
Jin menatap potret masa kecil jimin dan diri nya dalam satu bingkai, memeluk erat dgn penuh kasih sayang.
" aku sangat merindukan masa masa itu jimin. Saat kita menjadi kakak adik yg sesungguhnya. Kamu kesal dengan ayah dan ibu. Aku juga merasakan hal yg sama. Tapi kenapa hubungan kita yg menjadi berantakan seperti ini" batin jin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook..
Jungkook bersiap bekerja dia berpamitan pada tata.
" noona aku berangkat dulu, dan ini uang pendaftaran sekolah untuk sujin" ucap jungkook sembari meletakan beberapa lembar uang di meja makan.
" jungkook, besok aku akan menandatangani kontrak dgn perusahaan penerbitan buku. Keluarlah dari kepolisian. Noona tidak tega melihatmu seperti ini" pinta tata.
" kenapa? Aku baik baik saja" jawab jungkook santai.
" baik gimana? Kamu terus bekerja dari siang sampe malam. Malam sampai pagi. Dengarkan kata2 noona mu ini. Aku akan memukulmu kalau kamu terus membantah. Aku sudah bosan memakaikan koyo di badanmu" tegas tata.
" oo jadi noona nggak iklas ni ceritanya. Hmm iya, aku akan memikirkannya" ucap jungkook.
" ambilah tawaran teman listy itu. Itu adalah impianmu menjadi penyanyi"
Jungkook hanya diam dan tertunduk. Kemudian dia menatap mata Tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jhope masuk ke kamar listy, Dan duduk di kasur. Sementara listy terus merapikan dirinya setelah mandi.
" kamu tadi tidak jadi ke kampus?" Tanya jhope.
" tidak kak. Besok saja" listy mulai berhenti menyisir rambut nya dan menatap jhope dari cermin di depan nya.
" kenapa?" Tanya jhope kembali.
Listy kembali mengingat kejadian tadi siang saat dia berada di rumah suga.
listy flash back...
Dia membantu suga masuk ke rumahnya, dan membaringkan nya di sofa ruang tamu.
" kamu punya kotak p3k?" Tanya listy.
" di atas kulkas" jawab suga singakat.
" yg benar saja. Kamu meletakan nya di sana?" Omel listy.
" aku kesakitan, kamu malah ribut mempermasalahkan tempatnya" ketus suga.
" iya iya"
Listy mengambil kotak p3k dan segera mengobati luka di kaki suga.
Suga sempat kesakitan tapi listy memegangi tangan suga dan sesekali melotot ke pada suga karena suga terus saja bergerak.
" kamu tidak cocok jadi suster. Kamu sangat kasar. aw pelan pelan dong" rintih suga.
" siapa juga yg mau jadi suster. Kalo kamu tidak bisa menahan rasa sakit makannya tidak usah berkelahi" maki listy sambil terus membersihkan luka suga.
" siapa juga yg mau berkelahi"
" udah kakimu dan tanganmu sudah selsesai"
" bibirku dan pipiku?" Tanya suga dgn wajah polos nya.
" kamu bisa melakukanya sendiri. Ini cermin nya" ucap listry sambil menyodor kan cermin pada suga.
" kenapa nanggung begitu. Sekalian saja cepat lakukan"
" ih dasar manja"
Listy menuruti permintaan suga, dan mengobati pipi dan bibir suga.
Mereka sangat dekat sekarang. Suga mulai mencuri pandang pada listy.
Dan sesekali suga melihat ke arah cermin.
" apa? Tidak usah memandangiku. Nanti kamu jatuh cinta" tegur listy.
Suga pun tertawa.
" kamu bukan tipeku" jawab suga santai.
" sudah selesai. Aku akan menaruh kotak nya lagi. bagus lah kalo aku bukan tipe mu. Karna kamu juga bukan tipeku. Aku juga tidak peduli pada tipemu. Jadi jangan beri tahu aku ya. Aku nggak pernah tertarik dgn urusan orang. Tapi aku penasaran kenapa mereka memukulimu? Oya dari mana kamu mengenal kak tata?" Listy terus berbicara tanpa melihat ke arah suga.
