
Depan rumah defy...
Saat itu jin masih mendekap tubuh defy dengan erat. Semakin defy mencoba melepaskan dekapan jin, semakin erat pula dekapan jin.
" maafkan aku, maafkan aku" ucap jin.
" kenapa kamu memberiku harapan, saat aku tidak bisa maju? Kenapa?" Tanya defy dengan uraian air mata.
" sstt tenanglah, aku akan membuat semuanya baik baik saja. Kita akan berjuang bersama, aku berjanji, aku tidak akan melepas tanganmu. Jadi jangan pernah berniat pergi dari sisiku. Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu" tegas jin.
" aku juga sangat mencintaimu"
Saat defy menangis di pelukan jin, ternyata taehyung berdiri di depan rumah nya. Dan tertegun melihat defy berada dalam pelukan laki laki lain.
Tangan taehyung mulai bergetar dan air mata nya mulai mengalir dengan deras nya.
Di saat yg sama, jessy melihat taehyung yg berurai air mata, jessy menatap taehyung dan melihat apa yg taehyung lihat.
Jessy mengenali wajah itu. Jessy mengenali defy.
Jessy pun memahami, kalau taehyung berlinan air mata kala melihat defy memeluk seorang lelaki di depan rumah nya.
Seketika, hati jessy hancur melihat taehyung yg menangis di depan nya.
Taehyung berbalik dan melangkah menjauh. Tanpa taehyung sadari, Jessy terus mengikuti nya.
Taehyung menuju ke belakang rumah nya. Taehyung duduk di lantai dan menagis tersedu sedu.
Jessy duduk di samping rumah taehyung dan sesekali melihat ke arah taehyung.
Hati jessy benar benar sangat hancur mendengar tangisan taehyung.
" kenapa def, kenapa kamu tidak melihat cinta di mataku?" Keluh taehyung.
Dengan hati yang hancur dan air mata yang terus membasahi pipi nya, jessy melangkah menjauhi taehyung.
Rumah jhope..
Jessy langsung masuk ke kamar nya. saat itu, listy melihat jessy dan langsung masuk ke kamar jessy.
" jessy apa yg terjadi? Apa matamu sakit?" Tanya listy panik.
" eonnie.."
Jessy segera memeluk listy, saat listy duduk tepat di depan nya.
" kenapa eonnie? Setelah sekian lama aku menunggu agar aku bisa melihat lagi, tapi justru penglihatanku membuatku terluka. Sakit sekali, hatiku sakit sekali eonnie. Kenapa ini begitu menyakitkan"
" jessy kendalikan dirimu. Eonnie ada di sini tenanglah, eonnie tau kamu bisa melalui nya"
" bintangku menangis, bintangku menangisi bintang nya. Apa yg harus aku lakukan" keluh jessy dengan di iringi isak nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pusat perbelanjaan..
Sore itu, jhope berjalan jalan di pusat perbelanjaan.
Jhope terus keluar masuk toko pakaian wanita. Jhope memilih gaun di sebuah toko.
Tak disangka, Yuri juga ada di sana, yuri tengah memilih beberapa helai pakaian untuk nya.
" oppa jhope, hai" sapa yuri dengan senyum yg mengembang.
" yuri, senang bertemu denganmu"
" apa yg oppa lakukan disini?"
" aku ingin membeli gaun untuk jessy, jessy baru membuka persban nya, dan sekarang dia sudah bisa melihat lagi. Aku ingin memberi nya hadiah"
" wah benarkah? Aku turut bahagia mendengar nya. Kenapa listy tidak memberi tahuku"
" mungkin dia lupa. Datanglah kerumah saat kamu punya waktu"
" hmm iya oppa"
" apa kamu membeli gaun juga?"
" hmm iya, mungkin akan terlihat lucu, tapi aku ingin mencoba nya. Selama ini aku belum pernah memakai gaun"
" kamu akan tampak cantik, kalau memakai gaun. Kamu mau minum kopi bersamaku?"
