
Rumah jungkook...
Jungkook membantu Tata membuat karya tulis nya. Mereka duduk di halaman sambil berbincang.
" Bagaimana kabar pacar mu?" Tanya tata.
" memangnya noona tau, dia pacarku?"
" tentu saja. Sikapmu berbeda saat di depan sindy. Kamu menyukai nya kan"
" sebenarnya Kami baru bertemu ke tiga kali dan aku menyatakan perasaanku padanya. Dan dia juga merasakan hal yg sama. Jadi kami memutuskan untuk berpacaran. Dan saling mengenal selama masa pacaran"
" itu terdengar aneh si. Tapi kalo kalian merasa itu lebih baik. Lanjutkan saja. Dan ingat jangan sakiti wanita, lidah lebih keras dari tangan. Jaga hati kekasihmu itu"
" iya noona"
Di tengah perbincangan mereka, perhatian jungkook dan Tata tertuju pada dua orang preman dan satu pria yg menggunakan setelan jaz lengkap.
Mereka masuk ke panti. Jungkook dan Tata pun langsung mengikuti mereka masuk.
Pria berjaz itu bernama Tuan gong. Dia seorang direktur di sebuah perusahaan.
Beliau menemui nyonya ji wook yang tengah sibuk di ruang Tamu panti.
" tolong beri kami waktu Tuang gong. Kami akan melunasi hutang panti, tolong jangan usir kami" bujuk nyonya ji wook.
" kami kan sudah memberi tenggang waktu yg cukup lama. Kami tidak bisa memberi waktu lagi. Ini sudah cukup" ucap tuan gong.
Para preman melempar keluar barang barang di ruangan tersebut.
Anak anak yg melihat hal itu langsung menghentikan preman2 dengan menggigit tangan preman dan memukuli nya.
Tapi preman itu justru malah mendorong salah satu anak panti dan membuatnya jatuh.
Disaat itu juga, jungkook dan tata masuk ke ruang tamu panti.
Jungkook sangat marah dan langsung berkelahi dgn ke dua preman tersebut.
Dan tentu saja jungkook kalah di keroyok preman preman itu.
Sementara Tata dan nyonya ji wook hanya bisa membujuk tuan gong.
Tuan gong terus saja mengabaikan perkataan Tata dan nyonya ji wook.
Sampai akhirnya jimin dan suga datang. Saat melihat jungkook yg terbaring di lantai, jimin dan suga langsung membantu jungkook berdiri.
" suga hying, ayo kita berolahraga" ajak jimin.
" tidak perlu seperti itu, kita selesaikan dengan..."
Sebelum suga menyelesaikan perkataan nya, suga melihat jimin yg sudah mulai berkelahi.
" ich bocah itu" keluh suga.
Akhirnya suga juga ikut berkelahi. Jimin memukul salah satu preman itu dgn keras, anak2 mulai meneriaki nama jimin dan membuat jimin sangat senang.
Tapi jimin justru terkena tinju karena sibuk tersenyum dan memberi flykiss pada anak2.
Suga juga sempat terkena pukulan preman itu di bagian sudut bibir nya dan membuat bibir nya berdarah, tapi jimin dan suga berhasil membuat preman2 itu kalah.
Akhirnya pak toto memberi mereka waktu satu minggu untuk membayar hutang panti.
Setelah Tuan gong dan preman preman nya pergi, jimin mendapat telfon dari namjoon.
" hallo. Kenapa kalian belum ke sini?" Tanya namjoon.
" ada sedikit masalah di panti. Kami bertiga tidak bisa datang latihan hari ini" jawab jimin.
" baiklah"
Namjoon pun menutup panggilan telefon nya.
Rumah namjoon...
" jimin bilang ada masalah di panti, mereka bertiga tidak bisa datang" ucap namjoon pada jhope, listy, taehyung dan jessy yg tengah duduk menunggu jawaban yang jimin berikan.
" apa tidak sebaiknya kita kesana? Mungkin mereka membutuhkan bantuan kita" usul jhope.
