Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 22



Devi mendapatkan telfon dari jin.


" hallo" ucap defy sembari menghapus air mata nya.


" kamu sudah pulang dari kantor? Apa kamu sudah makan? Bagaimana pekerjaan mu di kantor? Apa semua baik baik saja? Apa kamu akan mampir kesini?" Tanya jin.


" kamu tidak pernah memberiku kesempatan bicara"


" oh ya.. maaf maaf. Suaramu sumbang. Kenapa? Kamu menangis?"


" hmm. Aku di desa. Eomma kambuh lagi seperti waktu itu. Aku akan membawa eomma ke kota. Aku akan meminta bantuan dokter"


" itu ide yg bagus. Kamu juga bisa selalu di sisinya. Maafkan aku aku tidak bisa membantumu"


" tidak aku lah yg minta maaf. Aku tidak bisa menjagamu saat kamu sakit. Aku justru sibuk dgn urusanku sendiri"


" tidak papa. Eomma mu lebih membutuhkan mu saat ini. Hmm aku akan mengirim sopir ke rumah ahjuma mu"


" makasih. Baiklah Istirahatlah"


" aku mencintaimu"


" hmm"


"katakan"


" apa?"


" katakan kalau kamu mencintaiku juga"


" bos cerewet"


Defy segera menutup telfon nya. Dan tersenyum sambil mengusap air matanya.


" dia bahkan membuatku tertawa saat aku menangis" batin defy.


Jin pun tersenyum dan terus menatap layar ponselnya yg terdapat foto defy di sana.


" kamu mengalami begitu banyak masalah selama ini. Tenanglah. Mulai sekarang aku akan berjalan bersamamu. Aku tidak akan melepaskan tanganmu lagi" ucap jin.


" kau bicara dgn siapa hyung?" Sambung jimin yang abru saja masuk ke ruang rawat jin.


" tidak. Kamu datang sendiri?" Tanya jin.


" hmm iya, Yuri menjemput appa dan eomma di bandara"


" tetaplah dirumah saat appa dan eomma pulang. Hyung ingin keluarga kita utuh lagi"


" aku harus bekerja hyung. Aku bahkan sudah libur dua hari. Padahal baru sehari aku bekerja disana. Itu lucu bukan? Untung pemilik cafe nya temanku. Mereka begitu baik. Sampai sekarang mekera belum memecatku"


" kamu masih marah? Apapun yg terjadi, kamu itu adikku. Adik kecilku. Entah kita sodara kandung atau pun sodara tiri"


" maafkan aku hyung. Selama ini aku berbuat salah padamu. Kau begitu mencintaiku. Tapi aku malah membuatmu kesal setiap saat. Tapi aku benar2 tidak bisa kembali ke rumah. Aku ingin hidup mandiri. Memulai semua nya dari nol. Aku bahkan ikut berlatih dance dan menyanyi bersama teman2 ku. Mereka tetangga defy"


" baiklah. Hyung akan selalu mendukung apapun yg kamu lakukan. Tapi saat kau butuh bantuan, jangan sungkan untuk meminta bantuanku"


" baiklah hyung. Aku harus pergi sekarang, ini jam latihanku. Dan Yuri juga akan segera datang"


" baiklah. Jaga dirimu. Dan saat aku sembuh. Aku akan melihatmu berlatih"


" hyung sebenarnya aku butuh bantuan. Bisakah kami meminjam aula kantor untuk konser kami nanti? Seminggu lagi, konser amal"


" tidak. Aula terlalu kecil. Hyung akan menyewa stadion di dekat pantai. Kalian akan konser disana. Kamu tidak perlu khawatir. Aku yang akan mengurus nya"


" makasih hyung. Kau yg terbaik"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah suga...


Jimin sampai di rumah suga. Saat itu, suga tengah berbaring di sofa sambil melamun.


Dia terus memikirkan listy.


" Apa listy marah? Atau menyesali hal itu? Padahal aku sudah gosok gigi sebelum nya. Kenapa dia pergi begitu saja. Kenapa juga aku tidak bisa mengendalikan diriku. Padahal selama ini banyak gadis yg lebih cantik dan seksi dari dia. Ada apa denganku?" Batin suga.


" suga hyung! Apa yg kakak pikirkan" bentak jimin.


" kamu mengagetkanku"


" kenapa belum bersiap. Kita harus berlatih kan malam ini"


" oh iya. Aku lupa. Aku ganti baju dulu"


Suga dan jimin pergi ke rumah namjoon.


Rumah namjoon...


Saat sampai, Sindy dan Tata tengah mengukur jungkook dan yg lain nya.


" apa ini untuk kostum konser kita?" Tanya jimin.


" iya. Jungkook, tae, dan jhope sudah selesai" jawab Tata.


" tinggal kalian bertiga. kak namjoon kemarilah" sambung sindy.


Namjoon di ukur oleh sindy. Dan jimin langsung menghampiri Tata.


" aku duluan. suga hyung belakangan ajah"


Saat mereka mulai mengukur, namjoon tidak sengaja mundur dan mengenai badan Tata.