" ayo kalau oppa memaksa"
Jhope dan yuri menikmati kopi di sebuah cafe, mereka juga memesan cemilan.
Yuri terlihat begitu senang bersama jhope. yuri terus bercerita berbagai hal dengan gaya nya yg polos dan ceria.
Sementara jhope terus memperhatikan yuri sambil tersenyum. Dan sesekali jhope pun mengikuti gaya konyol yuri.
Mereka berbincang, sambil memakan cemilan. Jhope bahkan menyuapi yuri tanpa canggung, Begitupun dengan yuri.
Mereka terlihat sangat nyaman satu sama lain.
Tapi di tengah perbincangan mereka, perhatian jhope teralihkan oleh seorang wanita yg berjalan di luar cafe.
" yuri, tunggu di sini sebentar" pamit jhope sembari berlari ke luar cafe.
" oppa mau kemana?"
Jhope mengejar seorang wanita berambut panjang, sedikit begelombang, tinggi dan memiliki tubuh yg proporsional.
Jhope memegang tangan gadis itu. Seketika wanita itu langsung menoleh ke arah jhope.
" back hye" panggil jhope.
Wanita itu mirip sekali dengan back hye, mantan kekasih jhope yg jhope kira sudah meninggal.
" hmm maaf anda siapa? Anda salah orang" ucap wanita itu dengan gugup.
" aku tidak salah orang, kamu back hye kan? Katakan!" Paksa jhope.
Wanita itu terus mencoba melepas tangan jhope. Bahkan dia menggigit tangan jhope.
Wanita itu berlari menjauhi jhope dan sesekali menoleh ke arah jhope.
" aku tau itu kamu, back hye. Choi back hye. Kamu masih hidup. Tapi kenapa kamu menghindariku?"
Jhope kembali ke cafe dan mengambil belanjaan nya.
" oh iya oppa" jawab yuri dengan raut wajah sedikit kecewa.
" datanglah ke konser kami. Jimin sudah berusaha sangat keras. oppa mu itu sangat pekerja keras"
" iya, aku pasti akan datang"
Rumah jhope...
Jhope pulang ke rumah nya, jhope masuk kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.
Jhope membuka laci di mejanya dan memandangi foto back hye.
Jhope teringat kembali masa masa saat dia dan back hye menghabis kan waktu bersama.
Mereka sering membaca komik bersama di taman, mengelilingi taman dengan sepeda dan bercanda ria di teli danau.
Jhope begitu bahagia, saat dia bersama back hye.
Malam ini jhope begitu terbawa suasana, dia terus tertunduk dan tanpa sadar air mata nya mengalir dari manik nya.
Tak hanya jhope, taehyung juga mengurung diri nya di kamar.
Bahkan jessy, Defy, jin, sindy, jungkook dan Tata pun Diliputi kesedihan di malam ini.
Mereka terus meratapi nasib mereka dgn cara masing masing Di saat yg bersamaan.
" kenapa dia? kenapa bukan aku, kenapa kamu tidak melihat besar nya cintaku defy?" Keluh taehyung sembari meringkuk di pojok kamar nya.
" kenapa di saat aku mendapatkan penglihtan ku, justru penglihatan ini yg membuat hatiku hancur. Mata ini? Kenapa mata ini melihat bintangku menangis" sesal jessy yang tengah duduk di depan jendela kamar nya, sembari memegang gantungan kunci berbentuk bintang.
" aku terjebak di situasi yg seperti apa ini? Aku benar benar tidak bisa mundur. Aku tidak mau kehilangan mu jin" batin defy sembari berbaring di ranjang nya.
" Defy, aku tidak akan membiarkanmu pergi, aku akan memerjuangkanmu" ucap jin di tengah kesibukan kerja nya.
" dia bahkan tidak menatapku saat aku pergi, apa lagi menahanku. Jadi, kamu anggap apa aku selama ini jungkook?" Tanya sindy dalam batin nya.
