Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 36



Ketika ayanna dan jhope masuk ke kamar listy, kala itu listy tengah menelfon seseorang, dan dia  langsung menutup nya saat melihat ayanna dan jhope di depan pintu.


" baiklah oppa, aku akan menelfonmu lagi nanti" ucap listy.


" Siapa yang menelfon mu lis?" Tanya jhope.


" ini teman ku oppa, dia menanyakan keadaanku. Ayanna masuk lah" jawab listy.


" listy kamu sudah berjanji padaku, ya" ucap ayanna.


" iya, janji, aku tidak akan menyuruh namjoon oppa kemari. Aku janji" jawab listy.


" hmm baiklah. Kalian ngobrol ajah dulu, oppa akan menyiap kan minuman dan makan siang untuk kalian"


" makasih oppa" sahut listy.


Ayanna pun duduk di samping ranjang listy, dan menatap luka di dahi listy.


" kenapa bisa sampai terluka?" Tanya ayanna.


" hanya kecelakaan kecil"


" aku sangat tidak menyukai darah, kamu tau itu kan? Apa lagi semenjak eomma ku kecelakaan. Aku begitu pobia dengan darah"


" iya, aku ingat itu"


Listy dan ayana terus berbincang dan bercanda sesekali. Mereka juga saling mengingatkan masa lalu mereka, saat mereka bersama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor tuan kim...


Jin berjalan menyusuri lorong di kantor tuan kim. Jin mengetuk pintu ruangan tuan kim yang setengah terbuka.


" masuk" sahut tuan kim.


Jin pun melangkah melewati pintu dan menghampiri tuan kim yang kini tersenyum lebar, melihat pria tampan berbahu lebar di depan nya kini.


" seok jin. Ini kejeutan yang menyenangkan" ucap tuan kim.


" hmm tuan kim. Apa aku mengganggu anda?" Tanya jin.


" tentu tidak, aku benar benar senang kamu mau berkunjung"


" hmm sebenar nya aku hanya mampir, aku mau kerumah sakit, karna dekat dengan kantor tuan kim, saya berpikir untuk mampir"


" kenapa ke rumah sakit? Ada apa?"


" rekan bisnis ku, anak nya mengalami kecelakaan. Saya berniat menjenguk nya. Dan ada sedikit pemeriksaan kecil. Soal kecelakaan ku tempo hari"


Jin dan tuan kim terus berbincang berbagai hal. Mereka terlihat begitu akrab dan terbuka. Sesekali mereka juga bercanda mengisi perbincangan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope..


19.00 kst.


Tak terasa, ayanna dan listy berbincang dan menonton film favorite mereka sampai malam hari.


Ayanna pun berpamitan pada listy saat mereka telah selesai menonton film favorite mereka.


" listy ssi, terimakasih untuk hari ini. Aku begitu bahagia, bisa menghabiskan waktu denganmu. Makasih banyak" ucap ayanna.


" aku juga sangat senang, setelah sekian lama, kita tidak bertemu, akhir nya kita bisa bertemu lagi"


" baiklah, aku harus pergi sekarang, jaga dirimu, dan semangat untuk kuliahmu. Aku harap kamu tidak mengambil cuti lagi"


" iya aku harap juga aku bisa cepat wisuda. Sudah terlalu lama aku cuti. Ya... aku pasti semangat. Makasih ayanna"


Di tengah perbincangan ayanna dan listy, tiba tiba, ponsel listy berdering.


Nama suga lah yang terpampang di layar ponsel listy.


" angkat saja, sapa tau penting" ucap ayanna.


" bentar ya"


Listy pun mengangkat panggilan telfon dari suga, di depan ayanna.


" hallo suga, ada apa?" Tanya listy.


" Listy, apa kamu tau keberadaan kerabat dari namjoon? Apa kamu bisa menghubungi mereka?" Tanya suga.


" kerabat namjoon oppa? Ada apa?"


Sontak, ayanna menatap listy saat mendengar nama namjoon keluar dari mulut listy.


" apa?" Bisik ayanna.


Listy menyalakan speaker ponsel nya, agar ayanna dapat mendengar apa suga kata kan.


" namjoon kecelakaan, dia di ICU rumah sakit City sekarang " jelas suga di ujung telefon sana.


" oh iya. Aku akan mencari tau keberadaan kerabat namjoon oppa" jawab listy.


Listy menutup panggilan dari suga dan menatap wajah ayanna yang kini mulai memucat, dan mata nya yang berkaca kaca.


" ayanna, ayanna kamu baik baik saja? Hmm namjoon oppa pasti baik baik saja. Tenangkan dirimu" hibur listy.


Saat itu ayanna hanya terdiam membisu, dan mulai mengalirkan air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata nya.


Ayanna menyeka air mata nya dan berlari keluar kamar listy, tanpa berkata apa pun.


" ayanna ssi, tunggu aku"


Listy pun turut berlari mengejar ayanna yang terus berlari dengan berlinang air mata.


" ayanna, ada apa? Kenapa kamu menangis" tanya jhope.


Ayanna terus saja berlari dan di ikuti listy.


Jhope pun menghentikan listy.


" ada apa? Kenapa kalian berlarian begitu. Kenapa ayanna menangis?" Tanya jhope pada listy.


