
Sujin sempat terdiam sejenak dan menatap kim ji suk, yang berdiri di depan jimin.
" appa, eomma sedang sakit. Aku tidak bisa pergi malam ini" ucap sujin.
" sujin sayang, pesawat kita tidak bisa menunggu sayang. Lagi pula, uncle jungkook akan merawat eomma mu. Tapi appa, tidak ada yang merawat appa" rayu jisuk.
" tapi tata sedang sakit sekarang, dia pasti membutuhkan keberadaan sujin di sisi nya" timpa jimin.
" hey kamu diam saja. Siapa kamu ikut campur urusan kami" maki jisuk.
" appa, uncle, sudahlah. Jangan bertengkar di depan anak kecil. Appa, aku akan bicara dulu dengan eomma, kalo eomma tidak mengijinkan, sujin tidak akan kemana pun" jawab sujin.
" baiklah ayo temui eomma mu" ajak jisuk.
Jisuk, sujin dan jimin pun masuk ke kamar tata.
Seketika tata beranjak dari tidur nya, saat melihat sosok kim ji suk, masuk ke kamar nya.
" ji suk ssi"
" tata, bagaimana keadaanmu?" Tanya ji suk.
" ji suk, kenapa kamu kesini?" Tanya tata.
" baikalah, langsung saja, sesuai perjanjian kita, dan surat pengadilan yang aku berikan padamu tempo hari, aku harus membawa Sujin bersama ku" jelas kim jisuk.
" eomma, kalau eomma ingin sujin tetap disini, sujin tidak akan pergi dengan appa" sambung sujin.
Dengan mata yang mulai berkaca kaca, Tata menarik tangan sujin dan memeluk sujin.
" putri eomma, eomma sangat mencintai mu sayang. Sujin ssi, eomma akan baik baik saja. Besok juga eomma sembuh. Sujin bisa pergi dengan appa. Eomma baik baik saja sayang" ucap tata sembari mengusap rambut panjang sujin.
Jimin teihat begitu terkejut mendengar perkataan tata, yang merela kan sujin pergi dengan appa nya.
" eomma, sujin akan merindukan eomma, dan sujin akan cepat kembali pada eomma" ucap sujin dengan senyum nya yang mengembang.
" eomma juga akan merindukan sujin"
Kini air mata tata tak dapat di bendung lagi, saat jisuk menggandeng tangan sujin keluar dari kamar tata.
Tata tetap berusaha tersenyum dan melambaikan tangan pada sujin, saat sujin menoleh pada nya.
Jimin mengantar sujin dan jisuk keluar dan berjalan menuju mobil jisuk.
Meski jimin masih sedikit bingung kenapa semudah itu tata membiarkan sujin pergi.
" uncle jimin, tolong jaga eomma sampai uncle jungkook datang ya" pinta sujin.
" iya tuan putri. Jaga dirimu baik baik" jawab jimin.
" ayo sujin. Kita sudah terlambat" sambung kim jisuk.
Setelah sujin dan jisuk pergi dengan mobil nya, jimin kembali berjalan memasuki kamar tata.
Kala itu, tata tengah mengembunyikan wajah nya dalam kaki yg terlipat di depan nya.
" Tata?Kenapa kamu membiarkan sujin pergi?" tanya jimin.
Tapi tata tak kunjung menjawab pertanyaan jimin. Akhir nya jimin duduk di samping tata dan memeriksa dahi tata.
" tata. Kamu ok?"
Pertanyaan jimin masih saja tidak mendapat jawaban dari tata, hanya ada isak tangis yang mulai terdengar di telinga jimin.
" tata" panggil jimin kembali.
Kali ini tata tak lagi menyembunyikan wajah nya, tapi secara tiba tiba, tata justru memeluk jimin yang duduk di samping nya.
Tata menumpahkan air mata nya, di bahu jimin. Awal nya jimin begitu terkejut dengan sikap tata.
Tapi jimin tetap berusaha membuat tata tenang dengan mengusap punggung tata.
" aku tidak punya pilihan lain, pengadilan akan menyerahkan hak asuh sujin pada jisuk, kalau aku mempersulit sujin tinggal dengan jisuk, sebelum persidangan. Jimin ssi aku harus bagaimana. Aku tidak bisa hidup tanpa sujin" ucap tata di tengah isak tangis nya.
" Jadi... tata, tenanglah, Semua nya akan baik baik saja. Kalian akan memenangkan persidangan" hibur jimin.
" aku ragu bisa memenangkan persidangan itu" ucap tata yang kini melepas pelukan nya pada jimin.
" kekuatan hukum jisuk lebih dari ku. Dia akan menikah, sujin akan mempunyai keluarga yang lengkap. Sedangkan aku hanya sendiri. Tidak akan ada orang yang mau menikah dengan orang sepertiku" sesal tata sembari terus mengusap air mata nya yang tidak kunjung berhenti mengalir.