" maafkan aku sindy, aku pikir kamu bisa menungguku menjelaskan keadaanku. Hagh mungkin ini lebih baik, semoga kamu selalu bahagia" ratap jungkook sembari berbaring di ranjang nya.
" sujin, eomma tidak akan membiarkanmu jauh dari eomma, eomma akan melakukan apapun untukmu" ucap Tata sembari menatap potret sujin dalam bingkai foto. Sesekali, tata mengusap air mata nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah namjoon...
Namjoon, jimin dan suga sudah menyiapkan persiapan konser mereka.
Tetapi jungkook, taehyung, dan jhope, tidak kunjung menjawab telfon dari jimin.
" kenapa dengan mereka. Mereka tidak menjawab telfon dariku. Padahal konser nya besok" keluh jimin.
" para wanita juga tidak datang. Ada apa sebenar nya yg terjadi?" Tambah namjoon.
" aku akan menelfon listy" sahut suga.
Suga pun,keluar dari rumah namjoon dan melakuakn panggilan vidio dengan listy.
" listy..."
" hemh? Apa?"
" oppamu di rumah?"
" entahlah, aku sedang di luar dengan Yuri. Aku rasa jhope oppa dirumah" jawab listy.
" tadi aku ke pusat perbelanjaan dengan jhope oppa, dia bilang dia akan pulang" sahut yuri yang duduk di depan listy.
" apa oppa tidak datang latihan hari ini?" Tanya listy pada suga.
" tidak, bahkan jungkook dan taehyung juga tidak datang. Hmm tunggu, apa yg kamu lakukan malam malam begini? Kalian pergi kemana?" Tanya suga dengan nada meninggi.
" Kami sedang menyiapkan keperluan untuk konser besok" jawab listy santai.
" kalian dimana? Kalian cuma berdua? Ini sudah malam, apa tidak bisa di selesaikan besok?" Oceh suga.
" ih kamu kenapa si?"
" share lokasimu sekarang juga, aku dan jimin akan kesana"
Suga menutup panggilan vidio nya. Suga segera masuk dan mengajak jimin pergi.
" namjoon ssi. Maaf kami harus pergi, besok pagi kami kesini lagi. Ayo jimin" ucap suga.
" ah ini masih sore hyung. Kita minum saja ya?" Jawab jimin.
" ide bagus" sambung namjoon.
" jangan hari ini. ayo cepat ikut denganku, kita harus pergi ke suatu tempat" ajak suga.
Jimin pun mengikuti suga. Mereka pergi ke stadion konser, dimana listy dan yuri tengah mendiskusikan dekorasi panggung dengan 3 orang EO.
Suga dan jimin segera menghampiri listy dan yuri.
Suga terlihat sangat marah melihat listy berdekatan dgn salah satu pria yang tidak lain adalah salah satu EO.
Suga segera menarik tangan listy untuk menjauh.
" lepaskan tanganku, sakit" keluh listy.
" apa yg kamu lakukan di sini? Dengan pria pria itu?" Tanya suga ketus.
" kamu kenapa sih. Dari tadi marah marah terus? Mereka itu EO. Kamu mendiskusikan konsep panggung kalian besok" terang listy.
" kenapa malam2 apa tidak ada waktu lagi"
" besok mereka akan mulai mengerjakan nya"
" tapi tidak perlu sedekat itu, kamu juga bisa memintaku menemanimu. Jangan seperti ini, bagaimana pun mereka itu pria"
" kamu juga pria. Kenapa aku harus memintamu menemaniku"
" kamu susah sekali di bilangin yah"
" nona, kami rasa kami sudah memahami apa yg kalian mau. Jadi, diskusi nya cukup sampai sini saja. Kami akan pulang sekarang" pamit salah seorang EO.
" oh baiklah, terimakasih kerjasama nya" jawab listy.