Tata terdorong ke arah badan jimin yg berada tepat di depan nya.


Jimin dan Tata pun terjatuh di lantai. Jimin terus menatap Tata yg kini tepat di atas tubuh nya.


Jungkook segera membantu noona nya berdiri.


" noona, noona tidak papa" tanya jungkook.


" iya. Aku baik baik saja" jawab Tata.


Suga berdiri di samping jimin. Suga menendang kaki jimin yg masih saja berbaring dgn tatapan kosong.


" woyy bangunlah. Jangan drama gitu deh" ucap suga datar.


" namjoon hyung berhati hatilah. Untung jimin bisa menjadi kasur" celetuk taehyung.


Jungkook, sindy, jhope dan suga pun tertawa mendengar perkataan taehyung.


" aku tidak segemuk itu juga" protes jimin.


" sudah hentikan ayo kembali bekerja semua nya" sambung Jhope.


Semua kembali bekerja. Tata melanjutkan mengukur badan jimin.


Tapi kini mereka terlihat canggung satu sama lain.


Jhope duduk di samping suga sambil membaca lagu yg namjoon buat.


" jhope, kenapa listy dan jessy tidak ikut?" Tanya suga.


" besok jessy akan melakukan oprasi matanya. Dia harus istirahat. Listy menemani jessy di rumah" jelas jhope.


" jadi besok oprasinya?" Sahut taehyung yang duduk di samping suga.


" iya. Tadi pagi pemeriksaan dan besok sore, jessy akan di oprasi" tambah jhope.


" kalau oprasi seperti itu, berapa lama akan normal kembali?" Tanya tae.


" ya mungkin dalam seminggu, jessy sudah bisa melihat lagi. Kami juga melakukan oprasi plastik terbaik untik jessy, supaya bekas oprasi matanya tidak terlihat" terang jhope.


" jessy pasti sangat menantikan hal itu" sambung namjoon.


" iya. Sudah 4 bulan kami mengajukan permohonan donor kornea. Akhirnya kami mendapatkan nya" jawab jhope.


" semoga semua nya berjalan lancar" ucap tata.


" semoga. Kita akan selalu berdoa yg terbaik untuk jessy. baiklah ayo mulai bekerja lagi, suga oppa, giliranmu" sambung sindy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah sakit...


Yuri sampai di rumah sakit. Dia bersama tuan park jaehwan dan nyonya park moo young, appa dan eomma jin.


" anakku. Anak ibu kenapa jadi seperti ini?" Tanya nyonya park.


" kenapa bisa seperti ini. Apa ada yg sengaja menabrakmu?" Tambah tuan park.


" aku baik baik saja. Itu hanya kecelakaan biasa" jawab jin santai.


" dimana jimin. Kenapa dia tidak merawat hyungnya" keluh nyonya park.


" jimin baru saja pergi. Dia ada pekerjaan" jawab jin.


" pekerjaan apa malam2 seperti ini. Kenapa dia sangat tidak bertanggung jawab" umpat tuan park.


" ahjushi, ahjumma, Sudahlah. Sebaiknya kalian pulang saja. Kalian istirahatlah. Aku akan menjaga jin oppa. Besok pagi kalian bisa kesini lagi" ajak yuri.


" tidak, eomma akan tetap disini" jawab nyonya park.


" eomma pulanglah. Aku sudah lebih baik sekarang. besok pagi saja eomma kesini lagi" pinta jin.


" ayo pulang dulu. Besok pagi kita kesini lagi" ajak tuan park.


" ah tidak ada yg mau mendengarkanku. Baiklah jaga dirimu putra ku. eomma mencintaimu" keluh nyonya park.


" iya, eomma pulanglah"


Tuan dan nyonya park pun pergi dari ruang rawat jin.


Yuri duduk di samping jin sambil memainkan ponselnya.


" jadi seperti ini kamu menjaga orang sakit" sindit jin pada yuri.


" lalu bagaimana lagi? Oppa mau ku gendong?"


" oppa lapar. Suapi oppa buah"


" ich oppa sangat manja. Aku kasihan pada defy kalau kalian menikah. Tapi apa defy tidak tau soal itu?"


" jangan katakan padanya. Sebenarnya, aku merasa bersalah membawanya masuk dalam kehidupan ku saat keadaan nya sudah begini. Tapi aku tidak mau kehilangan defy lagi. Aku bener benar mencintainya"


" semoga saja, defy bisa memahami keadaan oppa"


" semoga saja. Kenapa tanganmu?"


" aku menghapus tatoku. Nama mantan pacarku"


" selama ini, meskipun kamu sudah melupakan yeonjoon kamu tidak mau menghapus nama nya. Kenapa tiba tiba menghapus nya? Apa kamu jatuh cinta"


" sudahlah oppa tidur saja. Oppa harus banyak istirahat"


" pasti kamu jatuh cinta. Oppa tau benar perubahanmu saat kamu jatuh cinta"


" sudah lah. Berhenti meledeku"