Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 18



Listy terus mencoba melepaskan genggaman tangan suga sepanjang jalan.


Tapi suga terus menggenggam tangan listy dgn erat.


Kemudian suga mengajak listy duduk di dapur. listy pun mengambil kompres dan mengompres luka di bibir dan pipi suga.


" dimana jimin. Dia juga harus di kompres" ucap listy.


" dia masih di toilet" jawab suga.


" sepertinya berkelahi adalah hobimu. Aku sudah melihatmu terluka sampai tiga kali. Padahal kita baru bertemu beberapa hari"


" sepertinya hobimu adalah mencreweti orang"


" aku cerewet saat dibutuhkan"


" aku juga berkelahi saat dibutuhkan"


Listy pun terdiam setelah mendengar perkataan  suga.


" kamu juga sangat pandai mengendalikan emosi anak2"


" aku melakukan nya saat dibutuhkan"


Kini Suga tertawa mendengar jawaban Listy.


" aku kuliah di jurusan psikolog. Itu salah satu praktek yg harus aku lakukan"  jelas listy.


listy mengompres bibir suga. Suga terus menatap listy, dan hal itu membuat pipi listy merona karna merasa malu, dan listy mulai memperlambat kompresan nya.


Listy juga langsung mengalihkan pandangan nya.


" aku menyukaimu" ucap suga.


Seketika listy langsung menatap suga. Mereka pun terus saling menatap cukup lama.


" tapi aku tidak menyukaimu. Aku akan mengambil obat untuk lukamu"


Listy beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan suga yang masih tertawa mengingat jawaban ketus listy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Defy keluar dari kamar anak2 setelah mereka semua tidur.


Defy berjalan menuju ruang tamu panti.


Saat melewati dapur, Dia melihat suga dan listy yg setengah bercanda gurau sambari listy mengoles obat di wajah suga.


Defy pun tersenyum dan kembali berjalan.


Defy kembali berhenti saat melihat sindy, jungkook dan jessy yg sedang duduk bersama.


Mereka berbincang, dan terlihat jungkook terus memegangi tangan sindy selagi berbincang dgn jessy. Mereka terus tertawa dan membuat defy turut tersenyum melihat mereka.


" Seandainya dia disini. Kenapa tiba2 aku teringat padanya" ucap defy. mengingat seorang pria berbahu lebar yang beberapa hari ini mengganggu pikiran nya.


Defy kembali berjalan dan hendak menghampiri taehyung.


Tapi ponselnya berdering. Dia begitu kaget saat melihat nama bos galak yg ada di layar ponselnya.


" hagh? Apa dia memasang CCTV di semua tempat?" Batin defy dengan bola mata yang bergerak ke kanan dan kiri nya.


Defy pun mengangkat panggilan telefon dari jin.


" iya.."


" apa kamu sudah tidur?" Tanya jin.


" belum" jawab defy singkat.


" aku baru selesai meeting. Apa kamu merindukanku?"


" hemh?"


" aku baru sempat menghubungimu. Apa yg sedang kamu lakukan? Terdengar cukup bising disana"


" aku di panti asuhan dekat rumah ku. Mereka mengalami sedikit masalah. Aku dan sindy datang untuk membantu mereka"


" oh begitu. Apa ada yg bisa aku bantu?"


" tidak tidak perlu. Fokuslah pada pekerjaanmu. Dan cepat lah pulang"


" kamu menyuruhku cepat pulang, itu berarti kamu merindukanku. Baiklah ini sudah malam, pulanglah dan tidur dgn nyenyak. Aku juga harus tidur sekarang. Besok aku harus bekerja. Dah"


" dah"


" jaga dirimu untuku"


" kamu juga"


" aku merindukanmu"


" sudahlah. Cepat pergi tidur"


" woah kamu sudah berani memerintahku"


" selamat malam selamat malam"


Defy segera menutup telfon dari jin dan dia terus saja tersenyum mengingat jin.


" defy. Sedang apa kamu disini?" Tegur taehyung yang entah kapan berada di dekat defy.


" aku hanya menerima telfon"


" terus kenapa kamu tersenyum terus seperti itu"


" tidak ada. Kita harus tersenyum supaya semuanya menjadi lebih baik kan. Ayo tersenyumlah tetetku" ucap defy sembari mencubit kedua pipi taehyung dan membuat tae terus tersenyum karna tersipu malu.


Kemudian defy pun masuk kembali ke dalam panti.


" ada apa dengan nya" batin taehyung, saat dia memegangi kedua pipi nya, tepat di tempat bekas cubitan defy.


Setelah semua selesai di bereskan, mereka duduk bersama di ruang tamu panti.


" nyonya ji wook, apa yg terjadi sebenarnya?" Tanya Tata, membuka percakapan.


" Tuan Min hyuk pemilik panti ini, beliau mempunyai hutang pada sebuah perusahaan. Dan akhir nya beliau memberikan surat tanah panti. Tuan Min bilang kalau hutang nya telah lunas, panti ini tidak perlu di gusur, tapi beliau sudah bangkrut dan hanya mempunyai tanah panti ini" terang nyonya ji wook.


" apa ibu tau berapa hutang Tuan Min?" Tanya listy.


" sekitar 10 juta won. Entah dari mana kami mendapat uang sebanyak itu" keluh nyonya ji wook.


Nyonya ji wook menangis dan Tata terus mengusap bahu beliau.


