
Listy berjalan kesana kemari dan sesekali mentap jin, tae dan namjoon yang tertunduk lesu di depan listy.
Wajah tae dan jin sama sama lebam dan sedikit mengeluarkan darah.
" Ini soal pertunangan ayanna dan jin?" Tanya listy.
Tapi tak ada yang satu patah kata pun keluar dari mulut mereka bertiga. Mereka terus diam membisu.
" ich kalian menggelikan, kalian meributkan hal yang belum tentu akan terjadi. Bukan nya berdiskusi, kalian malah bertengkar sepeti ini" lanjut listy.
" aku ingin berdiskusi dgn namjoon, tapi dia menolak, dan bocah konyol ini malah mengajakku berkelahi" keluh jin dengan nada tinggi.
Tae pun langsung menatap jin dgn tatapan tajam.
" hentikan! Sekarang kita diskusikan masalah ini, aku tau benar Namjoon oppa dan ayanna masih saling mencintai. Dan aku berjanji akan mencari cara untuk membuat ayanna mau membatalkan pertunangan ini. Tapi, kalian juga harus membantuku. Jangan ada hal seperti ini lagi. Namjoon oppa, percayalah padaku. Aku tidak akan membiarkan kalian terpisah"
" Namjoon sii, aku juga berjanji, ayanna hanya lah milik mu. Aku akan terus berusaha membatal kan pertunangan ini" tambah jin.
" baiklah, aku percaya pada kalian, aku juga akan berusaha membuat ayanna bisa kembali padaku lagi, aku tidak akan menyerah" ucap namjoon.
" makasih listy. Dan maafkan aku, aku tidak sengaja mendorongmu, sampai kau terluka seperti itu" sesal jin.
" aku juga minta maaf" sambung taehyung.
" aku tidak papa, ini hanya luka kecil, aku.. aku hanya.." sebelum listy menyelesaikan perkataan nya, listy memegangi pelipis nya dan kemudian listy terkulai lemas di lantai.
Jin, tae dan namjoon begitu kaget melihat listy pingsan secara tiba tiba.
Mereka pun segera menghampiri listy dan memeriksa keadaan nya.
" listy" panggil namjoon.
Dan di ikuti pangilan dari tae dan jin.
Mendengar namjoon, jin dan tae yang terus memanggil listy, jhope, jimin, suga dan defy pun segera masuk ke dalam rumah namjoon.
" listy kenapa?" Tanya jhope dengan wajah panik nya.
" entahlah dia pingsan begitu saja" jawab namjoon.
Tanpa basa basi, suga segera menggendong listy dalam dekapan tangan nya.
Suga membawa listy menuju mobil jhope, di ikuti oleh jhope, jin, jimin, defy, taehyung dan namjoon.
Saat hendak masuk ke dalam mobil listy tersadar dan terus memegangi pelipisnya.
" listy kamu baik baik saja? Kita akan ke rumah sakit sekarang" ucap suga.
" hmm tidak usah, aku baik baik saja. Aku hanya sedikit pusing" jawab listy yang masih terkulai lemas dalam dekapan suga.
Suga pun mendudukan listy dalam mobil jhope.
" kamu yakin lis?" Tanya jhope dengan wajah yang telah memucat.
" iya, aku baik baik saja oppa, aku hanya ingin pulang sekarang" jawab listy.
Listy, tae dan jhope pun pulang . Jin juga mengantar defy pulang ke rumah nya.
Begitupun dengan jimin dan suga, mereka pulang dari rumah namjoon menggunakan sepeda motor suga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari..
Tata membuka mata nya dan dia mulai memegangi kepala nya.
Tak lama jungkook masuk ke kamar tata.
" noona kenapa? Tidak biasa nya bangun siang? Noona sakit?" Tanya jungkook.
" hmm aku sedikit pusing saja. Kamu sudah sarapan? Noona akan membuatkan sarapan untukmu" ucap tata.
" tidak perlu noona, wajah mu pucat, apa kita ke dokter saja?"
" tidak, aku baik baik saja. Aku akan meminum obat, nanti juga sembuh"
" noona yakin? Apa aku harus libur kerja hari ini? Noona terlihat begitu pucat"
" ini karna aku belum cuci muka, sudah pergilah sana nanti kamu terlambat, dan jangan lupa beli sarapan di kantor"
" baiklah kalau begitu, noona telfon saja kalau noona butuh bantuan. Aku akan segera datang"
" siap tuan polisi. Hmm apa sujin sudah berangkat sekolah?"