" jangan sekarang oppa aku harus mengejar ayanna, aku akan menjelaskan nya nanti"


Listy mencoba mengambil kunci motor nya yang tergeletak meja kerja jhope.


Tapi dengan cepat, jhope merebut kunci motor yang telah listy pegang.


" oppa, aku harus pergi sekarang"


" kamu masih belum sehat, oppa akan mengantarmu"


Listy dan jhope segera mengendarai motor listy dan mengejar ayanna yang mengemudi mobil nya dengan kecepatan penuh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah taehyung...


Taehyung masuk ke rumah nya. Wajah kusut nya menjelaskan betapa penat nya dia saat ini. Dengan hati yang masih terluka setelah kepergian nenek nya dan defy yang kini mempunyai kekasih.


Setelah membersihkan diri, Taehyung duduk di teras rumah nya di temani secangkir teh yang masih mengepul kan asap nya.


Taehyung bersenandung memecah suasana sunyi malam itu.


Tapi nyanyian taehyung terhenti saat seorang ahjushi yang wajah nya tak asing bagi tae, ahjusi tersebut berdiri di depan halaman rumah taehyung dengan tas besar yang menggantung di tangan nya. Pria itu mentap taehyung dan berjalan menghampiri nya.


" ada yang bisa saya bantu tuan? Anda mencari seseorang?" Tanya taehyung.


" hmm apa benar alamat nyonya kim go rae?"


" iya, aku cucu nya. Hmm maaf, tuan siapa?"


Pria itu terdiam dan bahkan wajah nya mulai pucat dan air mata mulai terlihat menggenang di pelupuk mata nya.


Tanpa sadar, beliau menjatuhkan tas nya seiring  air mata nya yang kini membasahi pipi nya.


" Taehyung? Kim taehyung?" Nama taehyung keluar dari mulut ahjus, lirih.


" iya, dari mana anda tau?" Tanya taehyung yang kini mulai bingung dengan apa yang terjadi.


" kim tae, ini appa, ini appa taehyung.." sambung nya.


" appa? Appa?" Taehyung begitu kaget dengan apa dia dengar.


Pasal nya, yang Taehyung tau, tepat di usia taehyung 7 tahun, appa nya mengalami kecelakaan saat bekerja.


Tapi pria yang berdiri di depan nya mengaku bahwa dia adalah appa nya.


" iya, aku appa mu, tae, ini appa mu" tambah pria yang berdiri tepat di depan taehyung.


" tidak, tidak mungkin. appa ku sudah tiada 16 tahun lalu. Dia sudah tiada, kamu bukan appa ku. Bukan" elak taehyung.


Taehyung segera berlari masuk ke rumah nya. Pria yang mengaku appa taehyung juga turut berlari mengejar taehyung.


" taehyung, tae dengar kan appa"  panggil pria tersebut.


Tapi taehyung dengan cepat menutup rumah nya. Taehyung berdiri di depan pintu dan mulai menuangkan kesedihan dan kebingungan nya melalui air mata yang mengalir dengan deras dari manik nya.


" Tae hyung, ini appa, kim jaemin, appa mu nak. Appa masih hidup. Appa sangat merindukanmu" rayu tuan kim jaemin di balik pintu.


Sementara taehyung kini terduduk di lantai depan pintu. Taehyung terus menutup telinganya nya dan tanpa dapat menahan air mata yang terus membanjiri pipi nya.


" pergi. Pergi lah kamu bukan appa ku!" Teriak taehyung.


Tanpa putus asa tuan kim jaemin terus membujuk taehyung dengan segala macam cara.


Meski beliau pun menangis tersedu sedu saat mengingatkan taehyung, akan kenangan yang mereka lalui bersama dahulu.


Sampai akhir nya taehyung berlari menuju kamar nya.


Tuan jaemin, menyadari bahwa tarhyung tak lagi di depan pintu.


Tuan jaemin pun duduk di teras rumah taehyung dan menyeka air mata nya.


" appa tidak akan menyerah tae. Appa tau, kamu sekarang kamu sebatang kara. Hanya ada appa, appa tidak akan membiarkanmu sendiri lagi. Appa akan menebus semua kesalahan appa" bantin tuan jaemin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor tuan kim...


Jin dan tuan kim masih saja terus berbincang, membicarakan berbagai topik.


Sesekali jin memperhatikan layar ponsel nya.


Beberapa menit kemudian, jin memegangi perut nya dan mulai merintih kesakitan.


" aaawww aduh perut ku" rintih jin.


" jin, kamu kenapa? Perut mu sakit? Kamu lapar atau mau ke kamar mandi?" Tanya tuan kim yang mulai panik.


" tuan kim. Aku bukan anak lima tahun yang kesakitan saat ingin ke kamar mandi, dan aku selalu makan sebelum aku lapar"


" lalu apa yang terjadi?"


" seperti nya aku harus segera ke rumah sakit. Mungkin ini luka saat aku kecelakaan kemaren. Tuan, tolong antar kan aku ke rumah sakit"


" baiklah, ayo ayo, aku akan mengantar mu"


Tuan kim pun memapah jin dan mengantar nya ke rumah sakit.