Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode Pertama



Kisah ini gw buat dgn 7 alur cerita yg berbeda, jadi setiap cast pria (bts) memiliki peran/ bagian yg sama, dan tidak menonjol salah satu nya.


Mungkin lebih singkat nya, gw buat 7 alur yg di gabungin dalam satu fanfiction.


Semoga kalain bisa memahami alur yg ribet ini yah 😂


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Seorang pria berjalan perlahan, dia melihat kesana kemari, dia seorang pria yg cukup tinggi, badannya tegap dan berpakaian rapi, dia membawa sebuah kamera di leher nya dan buku catatan kecil di tangannya.


Pria itu adalah namjoon. Namjoon terus berjalan menyusuri sebuah gang.


Ditengah jalan, namjoon memperhatikan seorang pria penjaga mini market tengah membuang sampah sambil bernyanyi.


Wajahnya terlihat lusuh, tapi tidak menutupi ketampanannya.


Dia adalah taehyung. Dia bekerja di mini market di dekat rumahnya, saat itu panas terik dan dia memandangi langit.


Namjoon terus memperhatikan taehyung dari jauh.


" sampai kapan aku seperti ini? Kapan ini akan berubah" keluh taehyung


Tak sengaja seorang pria menabrak taehyung. Tapi justru pria itu yg terjatuh. Tae membantu pria itu bangun, Kemudian seorang pria lain nya datang dari arah belakang taehyung.


Pria itu seorang polisi tentu saja itu terlihat dari seragam nya, wajahnya cukup tampan, tinggi dan berkulit putih. Dia bernama jungkook.


Dengan nafas yg terengah2, jungkook berterimakasih pada taehyung.


" makasih. Kamu sudah membantuku menangkap orang ini" ucap jungkook


Jungkook pun memborgol tangan pria itu, tapi tae hanya bengong melihat hal itu.


" aku tidak.." tae mencoba membantah


" ah sudahlah terimakasih. Aku sudah lama mengincar orang ini, berkat kamu aku bisa menangkap nya. Namaku jungkook. Siapa namamu?" Potong jungkook


" aku taehyung. Panggil aja tae"


" oh ya ini kartu namaku, kamu bisa menghubungiku saat kamu menghadapi masalah" sembari menyodorkan selembar kertas kecil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sisi lain, di jalan raya tepatnya. sebuah mobil melewati jungkook dan taehyung yg tengah berbincang.


Di dalam mobil itu duduklah seorang pria tampan yg sedang melamun dan menatap ke luar jendela mobil.


Dia adalah jimin. Wajah nya terlihat sedih dan murung.


" pak, aku turun di sini saja" ucap jimmin.


" tapi tuan, tuan jin mengatakan tuan jimin harus ikut rapat hari ini" sahut sang sopir.


" aku harus pergi sekarang. Bilang pada kakak kalau aku sakit perut. Hentikan mobilnya" perintah jimmin.


" tapi tuan, tuan jin akan memarahiku" bantah sopir tersebut.


" hentikan mobil nya!" Jimmin mulai menaikan suara nya.


Sopir pun menghentikan mobilnya. Jimin keluar dan berjalan menjauhi mobil, dan masuk ke sebuah lorong di gang sempit.


Saat sopir melanjutkan perjalanan nya, dia mendapat telfon dari seseorang,


"tuan jin" itulah yg tertulis di layar ponselnya.


Jin seorang pembisnis muda dan berbakat, dia berdiri di dekat jendela kantor nya. Dia memakai setelan jaz lengkap, dia begitu rapi dan tampan.


" kenapa kalian belum juga sampai" tanya jin


" maaf tuan, tuan jimin pergi, dia bilang dia sakit perut" jelas sang sopir.


" kenapa dia selalu membuat alasan. Kemana dia pergi"


" entahlah, dia memintaku menurunkannya di sebuah gang dekat stasiun tuan" lanjut sang sopir.


" baiklah. Kamu ke kantor aja" jin mulai menunduk dan memegangi sebelah pelipis nya.


