Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Epusode 10



Suga dan Listy duduk di kusri depan rumah namjoon.


Listy terus memainkan ponselnya. Dan suga hanya melihat ke arah Listy tanpa berkata apapun.


" kenapa kamu melihatku? Masuklah sana" ucap listy.


" kamu sendiri kenapa tidak masuk?" Tanya suga.


" oya.. tadi kamu bilang kamu mau menemuiku kenapa?" Tanya listy.


" hmm soal kemaren. Aku minta maaf"


" begitu saja? Kamu jauh jauh mencariku cuma mau mengatakan 3 kata itu?" Tanya listy sembari membulatkan mata nya menatap suga.


" apa lagi? Apa aku harus berpidato di depanmu?" Tanya suga santai.


" iccsh"


Listy berdiri dan masuk kembali ke rumah namjoon.


Listy kembali duduk di samping jessy.


" eonnie dari mana?" Tanya jessy


" menerima telfon"


" aku rasa tadi suga oppa juga keluar" ucap jessy.


" iya, aku bertemu dgn nya"


" apa yg kalian bicarakan?"


" tidak ada"


" jadi apa yg kalian lakukan? Apa hanya bertatapan?" Ledek jessy.


" bertatapan apanya. Dia hanya membuatku kesal" jawab listy acuh.


Setelah selesai berlatih, jungkook taehyung dan jhope mendiskusikan boygrup mereka.


Setelah itu mereka pun pulang masing masing.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Percakapan telefon..


" jadi gimana? Kamu mempercayainya?" Tanya sindy sembari merebahkan badan nya di ranjang kamar nya.


" entahlah. Tapi bos galak itu tau luka di kakiku waktu kecil. Mungkin memang yg di katakan nya itu benar" jawab defy yg tegah duduk di teras atas rumah nya.


" aku tidak menyangka, ternyata setahun ini dia terus memperhatikanmu. Kamu sangat beruntung" ucap sindy.


" beruntung apa nya. Justru aku menjadi canggung sekarang. Aku tidak bisa menghadapi nya. Aku merasa aneh" keluh defy.


" aku rasa dia jatuh cinta padamu"


" ah aku sangat tidak nyaman sekarang. Sudahlah jangan terus mengejeku. Bagaimana dgn polisi yg kamu termui kemaren. Kamu bilang dia sangat tampan"


" sebenarnya dia bukan hanya tampan, dia sangat manis dan perhatian. Dia mengajakku makan siang besok"


" uuu sepertinya ada benih2 cinta di sana" ledek defy.


" aku baru bertemu dgn nya 2 kali, tidak ada yg seperti itu. Aku hanya sedikit tertarik padanya"


Tiba tiba, defy melihat taehyung yg keluar dari mobil jhope.


Defy pun berpamitan pada sindy dan segera mengakhiri paanggilan telefon mereka.


Defy pun segera turun dan menghampiri taehyung di depan rumah taehyung.


" hai tae" sapa defy.


" apa yg kamu lakukan di luar malam2 begini?" tanya taehyung.


" tadi aku melihatmu turun dari mobil jhope. Kalian dari mana?"


Skip


Teras rumah taehyung...


Tae duduk di kursi depan rumahnya. Dedy pun mengikuti tae dan duduk di samping tae.


" kami ada project kecil bersama dgn namjoon juga, lalu ada satu lagi temanku"


" malam malam begini?" Tanya defy.


" iya, kami punya pekerjaan masing2 di siang hari. Jhope menjaga cafe nya dan temanku yg satu lagi seorang polisi" jelas tae.


" polisi?"


" iya.."


Angin malam itu berhembus cukup kencang dan membuat defy merasa kedinginan. Karena baju yg dia pakai menang tidak tebal dan dia memakai celana yang cukup pendek.


Dia terus mengusap usap kan kedua tangan nya.


" kamu kedinginan?" Tanya taehyung.


Tae langsung melepas jaket yg dia pakai dan memakaikannya pada defy.


" wah kamu perhatian sekali. Nggak perlu gini lah. Aku akan pulang saja"


" pakailah sana. Kamu bisa mengembalikannya besok"


" baikalah. Ini cukup hangat. Aku pulang dulu" pamit defy.


" kalau kurang hangat aku bisa memelukmu. Kemarilah"


" kamu peluk aja pohon di pinggir jalan, dia pasti kedinginan. Aku pulang dulu" ucap defy sembari berlalu pergi dari rumah taehyung.


Tae hanya tertawa dan terus melihat defy yg berjalan menuju rumahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah suga..


Jimin berbaring di sofa dan terus memandangi foto keluarganya di ponselnya.


Tanpa sadar, dia meneteskan air matanya. Tapi dia langsung mengusap kembali air matanya saat mendengar suara pintu yg terbuka.


Suga lah yg membuka pintu dan berjalan masuk menghampiri jimin.


Suga pun langsung duduk di samping jimin dan melepas sepatunya.


" bagaimana? Hyung sudah meminta maaf pada listy?"


" hmm"


" lalu?"


" Lalu dia marah lagi padaku. Wanita memang aneh"


" apa itu sebabnya hyung lebih memilih pria?"


Ledek jimin.


" yg benar saja"


Jimin tertawa terbahak bahak, saat suga pergi dan masuk ke kamar mandi. Tawa jimin seketika langsung berhenti setelah melihat nama jin hyung di ponselnya.


Jimin langsung mengangkat panggilan dari jin.


" hallo hyung"


" kamu dimana? Kenapa belum pulang?"


" aku di rumah suga hyung. Aku akan menginap"


" kamu sudah makan?"


" ini sudah larut. Aku mau tidur"


Jimin pun menutup telfonnya. Dan kembali berbaring di sofa.


