Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 53



Rumah jhope...


Listy keluar dari rumah nya, tetapi saat itu, yuri dan mobil nya tak lagi ada di parkiran depan rumah nya.


Listy pun segera mengambil ponsel nya dan membuka satu pesan dari yuri.


" listy, maafkan aku, aku tidak jadi ke kampus hari ini. jadi aku pulang" isi pesan yuri.


Setelah membaca pesan yuri, listy berlalu menggunakan motor nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kamar yuri..


Yuri melempar tas yang semula tergantung di bahu nya, dengan wajah yang memerah dan mata yg terus mengalirkan air mata nya, yuri menjatuhkan diri nya di ranjang kamar nya.


Berkali kali yuri memukuli bantal nya, melepas kemarahan dan rasa malu nya.


Yuri pov.


Kenapa ini terjadi pada ku?


Kenapa aku begitu bodoh?


Dia pria yg dewasa dan penuh tanggung jawab, bagaimana bisa dia menyukai seorang lee yuri yang manja dan bodoh ini.


Harus nya aku sadar, dia hanya menganggap aku hanya sebagai adik nya. Apa apa an ini bagaimana dia menganggapku adik nya, dan mencium ku seperti kemaren.


Apa dia mempermainkanku?


Sejuta pertanyaan terus terlintas di pikiran ku. Aku begitu terluka dengan kata kata nya. Kenapa ini begitu menyakitkan.


Hanya air mata yang bisa aku tumapahkan untuk mengurangi kesedihanku.


Kesedihan dan kemarahan yang terus menggangguku.


Entah dengan cara apa aku harus memberi tahu hatiku yang hancur karna nya.


Aku mencoba mengambil ponselku dan menghapus semua foto nya dalam galeri ku.


Tapi bagaimana cara menghapus nama nya dari hatiku?


Dia mengukir nama nya begitu dalam di hatiku, dengan kedewasaan nya, dengan tingkah konyol nya, dan dengan senyum manis nya.


Tetap saja, setidaknya aku tidak lagi menatap potret nya dalam galeriku.


Di saat itu, nama eomma muncul di layar ponselku. Dan aku pun segera menyeka air mataku.


Setelah mengatur nafas dan suaraku, aku mengangkat panggilan vidio dari eomma ku.


" iya eomma, ada apa?" Tanya ku lemah.


" yuri ssi, apa yang terjadi? Apa kamu dari menangis?" Tanya eomma.


" tidak eomma, aku hanya tidak enak badan. Jadi mataku merah. Tumben eomma melakukan VC dengan ku"


" entahlah eomma menghawatirkanmu. Sudah lama kamu tidak ke australia, apa kamu tidak merindukan appa eomma mu?"


" apa eomma dan appa tidak merindukan korea?"


" eomma dan appa masih harus mengurus bisnis kita di sini. Satu tahun lagi eomma dan appa akan kembali. Bagaimana kuliah mu? Apa semua nya lancar?"


" biasa saja eomma"


" sebenar nya disini ada sebuah universitas bagus. Kalau kamu mau, eomma ingin kamu kuliah di sini saja. Kita bisa lebih sering bertemu sayang"


" iya eomma, aku akan kuliah di australia" jawab yuri lemah.


" apa yang terjadi? Seorang lee yuri yang sangat susah di bujuk, kini suka rela menuruti permintaan eomma?"


" eomma, sudahlah, tolong urus surat pindahku. Jangan sampai aku berubah pikiran" protes yuri.


" baiklah eomma akan segera mengurus nya"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope..


Sore itu, jinan datang ke rumah jhope membawa beberapa buah buahan yang tersusun rapi dalam keranjang parsel yang nampak cantik.


Kala itu, jhope, jessy dan back hye tengah berbincang di ruang tengah. Ketika jinan datang jhope pun segera menyambut nya.


" jinan ssi, wah ini kejutan. Kenapa repot repot membawa buah seperti ini"


" tidak jhope ssi, kebetulan aku lewat, jadi aku mampir ke sini. Bagaimana keadanmu?"


" tentu saja sudah membaik. Besok aku bisa melepas gip ku"


" wah itu berita bagus"


" hanya retak saja, jadi cepat pulih tulangku"


" oh ya dimana suga hyung?"


" saat dia sehat, hobi nya itu tidur, jadi saat dia sakit apa lagi yang dia lakukan?"


Mereka pun tertawa mengingat suga.


" baikalah, aku akan melihat keadaan nya"


" dia di kamar listy, pergilah"


Jinan berjalan menuju kamar listy, setelah mengetuk pintu, jinan pun masuk.


Kala itu, suga tengah asik menatap lembaran lembaran potret keluarga jung.


Sejak listy, jhope dan jessy masih kecil sampai mereka dewasa.


" suga hyung, apa yang kamu lakukan?"


" ini foto kecil jhope, listy dan jessy. Mereka masih sangat lucu dan polos"


" wah coba ku lihat. Jessy masih sama, pipi nya memang chabi dari dulu"


Jinan menatap suga yang tersenyum pada foto listy.


