
kediaman park...
Defy sampai di rumah jin. Dia langsung masuk setelah pelayan membukakan pintu.
" tuan jin ada di kamar nya" ucap seorang pelayan yang tentu nya sudah tau bahwa defy adalah sekertaris jin.
" iya makasih" ucap defy.
Defy pun berjalan menuju kamar jin.
Saat dia di depan kamar jin, dia berpapasan dgn nyonya park yang terlihat begitu rapi dengan tas yang super mewah tergantung di lengan nya.
" siapa kamu?" Tanya nyonya park.
" saya defy, sekertaris tuan jin. Ada beberapa file yg harus di tanda tanganni tuan jin" jawab defy.
" oo masuk saja ke kamar jin. Dan jangan biarkan dia bangun dari tempat tidur nya"
" iya nyonya" ucap defy sembari membungkukan setengah badan nya.
" apa lagi yg kamu tunggu? Cepat masuklah. Ah aku sudah terlambat. Aku harus bergegas"
Nyonya park pun berlalu dari depan defy dan berjalan keluar di ikuti oleh beberapa maid nya.
Defy kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar jin.
Sebelum masuk, defy sempat mengetuk pintu. Jin pun menyuruh nya masuk.
" masuklah. Apa kamu merindukanku" ucap jin yang tersenyum kegirangan melihat defy di depan pintu kamar nya yang setengah terbuka.
" bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya defy.
Defy duduk di kursi samping ranjang jin.
" sudah lebih baik"
" syukurlah. Hmm aku membawa file file yg harus kamu tanda tangani"
Jin mengambil file file yg defy berikan dan menandatangani nya.
" kamu kesini cuma mau meminta tanda tanganku?"
" tidak juga si. Aku ingin melihat keadaanmu"
" hanya itu"
" lalu apa lagi?"
Jin duduk di ranjang dan berhadapan dengan defy.
" kenapa kamu bangun? Nyonya melarangmu untuk bangun"
" kamu hanya ingin tandatangan ku? Tidak mau tanda tanda yang lain? apa kamu tidak merindukan aku?" Tanya jin yang kini menunjukan senyum nakal nya.
" hmm sedikit"
" tapi aku sangat sangat merindukanmu"
Jin mengusap pipi defy dan mulai mendekatkan wajahnya pada defy.
Nafas halus jin mulai menyapu sebagian pipi defy, membuat pipi defy semakin merah merona bagaikan tomat matang.
Perlahan, tangan jin mulai menelusup ke sela sela rambut defy yang tertata rapi.
Defy pun hanya terdiam dan mulai menutup mata nya saat bibirnya mulai mulai menempel dgn bibir jin.
Tapi sayang nya ponsel defy berdering dan defy mencoba berpaling dari jin.
Tapi jin tidak mau melepaskan defy.
"Hmm" gumam defy dengan nada meminta.
"Hmm" gumam jin dengan nada menolak.
Kemudian defy mencubit perut jin dan membuat jin punberpaling dari defy dan memegangi perut nya.
Defy tersenyum dan mengambil ponselnya.
" hallo, sindy. Ada apa?"
" cepatlah kembali ke kantor. Rapat nya akan di mulai lebih awal" jawab sindy dari ujung telefon.
" iya. Baiklah"
Defy menutup telfon dari sindy dan menaruh ponselnya ke dalam tas yang dia pakai.
" tega sekali kamu. Cubitanmu sakit sekali tau. Aa sakitnya pindah ke kepalaku" rengek jin yang kini berbaring di ranjang nya.
" mana bisa berpindah seperti itu"
" diamlah. Kamu harus tanggung jawab. Cepat Tiup"
" tiup?"
" iya, tiup luka di kepalaku"
Defy menuruti permintaan jin. Defy meniup luka yg ada di kepala jin.
Tapi saat defy meniup kedua kali, jin justru kembali mencium bibir defy dengan cepat.
Jin dan defy pun terhanyut dalam permainan bibir mereka.
Tapi gangguan datang kembali, kali ini Yuri membuka pintu kamar jin.
Seketika mereka semua sama sama terkejut.
Yuri segera berbalik badan dan menutup pintu kamar jin.
Jin dan defy juga langsung saling menjauh.
" lee yuri!!! Ada apa denganmu!!" Umpat jin yang begitu terlihat kesal.
" stt sudahlah. Aku harus kembali ke kantor. Semoga kamu cepat sembuh. Dah" pamit defy yang kini wajah nya benar benar memerah merasa malu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah sakit...
Jessy telah selesai melakukan berbagai pemeriksaan dan tiba waktunya dia masuk ruang oprasi.
Listy dan jhope terus menemani jessy sampai jessy masuk ke ruang oprasi.
Listy dan jhope terus menunggu dgn begitu cemas.
Mereka terus mondar mandir kesana kemari. Sampai akhirnya setelah menunggu 3 jam lama nya, Seorang dokter keluar dari ruang oprasi.
" selamat. Oprasinya sukses" ucap sang dokter.
Jhope dan listy tidak dapat berkata apapun mereka hanya tersenyum dan terus meneteskan air mata mereka.
Jhope pun memeluk listy dgn erat, tentu nya dengan uraian air mata pula.
" tapi jessy masih harus di rawat selama 3 hari. Dan setelah 1 minggu baru dia bisa membuka persban nya"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jungkook sampai di rumah nya dan langsung mencari Tata.
