
Rumah jhope...
Jhope menarik tangan suga dan membawa nya ke halaman belakang rumah nya, untuk menemui jessy.
"Jessy, liatlah siapa yg datang" tanya jhope
" hai jessy" sapa suga.
" suga oppa? Aah aku bisa mengenali suara mu oppa" ucap jessy
" wah daya ingatmu cukup kuat"
" oppa sangat tampan, seperti yg ku bayangkan"
" hmm aku tau itu"
" tidak usah memuji nya, dia akan terbang kalau di puji sedikit saja" sahut jhope.
" jhope adikmu sangat jujur. Jessy, aku turut bahagia, kamu mendapatkan penglihatanmu kembali. Oh ya jhope, dimana adikmu yg satu lagi?" Tanya suga.
" listy eonnie di kamar nya" sahut jessy.
" aku akan menemui nya" ucap suga.
Suga pergi begitu saja meninggalkan jessy dan jhope.
" heyy kenapa kamu mau menemui listy?" Teriak jhope.
Jessy menarik tangan jhope yg berniat menyusul suga.
" oppa, biarkan saja, oppa di sini ajah temani aku, aku sangat merindukan wajah oppa. Aku ingin menatap ooppa sampai puas"
" hari ini adalah hari paling bahagia di hidup ku"
" aku juga"
Suga berdiri di depan pintu kamar listy dan mengetuk pintu kamar listy.
Kala itu listy tengah melompat lompat berusaha mengambil sebuah kotak dari atas lemari nya.
" apa yg kamu lakukan?" Tanya suga.
" sedang apa kamu disini? Tanya listy balik.
" kenapa kamu menjawab pertanyaan denganĀ pertanyaan?"
" baiklah, aku mau ambil kotak di atas lemari. Masuklah, tolong bantu aku mengambil nya"
" kenapa kamu tidak naik kursi"
" aku takut ketinggian, lagian itu tidak terlalu tinggi. Aku pikir aku bisa lompat dan mengambil nya"
Suga masuk ke kamar listy dan menghampiri listy.
Bukan nya mengambil kursi dan menaiki nya, suga justru memeluk listy dan mengangkat badan listy.
" heeeyyy! apa yg kamu lakukan?"
" sudah, cepat ambil, kamu memang pendek, tapi kamu tidak ringan tau"
Listy mengambil kotak di atas lemari, tapi listy kehilangan keseimbangan nya karna menghadap ke bawah.
Listy ketakutan dan menutup mata nya. Kotak yg dia ambil jatuh ke lantai.
Reflexs Kedua tangan listy, mencengkram bahu suga.
" kamu benar benar takut ketinggian rupanya. Buka matamu perlahan dan tatap aku. Jangan lihat bawah, aku akan menurunkanmu perlahan.
Listy membuka mata nya dan menatap suga, perlahan suga menurunkan listy.
Beberapa saat Tangan listy masih saja terdampar di bahu suga, dan tangan suga pun masih berada di pinggang listy.
Mereka bertatapan dan terdiam tanpa kata.
" aku menyukaimu" celetuk suga.
Suga tersenyum dan melepaskan tangan nya dari pinggang listy, awal nya listy tertegun dengan perkataan suga, tapi perlahan tangan listy turun dari bahu suga, dan listy pun terus mengalihkan pandangan nya, tanpa mengatakan apapun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jungkook datang ke kantor sindy, dan mengajak nya makan siang.
Sindy dan jungkook duduk berhadapan di cafe. Tapi kini wajah sindy, terlihat murung, tidak seperti biasa nya.
Jungkook pun memegang kedua tangan sindy.
" maafkan aku, akhir akhir ini aku sangat sibuk, aku.."
" jungkook, apa sih yg membuatmu mau menjalin hubungan denganku?"
" apa yg kamu tanyakan ini sin?"
" jawab saja"
" karna aku tertarik padamu, kamu gadis yg baik dan aku ingin mengenalmu lebih jauh, bersama mu menjalani hari2 ku"
" itulah jungkook, aku juga merasakan hal yg sama, aku ingin kita saling menegenal lebih dalam satu sama lain. Saling memahami, tapi aku rasa ini tidak berhasil"
" apa maksud mu?"
" kamu tidak memberi kesempatan padaku untuk mengenalmu, kamu selalu bersikap seolah aku tidak perlu tau masalahmu. Kamu mengabaikan aku jungkook, aku merasa kamu menjauhiku"
" sindy, aku kan sudah bilang, aku sedang mengalami sedikit masalah"
" lalu kenapa kamu tidak mau memberi tahuku masalahmu. Aku pikir kita harus saling memahami"
" karna ini bukan masalah kita. Ini masalahku"
" kenapa ada kata aku dan kamu? Setelah kita bersama. Kamu anggap aku ini apa?"
" cukup sindy"
" kamu selalu mengelak saat aku tanyakan masalahmu. Apa ini yg namanya pacaran?"
" jadi apa maumu?"
