
Kediaman park familly..
Setelah jungkook kembali dari pekerjaan nya, jimin pun pulang ke rumah nya.
Ke kediaman park family, dengan mengatur nafas nya, jimin masuk ke rumah dan segera menanyakan keberadaan hyung nya, pada maid.
" apa jin hyung sudah pulang dari kantor?" Tanya jimin.
" sudah tuan, tuan muda berada di halaman belakang, bersama tuan dan nyonya park" jawab salah satu maid.
Tanpa berlama lama, jimin berjalan ke arah taman belakang, dan menghampiri jin, tuan park dan nyonya park yang tengah membahas bisnis mereka, dengan di temani tiga cangkir teh di atas meja kaca.
" jimin, kapan kamu datang? Kemari, duduk lah" ajak tuan park.
" jimin, hyung senang kamu pulang" tambah jin.
" jimin, appa dan hyung mu, ingin kamu bergabung di usaha music studio kami yang baru. Jin bilang kamu menyukai dance dan music" tawar tuan park.
" iya appa, aku menyukai nya. Aku juga menghargai tawaran kalian. Tapi ada hal penting yang ingin aku beritahu pada kalian" ucap jimin dengan wajah tertunduk.
" minumlah teh dulu, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini" ajak jin.
" tidak hyung, ini benar benar penting. Aku tidak bisa tenang sebelum mengatakan nya" sambung jimin.
" baiklah katakan saja" sahut tuan park.
" aku.. aku.. akan menikah" ucap jimin.
" apa kamu sudah gila? Hyung mu bahkan belum menemukan calon istri, dan kamu mau menikah?" Maki nyonya park.
" eomma, dengarkan jimin dulu" pinta jin.
" Dengan siapa? Bagaimana soal asal usul nya?" Tanya tuan park dengan wajah yang telah memerah menahan emosi.
" Dia hanya gadis biasa, dia yatim piatu, appa nya pensiun polisi. Aku hanya ingin memberitahu, bahwa pernikahan kami akan di lakukan lusa. Kami akan menikah di pengadilan" jelas jimin.
" dasar anak kurang ajar" murka tuan park dengan membalikan meja kaca di depan nya.
Meja kaca pun pecah berantakan di depan mereka.
" appa membesarkanmu untuk membuat appa bangga, untuk meneruskan usaha appa, apa kamu ingin muka appa mu ini tercoreng? Berani nya kamu melakukan ini pada appa" lanjut tuan park.
" Maafkan aku appa, aku tidak ingin itu terjadi, tapi aku benar benar harus menikahi nya, lusa" jawab jimin.
Tuan park tak dapat menahan emosi nya lagi, dan tuan park mendaratkan pukulan kepalan tangan nya di wajah jimin.
" anak sialan, tidak punya sopan santun" maki nya.
" appa, tenang lah, jangan lakukan ini, aku mohon" pinta jin.
" kamu, kamu tak pantas lagi memakai marga ku. Kalau kamu masih bersikeras menikahi gadis yang tak jelas asal usul nya itu, jangan harap aku memberi marga ku di nama mu. Pergi dari sini"
Tuan park kini mulai memegangi dada nya yang memang memiliki riwayat serangan jantung.
" suamiku, kamu kenapa? Apa kambuh lagi?" Tanya nyonya park panik.
" eomma, bawalah appa masuk, aku akan bicara dengan jimin" usul jin.
Tuan dan nyonya park pun masuk. Dan jin kini mulai menatap jimin dengan penuh keseriusan.
" park jimin, ada apa? Kamu tidak pernah menceritakan kekasihmu pada hyung. Kalau kamu mengatakan nya, hyung akan membantumu membujuk appa"
" aku akan menikahi Tata, Yang taerin. Noona jungkook"
Jin sempat terdiam beberapa saat. Dan menurunkan pandangan nya.
" tata? Kamu benar benar mencintainya? Jimin, apa kamu lupa, bagaimana status tata dan status mu?"
" Aku ingin menikahi nya karna cinta bukan karna status hyung"
" Tapi appa tidak akan menerima hal ini. Tata dan kamu sangat berbeda"
" aku tidak melihat perbedaan antara kami. Aku dan tata saling mencintai"
" jimin, status tata akan nempersulitmu di masa depan"
" Tapi masa sekarang ku dan masa depanku, akan sulit pula kalau aku tidak bersama nya"
" Tidak, tata bukan lah wanita yang tepat untukmu"
" aku pikir hyung berbeda dengan appa aku pikir hanya hyung yang bisa memahami perasaanku. Ternyata aku salah"
" hyunglah yang salah. Kami begitu memanjakan mu, sampai kamu tumbuh dengan keegoisan yang terlalu tinggi. Kamu hanya memikirkan persaanmu, tanpa mau tau kesusahan apa yang akan appa dan hyung dapat kan karna keputusanmu. Eomma, benar. Hmm baiklah, pergilah lakukan yang kamu mau. Nikahi siapa pun yang kamu inginkan" dengan wajah kecewanya, jin pergi meninggalkan jimin yang terus tertunduk.