Jin menutup telfonnya. Jin terlihat sangat marah.


" aku tau kemana kamu pergi. Jimin, kenapa kamu selalu melakukan itu " ucap jin sembari melempar ponsel nya ke atas meja kerja nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jimin sampai di sebuah rumah sederhana. Rumah itu terlihat berantakan. Seseorang tengah duduk membelakangi jimin. Dia terus bekerja, membuat tato di lengan seorang gadis berpenampilan seksi dgn pakaian yg terbilang terbuka. Pria tersebut sama sekali tidak memperhatikan jimin.


" kak. Aku butuh minuman" pinta jimin


Pria itu berbalik dan melihat ke arah jimin. Pria itu terlihat manis, tapi sedikit berantakan dan penuh peluh keringat. Dia memegang alat2 untuk membuat tato, pria itu adalah suga.


" ada apa lagi? Aku sedang sibuk, pergilah" jawab suga dgn santai nya.


" aku akan mengambil nya sendiri. Hai cantik, gambar apa yg kau buat?" Jimin mulai berjalan masuk ke arah dapur.


" hentikan. Ambillah minumanmu di dekat kulkas" tegas suga.


" siapa pria itu " gadis yg tengah membuat tato pun angkat bicara.


" dia tamanku" jawab suga.


" temanmu sangat tampan. Apa dia kaya?" Gadis itu mulai terlihat penasaran.


" jennie, tatomu sudah jadi, bayar lah dan cepat pergi" ucap suga sembari meletakan peralatan di tato di tangan nya.


" apa kamu cemburu sayang? Tenanglah, aku hanya mencintaimu. Aku membuat tato hanya alasan saja, supaya kamu selalu dekat denganku, dan kamu bisa menyentuh tubuhku" Rayu jennie


Jennie terus mendekati suga, lalu jennie duduk di pangkuan suga, jennie pun merangkul suga. Tapi suga hanya diam dan sedikit menghindari jennie dgn memalingkan wajah nya.


Jennie terus mendekatkan wajah nya ke wajah suga. Tapi Kemudian jimin datang membawa minuman.


" ekhemm"


Jennie sangat kesal dgn penolakan suga dan langsung melemparkan uang ke wajah suga.


" nona, mari  kita minum bersama" ajak jimmin


" dia gadis gila" sahut suga.


" dia tergila gila padamu kak. apa banyak gadis gila yang sering kesini? Bagaimana kalo aku jadi asistenmu saja? Aku menyukai gadis gila seperti dia" sambung jimmin sembari duduk di sofa.


" banyak. Bahkan ada yg lebih gila darinya" jawab suga santai.


" wah kakak sangat beruntung. Di bagian mana saja mereka sering membuat tato?"


" di seluruh tubuh mereka" lanjut suga.


" wooaaahhhh aku ingin belajar membuat tato sepertimu. Tapi kenapa kakak tidak mempunyai satupun tato di badan kakak?" Tanya jimmin.


" aku punya alasan sendiri. Minum saja minumanmu dan pergilah. Aku harus ke suatu tempat" suga mulai bangkit dari duduk nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di mini market.


Namjoon duduk di depan minimarket sambil menenggak minumannya. Dia duduk berjam jam sambil memperhatikan taehyung yg tengah bekerja.


Setelah pekerjaan taehyung selesai, namjoon langsung menghampiri tahyung.


" hai hai, boleh kah aku mengganggumu sebentar?" Sapa namjoon.


" ada apa?" jawab tae pelan.


" namaku namjoon. Aku tidak sengaja mendengarmu bernyanyi. Hmm kebetulan aku sedang mencari penyanyi. Apa kamu tertarik?" Tawar namjoon.


" maaf, aku sibuk" jaeab tae acuh.


" tunggu, tunggu, suaramu sangat bagus. Kamu bisa terkenal sebagai penyanyi. Hmm ini kartu namaku. Aku juga tinggal tidak jauh dari sini. Kamu bisa menghubungiku kalo nantinya kamu tertarik. atau datang saja ke rumahku" sembari menyodorkan kartu nama nya.


