkan oppa, saat ini oppa tidak bisa menghibur mu. Oppa harus pergi"
Jhope pergi meninggalkan listy sendiri di kamar nya. Dengan wajah bingung, listy terus menatap jhope.
Terang saja, karna baru kali ini, listy melihat jhope dengan amarah yang membara, bahkan sampai melampiaskan amarah nya pada vas kesayangan nya.
Sebelum nya, jhope hanya diam saat dia marah, bahkan saat mendapat kabar back hye meninggal, jhope hanya berdiam diri di kamar nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kamar tata...
Setelah resmi menjadi suami istri, jimin sekarang menempati kamar tata.
Kala itu jimin duduk di ranjang tata, sembari melepas dasi yg terikat di kemeja nya.
Sedangkan tata duduk di meja rias dan kembali merias wajah nya dengan riasan sederhana.
" Tata ssi, apa kamu lelah? Kalau kamu lelah, biar aku saja yg mengurus pesta kecil kita" usul jimin.
" Tidak papa, aku baik baik saja. Apa kamu mau berganti baju? Aku bisa keluar dulu, kalau kamu mau memakai kamar ini"
" tidak papa, aku akan ganti di kamar mandi"
" baiklah"
Jimin masuk ke kamar mandi dengan membawa baju ganti nya.
Sekilas, tata menatap jimin dari pantulan cermin di depan nya.
" maaf kan aku jimin. Aku rasa aku tidak akan bisa memenuhi tugas ku sebagai seorang istri secara penuh. Tapi aku akn selalu berusaha membuatmu nyaman dan bahagia"
Saat itu, terdengar suara ketukan pintu dari kamar, suara jungkook terdengar memanggil tata.
" noona, pesta sudah siap, semua sudah menunggu kalian" ucap jungkook dari balik pintu.
" iya jungkook, kami akan segera keluar" sahut Tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Panti..
Semua orang telah berkumpul, di panti. Anak anak panti duduk tenang dan suasana panti pun kini nampak berbeda dengan hiasan diding sederhana dan beberapa bunga yang tertata rapi di sudut sudut panti.
Defy, jessy, ayanna dan back hye tengah sibuk menyiapkan makanan untuk pesta kecil mereka sembari berbincang santai.
" Ayanna ssi, bunga yang kamu kirim begitu indah aku sangat menyukai pilihan warna itu" ucap back hye.
" itu rekomendasi dari defy dan listy. Mereka juga yg membantu mendesain nya" jawab ayanna.
" ah tidak, aku hanya memberi sedikit saran. Oya jessy, dimana listy? Dia belum juga kembali?" Tanya defy.
" iya, entah kemana dia, eonnie belum membalas pesanku"
" sindy juga belum keliatan dari tadi, apa dia pulang?" Tanya ayanna.
" tidak, rumah nya cukup jauh, dia juga tidak bilang akan pulang. Mungkin dia di rumah jungkook"
" sudah sudah ayo kita lanjutkan lagi, nanti juga mereka akan datang" usul back hye.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Belakang panti...
Sindy tengah berjalan menuju panti dengan memebawa beberapa makanan di tangan nya.
Di tengah jalan, tangan sindy di tarik oleh seseorang. Orang itu tidak lain adalah jungkook.
" jungkook, apa yang kamu lakukan?" Protes sindy.
" diamlah" jawab jungkook"
Jungkook mengambil makanan di piring sindy dan menatap sindy dengan tatapan polos.
" jungkookie. Kamu bisa meminta nya baik baik, kenapa harus mengagetkanku?" Keluh sindy.
" karna bukan hanya makanan ini yg ingin aku ambil tapi juga hatimu" rayu jungkook.
Sindy tertawa dan memukul bahu jungkook dengan manja.
Sebelum sindy berlalu dari hadapan jungkook, jungkook dengan cepat menarik tangan sindy dan membuat sindy jatuh di pelukan jungkook.
Kini mereka saling menatap dan jungkook mulai mengambil piring di tangan sindy, dan meletakan nya di meja di belakang nya, tanpa melepas tatapan mereka.
