Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 49



Author pov.


Rumah taehyung...


" appa tinggal jauh dari kalian, bertahun tahun lama nya, demi menjamin keselamatan kalian. Appa bahkan takut untuk menghubungi kalian. Untung saja nyonya park sama sekali tidak tau keluarga ku. Maafkan appa, appa tidak tau lagi apa yang harus appa lakukan" sesal tuan jaemin


" Jadi selama ini itu lah yang terjadi appa? Maafkan aku, aku tidak tau begitu berat jalan yang appa lalui. Appa maafkan aku. Aku membencimu tanpa tau kesusahan mu" ucap taehyung.


" ini juga bukan kesalahanmu taehyung, takdir yang telah mempermainkan kita"


Taehyung dan tuan kim jaemin pun saling memeluk, melepas rindu yang terpendam 16 tahun lama nya. Tangis bahagia pun menghiasi pelepasan rindu mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor PG Industri..


Defy sampai di kantor, dan segera duduk di samping sindy yang tengah menyiapkan beberapa file di meja nya.


" maaf aku terlambat. Apa dia sudah datang?" Tanya defy.


" biasa nya kamu memanggil nya bos galak, pasti berbeda sekarang, jadi apa? Oppa? Atau sayang?" Ledek sindy.


" berhentilah meledekku. Oya kenapa kamu tidak masuk kemaren?"


" ah, hmm aku, sudahlah ceritanya panjang. Hm defy, apa kamu tau, listy, suga dan jhope berada di rumah sakit?"


" iya, mereka mengalami hal buruk. Aku turut sedih. Tapi syukurlah mereka baik baik saja"


" bagaimana kalau kita mengunjungi mereka, setelah pulang kantor? Jungkook bilang, mereka sudah di perbolehkan pulang"


" ide bagus. Aku ikut" celetuk jin dari belakang defy dan sindy.


Tentu saja, defy dan sindy begitu terkejut, karna mereka tak menyadari jin telah berada di belakang mereka.


" oppa, kamu mengagetkan kami saja" keluh defy sembari memukuli jin.


" iya iya maafkan aku. Jadi kita akan kerumah jhope dulu apa suga?" Tanya jin.


" jungkook bilang, suga juga berada di rumah jhope" sahut sindy.


" kita akan pergi setelah jam kantor selesai, cepat masuk ke ruanganmu, dan bekerjalah dengan baik" printah defy, yang kini mulai mendorong jin menjauhi mereka.


" hey, siapa bos nya disini? Kenapa gadis ini lebih galak dariku?" Protes jin.


" udah pergi sana"


Sindy hanya tertawa melihat defy dan jin yang terus saja bertengkar di depan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kamar listy..


Listy dan jimin membantu suga berbaring di ranjang listy.


Setelah suga berbaring sempurna di ranjang listy, listy membuka khorden kamar nya, dan membuka jendela kamar nya lebar lebar.


" suga hyung. Istirahatlah, aku akan mulai bekerja. Listy, jaga bayi besar ini" pamit jimin.


" hey jaga bicara mu. Siapa yang kamu panggil bayi?" Protes suga.


Tetapi jimin tak menanggapi makian suga, jimin keluar dari kamar listy.


" kenapa harus repot seperti ini?" Aku bisa tinggal di rumahku saja. Aku tidak mau menjadi benan kalian" ucap suga.


" diamlah bayi besar, kamu sakit. Dan kamu tinggal sendiri di rumahmu, tidak ada yang merawatmu"


" jadi kamu yang akan merawatku?"


" kami semua yang akan merawatmu. Sekarang, makan sarapan dan minum obat obatmu"


" kenapa aku di kamarmu? Kenapa bukan di kamar tamu saja? Apa kita akan tidur bersama?"


" iiisscchh, dasar mesum. hanya kamarku yang mempunyai jendela besar, dan menghadap langsung ke taman belakang. Udara nya sejuk, suara percikan air, dan ikan yang berenang di kolam, bisa membuat mu releks, itu mempercepat kesembuhanmu"


" kamu menyukai hal hal sepeti ini?"


" hmm tentu saja, ini membuatku sangat tenang"


" seperti nya aku juga membutuhkan ketenangan seperti ini"


" Suga ssi, kamu tinggal sendiri di rumahmu. Dimana appa dan eomma mu? Aku bahkan tidak tau asal mu. Aku rasa kamu tidak berasal dari seoul"


" iya, aku berasal dari daegu"


" lalu keluargamu masih di sana? Apa kamu sering pulang ke daegu? Atau mereka yang ke sini?"


" Listy, aku tidak ingin membahas nya sekarang"


" baiklah. Buka mulutmu"


Suga menuruti perkataan listy. Dan listy pun menyuapi suga dan memberinya obat.


" di kamar ini Aku bisa melukapan masalahku saat melihat ikan berenang dan daun2 hijau di sekitar nya. Lalu kamu?"


" apa?"


" apa yang kamu sukai? Apa yang membuatmu tenang?"


