
" entahlah, bicaralah dengan nya" ucap defy sembari menyodorkan ponsel nya.
Jhope berjalan menjauhi keramaian. Jhope duduk di kursi panjang di luar kantor pengadilan.
" hallo hyung, ada apa?"
" jhope ssi, saat ini aku di bandara. Aku bersama yuri"
" kenapa kalian di bandara?" Tanya jhope dengan wajah yg mulai panik.
" yuri akan ke australia, 15 menit lagi, yuri akan masuk ke pesawat. Aku tidak tau, bagaimana hubungan kalian berdua, dan perasaan kalian berdua. Tapi aku rasa, kamu harus menemui yuri sebelum yuri pergi ke australia"
" hyung, tolong ulur waktu sebentar saja. Aku akan segera kesana" ucap jhope yang kini benar benar panik dan wajah yg mulai memucat.
Jhope berlari masuk kembali dan memberikan ponsel defy pada nya.
Tanpa berkata apapun, jhope pergi menggunakan mobil nya, dengan kecepatan penuh.
" defy ssi, kenapa jhope oppa pergi?" Tanya listy.
" entahlah, setelah dia mengkat telfon dari jin oppa, dia pergi" jelas defy.
" ada apa? Tanya taehyung.
" jhope oppa pergi terburu buru. Aku hanya takut ada masalah" jawab listy.
" tenanglah semua kan baik baik saja" hibur jinan.
" jinan benar, listy tenanglah, ayo kembali berfoto, setelah itu kita pulang. Anak anak panti pasti sudah menunggu" ajak namjoon.
Mereka kembali mengambil foto dan kembali ke rumah jungkook, setelah semua nya berfoto.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bandara..
Yuri kembali duduk di samping jin, setelah pergi ke toilet.
" kamu tegang?" Tanya jin.
" oppa, ini bukan pertama kali nya aku naik pesawat. Tapi Memang si baru kali ini aku pergi sendiri"
" bukan itu, tapi keputusanmu. Oppa tidak ingin kamu menyesali keputusanmu"
" tidak oppa, aku harus pergi. Sudah waktu nya aku naik pesawat. Sampai jumpa oppa, aku pergi sekarang"
" yuri ssi, tunggulah sebentar"
" tidak ada yang harus aku tunggu oppa. Sampai jumpa"
yuri beranjak dari duduk nya dan melangkah menjauhi jin, tanpa melepas tatapan nya pada jin.
Jin pun turut beranjak dan berjalan menghampiri yuri kembali.
Jin memeluk yuri, dan membuat air mata yuri pun pecah.
Jin dan yuri menangis bersama sama, tanpa melepas pelukan mereka
" yuri ssi, oppa akan merasa kesepian saat kamu pergi" keluh jin dgn air mata yang terus mengucur.
" diam. Oppa membuatku menagis. Oppa kan punya adik. Berdamailah dengan jimin oppa, aku bosan melihat kalian terus bertengkar" maki yuri yang wajah nya penuh dengan air mata.
" jimin itu terus membuatku marah, tapi kamu lah yang selalu membuatku kembali tenang. Sekarang siapa yang akan menghibur oppa, saat oppa marah pada jimin?"
" oppa kan punya kekasih, defy sangat mencintaimu. Jangan buat dia kesal. Maka dia akan selalu menghibur mu"
" tapi aku juga membutuhkan adik kecil ku yg manja ini"
" oppa, hentikan. Aku harus pergi sekarang"
Yuri dan jin melepas pelukan mereka. Dengan berat hati dan langkah yang tentu nya lebih berat dari sebelum nya, yuri menjauh dari jin.
Yuri berjalan tertunduk sembari menyeka air mata nya.
Jhope berlari dengan nafas yang terengah engah, wajah yang memucat dan kaki yang bergetar.
Jhope sampai tepat waktu, sebelum yuri masuk ke pesawat nya.
Jhope terus berlari, dan memanggil nama yuri, setelah melihat yuri yang kini tepat berada di depan pramugari yang akan memeriksa boarding past nya.
" yuri ssi, lee yuri" teriak jhope.
Seketika, yuri langsung menoleh ke arah suara yang memanggil nama nya. Dan tentu saja, yuri mengingat warna suara tersebut.
Yuri berbalik dan menatap jhope yang kini menghampiri nya.
" yuri ssi, kamu tau seberapa jauh aku berlari? Hagh nafasku. Kamu membuatku berlari se.. jauh.. ini" ucap jhope dengan terbata bata, karna nafas nya yang tak lagi teratur.
" siapa yang menyuruhmu berlari. Aku tidak pernah memintamu kesini" maki yuri yang pipi nya masih terus di banjiri air mata.
" lee yuri..!"
" jung hoseok..!"
" kamu akan meninggalkanku?"
" aku harus pergi sekarang oppa"
" bagaimana aku melewati hari tanpamu?"
" back hye eonnie akan menemanimu"
" tapi aku butuh lee yuri"
" oppa, jangan buat aku lemah, aku harus pergi sekarang"
" kamu bahkan tidak memberi tahuku kamu akan pergi" keluh jhope sembari mengusap air mata yang bercucuran di pipi nya.
" iya, aku bahkan akan membelikan koper besar untukmu. Kamu akan pergi? Pergilah! Cepat pergi!"
Tanpa menjawab makian jhope, yuri tertunduk, dan berbalik melangkah menjauhi jhope.
Tapi jhope segera memeluk yuri dari belakang. Tanpa berkata apapun, mereka menumpahkan kesedihan mereka dalam tangis dan air mata.
