Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 38



Jhope keluar dari toilet sembari merapikan kemeja yang dia kenakan.


Dia menunduk memeriksa pakaian nya dan berjalan perlahan.


Tiba tiba dia menabrak seseorang yang keluar dari toilet wanita.


Gadis itu jatuh dan jhope pun membantu nya berdiri.


Dia seorang gadis berambut panjang, dan memakai gaun bercorak bunga.


" maaf nona, aku tidak sengaja. aku.."


Jhope tak dapat meneruskan perkataan nya setelah menatap gadis di depan nya.


Gadis itu pun turut terdiam membisu dengan wajah yang terlihat pucat.


" choi back hye" panggil jhope.


" maaf, anda salah orang" jawab gadis tersebut.


Gadis bergaun bunga itu mencoba menghindari jhope.


Tapi jhope dengan cepat mengejar nya dan menarik tangan nya.


Jhope mengungkung gadis itu dengan kedua tangan nya.


" kamu back hye. Kamu choi back hye. Tatapan ini, nafas ini, dan luka di pelipis mu. Siapa yang mau kamu tipu? Aku bahkan ingat, aroma tubuh mu" ucap jhope dengan mata yang mulai memerah.


"hoby! Hentikan!" Bentak gadis yang di panggil jhope dengan nama back hye.


" hoby? Bahkan kamu masih memanggil ku dengan nama itu. Kamu back hye. Kenapa kamu mengelak?" Tanya jhope.


" karna back hye sudah mati. Aku bukan back hye lagi. Aku babhie"


Back hye mulai mengalirkan air mata dari manik nya.


" apa semua nya akan berubah hanya dengan kamu mengganti nama mu? Jelaskan apa yang terjadi? Sandiwara apa yang kamu main kan? Kecelakaan? Babhie? Apa ini semua?"


" hoby. Aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang. Aku harus pergi"


" tidak sebelum kamu menjelaskan apa yang terjadi. Apa kamu mencoba menghindari ku? Apa kecelakaan itu hanya alasan untuk mu menghindari ku? Jawab!" Bentak jhope sembari memukul tembok, tepat di samping wajah back he.


" aku tidak pernah berniat menghindari mu hoby. Tapi tolong mengertilah. Aku harus pergi sekarang"


Back hye mengigit tangan jhope dan pergi menjauhi jope.


Sementara, jhope terus memegangi tangan nya yang terluka bekas gigitan back hye.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit...


Listy duduk di antara jinan dan suga. Tapi tatapan listy terus tertuju pada jinan.


Bahkan listy dan jinan terus saja berbincang berdua, tanpa menghiraukan keberadaan suga.


" oppa, apa kegiatan mu sekarang?" Tanya listy.


" aku hanya mengurus perusahaan appa ku, dan aku juga masuk sebuah agensi boy grup. Tapi masih belum debut" jelas jinan.


" wah itu sangat bagus oppa, aku ingat benar, suara mu sangat merdu dan kamu juga ahli dance" puji listy.


" ah kamu berlebihan. Aku hanya menuruti hobi ku" bantah jinan.


Selama perbincangan listy dan jinan, suga hanya diam melipat tangan nya. Dan sesekali tersenyum kecut melihat kedekatan listy dan jinan.


Tak lama kemudian ayanna menghampiri listy, suga dan jinan.


Listy pun segera mendekati ayanna, saat ayanna berjalan perlahan dengan wajah tertunduk layu.


" ayanna? Maafkan aku" ucap listy.


" tidak listy. Aku tau niat mu baik. Aku hanya khawatir dengan perbincangan namjoon dan appa. Aku takut mereka tidak bisa menemukan jalan tengah. Dan appa, kesehatan appa.. aku sangat khawatir" jawab ayanna.


" tidak ada yang perlu kamu kawatir kan ayanna" sahut tuan kim yang tiba tiba berada di belakang ayanna.


Tuan kim berjalan menghampiri ayanna dan di ikuti jin dan namjoon yang kini tersenyum lebar.


" appa.."


" putri appa sudah dewasa sekarang. Dia rela mengorbankan perasaan nya demi appa, tapi dia lupa, perasaan nya lebih berharga dari apapun. Dia lupa appa nya sangat menyayangi nya" sindir tuan kim.


" appa, maafkan ayanna" ucap ayanna yang kini telah menenggelamkan kepala nya di bahu tuan kim.


" appa ingin yang terbaik untukmu. Appa tidak ingin kamu memaksakan hati mu demi keinginan appa. Appa tau putri appa sudah bisa menggambil pilihan yang terbaik. Appa percaya padamu"


" appa mengizinkan ku bersama dengan namjoon?" Tanya ayanna.


" appa akan membatalkan pertunanganmu dan jin. Tapi soal namjoon, appa belum bisa merestui kalian. Appa memberi nya kesempatan untuk membuktikan diri nya, bahwa dia bisa menjagamu lahir batin" jelas tuan kim.


