
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Jhope dan listy masuk ke kamar, dimana jessy tengah duduk di ranjang.
" jessy, kamu menyukai rumah ini?" Tanya jhope sembari duduk di ranjang .
" iya. Aku rasa rumah ini nyaman. Meskipun aku tidak bisa melihatnya, aku bisa merasakan nya" jawab jessy dgn penuh semangat.
Iya..
Jessy adalah seorang gadis tuna netra. Wajah nya sangat cantik rambut nya panjang dan berponi depan.
" maafkan kakak. Sampai sekarang kakak terus menyesali hal itu" sesal jhope.
" sudah, sampai kapan kakak terus meminta maaf? Aku baik baik saja, aku akan segera mendapatkan donor, Dan aku akan mendapatkan kembali penglihatanku. Lagi pula kak listy selalu menjagaku dgn baik" jessy mencoba menghibur jhope.
" listy kemarilah" jhope melambay kan tangan nya pada listy yg masih berdiri di pintu kamar.
Listy pun menghampiri jhope dan jessy.
Jhope memeluk kedua adiknya dan tanpa sadar jhope meneteskan air matanya.
Listy langsung mengusap air mata jhope dan meminta jhope untuk tidak bersuara. Dgn menempelkan jari telunjuknya di bibir jhope, Agar jessy tidak tau kalau jhope menangis.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam hari
Jimin sampai di rumah nya, saat itu rumah dalam keadaan gelap. Jimin terus berjalan menuju kamar nya. Tiba tiba, jin menyalakan lampu di depan kamar jimin.
" kenapa kamu tidak ikut rapat?" Tegur jin.
" aku sibuk. Maafkan aku" jimmin mencoba membuat alasan.
" aku tau kamu bohong, ini sudah ke tiga kalinya kamu tidak mengikuti rapat penting ini" bantah jin.
" sudahlah. Aku tau, ada ataupun tidaknya aku di rapat itu, rapat nya akan terus berjalan lancar. Kenapa kau terus memaksaku datang" jimmin mulai menaikan suara nya.
" jimin, kita harus bersatu untuk membuat perusahaan kita maju. Dewasalah sedikit. Kamu bukan anak kuliahan lagi" jin mendekat dan menepuk punggung jimmin.
" kenapa aku harus ikut memajukan perusahaan kita. Apapun yg aku lakukan kau lah yg akan di puji oleh appa. Aku selalu salah dimata nya. Aku sudah bosan. Lakukan apa yg kau mau dan biarkan aku melakukan apa yg aku mau. Aku mohon jangan ganggu aku lagi" jimmin pun berlalu meninggalkan jin.
" jimin apa yg kamu katakan jimin, jimin!"
Jimin sama sekali tidak mendengarkan kata2 jin. Dia langsung masuk ke kamar dan mengunci kamar nya.
Setelah itu, seorang gadis menghampiri jin. Gadis cantik berambut pendek yg terlihat sedikit tomboy itu duduk di samping jin. Gadis itu bernama lee yuri.

" jimin melakukannya lagi kak?" Tanya yuri.
" begitulah. Jimin selalu salah paham padaku. Bicaralah pada jimin. Buatlah dia mengerti, Aku ingin dia menjadi orang yg lebih baik" pinta jin.
" kakak nya aja nggak pernah dia pedulikan apa lagi aku yang cuma sepupunya. Suatu saat pasti ada yg bisa membuat dia paham kesalahan nya" jawab yuri.
" semoga saja"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam itu, suga berjalan di sebuah gang.
Dia berhenti saat melihat 2 orang pria yg sedang mengganggu seorang wanita di tengah jalan. Tanpa pikir panjang, suga langsung menghampiri mereka.
" biarkan gadis itu pergi" tegur suga.
" siapa kamu, jangan sok jagoan. Cepat pergi" salah satu dari kedua pria itu mulai menghampiri suga.
" biarkan gadis itu pergi!" Suga mulai berteriak.
" banyak omong kamu" pria itu mulai melayangkan tangan nya pada suga.
Suga berkelahi dgn kedua pria tersebut. Suga sempat terkena pukulan mereka, tapi suga berhasil memenangkan perkelahian tersebut.
Gadis itu membantu suga berdiri. Gadis cantik tersebut terlihat anggun dgn rambut sebahu nya yg sedikit bergelombang. Gadis itu bernama yang taerin (tata)

" anda tidak papa?" Tanya tata pada suga yg tengah duduk mengatur nafas nya.
