
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kantor polisi...
Jungkook memberikan segelas air putih untuk sindy.
" terimakasih" ucap sindy.
" anda sudah lebih baik? Apa anda bisa ceritakan yg terjadi? " tanya jungkook sembari menatap wajah sindy yg terus tertunduk.
" semua begitu cepat, aku pikir rem mobilku blong. Aku berkendara dgn kecepatan normal, tapi karna turunan, mobil melaju lebih cepat, tapi sayang nya rem mobilku tidak berfungsi dgn baik " jelas sindy.
" baiklah nona, nona tenang saja dulu" jungkook kembali duduk di meja kerja nya.
Jungkook membuat laporan soal kecelakaan sindy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah listy..
Listy menghampiri jessy di kamarnya.
" jessy, apa yg kamu lakukan? " Tanya listy
" tidak ada kak. Hanya mendengar musik " jawab jessy sembari melebarkan bibir tipis nya.
" oppa tidak ada di cafe, kamu tau kemana dia pergi? " Tanya listy.
" dia di kamar nya, oppa bilang dia mau istirahat " jawab jessy.
" oo baiklah. Aku akan menemui oppa dulu" listy pun berlalu, menuju kamar jhope.
Listy berjalan menuju kamar jhope.
Listy melihat jhope yg tengah duduk di depan meja kerja di kamar nya, sambil memegangi sebuah foto, foto seorang gadis manis berambut panjang bergelombang.
Listy duduk di samping jhope.

" sampai kapan kakak akan terus mengingat kak back hye? Dia sudah tenang di alam sana. Lupakanlah dia " listy mengusap bahu oppa nya.
" dia cinta pertamaku. Aku benar2 mencintainya. Entahlah. Hari ini aku sangat merindukannya " keluh jhope sambil terus menatap potret choi back hye di tangan kanan nya.
" cobalah kembali menari kak. Kakak selalu melupakan masalah kakak saat kakak menari" pinta listy.
" aku tidak bisa melakukannya lagi. Tarianku berakhir 5 bulan lalu, saat tarianku justru merenggut penglihatan jessy. Aku tidak akan melakukannya lagi" elak jhope.
" oppa, itu bukan salahmu, itu hanya kecelakaan. Berhentilah menghukum diri oppa untuk kesalahan yg tidak oppa buat. Bahkan jessy juga ingin oppa menari lagi. Dance adalah hidup oppa. Kami tau benar seberapa pentingnya dance di hidup oppa " bujuk listy.
" aku masih belum bisa melakukannya. Setiap menari, aku selalu mengingat kejadian itu"
jhope flash back on...
Jhope kembali mengingat kejadian 5 bulan lalu, saat dia mengikuti kontes dance.
Saat itu jessy menemani jhope. Dia menunggu di belakang panggung, dia berdiri di samping lampu sorot.
Saat jhope menari, tanpa sengaja menyenggol lampu di atas panggung.
Lampu itu jatuh dan mengenai lampu sorot disamping jessy.
Lampu itu pecah dan terjadi ledakan kecil. Mata jessy terluka terkena serpihan kaca lampu sorot.
jhope flash back off...
Jhope kembali meneteskan air matanya.
" kakak, cara terbaik mengatasi trauma itu adalah menghadapinya kak. Cobalah perlahan" rayu listy.
" baiklah nona psikolog " ledek jhope.
" oppa mengejekku. Ah aku bahkan belum wisuda. Aku jadi malu " listy tersenyum mendengar ledekan jhope.
" makannya lanjutkanlah kuliahmu. Biar oppa yg menjaga jessy " ucap jhope.
" aku akan memikirkannya nanti " jawab listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jin dan defy masih berada di mobil jin.
Sudah 3 jam lamanya mereka berdiam diri di sana.
Defy terus menangis dan jin hanya bisa menatap defy tanpa berkata apapun.
" terimakasih pak, aku rasa aku sudah lebih baik. Tolong antar aku pulang " pinta defy.
" menginaplah di rumahku. Maksudku, keponakanku perempuan dia juga di rumahku. Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri "
" hm baiklah tuan jin " jawab defy.
Kediaman park...
Defy dan jin sampai di rumah jin. Yuri pun menyambut mereka.