Saat listy kembali ke suga, Ternyata dia tertidur. Listy bingung apa yg harus dia lakukan.
" apa aku pergi saja. Tapi bagaimana kalo dia butuh sesuatu, dia bilang dia tinggal sendiri" batin listy.
kemudian listy mulai merapikan rumah suga. Dan juga memasak untuk suga.
Setelah selesai dia duduk di depan suga yg masih tertidur. Dia memainkan ponsel nya dan mendengar musik seriosa kesukaan nya.
Tak lama, suga pun bangun.
" apa aku tertidur?" Tanya suga.
" iya. Kamu tidur 2 jam" jawab listy.
" kenapa kamu tidak pulang saja. Kamu pasti bosan menungguku" suga mulai duduk sambil menatap listy.
" mana bisa aku pergi begitu saja. Oya aku juga memasak untukmu. Makanlah sana" jawab listy.
" apa yg kamu lakukan dgn rumahku?" Suga mulai terlihat panik setelah melihat rumah nya yg kini terlihat berbeda.
" aku hanya merapikannya" jawab listy pelan.
" dimana tumpukan kertas di meja pembuatan tato?" Tanya suga dgn nada meninggi.
" sudah ku buang, itu sampah kan. Kenapa kamu kamu menyimpan sampah di sana"
" cukup. Siapa yg menyuruhmu menyentuh barang2 ku. kamu mengacaukan segalanya" maki suga.
" kenapa kamu marah marah, aku membantumu pulang, membereskan rumahmu bahkan memasak untukmu, tapi kenapa kamu marah marah" listy pun bangun dari duduk nya dan membalas makian suga.
Jimin pun datang. Jimin melihat listy dan suga yg sedang bertengkar.
Jimin mengetuk pintu dan tetap berdiri di depan pintu.
" apa aku mengganggu kalian?" Tanya jimin pelan.
Listy langsung mengambil tas dan ponsel nya, lalu dia pergi begitu saja.
Listy flash back off...
" hey. Kenapa melamun? Kemana kamu pergi tadi pagi?"
" hmm aku ke rumah temanku oppa. Aku mau ke mini market dulu" jawab listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor polisi...
Jungkook teringat kata kata Tata. Dia melamun di sebuah kursi.
" hei jungkook. Kenapa melamun? Kamu tidak punya kerjaan? Pergilah berpatroli. Gantikan tugasku" perintah pria bertubuh gempal itu.
" aku baru pulang berpatroli hyung" bantah jungkook.
" kamu sudah berani membantah seniormu?" Ketus sang senior.
Jungkook pun langsung bangun, dan mengambil kunci motor.
Dia pergi berkeliling sendiri malam malam.
Dia mampir ke mini market tempat taehyung bekerja.
" jungkook" sapa taehyung.
" hai tae, berikan aku makanan ringan" pinta jungkook.
" ini mini market bukan cafe, ambillah sendiri" jawab taehyung.
" kamu malah membuat aku semakin kesal" jungkook pun berlalu mencari cemilan yg dia inginkan.
Jungkook pergi mengambil cemilan dan duduk di depan mini market, lalu taehyung juga duduk di samping jungkook dan mengambil cemilan jungkook.
" heiy kamu setiap hari di sini. Kamu masih saja mengambil makananku" protes jungkook.
" heih pelit sekali. Aku bekerja di sini bukan pemilik mini market ini" jawab taehyung.
Listy pun datang ke mini market, dia terus menunduk sambil sesekali menendang batu di depannya.
" Listy Kemarilah" ajak taehyung.
listy langsung menghampiri taehyung dan jungkook.
" lho jungkook?" Ucap listy.
" kalian saling kenal?" Tanya jungkook.
" dia baru pindah di depan rumahku" jaeab taehyung.
" apa yg kalian bicarakan malam2 begini" tanya listy.
" tidak ada. Kita hanya berebut makanan" jawab jungkook.