" salah sambung"


" kamu sudah dapat pekerjaan?"


" masih belum"


" cobalah ke cafe kakaknya syara. Aku rasa mereka membutuhkan pelayan untuk cafe nya" saran suga.


" benarkah? Aku akan ke sana. Aku harap aku tidak perlu menjadi badut lagi di sana"


" sebenar nya mukamu lebih lucu dari badut" ledek suga sembari memperlihatkan gummy smile nya


" bagus, teruslah tertawa. Teruslah meledekku"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jungkook...


Pagi harinya, Tata sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.


Dan sujin menikmati sarapan nya.


" sujin, uncle mu belum bangun?" Tanya tata pada sujin.


" aku belum melihatnya eomma, aku sudah terlambat, aku akan berangkat sekolah dulu dgn teman2 ku" pamit sujin.


" baiklah, hati hati sayang"


Setelah mengantar sujin ke depan rumah, Tata masuk ke kamar jungkook.


Tata terus memanggil jungkook sambil membuka horden dan mengambil pakaian kotor jungkook.


" jungkook, bangunlah. Kamu tidak berangkat ke kantor hari ini?"


" hmm"


" kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya tata sembari menghampiri jungkook yang masih berbaring di ranjang nya.


Tata menghampiri jungkook dan memeriksa dahi jungkook.


" kamu demam, jungkook. Aku akan mengambil kompres dan obat"


" aku baik baik saja. Aku akan ke kantor" bantah jungkook sembari beranjak bangung dari tidur nya.


Tata meletakan tangan nya di wajah jungkook dan mendorong jungkook sampai dia berbaring kembali.


" dengarkan Noonamu ini. Teruslah berbaring. Jangan bangun dulu. Kamu harus Istirahat"


" apa begini caranya memperlakukan orang sakit" protes jungkook.


" diamlah. Noona tidak punya cara lain"


" tapi seniorku akan terus menghubungiku kalo aku absen. Dia itu sangat cerewet" jelas jungkook.


" kalo gitu, biar noona yg jawab. Ponselmu biar noona yg pegang"


Tata pergi ke dapur dan menyiapkan kompres dan obat jungkook.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi pagi sekali jimin datang ke cafe jhope. Jimin langsung masuk dan menemui choi hana yang tengah mengelap jendela kaca.


" apa nona Listy ada?" Tanya jimin.


" Listy baru saja pergi. Ada perlu apa ya?"


" aku temannya listy. Aku melihat pengumuman di depan. Apa benar kalian membutuhkan pelayan?"


" oo langsung saja temui oppa nya listy. Ayo masuklah"


" siapa dia nona choi?" Tanya jhope sembari menatap jimin yg berjalan menghampiri nya.


" dia mencari pekerjaan" jawab choi hanna.


" aku jimin. Aku juga mengenal adikmu, listy"


" oo benarkah. Kalo gitu kamu bisa langsung bekerja disini" jawab jhope.


" apa pekerjaanku. Tidak menjadi badut kan?" Tanya imin kembali.


" badut? Tentu saja tidak. Kamu hanya perlu mengantar pesaanan ke pelanggan dan mengbilnya setelah selesai. Pagi hari membersihkan cafe dan bergantian mencuci piring dgn noona hana dan soni koki kami. Kamu setuju?"


" hagh iya aku setuju"


" kamu tinggal dimana?"


" aku tinggal di rumah temanku. Tidak jauh dari sini. Suga hyung, kamu mengenal nya?"


" Iya tadi malam kami bertemu"


" oke baiklah aku akan mulai bekerja"


Jimin memulai pekerjaan nya dgn mengelap seluruh meja.


Hana mengajari jimin, tapi jimin terus membuat kesalahan.


Jimin sama sekali tidak bisa menyapu mengepel apa lagi mencuci piring.


Dia bahkan terus memecahkan beberapa piring.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di jalan..


Taehyung berangkat bekerja seperti biasa. defy pun mengikuti tae dari belakang, dan kemudian, defy mengagetkan taehyung dgn membentak nya dari belakang.


" tae!"


" ah kamu mengagetkanku saja. kamu tidak bekerja hari ini?" Tanya taehyung.


" tidak aku libur hari ini. Ini jaketmu" sembari menyodorkan pollybag pada taehyung.


" kenapa?"


" ada sedikit masalah di kantor. Aku merasa aneh, aku bolos aja hari ini" jawab defy.


" cara terbaik menghadapi masalah, adalah menghadapinya. Kamu tidak akan tau, itu masalah atau ujian yg akan membuatmu naik tingkat, kalau kamu tidak menghadapinya"


" kamu benar juga. Tapi, kalau pun aku bersiap sekarang, aku juga akan terlambat. Hari ini ada meeting pagi karyawan. Biarkan saja, aku mau libur hari ini"


" terserah kamu saja"


" kamu sudah sarapan? Ayo aku akan mentraktirmu mi instan"


" hanya mi instan? Tidak lah aku sudah sarapan"


Defy dan tae terus berbincang sepanjang jalan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Listy sampai di kampusnya.


Setelah dia mendaftar menjadi mahasiswi baru di kampus tersebut, dia duduk di taman kampus dan membuka laptopnya.


Kemudian datanglah seseorang dan langsung duduk di samping Listy. Dia adalah yuri.


" Listy, kamu kuliah disini juga?" Tanya yuri.


" iya, aku baru saja mendaftar, kamu kuliah disini juga? Jurusan apa?"


" menegamant bisnis. Kamu?"


" psikologi. Jam berapa kelasmu?"


" aku baru saja selesai. Dosenku tidak masuk jadi kami selesai lebih awal"


" kalo gitu, ayo mainlah ke cafe"


Listy dan yuri terus berbincang sepanjang jalan menuju cafe.