Dengan langkah kaki yang teramat berat, jimin pergi dari rumah nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Listy, jinan dan suga sampai di rumah, jhope, jessy dan back hye segera menyambut mereka.
" apa yang terjadi?" Tanya jhope
" oppa, aku hanya terkilir di kampus, dan aku ke rumah sakit untuk rongsen, tapi kedua pria ini malah berpikiran yang tidak tidak"
" hey suster tadi bilang kamu kritis di ICU" protes suga.
" iya oppa, suster itu salah menggambil ponselku. Maafkan aku membuat oppa khawatir" ucap listy pada jhope.
" syukurlah. Eonnie baik baik saja. Baiklah aku akan menyiapkan makanan untuk taehyung dan appa nya" ucap jessy sembari berlalu pergi.
" listy, ayo aku antar ke kamarmu" ajak back hye.
" hmm listy, kembalilah ke kamarmu, aku akan pulang ke rumahku. Jimin akan menjemputku sebentar lagi"
" tapi kamu kan masih belum pulih suga" ucap jhope.
" aku sudah sehat sekarang. Aku rasa sudah cukup aku menginap di disini. Hmm aku akan membereskan barang barangku" ucap suga.
" Baiklah kalau begitu" sahut jhope.
" jhope hyung, aku juga harus pulang sekarang. Aku permisi" pamit jinan.
Listy, suga dan back hye masuk ke kamar listy. Dan suga segera merapikan barang2 nya dengan satu tangan nya.
" back hye eonnie. Bisakah eonnie membantuku, aku sangat haus" pinta listy.
" tentu saja, aku akan mengambilkan air minum untuk mu" jawab back hye.
Setelah back hye pergi dari kamar listy, listy terus menatap suga yang masih saja sibuk dengan barang barang nya.
" suga oppa, apa kamu benar benar menghawatirkanku?" Tanya listy.
" tentu saja"
" kenapa?"
" karna aku.. hmm karna kamu teman baikku, tentu saja aku menghawatirkanmu. Kenapa? Memang apa yang kamu pikirkan?"
" tidak ada. Aku hanya..."
" listy, apa kamu menyukai jinan?"
" hagh? Kenapa kamu menanyakan hal itu?"
" karna jinan menyukaimu. Dia mengatakan nya padaku. Aku rasa kalian cocok"
Listy hanya terdiam saat mendengar ucapan suga.
" jadi aku harus nya senang. Tapi kenapa aku merasa kecewa? Kenapa dia justru ingin aku bersama jinan oppa" batin listy.
" aku sudah selesai bersiap, jimin juga sudah di depan rumah, aku akan pergi sekarang. jaga dirimu"
" kamu juga oppa"
Suga pergi meninggalkan listy sendiri di kamar nya. Sedangkan listy terus menatap pintu kamar nya tanpa kata.
" Apa aku yang salah memahami perasaan nya? Ada dia tidak mempunyai perasaan yang sama sepertiku? Tapi kenapa pelukan nya terasa berbeda? Kenapa aku begitu tenang saat berada dalam dekapan nya" Gumam listy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dapur cafe...
Jessy tengah sibuk memasukan beberapa makanan ke kotak makan yang akan dia berikan untuk taehyung. Di saat itu, jhope menghampiri jessy dan duduk di kursi samping jessy.
" itu untuk taehyung?" Tanya jhope.
" iya oppa, taehyung tidak makan dengan benar setelah nenek go rae pergi. Aku tidak bisa melihatnya seperti itu"
" apa.. kalian sudah menjalin hubungan?"
Jessy sempat terdiam dengan wajah nya yg memerah menahan malu.
" hmm oppa, kami hanya.."
" oppa tidak akan melarangmu. Tapi oppa hanya ingin kamu memikirkan lagi keputusanmu. taehyung pria yg baik, sangat baik, Tapi kamu tau sendiri, soal defy dan taehyung. Tidak mudah pasti untuk beralih ke lain hati. Oppa hanya takut, taehyung salah mengartikan perasaan nya. Hmm kamu paham yang oppa ingin sampaikan bukan?"
" aahh iya oppa, oppa benar. Tapi aku dan taehyung memang belum sejauh itu, kami hanya berusaha saling mengenal dalam sebuah ikatan"
" baiklah. Pergilah, sudah jam makan malam"
" iya opoa, aku tidak akan lama, aku akan segera kembali"
Jessy berlalu, dengan membawa kotak makan besar untuk taehyung dan appa nya.