" oo. Sinikan aku juga mau" listy merebut cemilan di depan taehyung.
" kenapa muka kalian berdua kusut gitu si?" Tanya taehyung.
" masalah pekerjaan" jawab jungkook singkat.
" ikutlah aku ke rumah kak namjoon. Sapa tau kita bisa menjadi penyanyi. Kamu bebas dari masalah pekerjaanmu itu" tawar taehyung.
" kalian juga di tawari menjadi penyanyi?" Tanya listy.
" kamu juga?" Tanya jungkook dan taehyung bersamaan.
" oppa ku yg di tawari. jhope oppa. Dia ahli dalam menari. namjoon oppa terus membujuk nya. Tapi dia belum mau melakukan hal itu" jelas listy.
" jadi dia mencari penyanyi apa penari?" Tanya jungkook.
" dia bilang boygrup. Menyanyi dan menari" terang taehyung.
" oh. Tapi aku tidak bisa menari" sesal jungkook.
" cobalah dulu. Apa salahnya mencoba" bujuk taehyung.
" tae benar. Ayo kita kesana. Aku akan membawa jhope oppa ke sana" tambah listy.
Taehyung, jungkook dan listy terus melanjutkan berbincangan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah namjoon...
Namjoon membuat berbagai lagu. Dia memainkan piano nya dan menulis di sebuah kertas.
Tapi perhatian nya teralihkan oleh foto di meja kerjanya.
Dia mengambil foto seorang gadis yg tertawa lepas. Gadis itu tidak lain adalah kim ayana.
" aku tidak akan menyerah semudah ini. Cinta kita tidak akan bisa terpisah hanya karena harta. Aku akan membuktikan aku pantas menjadi lelakimu" ucap namjoon pada potret ayana di tangan kanan nya.
Namjoon teringat kembali masa masa indah nya dengan ayanna saat mereka masih menjalin hubungan kekasih.
Namjoon flash back on...
Saat ulang tahun namjoon, ayanna memberi kejutan pada nya dan mereka makan malam bersama.
Senyum terus berkembang di wajah mereka berdua.
Namjoon terus menggenggam tangan ayana, dan saling menyuapi makan malam. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama dgn penuh kasih sayang dan canda tawa. Namjoon terus mengukir senyu. Di bibir ayana.
Sampai akhir nya namjoon mendapat telfon dari ayanna kalau ayah nya akan menjodohkan ayana dgn anak dari teman ayah nya.
Ayanna adalah anak dari seorang mentri.
Ayah nya sangat di hormati oleh warga sekitar, Itu sebabnya ayah nya menjodohkan ayana dgn anak dari temannya.
Namjoon flash back off...
Namjoon kembali meletakan foto ayanna dan memulai membuat lagu kembali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah suga...
Suga masuk ke dapur dan melihat kotak berisi tumpukan kertas yg tadi dia cari di samping tempat sampah.
Suga kembali mengambil kotak tersebut dan membawanya ke kamar.
" ternyata masih ada. Sukurlah dia tidak membuang nya" batin suga sembari membongkar isi kotak dari tumpukan kertas kersebut.
Suga mengambil satu persatu kertas tersebut, sampai akhirnya dia mengambil sebuah foto, Foto keluarganya.
Appa, eomma dan dirinya. Waktu itu usia nya masih sekitar 15 tahun.
Suga memasukan foto itu kembali ke tumpukan kertas tadi, setelah mendengar suara pintu terbuka.
Dia langsung menuju ruang tamu. Jiminlah yg ada didepan pintu.
" kak. Aku menginap di sini" ucap jimin.
" tumben kamu rapi, kamu dari mana?" Tanya suga.
" mencari kerja. Ah aku sangat lelah" jawab jimin sembari duduk di sofa dan menyenderkan kepala nya di dudukan sofa.
" terus udah dapet?" Tanya suga kembali.
" ternyata mencari pekerjaan tidak semudah itu"
Jimin menceritakan yg dia alami pada suga. Dia terus keluar masuk ke berbagai kantor tapi semua menolak.