" suga hyung. Kamu terlihat sehat sekarang"


" hmm iya, listy merawatku dengan baik. Lagi pula, cuma luka kecil saja. Aku akan segera pulang ke rumahku" jawab suga.


" syukurlah, hmm suga hyung, boleh aku bertanya sesuatu?"


" tanyakan saja"


" kamu bilang, kamu tidak tertarik pada listy. Lalu bagaimana kalau listy yang menyukaimu lebih dulu?"


Suga sempat terdiam sejenak dan menatap potret listy kembali.


" Hmm dia tidak mungkin menyukai pria sepetiku. Sudahlah, aku rasa listy selalu nyaman bersama mu. Listy cocok dengan mu"


" ahh benar kah"


Jinan terdiam menatap senyum palsu suga.


" aku rasa ada yang kamu sembunyikan hyung. Apa yang membuatku mengelak dari perasaanmu?" Batin jinan.


Jinan dan suga kembali membuka lembar demi lembar potret masalalu jhope, jessy dan listy.


" listy belum pulang? Padahal ini sudah sore, hmm aku akan menelfon nya" ucap jinan.


Jinan pun mengambil ponsel nya, dan mulai panggilan telefon pada listy.


Tak lama, nada ponsel pun tersambung.


" hallo, listy, kenapa kamu belum pulang?"


" maaf tuan, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan sekarang dia kritis di ICU rumah sakit city" ucap seorang wanita di ujung telefon listy.


" aku akan segera kesana" jawab jinan


" ada apa?" Tanya suga.


" listy kecelakaan dia di ICU sekarang"


" ayo ke sana cepat"


Jinan dan suga keluar dari kamar listy.


" kalian mau kemana?" Tanya back hye.


" dimana jhope? Listy kecelakaan dia di ICU rumah sakit city" jelas suga.


" dia di kamar nya" jawab back hye.


" tolong beritahu jhope hyung, kami pergi dulu"


Suga dan jinan pergi menggunakan mobil jinan.


Tak lama mereka pun sampai di depan ruang ICU. Dengan wajah pucat, suga dan jinan menunggu di depan pintu ICU. Mereka juga sesekali mengintip mencari keberadaan listy dari pintu kaca ICU.


" Dia tidak terlihat. Apa sudah di pindah ke ruang rawat?" Tanya suga.


" aku akan menanyakan nya pada suster" jawab jinan.


Tetapi saat berpaling, jinan justru melihat listy yang berjalan bersama seorang suster dengan terpincang pincang.


" Listy" panggil jinan.


Begitu mendengar nama listy, suga pun kini menatap jinan dan akhir nya dia pun melihat listy yang berjalan ke arah nya.


Dengan cepat, Suga menghampiri listy dan memeluk nya dengan erat.


" Suga oppa?" Protes listy dengan wajah bingung nya.


" Diamlah. Apa kamu tidak bisa diam semenit saja. Kamu membuatku khawatir. Apa yang akan aku lakukan kalau kamu terluka? Gadis bodoh, kamu membuatku panik " maki suga dengab suara bergetar.


Listy terdiam merasakan pelukan suga yang tak pernah ia rasakan sebelum nya. Seorang suga yg begitu dingin tengah memeluk nya dan menumpahkan kekhawatiran nya. Tentu saja itu membuat hati listy tersentuh.


Dengan perlahan listy membalas pelukan suga dan mengusap bahu nya.


" oppa, aku baik2 saja"


" Suga kira kamu benar benar kritis" ucap jinan pelan.


Tentu saja, pemandangan di depan jinan membuat mood nya menurun derastis.


" suga oppa, aku susah bernafas" ucap listy.


Perlahan suga melepas dekapan nya.


" maaf aku lah yang salah, aku pikir ponsel nona listy itu ponsel pasien kecelakaan tadi. Maafkan aku membuat kalian panik" ucap seorang suster yang berdiri di samping listy.


" tidak papa sus, terimakasih anda telah membantuku. Aku akan pulang dengan mereka" ucap listy.


" baiklah, saya permisi"


Setelah suster pergi, listy tersenyum pada jinan dan suga yang memasang wajah datar mereka.


" suga hyung, gadis ini memang suka sekali membuat lelucon konyol" sindir jinan.


" kamu benar, ayo kita pulang saja"


Jinan dan suga berbalik meninggalkan listy.


" oppa, kaki ku terkilir. Kalian tega sekali" rengek listy.


Tanpa di duga, jinan berbalik dan menghampiri listy, jinan meraih tangan listy dan menggendong nya di bahu nya.


Sementara suga hanya diam menatap listy yang juga menatap nya dgn tatapan yang berbeda.


" oppa, aku bisa jalan sendiri" bantah listy.


" kamu bilang kakimu terkilir, biarkan aku mengantarmu ke mobil" ucap jinan.


Mereka bertiga pun kembali ke rumah jhope.