Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 46



Pria berjas lengkap, berkacamata dengan sepatunya yang mengkilap, kini dia menatap jhope CS


Pria itu tidak lain adalah Park jimin.


" hai semua, kalian baik baik saja? Apa aku telat?" Tanya jimin.


Tak ada yang menjawab pertanyaan jimin. Mereka hanya terdiam melongo melihat jimin.


Terutama jhope, listy dan suga yang sudah lama mengenal jimin.


Pasal nya, pakaian jimin sebelum nya, tidak pernah serapi ini.


" Tuan MiN junhoo, Anda CEO MJ group kan?" Tanya jimin yang kini mulai mendekat pada junhoo.


" siapa kamu?" Tanya junhoo


" kenalkan saya, Park jimin. Anak bungsu dari PG group. Tentu nya anda pasti tau PG group kan?"


" tapi aku tidak pernah melihatmu. Bisa saja kamu menipu ku"


" anda butuh bukti? ok manager, ambilkan ponselku"


Setelah manager memberikan ponsel jimin, jimin menunjukan potret nya bersama keluarga Park.


" ini eomma, appa, dan hyung ku. Apa anda masih butuh bukti lagi? Saya bisa memberi anda kartu keluarga kami" tantang jimin.


" tidak perlu. Jadi, apa yang membuat anda datang kemari tuan park?" Tanya junhoo sedikit kesal.


" tentu saja taman temanku. Kamu melihat nya bukan, teman temanku terluka karna mu. Dan aku sangat tidak menyukai hal ini"


" baiklah. Bawa teman2 mu pergi, tapi aku harap tidak ada kaitan bisnis dengan urusan ini"


" hahaha urusan bisnis. Oo jadi kamu ingin membuat kesepakatan denganku? Baiklah. Sekarang biarkan teman2 ku duduk tenang dalam mobil. Tak ter ke cu ali" ucap jimin, saat seorang gadis berbaju mini yang berdiri memapah jhope.


" Tidak, dia istriku. Dia akan tepat disini" jawab junhoo.


" Tidak, aku bukan istrimu lagi. Kita akan bercerai. Kamu bahkan tidak pernah memperlakukan ku layak nya istrimu" timpa back hye.


" kamu dengar sendiri kan. Jadi biarkan kami pergi, atau appa dan hyungku tidak akan melepaskanmu" ancam jimin.


Junhoo tak dapat berkata apapun lagi. Wajah nya begitu merah padam, seakan terbakar.


Junhoo pun masuk meninggalkan jimin dan yang lain nya.


Begitu junhoo pergi, jimin menghampiri jhope dan membantu nya masuk ke mobil nya.


" ayo kita ke rumah sakit. Takut nya ada luka dalam. Dan suga hyung, tanganmu?"


" dia terkena peluru. Dia juga harus ke rumah sakit" usul jinan.


Mereka semua pun pergi ke rumah sakit. Jhope dan suga segera mendapatkan perawatan dokter.


Sementara listy hanya duduk di ruang tunggu, bersama back hye. Bahkan listy masih dalam keadaan basah kuyup.


Tak lama, jinan menghampiri listy dan back hye dengan membawa dua kantong berisi pakaian.


" listy, bajumu basah, pakailah baju ini. Aku tidak ingin kamu sakit" ucap jinan.


" makasih oppa, terimakasih banyak, kamu sudah banyak membantu kami" ucap listy.


" tidak, ini hanya bantuan kecil, cepat lah ganti baju mu"


" iya oppa"


" hmm back hye ssi, ini mantel untuk mu" tambah jinan, sembari menyodor kan satu kantong lain nya pada back hye, yang hanya memakai pakaian mini.


" terimasih" ucap back hye lirih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pantai..


Satu jam lama nya, jin dan defy hanya terdiam dalam mobil nya.


Hanya suara ombak di laut lepas yang terdengar di antara mereka.


Sampai akhir nya, jin membuka suara, memecah keheningan.


" baiklah aku minta maaf. Aku minta maaf, aku sedikit keterlaluan" ucap jin sembari menggenggam tangan defy, dan menatap nya.


" sedikit? Oppa, kamu mempermalukanku di depan semua orang" protes defy.


" lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus membela mu dan melimpahkan kesalahan pada eomma?"


" bukan begitu, aku juga tidak ingin hal itu, tapi kamu juga tidak berhak mempermalukan aku begitu"


Flash back on.


Defy dan jin sampai di rumah tuan koo untuk memenuhi undangan makan siang.


Saat mereka datang, tuan dan nyonya park telah duduk berbincang dengan tuan koo.


Nyonya park begitu kesal saat melihat defy berjalan di samping jin.


Tuan koo menyambut jin dan defy dengan sangat ramah.


" woah, ini dia pangeran kita" sambut tuan koo


" selamat siang tuan koo. Tuan bisa saja"


" Dia memang pangeran kami tuan koo, untuk itu kami ingin pangeran ini mendapatkan seorang putri raja" sindir nyonya park.


Tentu saja defy yang berdiri di samping jin, merasa kikuk saat nyonya park mengatakan hal itu. Bahkan jin sesekali melirik ke arah defy.


