Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 20



Di dalam mobil...


tae terus teringat saat defy menangis setelah mendengar kabar kecelakaan jin.


" kalo cuma bos. Dia nggak mungkin menangis seperti itu, bahkan defy pergi menjenguk nya malam malam begini" batin taehyung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope..


Listy dan jhope sampai di rumah. Jessy menyambut jhope dan Listy dgn senyum lebar nya.


" ada apa? Kamu terlihat begitu senang" tanya jhope yang turut tersenyum melihat adik yang tak berhenti memperlihat kan senyum nya.


" Oppa juga pasti senang mendengar kabar ini. Aku.. aku akan mendapatkan donor kornea"


" wah. Itu kabar yg sangat bagus" sahut listy.


Listy terus tertawa dgn uraian air mata. Jhope pun demikian, jhope terus tersenyum melihat kedua adik nya yg tertawa dan saling memeluk.


Listy pun menghampiri jhope dan mengusap air mata jhope. mereka kembali saling memeluk dan terus berucap syukur.


" oppa, eonnie, aku akan bisa melihat lagi. Aku sudah tidak sabar" ucap jessy.


" kapan oprasi nya?" Tanya jhope.


" dokter roy tadi menelfonku, dia bilang besok aku harus melakukan pemeriksaan dan lusa kemungkinan aku bisa melakukan oprasi nya" jelas jessy.


" oppa akan menemani mu besok" usul jhope.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Defy, suga dan sindy sampai di rumah sakit.


Mereka melihat jimin dan Yuri yg terus menangis memperhatikan jin yang terbaring di ruang ICU.


Defy mendekati Yuri dan mengajak nya duduk.


Sementara suga memberikan kopi untuk jimin.


" jimin ssi minumlah dulu. Hyungmu akan baik baik saja. Hapus air matamu" ucap suga.


" aku tidak menangis" sangkal jimin.


Jimin duduk dan suga pun mengikuti jimin.


" emosi untuk orang yg kita sayangi itu tidak salah. Kalian saling mencintai. Jangan ragu untuk memperlihatkan nya. Hyung mu membutuhkan mu. Tetap lah disini. Aku harus mengantar para wanita pulang dulu. Aku akan kembali ke sini lagi"


" iya hyung"


" defy, yuri dan sindy. Ayo ku antar kalian pulang" ajak suga pada ketiga wanita yg tengah duduk tertunduk


" Yuri, menginaplah di rumahku malam ini. Besok pagi kita ke sini lagi" usul defy.


" baiklah" jawab yuri.


Mereka berempat menuju ke rumah defy.


Setelah mengantar defy, sindy dan yuri, suga pergi ke rumah jhope.


" hai suga"sapa jhope.


" aku mau mengembalikan mobil kalian. Baiklah aku langsung pergi saja, ini sudah larut. Selamat malam" pamit suga.


" kamu mau pulang? Ayo ku antar" tawar jhope.


" aku mau ke rumah sakit lagi, jimin sendiri di sana" jawab suga.


" hyung nya jimin masih di ICU" sambung listy yang kini berjalan mendekati suga dan jhope.


" masih" jawab suga.


" tunggu sebentar" ucap listy sembari kembali masuk ke dalam rumah nya.


" duduklah dulu. Kamu sudah makan malam?" Tanya jhope.


" aku akan membelinya nanti di jalan" jawab suga.


Listy datang membawa dua kantong besar.


" apa yg kamu bawa ini lis?"


" suga, ambil ini, ini 2 kantong tidur, kalo di ICU biasanya nggak ada tempat tidur, kalau pun di pindah mungkin besok pagi baru di pindah. Dan yg ini kotak makan malam untuk kalian. Dan ini kunci motorku. Ini helmku pakailah" ucap listy sembari menyodorkan 2 kantong besar, helm dan kunci motor nya.


" jhope. Adikmu seperti doraemon. Ini memang berguna tapi apa tidak berlebihan membawa kantong tidur" ucap suga dgn tatapan bingung melihat listy.