" aku akan memikirkannya" jawab tae.


" baiklah terimakasih. Aku akan pergi. Sampai jumpa"


Namjoon pergi dan taehyung kembali berjalan pulang ke rumah nya.


Di rumah,


Nenek taehyung menyambut taehyung dgn senyum lebar di wajah nya. Seketika, taehyung langsung berhenti setelah melihat nenek nya. Taehyung terus menunduk. Nenek taehyung bernama nenek Kim go rae


" uu cucuku sudah pulang, sepatumu sangat bagus yah. Itu pasti mahal kan?" Sambut nenek.


" tidak nek. Aku membelinya di obral murah" jawab taehyung mulai panik.


" oo bagus, uang yg harus nya untuk membayar air, kamu pakai untuk berbelanja. Dasar anak kurang ajar, nenek akan menghabisimu!" Bentak nenek rae.


Nenek rae terus memukuli tae dengan sapu yg sedari tadi dia sembunyikan di balik badannya. Tae dan nenek rae terus berlarian di dalam rumah.


sampai pada akhirnya, seorang gadis cantik masuk ke dalam rumah mereka membawa sekotak makanan. Gadis itu berambut panjang rapi, badannya begitu ramping, dan terlihat begitu proporsiaonal. Gadis itu bernama park dong in (defy).





" nenek, hentikan" Tegur defy.


" defy? Kemari masuklah"jawab nenek rae


" kamu menyelamatkan aku def" bisik taehyung


" nenek hentikan ini. Kalian seperti anak kecil" keluh defy.


" anak kurang ajar itu sangat keterlaluan. Dia membeli sepatu dgn uang untuk membayar air" jelas nenek rae.


" aku akan membayar tagihannya nek, nenek tenanglah, saat tae mendapat gajihnya, dia akan mengganti uangku. Iya kan tae?" Defy mencoba mecairkan suasana.


" iya iya nek. Defy benar" sahut taehyung.


Sore itu defy dan tae duduk di teras atas rumah taehyung. Taehyung terus mencuri pandang pada defy.


" kenapa kamu melakukan itu?" Tanya defy.


" apa? Oh sepatuku? Sepatuku rusak, kakiku sakit saat memakainya. Dan gajihku masih juga belum di bayar. Saat aku mendapat gajihku aku akan segera melunasi hutangku padamu" jawab tae.


" kita itu teman, kita juga tetangga. Kamu nggak perlu sungkan. Oya aku dengar, rumah di depan akan di tempati. Mereka akan menempati rumah itu malam ini. Aku dengar mereka juga akan membuka cafe" defy bangun dari duduk nya dan menatap ke arah rumah baru di depan rumah taehyung.


" wah kamu sangat up todate yah?" Ledek taehyung.


" kamu mengejekku? Udah ah, ayo kita lihat?" Ajak defy.


Tae dan defy memperhatikan rumah kosong di depan rumah taehyung, tak lama, Dua mobil mulai berhenti depan rumah tersebut.


Beberapa orang turun dari mobil. Beberapa orang mulai membuka mobil dan menurunkan barang2 di mobil tersebut.


Dua orang gadis terlihat terus bergandengan. Mereka masuk ke rumah tersebut. Dan ada seorang pria yg terlihat memberi arahan pada orang yg tengah mengangkut barang2 tersebut. pria itu terlihat sangat ceria, senyum selalu mengembang di wajah nya.


Salah satu gadis keluar dari rumah tersebut. Gadis itu gadis yg sederhana. Rambutnya panjang dan terurai. Gadis itu bernama jung listyara (listy).





" kak jhope, ayo masuklah" panggil listy oada kakak nya tersebut.


" ayo.. kamu suka rumahnya?" Jhope pun menghampiri listy.


" iya kak, aku dan jessy menyukai rumah ini. Rumahnya sangat nyaman" terang listy.


" dimana dia?" Tanya jhope.


" dia di kamar"


Jhope dan listy masuk ke kamar dimana jessy tengah duduk di kasur.