" oppa benar. Ayo kita ke panti. Aku sedikit khawatir" tambah listy.
" hmm aku juga mendengar suara bising di sana" ucap namjoon.
" tunggu apa lagi ayo pergi" ajak taehyung.
Tae, jhope, namjoon, Listy dan jessy pun pergi ke panti.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah defy..
Sindy dan defy berbaring di kasur defy. Mereka memakai masker sambil berbincang.
" besok kita mau kemana? Apa kamu mau kencan dgn pacar baru mu?" Tanya defy.
" tidak. Besok dia bekerja. Dia sudah ambil libur dua hari. Besok dia harus berangkat. Ayo kita memancing saja Di danau. Aku belum pernah melakukan nya" ajak sindy.
" oke. Besok kita pergi memancing pagi pagi"
" bagaimana dengan Tuan jin. Apa dia sudah menghubungimu?" Tanya sindy.
" belum mungkin masih sibuk" jawab defy pelan.
" jungkook juga belum menghubungiku. Kalau jam segini biasanya dia berlatih bernyanyi bersama tetanggamu itu, si taehyung"
" benarkah? Jadi teman taehyung yg polisi itu jungkook"
" iya, mereka berlatih tiap malam. Ayo kita kesana, melihat mereka berlatih. Adik pemilik cafe di depan juga ikut menemani mereka"
" jessy dan Listy? Wah ayo kita kesana"
" aku akan menelfon jungkook dulu"
Sindy pun mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi jungkook.
" hallo jungkook. apa kamu sedang latihan malam ini?" Tanya sindy.
" tidak, aku di panti samping rumahku. Ada sedikit masalah disini" jawab jungkook.
" kenapa?"
" beberapa preman merusak panti dan melukai anak anak"
" benarkah? Apa kamu juga terluka?"
" hmm sedikit"
" aku akan kesana"
" tidak per.."
Jungkook tidak melanjutkan kata2 nya setelah mendengar nada terputus.
" ada apa?" Tanya defy, yang melihat perubahan wajah sindy, yang terlihat panik.
" beberapa preman melukai anak panti dan jungkook juga. Aku harus kesana"
" ayo aku juga ikut"
Di depan panti...
Mereka berpapasan dengan listy, jessy, jhope, tae dan namjoon yang baru turun dari mobil jhope.
" hai listy, jessy" sapa defy.
" hai kalian juga datang?" Tanya listy.
" aku mendengar kalau jungkook terluka jadi aku datang" jelas sindy.
" benarkah? Ayo cepat kita masuk" sambung taehyung.
Setelah mereka masuk, mereka begitu kaget melihat keadaan panti yg berantakan. Beberapa anak anak di sana juga menangis.
Tata dan nyonya ji wook tengah membalut luka dari anak anak panti.
" eonnie, Ada apa ini?" Tanya listy pada tata yang tengah sibuk mengobati luka anak anak.
" beberapa preman datang menagih hutang. Dan mereka melukai anak anak" terang tata.
" jessy, duduklah disini. Tata eonnie ayo bawa anak anak kekamar mereka. Kita obati di sana saja. Jauhkan anak anak dari tempat kejadian. Hmm sindy, tolong temani jessy ya" ucap listy.
" iya.." sahut sindy.
" listy aku ikut denganmu" sambung defy.
" apa yg terjadi, kenapa kalian terluka?" tanya jhope pada suga, jimin dan jungkook yang duduk lemah di depan nya.
" preman preman itu melukai anak2 jadi aku tidak bisa menahan emosiku" jelas jungkook.
" saat aku dan suga hyung datang suasana nya kacau, jadi kami ikut saja. Hitung hitung olahraga" tambah jimin.
" sudahlah. Kami juga tidak terluka parah" potong suga.
" aku akan membeli obat2 an. Aku rasa p3k nya kurang" ucap namjoon.
Namjoon pun pergi.
" kalian bersihkan luka kalian dulu. Aku dan tae akan membereskan kekacauan disini" perintah jhope.
