
Rumah jungkook..
Di dapur, ayanna dan jessy tengah membuat kopi untuk para pria.
" ayanna, jessy, apa yang kalian buat?" Tanya sindy.
" kami membuat kopi untuk para pria" jawab ayanna.
" apa yang kamu bawa?" Tanya jessy.
" makan malam kita. Defy tidak bersama kalian?" Tanya sindy.
" defy bersama back hye eonnie dan tata eonnie di kamar nya" jelas jessy.
" tapi jin menolak datang, hmm aku rasa dia sibuk" sambung ayanna.
" tidak papa, kami sudah tau alasan jin oppa tidak datang. Tidak papa, jungkook dan tata eonnie memahami nya" ucap sindy.
Kamar Tata..
Tata duduk di ranjang nya, meski dalam keadaan yg belum 100% pulih, tata tetap menanggapi obrolan defy dan back hye.
" Tata ssi, bagaimana keadaanmu? Maafkan aku, tidak sempat menjengukmu di rumah sakit" ucap defy
" iya tidak papa, aku sudah baik baik saja sekarang" jawab tata.
" oya ini choi back hye. Teman jhope oppa" ucap defy.
" hai tata, aku back hye. Senang bertemu denganmu" sapa back hye.
" hai back hye, senang bertemu denganmu juga. Tapi sayang nya aku masih belum pulih seratus persen. Padahal besok pernikahanku" sesal tata.
" kamu harus banyak istirahat, kamu akan segera pulih. Dan besok pasti berjalan lancar.
" hm jessy, listy dan yuri tidak datang?" Tanya tata.
" jessy dan ayanna di dapur, menyiapkan minuman katanya" jelas defy.
" listy nanti akan datang, tadi dia baru pulang, jadi tidak bisa ikut bersama kami. Kalau yuri, entahlah" tambah back hye.
" ahh harus nya aku yang mengurus kalian tapi malah aku terus di kamarku" sesal tata.
" tata ssi, sudahlah tidak perlu di pikirkan. Kami bukan tamu. Kami adalah temanmu, kami lah yang harus mengurus calon mempelai bukan" ledek defy.
" kamu benar defy, tata ssi, ijinkan kami menggambar di tanganmu. Listy bilang kamu suka tradisi india, hena. Kebetulan aku bisa membuat nya" tawar back hye.
" wah itu ide bagus. Ayo kita membuat nya. Tata ssi, ayolah" rayu defy.
" baiklah. Lagi pula aku memang menyukai nya" jawab tata dengan mengembangkan senyum nya.
Mereka terus berbincang dan saling bercanda gurau sesekali. Back hye dengan teliti menggoreskan hena di tangan tata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kediaman park fammily..
Tuan dan nyonya park tengah berbincang di ruang keluarga.
Dengan memakai baju tidur nya, yuri berjalan menghampiri tuan dan nyonya park.
" yuri ssi, kemarilah, kenapa kamu tidak juga keluar kamar. Ahjuma mengkhawatirkanmu" ucap nyonya park.
" ada apa? Kenapa kamu berdiam diri di kamar. Tidak biasa nya" tambah tuan park.
" ah aku tidak papa, aku hanya sedang malas ke kampus, bahkan keluar kamar. Hmm ahjuma, apa jin oppa belum pulang?"
" belum, entah kemana anak itu" sahut nyonya park yang terus menatap jendela, menanti kepulangan jin.
" ahjuma, ahjushi, sebenarnya aku mau berpamitan pada kalian. Aku akan ke australia untuk tinggal bersama eomma dan appa, aku akan meneruskan kuliahku disana" jelas yuri, dengan wajah tertunduk.
" kenapa terburu buru? Kenapa eomma mu tidak mengatakan nya padaku? Ah adikku itu" keluh nyonya park yang kini berpindah duduk di samping yuri.
" maafkan aku ahjuma, Sebenar nya aku masih ragu, itu sebab nya aku meminta eomma agar tidak memberi tahu siapa pun" ucap yuri.
" kapan kamu akan pergi yuri?" Tanya tuan park.
" Besok pagi ahjushi, penerbanganku besok pagi. Dan aku juga sudah berkemas" jelas yuri.
" yuri ssi, ahjuma akan merindukanmu sayang" ucap nyonya park sembari memeluk yuri.
Setelah berbincang cukup lama, dan berpamitan, yuri masuk ke kamar nya.
Yuri kembali membereskan barang barang nya. Yuri terhenti saat menemukan foto jhope dan listy di sebuah bingkai foto kecil di laci nya.
" Maaf listy, aku harus pergi. Aku akan merindukanmu. Oppa, aku juga akan merindukanmu. Tapi di sampingmu, hanya akan membuatku semakin sakit hati" gumam yuri sembari menatap bingkai foto di tangan nya.
Yuri mengambil ponsel nya, dan menyala kan nya, setelah dia mematikan nya sejak kemaren.
