Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 28



Setelah EO pergi, Listy menatap suga dgn tajam, dan mengerucutkan bibir nya.


" apa? Ayo pulang" ajak suga.


Listy terlihat kesal dan dia pergi menghampiri jimin dan Yuri yg sedang berbincang.


" apa kamu tau soal perjodohan jin hyung?"


" iya, jin oppa tidak bisa menolak ahjuma, saat itu ahjumma sakit dan jin oppa mengiyakan permintaan ahjumma, padahal sudah lama jin oppa jatuh cinta pada Defy"


" apa yg kalian bicarakan?" Celetuk listy.


" tidak ada, hmm suga hyung, aku mau pulang dulu ke rumahku. Listy, bisakah kamu pulang dgn suga hyung? Aku akan pulang dgn Yuri" pinta jimin.


" hmm itu bagus, ayo jimin, kita pergi sekarang" sambung yuri.


Yuri dan jimin meninggalkan listy berdua dgn suga. Tanpa mendengar jawaban dari listy.


" ayo pulang" ajak suga.


" iya.."


Listy dan suga berdiri di depan motor suga, suga mengambil helm dan memakaikan nya pada listy.


" aku bisa memakai nya sendiri" ketus listy, sembari menyingkirkan tangan suga.


" yyyaaa! diamlah. Aku tidak suka kamu terus membantah seperti itu. Aku ingin yg terbaik untukmu. Aku tidak ingin suatu hal buruk terjadi padamu" ucap suga dengan nada tegas.


Sontak listy pun menatap suga dengan penuh heran. Pasal nya jarang sekali listy menatap mata suga yang terlihat serius sepeti sekarang.


" kenapa?" Tanya listy, tampa bekedip di depan suga.


" gadis bodoh. Kamu masih bertanya kenapa?"


Suga mengetuk dengan keras helm yang listy pakai.


" ayo cepat, ku antar pulang, sudah malam, oppa mu pasti khawatir"


Listy terus tersenyum saat suga menuntun tangan nya untuk berpegangan ke pinggang suga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman park


Jimin dan yuri telah sampai di rumah. jimin pun langsung masuk ke kamar jin.


" jimin. Kemarilah, hyung senang kamu pulang"


" hyung akan menerima perjodohan itu?"


" sudah tidak usah di pikirkan lagi. Aku tahu apa yg harus aku lakukan"


" tapi itu tidak adil untuk defy. Aku sebagai teman defy, aku tidak mau defy menerima ketidak adilan ini. Hyung juga pasti tidak bisa bahagia kalau memaksakan diri"


Tiba tiba, pintu kamar jin terbuka, nyonya park berdiri di sana dengan wajah yg terlihat begitu marah.


" hentikan jimin! Berani beraninya kamu membujuk hyung mu, untuk membantahku" maki nyonya park.


" eomma mengertilah, jin hyung sudah memiliki kekasih" jelas jimin.


" jimin tenanglah. Biar oppa yg mengurus ini semua" ucap jin yang berusaha mencairkan suasana.


" memang siapa kamu hagh? Kamu tidak berhak ikut campur urusan kami. Kamu hanya saodara tiri jin. Kamu sama seperti eomma mu, tidak tau diri dan tidak tau malu. Kalian menjijihkan" tambah nyonya park.


" eomma, cukup!" Bentak jin.


Jimin sangat terluka dgn perkataan nyonya park. Meskipun dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang, dari nyonya park, tapi jimmin selalu menghormati dan menyayangi nyonya park.


Itu sebab nya jimmin bisa tertunduk tertunduk dan menetekan air mata nya, teringat sosok ibu kandung nya.


" kami selalu memanjakan mu, memaklumi tingkah mu yang liar itu. Kami memberikan segala nya. Tapi kamu masih saja kurang ajar" umpat nyonya park.


" apa nyonya? Apa yg nyonya berikan padaku? Kasih sayang? Cinta? Bahkan nyonya sama sekali tidak pernah memelukku. Nyonya selalu mengabaikan ku, dan terus membanding2 kan aku dengan jin hyung. Dari segi apa anda memanjakan ku? Apa hanya dengan semua harta ini?"


" memalukan. Seharus nya kamu bercermin. Kalau kamu ingin di hargai. Buatlah dirimu berharga"


" dengan cara apa? Apa Aku harus menurut semua yg nyonya perintahkan? Aku bahkan lebih merasa seperti peliharaan dari pada anakmu nyonya"


" jimin!! Dasar anak haram, tidak tau diri"


Nyonya park hampir menampar jimmin, tapi jin segera berdiri di hadapan jimmin. Dan menerima tamparan eomma nya demi jimmin.


Sontak Nyonya park terdiam dan sangat menyesal telah menampar jin. Dia segera mengusap pipi jin.


" jin, puntraku. Jin maafkan eomma sayang"


" eomma, selama ini aku hanya diam saat eomma memarahi jimin, karena aku tau dia salah. Tapi sikap eomma saat ini sangat berlebihan. Jimmin itu adikku. Entah adik kandung atau tiri, Dia tetap adikku. aku menyayangi nya lebih dari apapun. Aku orang yg paling beruntung mendapatkan adik seperti dia. Kalo eomma tidak bisa menerima jimin aku juga tidak bisa terus berada di rumah ini. Ayo jimmin"


Jin menggandeng tangan jimmin dan keluar dari kamar nya, sementara nyonya park terus mengejar jin dan menarik tangan jin.


" jin, putraku. Jangan tinggalkan eomma. Kamu lebih memilih anak kurang ajar itu dari pada eomma mu?"


" cukup eomma, cukup"


Jin dan jimmin pergi dari rumah.


Jin memanggil sebuah taksi dan mereka pun pergi.