Jimin dan suga pergi ke toilet dan jungkook menghampiri sindy dan jessy yang tengah duduk membicarakan yang terjadi.
Jungkook duduk, tepat di depan sindy.
" makasih kalian sudah datang" ucap jungkook.
" kenapa kamu terluka seperti ini. Aku akan mengambil kompres" ucap sindy.
" tidak perlu"
" kamu duduk saja temani jessy" perintah sindy.
Sindy pun pergi ke dapur mengambil kompres untuk jungkook.
" apa kamu terluka parah jungkook oppa?" Tanya jessy.
" tidak, hanya berdarah sedikit" jawab jungkook.
" maaf aku tidak bisa membantu apapun" sesal jessy.
" tidak, kalian datang, itu sudah cukup" hibur jungkook.
Tak lama kemudian, sindy datang membawa kompresan.
" dimana jimin dan suga? Bukan nya mereka juga terluka?" Tanya sindy.
" mereka ke toilet"
sindy mengelap luka di wajah jungkook dan meniup nya sesekali saat jungkook kesakitan.
" sebenarnya ada luka yg lebih parah" ucap jungkook.
" dimana? Apa harus ke rumah sakit?" Tanya sindy dengan wajah panik nya.
Jungkook memegang tangan sindy dan meletakan nya di dada nya, sembari menunjukan gigi kelinci nya.
" disini"
Sindy tersipu malu saat memegang dada jungkook dan mereka pun saling melempar senyum.
" baiklah baiklah. Silahkan saja, lagi pula aku tidak melihat kalian. Anggap saja aku vas bunga" ucap jessy.
Jungkook dan pun tertawa mendengar ejekan jessy.
" iya iya vas bunga jessy, maaf kan kami" ucap jungkook.
Jessy pun hanya tersenyum, lalu sindy kembali memberi obat pada luka jungkook.
Di toilet...
Suga dan jimin berdiri di depan cermin, sembari membasuh luka mereka.
" aku akan melihat keadaan anak anak dulu" ucap suga.
" pergilah. Aaa aduh sakit sekali aa" rintih jimin.
" tadi kamu begitu bersemangat saat berkelahi tapi sekarang kamu mengeluh seperti seorang wanita" ledek suga.
" sudahlah pergi ajah sana" usir jimin.
Suga berjalan menuju kamar anak anak, tapi langkah nya terhenti ketika melihat Listy yg tengah berusaha menghibur anak2 panti.
Listy menceritakan dongeng dan membelai anak2 yg terluka.
Bahkan Listy juga menyanyi untuk menghibur mereka.
Suga terus saja memperhatikan listy dari pintu.
Ketika selesai mendongeng, Listy melihat suga yg berdiri di depan pintu. Dan listy pun langsung menghampiri suga.
" kenapa kamu berdiri di situ?" tanya listy.
" aku hanya ingin melihat keadaan anak anak" jawab suga.
" kamu sudah mengompres lukamu?" Tanya listy kembali.
" aku sudah mencucinya"
" kamu harus mengompresnya suga, Listy pergilah kompres luka suga" ucap Tata yang tiba tiba muncul dari belakang listy.
" tapi anak anak.." bantah listy.
" kami akan mengurus nya, cepat pergilah" suruh Tata, sembari mendorong bahu listy.
" tapi.." elak listy.
" udah ayo cepat. Aku kesakitan" potong suga sembari menarik tangan listy dan membawa nya keluar dari kamar anak anak.
" apa listy dan suga berpacaran eonnie?" Tanya defy pada tata yang kini duduk di depan nya.
" mungkin belum. Mereka sama sama gengsi dan pemarah. Tapi yg aku lihat mereka cocok" jelas Tata.
" Listy gadis yg baik. Tapi aku tidak menyangka dia sangat pandai mengendalikan emosi anak anak" tambah defy.
" kalo tidak salah, Listy kuliah di jurusan psikolog. Itu sebeb nya dia bisa membuat anak2 tenang dalam waktu singkat" ucap tata.