" Beruntung sekali tuan putri yang memenangkan hati pangeran ini. Ah bukan kah kalian akan berbesan dengan tuan kim ya, benar kan tuan park?"


" tidak tuan koo, sebenarnya tuan kim telah membatalkan rencana pertunangan itu. Putri tuan kim ternyata telah memiliki kekasih" jawab tuan park.


" hmm tuan koo perkenalkan ini defy.." jin mencoba memperkenal kan defy. Tapi nyonya park segera angkat suara.


" sekertaris seokjin" potong nyonya park.


" oh iya. Ayo kita langsung makan siang saja. Sambil berbincang" ajak tuan koo


" Defy, bantu maid menyiap kan makanan kami" perintah nyonya park.


" eomma.." protes jin.


" hmm tidak papa. Kau akan melakukan nya" bisik defy pada jin.


Defy pun pergi ke dapur dan membantu maid menghidangkan makanan.


Sementara jin, tuan koo, tuan park dan nyonya park duduk di meja makan dan terus berbincang.


Beberapa menit kemudian, defy datang membawa beberapa piring makanan di atas baki.


Sayang nya, nyonya park sengaja mengganjal kaki defy dan defy pun terjatuh.


Tapi bukan nya mengacaukan meja makan sesuai dugaan nyonya park, tapi defy malah jatuh ke samping dan makanan yang defy bawa, justru jatuh ke baju nyonya park.


Sontak nyonya park pun berteriak, melihat baju nya yang penuh noda makanan.


" aaa dasar gadis kurang ajar, apa yang kamu buat pada baju mahalku. Jin, liat ulah sekertarismu" keluh nyonya park.


" eomma, tenanglah" ucap jin.


" maaf nyonya, aku tidak sengaja, aku.."


" defy, harus nya kamu lebih berhati hati. Pergilah ke mobil Tunggulah di sana saja" potong jin.


Defy sangat kecewa dengan perkataan jin. Jin justru menegur defy di depan semua orang dan menyuruh nya pergi.


Flash back off.


" baiklah, maafkan aku. Aku menyuruhmu pergi agar eomma tidak memperpanjang masalah itu. Tolong maafkan aku. Ayo kita makan dulu, perutku meraung raung sejak tadi"


" Jadi kamu juga belum makan?"


" tentu saja belum, tadi kamu menolak mampir ke cafe sebelum rapat. Bagaimana bisa aku makan saat kelasihku kelaparan"


" Maafkan aku"


" ada syaratnya"


" apa?"


" cium aku"


" udahlah, ayo cepat aku sangat lapar. Ini juga sudah malam, eomma ku dan ahjuma pasti menungguku"


" iya iya, ayo kita makan, lalu pulang"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit..


Jhope telah di pindahkan ke ruang rawat. Begitu pun suga yang telah melewati oprasi kecil, untuk mengeluarkan peluru di lengan nya.


Jhope terbaring di ranjang, dengan beberapa persban menempel di wajah dan lengan nya.


Tangan kanan nya bahkan menggunakan gip karna tulang tangan nya sedikit retak.


Back hye duduk di samping ranjang jhope dan dan terus menatap jhope.


" kenapa kamu melakukan ini? Aku tidak pantas mendapat kan ini dari mu" sesal back hye.


" Apa pun hubungan kita sekarang, kamu pernah mengisi hati ku dan hari hariku. Aku tidak bisa membiarkanmu dalam masalah sepeti itu" ucap jhope.


" terimakasih banyak"


" hmm jinan ssi, tolong antar kan back hye dan listy pulang. Mereka butuh istirahat" pinta jhope pada jinan yang berdiri di depan pintu.


" tapi aku ingin menemanimu jhope" bantah back hye.


" kamu bisa kembali besok. Kamu pasti lelah hari ini. Suster akan menjagaku"


" baiklah. Jaga dirimu. Aku akan kembali besok pagi"


" iya"


Back hye beranjak dari duduk nya. Di saat yang sama. Yuri masuk ke ruang rawat jhope dengan wajah panik nya.


Yuri sempat bertatap mata dengan back hye, tapi yuri segera menghampiri jhope setelah melihat keadaan jhope yang penuh persban.


" oppa, apa yang terjadi?" Tanya yuri yang kini mulai berlinan air mata.


Jhope pun tersenyum dan memegang tangan yuri dengan satu tangan nya.


" aku baik baik saja. Kamu lihat sendiri aku tersenyum di depanmu" jawab jhope.


" aku sangat khawatir. Aku terus menghubungimu dan listy. Tapi kalian malah seperti ini. Aku tidak suka melihat ini" keluh yuri.


" hey telor rebus, berhentilah menangis wajah mu mulai memerah, aku harus memikirkan panggilan lain untukmu" ledek jhope.


" oppa.."


Jhope tertawa terbahak bahak, dan yuri pun tersenyum dalam tangisan nya.


" sudahlah. Aku baik baik saja" ucap jhope sembari mengusap air mata yuri.


Back hye masih saja berdiri di samping pintu, memperhatikan percakapan jhope dan yuri.


Sampai akhir nya, jinan menghampiri back hye dan mengajak nya pulang.