" enak saja. Aku selalu sedia payung sebelum hujan tau" jawab listy.


" cuaca nya nemang sedang dingin sekali. Udah bawa saja siapa tau di butuhkan" sambung jhope.


" baikalah. Makasih. Aku pergi dulu" jawab suga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di rumah jungkook...


Tata tengah membuat susu untuk sujin.


Tapi saat Tata masuk ke kamar sujin, rupa nya sujin telah tertidur.


Tata duduk di samping sujin yg tertidur.


Tata mengganti baju sujin dan mencium kening nya.


Tata duduk cukup lama, dan tata terus mengusap rambut sujin.


Jungkook melewati kamar sujin dan melihat tata di yg tengah mencium sujin.


" Noona. Noona belum tidur?"


" aku dari membuat susu untuk sujin. Tapi dia malah tertidur. Sepertinya sujin kelelahan"


" biarku minum susu nya dari pada di buang. Hmm apa ji suk hyung belum pernah menelfon sujin?" Tanya jungkook.


" belum, kasian sujin. Dia pasti pernah merasa rindu pada appa nya"


" apa noona tau keberadaan nya sekarang"


" entahlah. Dia selalu sibuk dgn pekerjaan nya. Mungkin di jepang mengurus pabrik nya di sana. Kami sudah putus kontak setelah pengadilan memberi hak asuh sujin padaku. Ini sudah malam tidur sana. Besok kamu masuk pagi kan"


" iya noona juga tidurlah"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit...


Suga sampai di rumah sakit dan langsung duduk di samping jimin.


" Listy dan jhope memberikan makanan. Ayo makan malam dulu" ajak suga.


" aku tidak lapar hyung. Kenapa dokter masih belum memberi tau apapun"


" tenanglah, jin akan baik baik saja. Makanlah dulu, kamu butuh tenaga untuk menjaga hyungmu"


" kamu benar hyung"


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ICU. Jimin segera menghampiri dokter.


" anda keluarga dari pasien kecelakaan?" Tanya sang dokter.


" hyung mu baik baik saja. Tidak ada luka dalam juga. Cuma luka di kaki dan tangan nya yg cukup dalam. Dia pingsan karena faktor2 biasa saja. Sesak, panik dan sedikit dehidrasi. Dia akan segera siuman. Sebentar lagi dia akan di pindah ke ruang rawat. Kalian bisa menemui nya" jelas sang dokter.


" baiklah makasih dok" ucap jimin.


Jimin segera masuk ke ruang ICU. Suga juga mengikutinya.


Jimin duduk di samping jin dan memegang tangan nya. Sementara suga hanya duduk tenang di sofa memainkan ponsel nya.


" hyung, kau begitu ceroboh. Kenapa bisa sampai kecelakaan begini"


Jin mulai menggerakan tangan nya dan membuka matanya. Melihat jin yg mulai sadar, jimin segera mengusap air matanya.


" jimin kamu di sini" Ucap jin lemah.


" hyung di rumah sakit sekarang. Hyung kecelakaan" jelas jimin.


" iya. Aku ingat. Aa kepalaku sakit sekali" ucap jin.


" kenapa bisa sampai kecelakaan?" Tanya jimin.


" maafkan aku. Aku kurang hati2. apa hyung membuatmu khawatir?" Tanya jin.


" hyung sangat ceroboh!" maki jimin.


Jimin kembali menangis, dan jin justru tertawa.


" jadi benar kan? Kamu mengkhawatirkan hyung? Hyung senang mendengar nya"


Jimin terus menangis dan memeluk jin yg tengah terbaring.


" hyung merindukan pelukan ini. Apa hyung harus sering kecelakaan supaya kamu sering memeluk hyung" ledek jin.


" apa yg hyung katakan. Diamlah. Jangan katakan itu. Dan jangan pernah ceroboh lagi"


Suga tertawa melihat percakapan haru antara jin dan jimin. Suga keluar mengurus pendaftaran pemindahan jin ke ruang rawat inap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi harinya, defy dan Yuri datang ke rumah sakit.