" apa maksudmu. Kamu wanita yang sangat baik. Laki laki mana yang berani menolakmu?"
" aku bukan wanita yg sempurna jimin. Aku.. aku.. mendul"
Tangisan tata kembali pecah, ketika menjelaskan keadaan nya pada jimin.
Jimin mencoba menenangkan tata dengan mengusap bahu tata, lalu jimin memeluk tata.
Sepanjang malam tata menangis di pelukan jimin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebuah cafe...
Jungkook dan sindy menikmati makan malam mereka. Mereka berbincang layak nya teman biasa. Mereka bercanda dan saling meledek.
Di saat yang sama seorang pelayan baru, tengah menunggu minuman yang akan dia antar.
Dan pelayan lain nya, memberi arahan pada pelayan baru tersebut.
" dua gelas ini untuk pasangan di sebelah sana (menunjuk sindy dan jungkook) dan 2 gelas ini untuk pasangan di sebelah jendela" jelas nya.
Tapi sayang nya, pelayan tersebut salah mengambil gelas yang akan dia antar.
Pelayan baru tersebut memberi kan 2 gelas yang salah pada jungkook dan sindy.
Tanpa ragu, jungkook dan sindy meminum minuman di atas meja mereka, sembari terus berbincang.
Setelah meminum cukup banyak meminum minuman mereka, jungkook berhenti dan menatap gelas di tangan nya.
" rasa nya minuman ini sedikit aneh" ucap jungkook sembari mengecap ngecap lidahnya.
" ini enak, memang nya kenapa jungkook?" Tanya sindy.
" rasa nya seperti alkohol yang pernah aku minum di luar negri, dulu. Rasa nya tidak asing"
" ini memang bukan minuman yang kita pesan. Tapi ini enak" sahut sindy sembari menenggak habis minuman di gelas yang ia pegang.
Tak butuh lama, minuman itu mulai bereaksi.
Ya..
Minuman itu mengandung alkohol, tetapi memang dgn aroma yang halus, sehingga jungkook tak dapat mengenali bau dari minuman tersebut.
Kepala sindy dan jungkook mulai terasa berputar putar, bahkan, pandangan mata mereka pun mulai kabur.
Dua orang pelayan menghampiri sindy dan jungkook, mereka meminta maaf dan bersedia mengantar sindy dan jungkook kembali ke kediaman mereka dengan selamat.
Skip.
Jungkook dan sindy sampai di depan rumah sindy. Kala itu, sindy dan jungkook sama sama telah mengalami mabuk berat.
Perkataan mereka mulai melantur dan mereka bahkan tak dapat menyeimbangkan tubuh mereka.
" tuan, nona, anda sudah sampai. Saya pamit dulu. Sekali lagi, kami meminta maaf" ucap sang pelayan yang mengantar sindy dan jungkook.
" hmm baiklah. Hmm berapa argo nya?" Tanya jungkook sembari membuka dompet nya.
" tidak tuan, terimakasih. Saya permisi" jawab pelayan itu. Yang kini telah berlalu pergi dengan mobil nya.
" jungkook ssi, masuklah ke rumahku. Kamu tidak pernah mampir kerumahku" pinta sindy dengan gaya manja layak nya anak kecil.
" tidak, aku akan pulang. Masuklah, kamu mabuk eomma mu pasti memarahimu kalau tau kamu mabuk dengan lelaki" jawab jungkook.
" tidak mau, tidak mau, eomma dan appa keluar kota, hanya ada beberapa cecak yang menemaniku. Huuuaaaaa aku sungguh kesepian" tangis sindy.
" cup cup song do eun yang manis akan terlihat jelek saat menangis. Ayo masuk aku juga ingin menumpang mandi. Mandi saat mabuk akan mengurangi pengaruh alkohol"
Jungkook dan sindy pun masuk ke rumah sindy, tentu nya masih dengan celotehan mereka, dan cara berjalan yang sempoyongan.
Sindy dan jungkook terus bercanda gurau sampai mereka sampai di kamar sindy.
Mereka bersama sama menjatuhkan diri mereka di ranjang sindy, dan tertawa terbahak bahak.
Setelah mereka berhenti tertawa, pandangan mata mereka pun bertemu.
Tatapan sindy dan jungkook seketika berubah, jungkook mulai mendekat pada sindy.
Jungkook Menutup mata nya, dan membuka sedikit bibir tipis nya.
Dan sindy pun melakukan hal yang sama.
Jungkook dan sindy sama sama tengah dipengaruhi alkohol, dan tentu saja, di dalam hati mereka berdua memang masih saling mencintai.
Itu sebab nya sindy tak menolak apa yang jungkook lakukan malam itu.
Dalam keadaan kamar yang masih sedikit gelap, dan hanya di terangi oleh lampu dari luar jendela yang menelusup di sela sela khorden, jungkook dan sindy terbawa suasana malam itu.