
Rumah sakit city..
Begitu turun dari mobil nya, Ayanna segera berlari menuju ruang ICU.
Di sana suga tengah duduk di ruang tunggu seorang diri. Ayanna segera menghampiri suga dan menanyakan keadaan namjoon.
" bagaimana keadaan namjoon?" Tanya ayanna dengan nafas yang masih terengah engah.
" Dokter masih memeriksa namjoon. Seperti nya luka nya panah" jawab suga.
Ayanna kembali menumpahkan air mata nya dan menatap namjoon yang terbaring di ruang ICU dari balik pintu kaca.
" namjoon ssi, bertahanlah. Kamu harus kuat" ucap ayanna lirih.
Beberapa menit berlalu, dan ayanna masih saja berdiri tegang di depan pintu ICU.
Listy dan jhope pun sampai di sana, dan listy segera menghampiri ayanna.
" ayyanna ssi, tenanglah, namjoon oppa pasti bisa melalui ini. Ayo duduk lah dulu" bujuk listy.
Seketika, air mata ayanna pun meluap, ayanna menangsi tersedu sedu di pelukan listy.
Tak lama, seorang dokter berkaca mata dan berambut hijau, keluar dari ruang ICU.
" Di mana kerabat pasien?" Tanya sang dokter.
" mereka dalam perjalanan dok" jawab listy.
" bagaimana keadaan namjoon dok?" Sahut ayanna.
" maaf kan kami. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi namjoon tidak dapat melawan rasa sakit nya. Dia sudah tidak bersama kita lagi" sesal dokter berkaca mata tersebut.
Kata kata sang dokter bagaikan petir yang menyambar hati ayanna, seketika hati nya hancur berkeping2.
Ayanna segera berlari masuk ke ruang ICU.
Ayanna menatap wajah namjoon dan kini telah menutup mata dengan sempurna.
Dan Tentu saja, air mata ayanna terus saja mengalir dari manik nya.
Ayanna meraba luka di kepala namjoom dan meraba wajah namjoon. Seakan tak percaya, bahwa pria yang begitu dia cintai, kini telah tiada.
" Namjoon ssi, bangunlah, bangun. Jangan seperti ini. Aku benar benar marah padamu. Bangun!" pinta ayanna sembari terus memukul tubuh namjoon yang terbaring.
" namjoon ssi, bagaimana bisa kamu membantah senior mu. Aku bilang bangun. Kamu harus meneruskan kuliah mu. Bangun joon" tambah ayanna yang kini mulai tak dapat menyeimbangkan tubuh nya.
Listy, jhope dan suga pun membantu ayanna duduk di kursi dekat ranjang namjoon.
" listy ssi, suruh dia bangun. Aku.. aku.. namjoon ssi, aku begitu mencintaimu namjoon. Maafkan aku, aku sudah mengecewakanmu. Yang sebenar nya, aku sungguh sungguh mencintai mu. Jangan tinggalkan aku joon" ucap ayanna yang kini memeluk tubuh kaku namjoon.
Sementara itu, jhope dan listy pun turut menangisi keadaan namjoon.
Tetapi berbeda dengan suga yang masih saja berdiri mematung dengan wajah datar nya.
" aku tidak menyangka, kamu pergi secepat ini joon. Kamu adalah teman yang sangat sangat baik. Semoga kamu tenang di alam sana" ucap jhope dengan uraian air mata pula.
" Namjoon ssi, bangunlah, ijin kan aku menebus kesalahanku. Aku akan menuruti semua yang kamu mau, aku akan kembali pada mu, dan kita akan hidup bahagia joon. Bangunlah... bangunlah... aku begitu mencintaimu.. apa yang akan terjadi padaku kalau kau tiada joon... aku mencintaimu.. aku mencintaimu.." rengek ayanna.
Wajah ayanna kini mulai pucat pasi, dan badan nya telah lemas tanpa daya.
Tak lama, seorang suster datang ke ruang ICU, dan mendekati namjoon.
" Maaf tuan, ada pasien yang akan memakai ruangan ICU. Tolong kalian semua keluar" ucap sang suster sembari menepuk pelan bahu namjoon masih terbaring.
Ayanna dan jhope terperanjat dan hanya bisa diam menatap susuter tersebut.
Apa lagi saat namjoon tiba tiba membuka mata nya dan beranjak dari tidur nya.
" hmm baiklah, makasih suster. Kami akan keluar sekarang. Permisi" jawab namjoon dengan senyum polos nya.
Namjoon menatap ayanna dan menarik tangan nya keluar dari ruang ICU.
Listy pun menarik jhope yang masih terdiam melongo dengan pipi yang masih basah.
" oppa, ayo keluar" ajak listy pada jhope.
Mereka semua pun keluar.
Namjoon membawa ayanna ke lorong sepi. Dan ayanna hanya diam membisu seakan tak percaya dengan semua yang dia lihat kini.
Sedangkan jhope, suga dan listy menemui dokter berambut hijau di depan ruang ICU.
Listy berdiri tepat di hadapan dokter tersebut.