" oppa pulang lebih awal? " tanya gadis tomboy dan manis itu.
" iya. Oya ini sekertaris ku, namanya defy. Tolong urus dia " jin menatap defy yg masih saja tertunduk.
" oo baiklah. Ayo nona ke kamarku " ajak yuri.
Yuri memberikan bajunya untuk di pakai defy.
" maaf aku sedikit tomboy, jadi bajuku mungkin kurang nyaman sama kamu " terang yuri.
" bukan sedikit. Kamu sangat tomboy" ledek jin sambil melangkah masuk ke kamar yuri.
" defy, aku melihat lenganmu terluka. Biar aku mengobatinya " jin duduk di ranjang kamar yuri.
" oh baiklah " defy pun menghampiri jin dan duduk di smaping jin.
Jin mengobati lengan defy dan sesekali meniup lukanya.
Defy hanya diam dan terus memperhatikan jin.
" hari ini aku melihat sosok lain di wajahnya. Dia begitu berbeda. Hagh jantungku mulai berdegug kencang " batin defy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
depan kediaman "song"...
Jungkook mengantar sindy ke rumahnya.
" terimakasih. Anda sudah banyak membantuku" ucap sindy.
" ini di luar kantor, tidak usah formal begitu " jawab jungkook.
" baiklah.."
" panggil jungkook saja "
" oh ya" lanjut sindy.
" baiklah, Masuklah. Kalo kamu butuh bantuan kamu bisa menghubungiku kapan saja. Aku bisa membenarkan kran bocor, memasang lampu dan lain lain " ucap jungkoom sembari memperlihat kan gigi kelincinya.
Sindy dan jungkook pun tertawa.
Di jalanan..
Jungkook terus mengingat tentang sindy sambil tersenyum senyum.
" senyum nya sangat manis" batin jungkook.
Tanpa sengaja, Jungkook melihat taehyung yg tengah berjalan di pinggir jalan.
Jungkook pun langsung menghentikan mobil nya.
" taehyung. Hai " apa jungkook.
" rumahku di samping panti asuhan " jawab jungkook.
" oo kamu baru pulang bekerja"
" ayo masuklah" ajak jungkook.
Taehyung pun masuk ke mobil jungkook. Taehyung memaksa jungkook mampir ke rumahnya, akhirnya dia pun setuju.
Nenek rae menyambut jungkook dgn ramah.
" wah siapa pria tampan yg kamu bawa ini tae?" Tanya nenek rae sembari tersenyum menatap pria tampan di depan nya.
" dia temanku nek"
" hallo nek, aku jungkook"
" jungkook ssi, ayo kita ngobrol di teras belakang. Maaf, rumah kami sempit dan berantakan"
" sudahlah. Santai saja"
Tanpa sengaja, jungkook melihat kartu nama namjoon di meja taehyung.
" namjoon? Darimana kartu nama ini?" Tanya jungkook penasaran.
" kamu mengenal dia? Dia menawariku menjadi penyanyi" jawab taehyung.
" benarkah? Dia juga menawariku menjadi penyanyi. Apa dia dari managemant artis?" Jungkook pun semakin penasaran di buat nya.
" entahlah. Dia tidak mengatakannya. Tapi besok aku akan bertemu dgn dia, aku juga akan mengunjungi nya" jelas taehyung.
" kamu tertarik menjadi penyanyi?"
" entahlah, mungkin aku harus mengganti profesiku. Aku sudah bosan hidup seperti ini. Aku ingin membuat neneku itu bahagia. Dia sudah bekerja keras selama ini. Mungkin saja bakatku menjadi penyanyi" keluh taehyung.
" sebenarnya bernyanyi adalah hobiku. Tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku " sesal jungkook.
Jungkook dan taehyung berbincang berbagai hal. Mereka berbincang sambil terus bercanda satu sama lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari nya,
Suga terbangun dan melihat jimin yg tertidur di samping nya.
Suga menyingkirkan jimin dgn mendorong wajah jimin sampai jimin jatuh dari ranjang.
" apa ini, kau keterlaluan sekali" maki jimmin.
" kenapa kamu tidur di ranjangku?" Tanya suga santai.
