Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 51



Rumah jhope...


Jin, jimin, namjoon dan jhope terus berbincang di kamar jhope.


Selagi para wanita menunggui suga di kamar listy.


" jin hyung, aku sudah menyelidiki junhoo, dan dia beberapa kali di panggil pengadilan untuk beberapa pemeriksaan. Aku pikir usaha nya memang ilagal" ucap jimin.


" tapi dia selalu lolos kan. Itu berarti usahanya legal. Aku tidak bisa begitu saja memutus saham ku di MJ group" jawab jin.


" aku sempat meretas data usaha nya, tapi aku belum mendapat data lengkap nya, dan sial nya memo itu hilang" sesal jhope.


" oppa, memo itu ada padaku" sahut listy yang kini berjalan masuk ke kamar jhope, di ikuti oleh defy, ayanna dan back hye.


" kamu menyimpan nya? Di mana? Oppa akan memeriksa nya" sambung jhope.


" aku menyimpan nya di kamarku, aku akan mencari nya" jawab listy.


Listy pun pergi ke kamar nya dan mencari memo card yang ia sembunyikan sejak kemaren.


" jhope hyung, kamu ahli meretas komputer?" Tanya namjoon.


" belum ahli aku hanya tau cara nya"


" defy juga ahli melakukan nya. Defy ssi, bantu jhope melakukan nya" usul jin.


" baiklah, aku akan mencoba nya" jawab defy.


Semua orang kini terfokus hanya pada layar komputer yang defy tengah periksa.


Jhope dan jin pun terus mengarahkan apa yang mereka tau tentang info min joonho.


Semua orang begitu serius dan terus berdiskusi Mengenai joonho.


sampai akhir nya, yuri datang dengan penampilan baru nya.


Dengan atasan yang terlihat feminim dannrok mini kotak dengan warna selaras.



Yuri melebarkan senyum nya dan menatap jhope. Jhope pun membalas senyuman yuri.


" yuri, kamu nampak berbeda hari ini" ucap jhope.


Yuri tersipu malu dengan ucapan jhope. Tapi senyum nya pudar saat jimin dan yang lain nya mulai mengejek nya.


" jhope hyung, dia bukan nampak berbeda, tapi aneh. Yuri apa rambut mu terbakar? Kenapa memakai rambut palsu" ledek jimin.


" yuri ssi, kamu mau ke kantor mana malam malam begini?" Tambah jin dengan tawa khas nya.


" aku tidak menyangka yuri bisa terlihat lebih feminim" sambuh namjoon.


" hentikan. Yuri terlihat cantik dengan gaya apapun" hibur back hye.


" sudah hentikan


" jhope oppa, aku menemukan beberapa catatan soal junhoo lihat lah ini" potong defy.


Listy pun datang ke kamar jhope membawa memo card yang ia sembunyikan.


" Yuri, kapan kamu datang?" Sapa listy.


" hmm baru saja" jawab yuri yang kini tertunduk dengan wajah memerah.


" ayo duduklah. Kami sedang mencari info soal min joonho, mantan suami back hye eonnie" jelas listy.


Mendengar penjelasan listy, tatapan yuri langsung tertuju pada jhope yang kini tengah fokus dengan layar komputer yang defy proyeksikan.


" Sejauh itukah kamu mengurus back hye? Kamu begitu memperjuangkan back hye?" Batin yuri.


Mata yuri mulai berkaca kaca dan wajah nya semakin merah padam menahan emosi nya.


Tanpa berkata apa pun, yuri membalikan badan nya dan segera berlari dari kamar jhope.


Semua orang pun kini menatap yuri yang pergi tanpa berpamitan.


" yuri,.. yuri ssi.. lho kenapa dia pergi?" Tanya listy.


" lihat lah, akibat ulah kalian" ucap ayanna.


" kenapa kami. Kami hanya memuji penampilan baru nya" jawab jimin.


" kamu yang paling keterlaluan jimin" ucap namjoon.


" memang ada apa?" Tanya listy.


" para pria ini terus meledek yuri dengan penampilan baru nya. Mungkin yuri tersinggung" jawab ayanna.


" listy ssi, tolong kejar yuri. Dia pasti akan mendengar kan mu" sahut back hye.


Jhope, defy dan jin terus terfokus dengan layar komputer, tanpa ikut memperhatikan perdebatan listy, ayanna, back hye, jimin dan namjoon.


Listy pun berlari mengejar yuri. Dengan nafas terengah engah, listy berhasil menyusul yuri.


Kala itu, yuri hendak menaiki mobil nya. Tapi listy dengan cepat menahan pintu mobil yuri.


" Yuri ssi, aku terus memanggilmu, kamu kenapa?"


Dengan mata memerah dan berair, yuri menatap listy.