Jungkook masuk ke kamar Tata dan mendapati Tata yg terkulai lemas di lantai samping ranjang nya.
" Noona, noona kenapa? Ayo duduklah di kasur" ajak jungkook.
Tata hanya bisa nenangis dan memeluk jungkook.
" ada apa? Apa yg orang itu lakukan sekarang?" Tanya jungkook.
" dia membawa sujin, dia akan membawa sujin jauh dariku"
Tata memberikan undangan pengadilan dan surat ijin membawa sujin.
Jungkook membacanya lembaran surat tersebut dan turut meneteskan air mata nya.
Dia menatap noona nya yg terus menangis di depan nya.
" noona tenang saja, kita akan berjuang lagi. Kita akan memenangkan kan persidangan nya lagi"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor PG industri...
Sindy dan defy keluar dari kantor.
" apa jungkook tidak menjemputmu?" Tanya defy.
" mungkin sebentar lagi, aku akan menunggunya" jawab sindy.
" baikalah aku pulang dulu. Dah"
" hati hati di jalan"
Setelah defy pergi, sindy terus menunggu jungkook di depan halte.
Setengah jam berlalu. Sindy mengambil ponselnya dan menelfon jungkook.
Tapi saat itu jungkook tengah sibuk menemani Tata yg tengah terguncang.
Jungkook bahkan tidak sadar bahwa telfon nya berdering.
Satu jam berlalu, jungkook teringat janjinnya dan dia segera pergi menjemput sindy.
Tapi tepat saat jungkook sampai, sindy bangun dan memanggil taksi yg lewat di depan nya.
Sindy pergi dengan taksinya dan jungkook hanya bisa diam melihat sindy pergi.
Jungkook mencoba menelfon sindy, tapi sindy sengaja tidak mengangkat panggilan dari jungkook.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah namjoon...
Malam hari nya, taehyung, jimin, suga, jungkook dan jhope berkumpul di rumah namjoon seperti biasa.
" jhope hyung bagaimana keadaan lily?" Tanya taehyung.
" dia masih harus d rawat di rumah sakit, mungkin sekitar 4-5 hari" jawab jhope.
" listy juga di rumah sakit?" Tambah suga.
" iya, dia harus menemani jessy" sahut jhope.
" oya hyunh mu juga di rumah sakit kan jimin? Bagaimana keadaan nya?" Tanya namjoon.
" dia sudah di rumah sekarang, dia sudah lebih baik" jawab jimin.
" hey jungkook. Kamu kenapa?" Tanya taehyung yang menyadari perubaham sikap jungkook.
" aku sedang banyak masalah, kita sudah selesai latihan kan? Aku pulang dulu ya" pamit jungkook.
Jungkook mengambil tas nya dan pergi dari rumah namjoon.
" dia kenapa?" Tanya namjoon.
" entahlah" sahut jimin.
" sudahlah aku juga harus ke rumah sakit. Aku pergi dulu" sambung jhope.
5 hari kemudian...
Tak terasa 5 hari sudah berlalu,
Setiap hari, Taehyung, selalu datang ke rumah sakit, menemui jessy, mengajak jessy bermain dan bercanda.
Listy dan suga, semakin dekat sekarang, karna Yuri sering mengajak Listy berkunjung ke rumah suga, untuk menemui jimin.
Yuri dan jimin terus membuat kejahilan untuk membuat listy dan suga menjadi lebih dekat.
Jin dan Defy pun semakin dekat sekarang, apa lagi setelah jin kembali masuk kantor, jin selalu meluangkan waktunya untuk makan siang dgn defy.
Meski mereka masih menyembunyikan hubungan mereka, atas permintaan defy.
Yuri dan jhope pun kini semakin sering bertemu, Yuri terus menemui jhope di cafe, dgn alasan belajar mata kuliah dgn jhope.
Yuri dan jhope dgn mudah nya menjadi akrab satu sama lain.
Yuri pun selalu mencuri pandang saat jhope mengajari nya tentang mata kuliah nya.
Namjoon terus bekerja keras membuat lagu, berlatih koreo.
Siang dan malam dia terus bekerja, dan setiap dia lelah, dia selalu memandangi foto foto nya bersama ayanna, untuk melepas penat nya.
Sementara jungkook dan Tata terus berusaha mencari pengacara untuk memenangkan persidangan.
Tapi jawaban setiap pengacara selalu sama tentang kekuatan hukum yg di miliki kim ji suk.
Kesibukan jungkook mengurus permasalahan Tata membuat jungkook dan sindy semakin jauh.
Jungkook tidak punya banyak waktu untuk mereka habis kan berdua.
Setiap sindy menelfon jungkook, kebetulan jungkook tengah sibuk dan membuat mereka jarang berkomunikasi. Itu membuat sindy lebih sering terlihat murung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
PG industri...
Hari ini, jimin berkunjung ke kantor jin.
Kala itu jin tengah sibuk bekerja seperti biasa. Jin sangat senang saat jimin datang, jin segera memeluk jimin dan mereka berbincang pagi itu.
" hyung sangat senang kamu datang" ucap jin.
" maaf, aku jarang menemui mu hyung, akhir2 ini aku sangat sibuk, bekerja d cafe jhope hyung dan berlatih untuk konser amal kami besok. Hyung akan datang kan?"
" tentu saja. Hyung akan datang untukmu Dan defy"