" kakak tega membiarkanku tidur di lantai?" Jimmin semakin menaikan nada bicara nya.
" bodoh. Di depankan ada sofa" ucap suga sembari menunjuk ke arah ruang tamu nya.
" apa kakak takut padaku? Kakak tidak menghindari jennie kenapa kakak menghindariku?" Ledek jimmin.
" aiiggtzz. Pergilah sana. Hyung mu pasti menghawatirkanmu " perintah suga.
" orang itu bahkan tidak menganggapku hidup. Kenapa dia menghawatirkan aku" jawab jimmin acuh.
" jangan katakan itu. Cepat pergilah aku juga mau pergi ke suatu tempat" suga mulai bangun dari duduk nya.
" ke panti lagi?" Tanya jimmin
" tidak. Aku mau berbelanja ke pasar. Kamu mau ikut" tanya suga.
" yg benar saja. Aku akan pulang" jimmin pun turut bangun dari duduk nya di lantai bawah ranjang suga.
" bagus. Pulanglah dan jangan kembali. Kamu selalu menolak menemaniku ke pasar"
" sampai jumpa. Besok aku kesini lagi" jimmin melangkah keluar kamar suga.
Suga melepas sendalnya dan melemparkan ke jimin.
Jimin tersenyum saat terkena sendal tersebut, dan jimmin kembali melemparkan sendal suga pada nya.
Setelah jimin pergi, suga bersiap ke pasar.
Dia menggunakan sepeda motor kesayangan nya.
Dia menyusuri jalan sambil mendengarkan musik.
Tapi di tengah jalan, suga di hadang oleh 3 orang pria.
2 diantara mereka adalah penjahat yg di kalahkan suga, saat mereka mengganggu tata tempo hari.
Sugapun menghentikan motornya dan mencopot helm nya.
Suga sempat melawan saat mereka menyerang nya.
Tapi karna hanya seorang diri, suga pun harus menerima pukulan demi pukulan yg di layangkan ke 3 pria tersebut.
Suga terbaring kesakitan di pinggir jalan.
Saat itu juga, listy tengah berjalan di sebrang jalan. Saat melihat suga, dia langsung menghampiri suga.
" suga, apa yg terjadi? Kamu baik baik saja" tanya listy panik.
" hm.. aku ok" jawab suga pelan.
" kamu terluka parah. Apa aku harus memanggil ambulans?" Tanya listy sembari memeriksa luka di tangan dan kaki suga.
" yg benar saja. Aku cuma luka kecil. Dan kakiku.. aw" suga kembali meringis kesakitan menahan luka di tubuh nya.
" kakimu berdarah"
Listy mengambil syal dari tasnya. Dia mengikat kaki suga yg terus mengalirkan darah.
" kamu tidak perlu repot2"
" kamu terluka. Ayo ku antar ke klinik. Apa ada klinik di dekat sini?" Tanya listy.
" tidak ada, antar aku pulang saja" jawab suga.
" tapi tidak ada taksi" listy menoleh ke kanan dan kiri mencari taksi di sekitar tempat tersebut.
" woy, kamu tidak melihat motorku?" Ledek suga.
" aku mengantarmu pulang dgn motor ini? Tidak tidak. Aku hanya bisa memakai motor bebek" bantah listy.
" semua motor sama saja, ayo cepatlah" ajak suga.
Dengan ragu2, listy menaiki motor suga, dan suga duduk di belakang sambil memegangi tangannya yg terluka.
Listy menyalakan motor dan menarik tuas kopling.
Tapi dia melepaskan kopling terlalu cepat, motor pun tersentak, dan suga hampir saja jatuh.
Refleks, suga langsung berpegangan pada pinggang listy.
Badan suga pun menempel pada punggung listy.
Seketika listy langsung terdiam mendapat pelukan dari suga.
Suga menghirup wangi parfum listy dan rambut listy yg menutupi wajah suga.
" hm pelan pelan saja" ucap suga pelan.
" iya. Lepaskan tanganmu" pinta listy.
" tidak, bagaimana kalo tersentak lagi, aku terluka, aku tidak mau jatuh lagi"
Sepanjang jalan suga terus berpegangan pada pinggang listy.
Listy merasa risih tapi dia tidak punya pilihan lain.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