" aku baik baik saja. Apa yg kamu lakukan di tengah malam seperti ini?" Tanya suga.
" aku dan anakku baru tiba di lingkungan ini. Aku mencari alamat adikku. Ponselku hilang, aku tidak bisa menghubungi adikku" jelas tata.
" dimana anakmu?" Suga menatap tata.
" sujin, kemarilah" tata melambaikan tangan nya pada sesosok gadis cantik berusia sekitar 6 tahun.
Seorang pria datang menghampiri mereka. Dia adalah jungkook.
" kaka. Aku mencari kalian kemana mana" tanya jungkook dgn nafas terengah engah.
" jungkook, ponsel kaka hilang" keluh tata.
" syukurlah kalian baik baik saja. Sujin, kemarilah" jungkook menggendong sujin dgn tangan kekar nya.
" beliau yg menyelamatkan kami. Maaf siapa nama anda?" Tata menatap suga, yg sudah berdiri di depan nya.
" aku suga, dan aku rasa tidak perlu bersikap formal seperti ini. Aku tidak sengaja lewat"
" terimakasih kak suga, aku jungkook. Aku tinggal di dekat panti asuhan"
" benarkah? Aku sering kesana tapi tidak pernah melihatmu?" Tanya suga.
" sebenarnya aku jarang dirumah. Aku lebih sering di kantor" jelas jungkook.
" oh begitu, baiklah aku permisi dulu"
" sekali lagi, terimakasih suga" ucap tata.
Suga hanya tersenyum dan pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi harinya,
Listy dan jessy berbelanja di mini market tempat tae bekerja.
Saat itu tae sedang membereskan dagangan, dan defy menghampiri tae.
Sedangkan listy dan jessy terus memilih belanjaan mereka.
" tae, aku membawakan makan siang untukmu. Jangan lupa makan ya" ucap defy sembari memperlihatkan sekotak makanan yg dia bawa.
" kamu mau berangkat kerja?" Tanya taehyung.
" iya. Aku akan menaruh makan siangmu di meja" jawab defy sambil tersenyum pada tae.
" kamu tunggu disini ya, kakak akan mengambil tisu di sebelah sana. Jangan kemana mana" ucap listy pada jessy.
" iya kak" jawab jessy.
Jessy berdiri di dekat meja kasir, saat itu juga, defy berjalan menuju meja kasir.
Saat jessy membalikan badannya, jessy tidak sengaja menabrak defy.
Kotak makanan yg defy bawa terjatuh dan berantakan kemana mana.
Tae dan listy langsung menghampiri mereka.
" maaf maaf, aku tidak sengaja" jessy mulai panik.
Defy pun berjongkook dan memeriksa kotak makan itu.
Sedangkan jessy terus membungkuk, dan meminta maaf.
" maafkan aku tae, makan siangmu berantakan" ucap defy.
" maaf aku tidak sengaja menabrakmu, apa kamu terluka?" Tanya jessy sambil berjongkok di depan defy.
" makannya hati hati donk. Untung saja dia tidak terluka" tae menaikan nada bicara nya.
" aku minta maaf" pinta jessy.
" udah tae, aku yg kurang hati2. Tidak papa" defy mencoba menenangkan tae.
" pake matamu saat kamu berjalan" ucap tae.
" plackkkkkk" satu tamparan mendarat di pipi taehyung.
Listy lah yang menampar wajah tae.
" jaga ucapanmu saat kamu bicara" bentak listy.
" kakak, aku tidak papa. Ini salahku" bantah jessy.
Jessy mencoba menenangkan listy dgn menyentuh tangan listy, tapi jessy tidak bisa menggapai tangan listy.
Listy menuntun tangan jessy ke tangannya. Defy dan tae terus menatap ke arah jessy. Mereka baru sadar kalau jessy seorang gadis tuan netra.
Listy menggandeng jessy pergi dari minimarket itu. Sedangkan tae dan defy masih terus saling menatap.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor..
Defy sampai di tempat kerjanya, dia berlarian di koridor kantor, dan langsung menuju meja kerjanya.
Dia adalah seorang sekertaris. Dia duduk di samping rekan kerjanya. Bernama song do eun (sindy) seorang gadis cantik berambut panjang dan anggun.

" apa si galak sudah datang?" Tanya defy.
" belum. Hari ini jadwalmu menemani dia rapat. Aku akan keluar hari ini. Memeriksa lokasi kantor baru" jawab sindy.