Ayanna pun mengusap air mata yang membanjiri pipi nya dan Ayanna tersenyum pada lelaki berlesung pipi yang teramat dia cintai.


" makasih appa. Aku sangat menyayangi appa" ucap ayanna yang kembali memeluk tuan kim.


" listy, makasih banyak. Kamu sudah berusaha keras membantu kami" ucap namjoon.


" ah tidak begitu. Jinan oppa yang sudah banyak membantu kita. Kalau jinan oppa tidak meminjamkan ruang ICU, dan berpura pura memjadi dokter, ini tidak akan terjadi" elak listy.


" aku hanya membantu teman baikku, listy. Aku senang bisa membantu kalian juga" jawab jinan.


" hey, aku juga berperan dalam sandiwara ini. Apa tidak ada yang mau berterimakasih padaku?" Timpa suga.


Semua orang tertawa saat mendengar celetukan suga.


" oh ya benar. Suga ssi, akting mu sangat bagus. Tapi kamu lebih cocok berperan menjadi batu. Itu cocok untukmu" ejek listy.


" akting mu juga tidak bagus, tangisanmu tidak natural" balas suga.


" setidak nya aku menangis"  jawab listy.


" akting jhope yang lebih natural" sahut namjoon.


" jhope oppa memang tidak tau soal sandiwara ini. Dia kira ini sungguhan" jawab listy.


" oh ya dimana jhope? Dari tadi aku tidak melihat nya" sambung jin.


" iya, kemana oppa pergi? Hmm aku akan mencari nya" jawab listy.


Listy pergi mencari jhope sementara yang lain terus berbincang di lorong rumah sakit.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Panti asuhan..


Jimin berjalan menuju panti asuhan. Jimin memberikan beberapa kantong makanan untuk anak anak panti.


Anak anak panti menyambut jimin dengan penuh riang gembira.


Nyonya ji wook pun turut tersenyum melihat kebahagiaan anak anak.


Setelah anak2 mendapat makanan masing masing, nyonya ji wook menghampiri jimin yang tengah tersenyum melihat anak anak yang terlihat begitu bahagia.


" jimin ssi, terimakasih, anak anak begitu senang kamu datang" ucap nyonya jiwook


" sama sama nyonya. Aku juga senang melihat mereka tersenyum seperti itu. Hmm aku kira suga hyung disini"


" tidak, suga tidak kesini dari kemaren. Bahkan tata dan sujin juga tidak kesini sejak kemaren"


" lho kemana mereka?"


" sujin bilang, tata sakit"


" hmm baiklah nyonya. Aku ingin melihat keadaan tata dulu. Saat aku punya uang lagi, aku akan membeli makanan lagi untuk anak anak"


" hati mu sungguh mulia jimin. Terimakasih banyak"


Setelah berpamitan, jimin pergi ke rumah tata.


Jimin mengetuk pintu rumah tata yang saat itu dalam keadaan setengah terbuka.


" permisi, sujin ssi, tata ssi" panggil jimin.


Terlihat sujin berjalan keluar dari kamar tata. Sujin melihat jimin, dan segera menghampiri jimin.


" uncle, syukurlah uncle datang" ucap sujin.


" kenapa? Ada apa?" Tanya jimin.


" Badan eomma panas, dan uncle kookie belum pulang, ponsel nya juga tidak bisa di hubungi"


" ayo temui eomma mu. Uncle akan memeriksa keadaan eomma mu"


Jimin dan sujin berjalan menuju kamar tata, dan mendapati tata yg terbaring dengan wajah pucat nya.


" tata, kamu demam?" Tanya jimin sembari menempelkan punggung tangan nya di dahi tata.


" aku baik baik saja. Hanya deman biasa" elak tata.


" tapi seperti nya demam mu tinggi"


Di tengah perbincangan jimin dan tata, suara ketukan pintu, terdengar lirih dari arah ruang tamu.


" aku akan memeriksanya" pamit jimin.


Jimin berjalan menuju ruang tamu. Seorang pria berjas rapi nampak berdiri di samping pintu.


Jimin pun menghampiri lelaki tersebut yang tidak lain adalah kim ji suk, mantan suami tata.


" ada yang bisa saya bantu?" Tanya jimin.


" maaf, anda siapa ya?" Tanya ji suk balik.


" aku teman jungkook.."


Sebelum jimin menyelesaikan kata kata nya, suara sujin memotong perkataan jimin.


" Appa..." panggil sujin yang kini berlari memeluk appa nya.


" sujin ssi, appa sangat merindukanmu. Kamu sudah bersiap untuk pulang?" Tanya jisuk.


" hmm tunggu tunggu, kamu appa nya sujin?"


" iya aku appa kandung sujin. Dan malam ini aku akan membawa sujin pulang bersama ku" jawab jisuk.