Beberapa notif memenuhi ponsel yuri. Beberapa pesan dan panggilan telefon tak terjawab dari listy, jimin, bahkan jhope membuat hati yuri semakin tak tenang.
Di saat yuri berniat membuka pesan pesan jhope, jin masuk ke kamar yuri.
Dengan perlahan, yuri menaruh ponsel nya. Dan menatap jin yang kini duduk di ranjang nya.
" iya oppa, aku harus pergi. Penerbanganku besok pagi" jelas yuri.
" apa ini karna ucapan ku dan jimin tempo hari? Apa kamu tersinggung?"
" tentu saja tidak oppa, kalian adalah oppa ku, aku sangat menyayangi kalian berdua. Ini hanya masalah pribadiku. Dan aku memang ingin kuliah di australia"
" kenapa mendadak? Kita bahkan belum melakukan pesta perpisahan. Oppa akan merindukanmu"
" ah oppa, jangan membuatku sedih. Aku akan sering menelfonmu, dan jimin oppa"
" besok jimin akan menikah, apa kamu juga tidak ingin hadir?"
" iya, ahjuma sudah menceritakan nya, tapi aku tidak bisa datang, eomma yg memilih jadwal penerbanganku pagi. Aku hanya bisa menitip salam, tolong katakan pada jimin oppa, dan tata eonnie, semoga mereka selalu bahagia"
" aku juga tidak akan datang"
" hagh? Kenapa?"
" aku tidak menyetujui pernikahan mereka"
" oppa, apa yg oppa katakan? Jimin oppa pasti akan sangat sedih kalau appa, eomma bahkan hyung nya juga tidak hadir"
" oppa rasa tata bukanlah orang yang tepat untuk jimin. Oppa tau, tata gadis yg baik, tapi dia tidak cocok untuk jimin"
" ah baikalah oppa, aku tau, pasti oppa punya alasan kuat untuk tidak merestui mereka, tapi mereka pun pasti punya alasan kuat kenapa mereka menikah dalam waktu sesingkat ini"
" kamu benar tapi oppa masih tidak bisa menghadiri pernikahan mereka"
" aku hanya bisa berharap, semoga setelah aku pergi, kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan cepat"
" aku juga berharap, adik kecilku yg super tomboy ini, kan selalu bahagia dimana pun berada"
Yuri dan jin pun saling memeluk dan tersenyum, dengan mata terpejam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari nya..
Rumah jungkook..
Gaun putih dengan gaya yang elegant telah membalut tubuh tata.
Meski bukan gaun pernikahan, tata tetap terlihat anggun, layak nya seorang mempelai wanita.
Dengan rambut yg terikat rapi dan di hiasi jepit rambut simple yg mengait di rambut nya.
Riasan yg sederhana pun semakin membuat Tata terlihat mempesona.
Tata duduk di depan cermin dan sedikit merapikan rambut nya, di bantu oleh ayanna dan back hye.
" tata ssi, kamu terlihat begitu cantik" puji ayanna.
" benar, tata memang lebih cocok dengan riasan sederhana. Kecantikan nya alami" tambah back hye.
" berhentilah meledekku, jangan buat aku malu" elak tata.
Tak lama, jimin masuk ke kamar tata, dengan memakai kemeja putih dan celana hitam.
Jimin terlihat tampan dengan rambut nya yg teraisir rapi.
Ketika jimin masuk, semua pun menatap jimin. Begitu pun dengan tata, yang menatap jimin dari pantulan kaca di depan nya.
" wah memepelai pria terlihat begitu tampan" ledek ayanna.
Jimin pun hanya tersenyum, dan sesekali melirik ke arah tata.
" hmm ayanna, ayo kita bantu sindy, jessy dan defy. Mereka sedang menyiapkan sarapan" ajak back hye.
" iya. Ayok, tata ssi, kami tinggal dulu ya"
Tata hanya tersenyum pada back hye dan ayanna yang telah meninggalkan kamar nya.
Jimin menghampiri tata dan duduk di meja rias di depan tata.
Dengan tatapan hangat, jimin tersenyum dan tata pun turut tersenyum pada jimin.
" kamu siap?" Tanya jimin.
" harus nya aku yg bertanya hal itu. Hari ini, kamu akan melepas status lajang mu jimin"
" tentu saja, aku akan siap, apalagi setelah melihat mempelai secantik bidadari di depanku" sanjung jimin.
" bahkan kamu juga terlihat sangat tampan. Aku tidak menyangka kamu bisa serapi dan setampan ini" ledek tata.
" wah ternyata selama ini kamu meragukan ketampananku rupanya"
Jimin dan tata pun tertawa. Mereka terus berbincang, dan jimin juga memeriksa hiasan tangan yang tata pakai.
Sekilas, pernikahan palsu ini tak nampak di antara mereka. Tak ada yang akan percaya bahwa pernikahan ini hanya sandiwara, ketika melihat jimin dan tata saat ini.
Senyum dan tawa selalu terlukis di wajah mereka. Mata yg berbinar memancarkan ketulusan dari mata mereka berdua.