" iya aku ingat. Aku akan menunggu si galak di ruangannya" ucap defy sembari mengambil beberapa map di meja kerja nya.
Defy masuk ke ruangan bosnya, dgn membawa berbagai map. Defy duduk dan memeriksa isi map tersebut.
Sampai akhirnya, bos nya datang. Tidak lain, bos defy adalah park seok jin.
" selamat pagi pak, hari ini tugasku mendampingi anda. Dan bahan meeting bapak sudah saya siapkan" sapa defy.
" kenapa bajumu kotor?" Tegur jin.
" terjadi sedikit kecelakaan. Maaf pak" defy mulai tertunduk.
" kamu pikir meeting kita main main. Ach sudahlah Kita sudah terlambat. Ayo cepat" jawab jin ketus.
Defy membawa map map besar di tangannya dan mengikuti jin dari belakang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope..
Jhope, listy dan jessy membuka cafe kecil mereka.
Mereka membersihkan cafe itu bersama. Mereka begitu ceria, jhope dan listy terus menghibur jessy meskipun jessy tidak bisa melihat mereka.
" jhope oppa, temanku berada di lingkungan ini juga, bolehkah aku menemui dia?" ucap listy.
" tentu saja. Apa kamu mau ku antar?" Tanya jhope.
" tidak, tidak perlu, dekat kok. Oppa temani jessy ajah" jawab listy.
" baiklah. Jangan terlalu lama"
Listy berjalan sendirian menyusuri gang gang di lingkungan tersebut. Tanpa sengaja, listy bertemu namjoon.
" listy??" namjoon menatap listy seolah yak percaya, bertemu dgn nya di lingkungan ini.
" kak namjoon? Sedang apa kakak di sini?" Tanya listy
" aku tinggal di daerah sini. Kamu?"
" aku juga baru pindah di daerah sini. Lama kita nggak ketemu. Kakak Apa kabar?" Ucap listy dgn penuh antusias.
" aku baik. Bagaimana keadaan ayana?" Namjoon menanyakan teman listy. yang bernama ayanna.
Bayangan listy dan namjoon tertuju pada sesosok gadis nan cantik, anggun dan manis. Berambut panjang bergelombang,
Yg mereka kenali dengan nama Kim ayanna (ayana).

" aku sudah lama tidak bertemu dgn nya" ucap listy lesu.
" oh begitu ya. Hmm kamu mau kemana?"tanya namjoon.
" kenalanku ada di sekitar sini juga. Dia baru datang dari busan" terang listy.
" boleh aku ikut? Kebetulan aku tidak ada kerjaan" pinta namjoon.
" ayok" ajak listy, sambil melangkah melanjut kan perjalanan.
Listy dan namjoon terus berbincang sepanjang jalan.
Dan akhir nya mereka sampai di sebuah rumah. Seseorang keluar dari rumah tersebut. Dia adalah tata.
" listy kenapa tidak mengabariku kamu mau datang sekarang" tata tersenyum lebar saat melihat listy.
" tadi malam saat kakak bilang alamat kakak, aku sangat senang. Aku tidak sabar bertemu kakak" jelas listy.
" ayo masuk, hmm dia bersamamu?" Ajak tata.
" iya, temanku, namanya namjoon"
" hai aku namjoon" sapa namjoon.
" senang bertemu dgnmu. Ayo masuk. Ini rumah adikku"
" Oya dimana sujin dan jungkook" tanya listy.
" sujin sedang tidur siang kalau jungkook sedang mandi" jawab tata.
Namjoon dan listy duduk di ruang tamu, tiba2 terdengar suara jungkook yg sedang bernyanyi.
Perhatian namjoon langsung tertuju pada suara jungkook.
" adikmu seorang penyanyi?" Tanya namjoon pada tata.
" bukan, dia polisi" bantah tata.
" suara adikmu sangat bagus. Boleh aku menemui nya?" Namjoon mulai penasaran.
" tentu saja. Kamu masuk saja ke kamarnya" jawab tata santai.
Namjoon segera pergi ke kamar jungkook.
" dia kekasihmu?" Tanya tata pada listy.
" bukan, dia hanya teman. Dia sangat menyukai musik" jelas listy.
" o begitu, oya bagaimana soal buku yg kamu buat?" Tanya tata.
" aku belum menyelesaikannya kak, akhir2 ini aku sedikit sibuk mengurus pindahan kami. Kakak sendiri sudah ada buku baru?"
Listy dan tata terus berbincang. Sedangkan namjoon masuk ke kamar jungkook.