Sepanjang jalan, jin hanya diam tertunduk. Begitu pun jimin.


Sesekali jimin menatap ke arah hyung nya.


" maafkan aku hyung, aku tidak menyangka kamu sangat menyayangi ku" batin jimin.


Rumah suga...


Jimmin mengajak jin untuk menginap di rumah suga.


" suga hyung, hyung ku akan menginap malam ini" ucap jimin saat masuk ke rumah suga.


Saat itu, suga tengah asik memainkan ponsel nya.


" kalian pikir ini hotel. Hagh keterlaluan"


Suga pergi kekamar nya.


" hyung, ayo masuklah. Kita tidur di kamar tamu" ajak jimin.


" apa tidak papa? Kelihatan nya suga tidak suka kita disini" tanya jin.


" Dia memang seperti itu, kasar, tapi dia sangat baik. Dia sudah seperti hyung ku" jawab jimin santai.


Tak sengaja suga melewati kamar mereka dan melihat mereka bercanda ria.


Suga tersenyum melihat jimin yg begitu ceria saat bersama hyung nya. Tak seperti biasa nya, tawa jimin kali ini begitu lepas dan tulus.


Pagi hari..


Semua nya berkumpul di depan stadion.


Beberapa pekerja mulai terlihat tengah menyiapkan panggung.


Bahkan jin juga turut hadir di sana. Tapi suasana canggung begitu terasa.


" hayy ada apa ini. Kalian seperti tidak bersemangat" tegur namjoon.


" ayo dong.. nanti malam kan konser kita" sambung jimin.


" ayo kita latihan lagi" tambah suga.


" baiklah, para wanita ayo kita siap kan perlengkapan konser. Semangat!" Sahut listy.


Hari ini mereka begitu sibuk menyiapkan segala persiapan konser.


Meski pun sebagian besar dari mereka tengah mengalami suasana hati yg buruk, tapi persiapan konser berjalan lancar.


Setelah chack sound, mereka berkumpul di ruangan ganti.


Taehyung terlihat menjauh, menghindari defy yg memang saat itu tidak banyak bicara.


Begitupun jungkook dan sindy yg masih merasa aneh setelah perpisahan mereka.


Jhope, dan Tata juga masih saja hanyut dalam masalah yg mereka alami masing masing.


Suasana begitu sunyi terasa, hanya terdengar suara jimmin dan namjoon yg terus berdebat dengan masalah performs.


Dan listy yg sibuk mengarahkan EO di luar ruang ganti.


Tanpa listy sadari, suga tengah menatap nya sedari tadi.


Saat Listy sadar, suga tengah memperhatikan nya, listy segera pergi dari ruang ganti, setelah melebarkan matanya dan mengerucutkan bibir nya ke arah suga.


Tapi suga hanya tersenyum melihat kelakuan listy.


Taehyung melangkah keluar tanpa berkata apapun, dia duduk di luar stadion sambil meminum air mineral dari botol plastik di tangan nya.


Pandangan nya menatap jauh ke arah langit siang itu.


Jessy duduk di samping taehyung, dan langsung mengambil botol air di tangan taehyung.


" apa kamu gugup? Ini konser pertama mu kan?" Tanya jessy.


" iya. Sedikit" jawab taehyung singkat.


Jessy mengeluarkan gantungan kunci bintang dari saku celana nya.


Dan menyodorkan nya pada taehyung.


" aku pikir kamu membutuhkan ini, simpanlah"


Jessy meraih tangan taehyung dan memenaruh bintang itu di tangan nya.


Jessy menggenggam tangan taehyung.


" semua nya akan baik baik saja. Bintang ini akan menyinarimu saat kamu merasa disekitar mu sungguh gelap" ucap jessy sembari memperlihatkan senyum nya yang polos dan manis.


Taehyung hanya diam menatap bintang hijau di tangan nya.


Jessy meninggalkan taehyung sendiri di di sana.


Sementara itu, sindy terus sibuk merapikan kostum yg akan di pakai jungkook dan yg lain nya.


Jungkook mendekati sindy, dan mencoba biara pada nya.


" sindy, aku.."


" maaf jungkook, aku sibuk sekarang"


sindy meninggalkan jungkook begitu saja.


Jungkook kembali duduk dan tetus menundukan kepala nya.


" jungkookie, kamu kenapa?" Tegur jimin.


" tidak, aku baik baik saja" jawab jungkook.


" dimana tata? Apa kamu melihat nya? Listy bilang kostumku ada pada nya" tanya jimin.


" entahlah, aku tidak tau"


" kenapa kamu terlihat lemas gitu? 2 jam lagi, kita naik panggung lho? Apa kamu bertengkar dgn shindy?"


" aku.. hmm kami sudah putus"


" lho kalian kan baru berpacaran beberapa minggu. Apa masalah nya?"


" entahlah, semua nya terasa rumit"


" ah apa nya yg rumit, cara membujung wanita itu sangat mudah, belajarlah dariku"


" memang kamu pernah pacaran?"


" kamu meremehkanku?"


" sudahlah, pasti malah aneh aneh ide mu. Udah lah, ayok ganti kostum"


Jimin dan jungkook pergi menuju ruang kostum.


Defy dan jin, duduk berhadapan di sebuah ruangan.


Jin memegang kedua tangan defy dan terus menatap defy, tapi defy justru terus memalingkan wajah nya, menahan air mata.


" apa?"


" liat aku, tatap mataku. Aku akan bicara dgn Ayana, gadis yg ke kantor kemaren. Ayana pasti setuju untuk membatalkan pertunangan"


" kalau dia tidak mau? Kalo dia memang jatuh cinta padamu?"


" tidak, aku akan mengenalkanmu dgn ayana, aku tau dia gadis baik, dia tidak akan mengecewakan mu"