" kita akan mendapatkan nya 10 juta won" celetuk namjoon.


" kita galang dana" usul namjoon.


" kalaupun kita menggalang dana, tidak akan cukup waktunya. Kita hanya diberi waktu satu minggu" Protes jungkook.


" musik" Taehyung pun angkat bicara.


" lebih tepatnya konser" Tambah namjoon.


Namjoon dan taehyung pun saling menatap dan tertawa bersama sama.


" kalian pikir semudah itu membuat konser. Kalian bahkan baru berlatih 3 kali dan mabuk satu kali" celetuk listy.


" hagh kamu mematahkan semangat kami" sahut taehyung.


" kita bisa. Kita pasti bisa. Ayolah kita harus mencobanya. Mungkin ini salah satu tangga kita untuk menjadi terkenal" Usul namjoon.


" tapi kita butuh banyak hal dalam membuat konser, panitia, tempat, tiket, kostum, dekorasi panggung. Itu semua membutuhkan uang bukan" Tambah jessy.


" kita cari sponsor. Kita buat proposal dan selebaran" usul Suga.


" baiklah ayo kita mulai membuat proposal" ajak namjoon.


" aku akan membuatnya sekarang" ucap Tata.


" aku dan sindy akan mengurus soal kostum" ucap defy.


" kita?" Tanya sindy.


" tenang saja. Aku punya ide" jawab defy.


" aku dan jungkook akan mengurus selebaran nya" usul taehyung.


" aku, jimin dan eonnie Tata akan mengurus sponsor" tambah listy.


" aku, jhope dan suga akan mempersiapkan lagu dan koreo nya" namjoon pun mengambil bagian.


" tidak, tidak aku tidak bisa ikut. Maafkan aku" bantah jhope.


Jhope pergi ke luar dari panti. Dan listy segera mengejar jhope.


Losty terus memanggil oppa nya tapi jhope tak mengindahkan panggilan listy.


Sampai akhir nya, Jhope berdiri di dekat mobil, dia terus merunduk tanpa kata.


" oppa ayo kita lakukan bersama. Kita satu tim. Grup kita tidak bisa berjalan tanpa mu. Kita semua saling membutuhkan bukan?" Tanya listy.


" aku belum siap. Aku takut sesuatu akan terjadi lagi. Aku masih belum siap" jelas jhope.


" oppa melihat anak2 tadi? Dimana mereka akan tinggal jika tanah ini di ambil. Mereka semua bergantung pada kita oppa. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan oppa akan siap. Obat terbaik suatu masalah adalah menghadapinya"


Jhope mulai menatap Listy. dan listy pun melebarkan senyum nya.


Listy menggenggam tangan jhope. akhirnya mereka pun kembali masuk dan bergabung dgn yg lain nya.


Setelah listy dan jhope masuk, listy menunjukan kedua jempol nya pada mereka semua yang tengah menunggu jawaban jhope.


" kita sudah membagi tugas, tapi kita butuh tempat" ucap namjoon.


" hmm aku tau dimana kita bisa konser. Serahkan saja padaku" celetuk jimin.


" baiklah semua beres ayo kita mulai kerjakan..." Sebelum suga menyelesaikan perkataan nya, mereka semua berteriak.


" yey semangat!!!"


" Besok.. ini sudah malam ayo pulang masing masing" potong suga.


" hmm kamu benar ayo kita pulang dulu semua. Besok pagi kita mulai pekerjaan kita" usul namjoon.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope..


Pagi harinya, Listy dan jhope sudah bersiap.


Listy dan jhope masuk ke kamar jessy.


" jessy, kenapa kamu belum bersiap ayo ikut eonnie ke panti" ajak listy.


" tidak eonnie. Aku tidak ikut ke panti" bantah jessy.


" atau mau ikut Oppa ke rumah namjoon" tawar jhope.


" aku sedang ingin di rumah saja" jelas jessy.


" kenapa? Kamu akan bosan di rumah sendiri" ucap jhope.


" oppa pergi ajah dulu. Aku akan menggunakan sepeda motor. Aku akan bicara dgn jessy" usul listy.


" baiklah aku pergi dulu" pamit jhope.


Setelah jhole keluar dari kamar jessy, Listy duduk di samping jessy.


" ada apa?" Tanya listy.


" Tidak ada. Cepat pergilah nanti eonnie telat"


" baiklah eonnie pergi dulu, kalau butuh sesuatu katakan pada choi hana. Mungkin eonnie akan pulang malam. Jangan keluar rumah ya. Eonnie akan sering menelvonmu"


" iya eonnie ku yg cerewet"


Dengan berat hati, listy meninggalkan jessy di rumah. Karna meemang setelah kecelakaan yang merenggut penglihatan jessy, listy selalu bersama jessy kemana pun dia pergi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Panti asuhan...


Saat sampai di panti, panti begitu sepi. Listy pun pergi ke rumah Tata.


Kebetulan, Tata keluar dari rumah.


" Listy kamu sudah datang. Kemarilah"


" panti sangat sepi eon"


" nyonya ji wook mengajak mereka berlibur. Untuk menghibur anak2"


" jungkook, dan yg lain nya? Jimin juga belum datang"


" jungkook pergi bekerja, setelah itu langsung membagikan selebaran. Kalo yg lain nya entahlah"


" lalu jimin?"


Tepat di saat itu juga jimin terlihat datang dgn mengendarai motor suga.