Bahkan beberapa pramugari yang melihat mereka pun turut berlinan air mata.
Dan tentu saja jin yang sedari tadi memperhatikan yuri dan jhope pun hanya bisa menyeka air mata nya, berkali kali.
" yuri ssi, jangan pergi" pinta jhope sembari membenamkan wajah nya di bahu yuri"
" oppa, jangan seperti ini. Aku harus pergi. Eomma dan appaku sudah menungguku disana. Aku tidak bisa membatalkan kepergianku"
Dengan wajah kecewa, jhope melepas pelukan nya. Dan menatap yuri yang kini berbalik dan menatap jhope.
" baiklah. Aku tidak menyangka kamu pergi meninggalkanku begitu saja, kamu bahkan tidak memberitahuku. Selama ini apa arti diriku di hidupmu yuri? Kamu anggap aku apa?"
" oppa"
" pergilah kemana pun kamu mau. Jangan pernah hubungi aku, dan jangan pernah kembali" ucap jhope.
Jhope berbalik dan meninggalkan yuri. Dengan lemas, yuri kembali berjalan masuk ke pesawat nya.
Sesekali yuri menatap jhope, tetapi jhope sama sekali tidak berbalik menatap yuri.
Kekecewaan yang teramat mendalam, terus membuat jhope menutup hati nya.
Dengan emosi yang memuncak jhope berlalu pergi, bahkan jhope sama sekali tak menatap ke arah jin yang ia lewati.
Di dalam pesawat pun yuri hanya bisa menangis dan menangis mengingat pria yg ia cintai.
Begitupun dengan jhope dengan air mata yg terus mengalir, jhope memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jungkook..
Setelah jimin dan tata resmi menjadi sepasang suami istri, mereka semua pulang ke rumah jungkook.
Semua orang sibuk menyiapkan pesta kecil untuk jimin dan tata di panti asuhan.
Semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masih.
Para wanita menyiapkan makanan untuk pesta, sedangkan para lelaki menyiap kan hiasan dinding dengan di arahkan oleh ayanna.
Sementara listy mengajak anak2 permpuan bermain bernyanyi dan mendongeng.
Bahkan jinan turut membantu listy menghibur anak anak dengan memainkan gitar nya.
Di saat itu, suga yang tengah mengajak anak anak laki laki bermian basket, sesekali ia menatap listy dan jinan yang terus tertawa lepas dengan anak anak panti.
Jungkook masuk ke panti dengan membawa begitu banyak bahan makanan untuk anak anak.
" ini bahan makanan nya. Maaf aku merepotkan kalian" ucap jungkook pada defy, back hye, jessy, sindy dan nyonya jiwook yang tengah sibuk memasak.
" apa yang kamu katakan jungkook, tata itu sudah seperti anakku. Aku hanya Bisa melakukan ini untuk nya"
" nyonya jiwook benar, kami sangat senang bisa terlibat dalam acara bahagia tata"
" baiklah, aku akan membantu yg lain menyiapkan pesta" pamit jungkook.
" jungkook ssi, aku ingin bicara berdua dengan mu" panggil sindy.
Sindy menghampiri jungkook dan mengajak nya pergi dari keramaian.
Taman belakang panti.
Sindy dan jungkook saling berhadapan dan sindy mulai gelisah untuk mengatakan apa yang ingin dia beri tahu pada jungkook.
" ada apa?"
" jungkook ssi, aku tidak tau harus mulai dari mana. Aku.. maafkan aku.. sebenarnya kita tidak pernah melakukan apapun pada malam itu" ucap sindy dengan wajah tertunduk.
Jungkook hanya diam dan terus menatap sindy dengan wajah datar nya.
" maafkan aku, aku hanya ingin tau sejauh mana rasa tanggung jawab mu. Aku tidak berniat membohongimu" lanjut sindy
Sindy hanya bisa tertunduk dan menutup mata nya, menyiapkan hati, menerima kemarahan jungkook.
Tapi bukan nya marah, jungkook justru tertawa terbahak bahak di depan sindy.
Dengan wajah bingung sindy menatap jungkook yang tak henti henti nya terpingkal pingkal.
"Jungkook ssi, kenapa kamu tertawa? Aku pikir kamu akan marah padaku"
" jadi kamu mengujiku? Astaga, aku begitu polos sampai benar benar percaya kalau kita memang.."
" hentikan nanti ada yg mendengar" potong sindy.
" baiklah baiklah, jadi apa aku lolos? Ada aku bisa naik tingkat sebagai kekasihmu?" Tanya jungkook yang kini memasang wajah serius.
" jungkook ssi.."
" aku selalu memanti kapan waktu nya untuk kita menjadi sepasang kekasih lagi sindy, aku rindu menggenggam tanganmu sebagai seorang kekasih, bukan teman baik. Dan yang sebenar nya, kalau pun malam itu tak pernah terjadi, aku akan tetap berniat untuk menikahi mu"
" aku merasakan hal yg sama, jungkook. Semakin aku berusaha menjauhimu. Aku justru semakin ingin dekat denganmu. Jungkook ssi, aku mau menjadi kekasihmu lagi"
" benarkah? Jadi sekarang kita adalah kekasih?"
Jungkook tak dapat menahan senyum nya. Dia terus memperlihatkan gigi kelincinya pada sindy.
Begitupun dengan sindy yang kini tersipu malu.
Jungkook dan sindy berpegangan tangan dan kembali masuk ke panti, setelah jungkook mendaratkan kecupan manis di dahi sindy.