" iya, dia tidak mau membangunkanmu kata nya"
" hmm gadis kecil itu, dia pasti belum sarapan"
" aku lihat dia hanya meminum susu tadi. Noona tenang saja, sujin bukan anak kecil lagi"
" hmm kamu benar, tapi.. aku masih belum bisa merelakan dia begitu saja, jungkook"
" hmm sudahlah, pergilah bekerja nanti kamu terlambat"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah ayanna...
Ayanna tengah menikmati sarapan nya dengan appa nya. Ayanna menuang kan satu gelas susu untuk appa nya.
" appa, habis kan susu nya, setelah itu, aku akan mengambilkan obat appa" ucap ayanna.
" putriku, memang yang terbaik. Hmm appa ingin bertanya sekali lagi padamu, soal Park seokjin. Apa kalian sudah semakin dekat sekarang? Apa kamu merasa cocok dengan nya?" Tanya tuan kim
" appa, jangan pikirkan hal itu. Pertunangan kami sudah di tetapkan oleh appa dan tuan park. Aku akn menuruti apa yang appa kehendaki. Dokter bilang, oppa tidak boleh terlalu banyak pikiran bukan?"
" appa ingin yang terbaik untukmu, appa rasa keluarga park adalah keluarga yg terbaik, setelah appa tiada, appa tidak akan menghawatirkan mu"
" appa! Apa yang Appa katakan, aku tidak menyukai hal itu, jangan pernah katakan hal itu lagi. Ayanna sangat menyayangi appa" ucap ayanna sembari memeluk tuan kim.
Setelah sarapan, ayanna pergi menuju toko bunga milik nya.
Beberapa karyawan ayanna menyapa ayanna dengan ramah.
Seperti biasa ayanna duduk di ruangan nya, dan memeriksa beberapa data di laptop nya.
Jari jemari ayanna bergerak memainkan keyboard di depan nya.
Tapi setelah beberapa saat, ayanna berhenti dan dia membuka laci meja nya.
Dia mengambil sebuah bingkai foto.
Tak lain, itu adalah foto namjoon dan diri nya, saat mereka masih menjalin hubungan.
Saat itu, listy lah yang memotret namjoon dan ayanna. Ayanna pun teringat listy dan segera mengambil ponselnya.
Ayanna melakukan panggilan telfon pada listy.
Saat itu, listy tengah terbaring di ranjang nya. Matanya masih setengah terbuka saat nada dering ponsel nya membangunkan dia dari lelap tidur nya.
Listy mengangkat panggilan telfon nya tanpa melihat nama di layar ponsel nya.
" hallo" sapa listy dgn nada lemah.
" listy? Suara mu terdengar lemah, kamu sakit?" tanya ayanna.
" ayanna?" Listy langsung membuka mata nya lebar saat mendengar suara ayanna.
" iya ini aku. Kamu sedang sakit? Suara mu terdengar berbeda.
" hmm iya terjadi kecelakaan sedikit. Ada apa ayanna? Tumben kamu menelfon"
" hm sebenarnya aku ingin mengajakmu makan siang. kita sudah lama tidak menghabis kan waktu bersama. Sayang sekali kamu sedang sakit"
" bagaimana kalau kita makan siang di cafe oppa ku, sebelah rumahku persis, aku sedang sakit, apa kamu tidak ingin menjengukku? Tega sekali" bujuk listy dgn nada manja.
" Listy, rumah mu berdekatan dgn namjoon. Kamu tau sendiri aku tidak mau menemui nya. Aku tau rencana mu. Kamu tidak sepolos suara mu"
" iya iya, aku janji, aku tidak akan mengundang namjoon oppa, aku janji"
" baiklah, aku akan kerumahmu siang ini"
Ayanna pun menutup telfon nya dan kembali bekerja.
Sementara listy beranjak dari ranjang nya. Tapi tiba tiba kepala nya kembali terasa pusing dan membuat dia kehilangan keseimbangan nya.
Listy hampir saja terjatuh, untung saja suga datang dan segera membantu listy duduk kembali.
" apa kamu masih merasa pusing? Apa perlu ke dokter?" Tanya suga.
" kenapa kamu datang sepagi ini?"
" aku sangat heran denganmu kenapa kamu selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan?"
" accch kamu membuat ku semakin pusing"
" baiklah. Aku, mengantar jimin bekerja, dan aku mampir untuk melihat kondisi mu"
" aku baik baik saja"
" apa nya yg baik baik saja? Kamu hampir terjatuh tadi"
" masih sedikit pusing si"
" kamu mau ke kamar mandi? Aku bisa nembantu mu"
" heeyyyy!"
" maksud ku, membantu berjalan ke kamar mandi. Astagah, kamu pikir aku semesum itu?"
" hmm ok kalau kamu memaksa"