" yuri,.. kamu tersinggung dengan perkataan mereka?" Tanya listy.


" listy, maafkan aku, aku mau pulang saja" elak yuri.


Tanpa berkata apapun, listy menarik tangan yuri dan mengajak nya duduk di depan cafe.


" yuri ssi? Aku tau untuk siapa kamu melakukan ini. Mungkin kamu tidak menyadari nya. Tapi aku selalu memperhatikanmu. Yuri ssi, kamu cantik, dan manis, Dengan apa yang ada dalam dirimu. Tak perlu menjadi orang lain dan seperti orang lain. Kamu punya kelebihanmu sendiri. Jadilah sempurna dengan versimu"


" aku hanya ingin dia lebih memperhatikanku. Aku ingin menunjukan padanya ku bisa terlihat feminim dan berbeda"


" mungkin hanya waktu nya saja yang kurang tepat. Yuri, tidak perlu seperti ini. Rambutmu lebih bagus dari wig ini. Dari mana kamu mendapatkan nya? Wig ini bau" ledek listy sambil melepas wig yuri.


" listy, kamu ikut meledekku?" Protes yuri dengan nada manja.


" tidak tidak, maafkan aku. Ayo kembali kedalam. Mereka merasa bersalah padamu. Ayo"


" tidak listy. Hmm aku ingin pulang sekarang. Suasana hatiku sudah membaik, tapi aku butuh sendiri dulu"


" baiklah kalau begitu. Datanglah besok ya"


" iya, bye"


Yuri pergi dengan mengendarai mobil nya, sementara listy terus melambai pada yuri.


Tanpa listy sadari,


Suga telah berada di belakang listy.


" wow" celetuk suga.


" aaccchh kamu mengagetkanku. Jantungku hampir copot. Astaga, kenapa kamu terus berkeliaran. Cepat masuk kamar mu" oceh listy.


" cerewet, kemari duduk lah nona psikolog" ajak suga dengan menarik tangan listy.


" apa?" Tanya listy yang sekarang telah duduk manis di samping suga.


" kamu begitu mudah membuat yuri tenang, dan saat ini hati ku sedang kacau, tolong tenangkan aku"


" hagh?"


" anggap aku pasien mu. Cepat"


" ya aku harus tau masalahmu. Apa yang nembuat mu gelisah, apa yang membuatmu terganggu?"


" kesendirian. Itu membuatku gelisah" ucap suga dengan tatapan yang serius.


" lalu di mana orang orang terdekat mu? Keluarga? Kerabat? Teman dekat dan.."


" di depan ku" potong suga.


" itu lah, bagaimana aku bisa membuatmu tenang, kamu selalu bercanda, udah aku masuk saja"


Sebelum listy beranjak dari duduk nya. Suga menarik tangan listy dan membuat nya duduk kembali.


Dengan cepat suga menyenderkan kepala nya pada bahu listy.


" suga ssi.."


" ini membuatku tenang, diamlah sebentar" pinta suga dengan mata tertutup.


Beberapa menit kemudian, Taehyung dan jessy datang dan mereka terus tersenyum melihat suga yang tertidur di bahu listy.


" ekhem. Permisi kami hanya numpang lewat" sindir Taehyung.


" achh apa si kalian, suga ssi, awas" protes listy.


Listy terus mendorong kepala suga dan kabur meninggalkan suga yang terjatuh setelah listy pergi.


Sementara taehyung dan jessy hanya terus mentertawakan listy dan suga.


" Ini gara kalian, kenapa datang di waktu yang tidak tepat. Ach listy aku tidak akan memaafkanmu" maki suga sembari berjalan masuk ke rumah jhope.


" Mereka saling mencintai, tapi sama sama tidak mau mengakui perasaan nya" ucap jessy.


" hmm benarkah?" Gumam tae.


" ach kamu memang tidak bisa menilai rasa cinta. Mereka terlihat begitu romantis"


" sudahlah ayo masuk" ajak taehyung sembari menyodorkan tangan nya pada jessy.


Dengan sedikit terkejut dan tersipu malu, jessy menyambut uluran tangan taehyung.


Mereka pun masuk menyusul listy dan suga dengan terus bergandengan tangan.


kamar jhope...


Listy masuk ke kamar jhope dengan sedikit mengatur nafas nya.


" dimana yuri?" Tanya back hye.


" dia pulang eon. Tapi dia baik baik saja jangan khawatir"


" listy, bukan nya merawatku, kamu malah membuat ku jatuh" protes suga yang baru masuk ke kamar jhope.


" sudah sana kembali lah ke kamar mu"


" kalian masih saja bertengkar?" Sahut taehyung saat masuk ke kamar jhope, taehyung bahkan masih menggandeng tangan jessy.