Pagi itu jin sudah di pindahkan ke ruang rawat.


Yuri langsung duduk di samping ranjang jin.


" bagaimana keadaan oppa?" Tanya yuri.


" aku baik baik saja" jawab jin.


" dimana jimin?"


" dia sedang membeli kopi"


" suga, bolehkan aku meminta tolong?" Tanya jin.


" tentu saja" jawab suga.


" Suruhlah jimin pulang, dia menunggu ku semalaman. Suruh dia istirahat di rumah. Dia pasti mendengarkan mu" pinta jin.


" baiklah"


Seorang suster pun masuk ke dalam ruang rawat jin.


" tuan jin. Obat anda harus di tebus di apotik" ucap sang suster.


" biar aku saja" sahut yuri sembari berjalan menghampiri sang suster.


Defy terus menatap jin. Jin pun menyuruh defy untuk duduk di samping nya.


" defy, duduk lah di sampingku" ucap jin.


" hmm aku mau mencari jimin" pamit suga.


Setelah suga dan yuri pergi. Jin dan defy terus saling menatap.


Mata defy pun mulai berkaca kaca.


" kenapa bisa jadi seperti ini?" Tanya defy.


Jin mulai meraih tangan defy dan memegang nya.


" ini semua karna kamu" jawab jin.


" aku? Kenapa aku?"


" tentu saja karna kamu. Kamu belum juga menjawab pertanyaanku. Itu sebab nya wajahmu terus muncul di mataku. Aku tidak sabar untuk menemuimu. Aku ingin segera mendengar jawabanmu"


" maafkan aku"


Defy menunduk. Wajah defy mulai terlihat sedih. Mereka terdiam beberapa saat dan jin mulai berpura pura kesakitan.


" aw aaaww sakit sekali"


" mana yg sakit sebelah mana? Aku harus memanggil dokter?" Tanya defy yang mulai panik.


Jin menarik tangan defy saat defy beranjak dari duduk nya.


" hati ku yang sakit. tega sekali kamu menolaku saat aku kesakitan begini"


Defy tersenyum dan memegang tangan jin dgn kedua tangan nya.


" maksudku. Maafkan aku, karna membuatmu menunggu. Harusnya aku menjawabnya "iya" lebih awal. Saat aku jauh darimu. Aku sadar kamu sudah mengisi hatiku. Jadi aku pikir aku merindukanmu"


JinĀ  sangat senang mendengar jawaban defy. Senyum nya pun terus mengembang di wajah nya. Jin segera bangun dan memeluk defy.


Meski sedikit kaget dgn pelukan jin, tapi defy tetap menyambut pelukan jin.


Mereka berdua terus tersenyum sambil berpelukan.


" makasih. Aku mencintaimu"


" hmm aku tau itu"


Saat itu juga, jimin, suga dan Yuri masuk, Mereka melihat defy dan jin yg sedang berpelukan.


" ekhem.. Yuri sepeti nya kamu harus membuang obat itu. sekarang jin hyung sudah sembuh" sindir jimin.


Jin dan defy segera melepaskan pelukan mereka. defy merasa sangat malu dan terus tertunduk.


" iya, aku rasa jin oppa sudah mendapat obat yg lebih manjur" tambah yuri.


" sudah sudah. Jimin pulanglah dgn suga. Hyung baik baik saja" ucap jin.


" iya hyung. Nanti sore aku kesini lagi"


" jin aku pulang dulu. Cepatlah sembuh" pamit suga.


" ya makasih banyak suga" jawab jin.


" aku juga harus ke kantor sekarang. Cepatlah sembuh" sambung defy.


" hagh padahal aku ingin kamu tetap di sini. Tidak papa, pergilah bekerja. Sekertaris cantiku" ledek jin.


" defy pergilah cepat. jin oppa akan terus menggodamu nanti"


Defy, jimin dan suga pun keluar dari ruang rawat jin.