" jinan oppa, terimakasih atas bantuanmu" ucap listy.
" tidak listy. Aku hanya bisa membantumu sedikit. Maafkan aku. Bahkan Aku ragu, aku bisa terlihat sepeti dokter sungguhan" ucap pria yang di panggil listy dengan nama jinan oppa.
" tidak oppa, kamu sungguh terlihat tampan, pakaian apa pun cocok dengan mu" puji listy dengan senyum mengembang di wajah nya. Bahkan mata nya terus saja terpaku pada pria tersebut.
Seketika suga menatap tajam ke arah listy dan jinan.
Listy tak menanggapi ejekan suga, listy hanya mengerucutkan bibir nya dan melirik ke arah suga.
" apa ini semua? Ini semua cuma sandiwara?" Tanya jhope.
" oppa, maafkan aku. Aku tidak punya cara lain" sesal listy.
" haiiissshh bahkan aku mengeluarkan air mata ku yang berharga ini" ucap jhope.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jin dan tuan kim telah sampai di rumah sakit, dan jin masih saja terus merintih ke sakitan memegangi perut nya.
Tuan kim mengantar jin masuk melewati ruang ICU,
Tapi di tengah jalan, tuan kim melihat ayanna dan namjoon yang tengah berbincang.
Ayanna menatap namjoon dengan tatapan tajam nya.
" apa ini?" Tanya ayanna
" maafkan aku. Hanya dengan cara ini kamu mengakui cinta mu padaku kan? Ayanna, aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu. Dan aku juga tau benar kamu tidak bisa hidup tanpa ku" jelas namjoon.
" kamu benar benar menyebalkan!"
Ayanna memukuli namjoon dan namjoon tersenyum kesakitan saat ayanna memukuli nya. Namjoon meraih tangan ayanna dan menarik ayanna ke pelukan nya.
Ayanna pun terus menangis di pelukan namjoon.
" kamu benar, aku mencintaimu, aku hanya mencintaimu. Jangan lakukan ini lagi. Hatiku benar benar hancur"
" maafkan aku, maafkan aku"
Namjoon memeluk ayanna dengan erat. Dan ayanna pun terhanyut dalam dekapan namjoon.
Tuan kim melihat semua yang ayanna lakukan , dan mendengar percakapan ayanna dan namjoon.
Tuan kim pun menghampiri ayanna dan namjoon.
" ayanna..." panggil tuan kim.
Ayanna pun menoleh ke arah tuan kim, dan segera melepas kan pelukan nya dari namjoon. Ayanna dan namjoon pun saling menjauh.
" apa yang appa lakukan disini?" Tanya ayanna dengan gugup.
" harus nya appa yang menanyakan hal itu bukan?" ucap tuan kim.
" appa, maaf kan"
" appa ingin bicara berdua dengan pria ini"
" Tapi appa, ini..."
" ayanna...."
Dengan berat hati dan langkah yang berat pula, ayanna menjauh dari namjoon dan appa nya.
Sesekali ayanna juga menoleh menatap namjoon yang terdiam dan tertunduk di depan tuan kim.
" siapa nama mu?" Tanya tuan kim.
" kim namjoon. Nama ku kim namjoon"
" apa kalian saling mencintai?"
" maafkan aku, tapi aku dan ayanna benar benar saling mencintai. Kami menjalin hubungan sudah cukup lama"
" kamu tau bahkan aku sudah menjodohkan ayanna dengan anak temanku?"
Jin menghampiri namjoon dan tuan kim yang tengah berbincang.
" iya tuan, namjoon sudah tau soal perjodohanku dan ayanna, aku pun sudah tau bahwa namjoon dan ayanna saling mencintai" jelas jin.
Sementara namjoon hanya tertunduk tak bersuara.
" apa yang terjadi sebenar nya. Kenapa jadi seperti ini" sesal tuan kim.
" tuan kim. Ayanna sangat menyayangi anda. Tentu nya ada tau benar hal itu. Ayanna tidak ingin menolak permintaan anda" sahut namjoon.
" ah pasti karna kondisiku. Putriku yang malang, dia harus membohongi perasaan nya demi untuk menyenangkan hati ku" sesal tuan kim.
" tuan, namjoon sangat mencintai ayanna. Tolong batalkan pertunanganku dan ayanna" pinta jin.
" kamu,.."
" iya tuan, aku juga terpaksa menerima perjodohan ini. Aku juga tidak bisa menolak eomma ku. Maaf aku sudah berbohong pada anda" ucap jin.
" tuan, aku mohon, beri aku kesempatan untuk membuktikan aku pantas untuk ayanna. Aku benar benar serius mencintai ayanna" tambah namjoon.
" baiklah. Aku akan bicarakan hal ini dengan tuan dan nyonya park. Dan soal kamu namjoon, Aku akan memberikan kesempatan padamu untuk membuktikan keseriusanmu pada ayanna. Ayanna, putriku satu satu nya, aku tidak bisa membiarkan ayanna dengan lelaki sembarangan" tegas tuan kim.