" aku mengeluarkan beban di hatiku selama beberapa hari ini, tapi bukan nya menjelaskan nya, kamu justru menanyakan apa mauku. Baiklah, aku pikir kita sudahi sampai di sini saja. Kita tidak bisa mencapai tujuan kita saat bersama"
" hmm kamu benar, dari pada bersama dan saling menyakiti, lebih baik kita akhiri saja"
Sindy menatap jungkook yg tertunduk. Kelopak mata sindy mulai berkaca kaca, tapi dia segera mengendalikan air mata nya.
" baiklah. Jadi hubungan kita berakhir. Hmm terimakasih sudah datang dalam hidupku. Dan maafkan aku bukanlah gadis baik seperti yg kamu pikirkan. Aku akan kembali bekerja. Jaga dirimu"
Sindy pergi dari cafe dan jungkook hanya terus tertunduk dan menyesali apa yg telah terjadi.
" apa yg aku katakan. Kenapa semua nya jadi seperti ini" sesal jungkook.
Sindy kembali ke meja kerjanya. Saat itu, defy tengah menyenderkan kepala nya di meja kerja nya, defy hanya diam dan sindy pun mengikuti apa yg defy lakukan.
" kamu mengalami hal yg sama denganku?" Tanya defy.
" mungkin saja" jawab sindy singkat.
Tak lama, ayanna, dan tuan kim keluar dari ruangan jin, di antar oleh tuan dan nyonya park.
Mereka terus berbincang tanpa memperhatikan sindy dan defy yg memberi hormat.
Hanya ayanna yg tersenyum pada defy dan sindy.
Setelah mereka pergi, jin keluar dari ruangan nya dan berdiri di meja kerja defy dan sindy.
" anda butuh sesuatu tuan?"
Jin tidak menjawab, jin justru menarik tangan defy dan membawanya ke ruangan jin.
Defy hanya diam dan mengikuti jin.
Ruangan jin...
" maafkan aku" ucap jin.
" aku lah yg harus meminta maaf tuan, aku terlalu mengharapkan hal yg lebih. Aku minta maaf, aku akan kembali bekerja" jawab defy.
" defy.."
Jin menarik tangan defy dan memegang kedua pipi defy.
" defy, aku tidak sedang main main denganmu, aku serius, aku benar2 mencintaimu, percayalah, aku hanya mencintaimu" tegas jin.
Defy terus memalingkan wajah nya dan mencoba melepas tangan jin, tapi jin justru memeluk defy dengan erat.
Saat itu juga, nyonya park masuk ke ruangan jin. Nyonya park segera menghampiri jin dan defy yg tengah berpelukan.
Nyonya park melepaskan tangan jin, bahkan nyonya park menampar defy di depan jin.
Seketika jin sangat marah dan berdiri di depan nyonya park.
" eomma, apa yg eomma lakukan?"
" gadis tidak tau diri ini harus mendapatkan hukuman nya" jawab nyonya park.
Defy hanya terdiam dan memegangi bekas tamparan nyonya park.
" hukuman apa yg eomma katakan? Aku lah yg memeluk dia. Dia tidka bersalah sama sekali"
" pasti gadis ini sudah merayu mu, sihir apa yg kamu lakukan, gadis murahan!" Ucap nyonya park.
Defy berlari keluar dari ruangan jin.
" eomma keterlaluan. Aku sungguh kecewa, Bagaimana eomma bisa berkata hal kejam seperti itu pada sesama wanita. Bukan dia yg merayuku. Aku lah yg terus mengejar nya. Aku mencintai nya"
" Jin, apa yang kau katakan ini?"
Jin keluar dari ruangan nya menyusul defy, tanpa menjawab pertanyaan nyonya park.
Jin terus mengejar defy tapi jin terlambat, defy sudah lebih dulu menaiki bus.
Jin segera berlari ke parkiran dan mengendarai mobil nya menuju rumah defy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope...
Jessy masuk ke kamar listy.
" eonnie, apa yg eonnie lakukan?"
" oya, kemarilah. Eonnie mau memperlihatkan wajah wajah teman baru kita, Tata eonnie, jungkook, sindy, defy, namjoon oppa, dan jimin"
Listy dan jessy terus berbincang mengenai teman teman baru mereka.
" hmm eonnie, aku mau ke rumah taehyung sebentar"
" perlu ku antar?"
" tidak usah. Hm dimana suga oppa? Apa semua nya berjalan lancar?"
" apa nya yg lancar? Sudah pergilah sana"
" listy eonnie dan suga oppa sudah....."
" cepat pergi sana. Anak nakal!"
Listy tersenyum malu mendengar ejekan jessy.
Jessy berjalan menuju rumah taehyung, sambil terus mengusap gantungan kunci bintang yg taehyung berikan.
Saat itu juga, defy turun dari bus dan berjalan menuju rumah nya dengan uraian air mata.
Defy terus berjalan, tanpa dia sadari, jin berdiri di hadapan nya.
Jin berusaha mendekati defy, tapi defy terus saja mencoba menghindari jin
" jangan sentuh aku. Lepaskan"
Tetapi Jin tidak menghiraukan defy, jin justru menarik tangan defy dan memeluk defy dengan erat.
Defy pun menyerah dan menangis di pelukan jin.