Jungkook semakin berani, kini dia menarik pinggang sindy dan membuat mereka begitu sangat dekat.
" aku sangat merindukanmu. Song do eun, aku mencintaimu" bisik jungkook.
Dengan mata yang mulai terpejam, jungkook terus dan terus mendekat pada sindy.
Nafas yang mulai tak beraturan, telah mereka pertemukan dalam penyatuan bibir mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Depan panti...
Namjoon, jinan, suga dan taehyung berbincang santai di depan panti.
Tentu saja topik utama mereka adalah min junhoo.
" apa dia akan mendapatkan hukuman berat?" Tanya suga.
" aku rasa begitu hyung, kami memberikan cukup banyak bukti di kantor polisi tadi" jelas namjoon.
" dia akan terkena pasal berlapis, terutama karna penyekapan back hye dan jhope" tambah jinan.
" tunggu, jhope hyung belum juga kembali sejak dia pergi dari pengadilan kan?" Tanya taehyung.
" ohh itu listy, dia pasti tau dimana jhope" ucap namjoon ketika melihat listy sampai di panti dengan motor nya.
Setelah memarkirkan motor nya dan melepas helm yang ia kenakan, listy berjalan menghampiri ke empat pria yang tengah duduk di kursi depan panti.
" Hai semua, maaf aku terlambat" sapa listy.
" tidak, pesta nya bahkan belum mulai" sahut taehyung.
" listy ssi, jhope hyung tidak bersama mu?" Tanya namjoon.
" Dia belum datang? aku pikir dia sudah di sini. Hmm tidak papa aku akan menelfon nya. Dia pasti akan datang. Kalian tenang saja" ucap listy
" apa terjadi sesuatu?" Tanya jinan.
" tidak oppa semua nya baik baik saja. Hmm aku masuk dulu, menemui para wanita" pamit listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jalanan
Jhope berada di dalam mobil nya. Dengan kepala yang bersandar pada kursi, dengan mata tertutup.
Wajah jhope masih saja terlihat begitu kusut dan sembab.
Musik dari mobil nya, semakin membuat nya tak dapat menahan air mata nya, ketika teringat kenangan yuri.
Jhope pov.
Meski baru mengenalmu beberapa minggu, tapi aku begitu mencintaimu lee yuri.
Kenapa ini harus terjadi lagi padaku lagi? Untuk yang ke dua kalinya, aku harus terpisah dari wanita yang aku cintai.
Bahkan kisah cinta ini belum juga di mulai, tapi yuri telah memilih mengakhiri semua ini.
Baiklah, dengan hati yang hancur, aku memutuskan untuk tidak menghubungi nya kembali.
Dia memilih menjauhiku, maka aku pun tidak akan mendekati nya.
Cukup, aku tak lagi akan menerima permainan yang orang mainkan.
Sudah cukup aku menjadi boneka, aku akan hidup dengan keputusanku sendiri, dan pilihanku sendiri.
Author pov.
Di sisi lain semua orang kini tengah berbahagia merayakan pernikahan jimin dan tata, dengan pesta kecil.
Mereka menari dan menari, tapi tidak dengan listy, bahkan senyum nya pun nampak berbeda, dan itu di sadari oleh jessy.
Jessy menghampiri listy, dan duduk di samping nya.
" eonnie ada apa? Ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya jessy.
" tidak papa, nikmatilah pesta nya, semua nya baik baik saja" elak listy dengan senyum yang mengembang.
" tidak, eonnie tidak bisa menyembunyikan apapun dariku"
Listy sempat terdiam dan tertunduk, menguatkan hati nya.
" Yuri pergi ke australia. Tanpa memberi tahu siapapun" jelas listy.
" hagh? Yuri ke australia?" Sahut back hye.
" eonnie, tolong pelankan suaramu, aku tidak ingin mereka tau dulu, hari ini hari bahagia untuk mereka. Jimin akan sedih saat mendengar hal ini" pinta listy.
" hmmm apa jhope tau soal ini?" Tanya back hye.
" iya eonnie, jhope oppa sempat menghentikan yuri, tapi dia gagal" jelas listy.