" kamu"


" mwho?"


" aku menyukaimu,dan menatapmu membuatku tenang"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kamar yuri..


Lee yuri pov.


Aku berbaring di ranjang ku, dan menatap langit langit kamar ku


Dengan wajah lesu, aku teringat kembali perkataan jhope.


aku teman baik listy, dan gadis itu teman baik nya. Ini sungguh keterlaluan, dia juga memuji wanita itu.


Anggun?


Tapi wanita itu memang cantik dan anggun.


Haghhhhh apa yang terjadi padaku? Meskipun mereka sudah putus, tapi aku tidak bisa membiarkan back hye mendekati jhope ku.


Apa jhope menyukai gadis yang anggun dan terlihat lemah seperti dia?


Bagaimana kalau jhope oppa kembali jatuh cinta pada nya?


Segala pikiran bukuk terus terlintas di benakku. Itu sungguh menggangguku.


Setelah beberapa menit memikirkan nya, aku pun mendapatkan sebuah ide.


Aku membuka lemari pakaianku, membongkar setiap baju yang tertata rapi di lemari besarku.


Aku mencari sepasang baju yang akan terlibat anggun saat aku pakai.


Entah kenapa, aku ingin terlihat seperti back hye eonnie, aku ingin terlihat anggung di depan jhope, aku ingin, hanya aku yang di lihat jhope.


Setelah beberapa jam mencari nya, aku pun menemukan atasan yang menurutku lebih feminim, dan rok kotak2 dengan warna selaras.


Bahkan aku memakai wig panjang untuk mendukung penampilanku.


Sebenar nya aku sedikit ragu, tapi aku benar benar ingin jhope oppa, melihat ku dengan tampilan yang berbeda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author pov.


Kamar jhope..


Jhope dan back hye duduk berhadapan. Dengan bersender pada bantal, jhope mulai berbincang dengan back hye.


" back hye ssi, kamu sudah aman sekarang, ceritakan apa yang membuatmu mengubah identitas mu selama berbulan bulan lama nya"


Dengan wajah tertunduk lesu, back hye mulai menceritakan kejadian yang menimpa nya.


Back hye flash back on...


Back hye pov.


pada malam itu, aku berkendara sendiri, melintasi tol yang melalui lautan.


Kala itu, jhope sudah melarangku untuk pergi ke luar kota. Tapi karna pekerjaanku yang memang mengharuskanku untuk pergi malam itu juga, aku pun nekat untuk pergi sendiri.


Tanpa firasat apapun, aku pergi. Dengan music full volume, aku turut bersenandung sendiri.


Tanpa aku sadari, sebuah truk melaju kencang di belakangku.


Truk itu terus membunyikan klakson nya, tetapi dgn musik yang sangat keras, aku tak dapat mendengar suara klakson truk itu.


Aku terus berkendara tanpa menoleh ke arah sepion.


Bencana itu pun terjadi, truk di belakang mobilku menyalipku, tetapi aku tidak meminggirkan mobilku.


Mobilku terserempet truk dan buruk nya, mobil kecilku oleng dan terjatuh ke laut. Laut yang begitu dalam.


Parah nya lagi, aku sama sekali tidak bisa berenang, aku tenggelam dan tak sadar kan diri.


Pada saat itu, min junhoo tengah berlayar dengan kapal nya.


Dia menemukanku, Danmerawatku.


Saat itu, aku kehilangan ingatanku. setelah 2 bulan tinggal bersama min junhoo, min junhoo melamarku, dan kami pun menikah.


Awal nya, dia begitu baik padaku. Bahkan dia begitu sopan padaku, tapi setelah kami menikah, perlahan sikap asli nya terlihat.


Bahkan dia tega memjual tubuhku, untuk urusan bisnis nya.


Author pov.


Back hye terus membanjiri pipi nya dengan air mata. Dan tentu saja, jhope berusah membuat back hye tenang dengan pelukan hangat nya.


" sudahlah. Ini semua sudah berakhir, lupakan masa lalu buruk mu"


" makasih hoby. Sampai sekarang pun kamu selalu ada untuk menghiburku"


" aku akan selalu ada untukmu. Kapanpun kamu membutuhkan bahuku, aku akan datang padamu. Hemh? Tersenyumlah. Yang aku ingat, senyum choi back hye sangat manis kan"


" hobby, jangan merayuku"


" hmm back hye ssi, apa kamu tau soal appa mu?"


" iya, saat ingatanku kembali, aku menyuruh seseorang untuk selalu menjaga keluargaku. Dan ternyata appa pergi setelah tau aku kecelakaan. Aku tidak bisa memberi tau eomma kalau aku masih hidup. Aku takut junhoo akan menyusahkan eommaku"


" junhoo juga pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja, kamu tidak bisa kembali ke rumahmu dulu"


" iya, junhoo pasti terus memantau setiap gerak gerikku, aku tidak bisa membuat junhoo menemukan eomma ku. Junhoo tau benar eomma lah kelemahanku"