
Rumah sakit..
Jimin keluar dari ruang rawat tata, jimin berajalan perlahan dan duduk di sebuah kursi tunggu yang menempel pada tembok.
Jimin teringat akan panggilan telefon dari yuri, yang tak kunjung dia jawab dari semalam.
Jimin pun menelfon yuri.
" hallo yuri, kenapa kamu terus menelfonku"
" aku hanya menghawatirkan mu oppa"
" aku baik baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Jin oppa di rumah kan?"
" entahlah. Sekarang aku berada di kantor polisi"
" hagh? Kenapa di kantor polisi?"
" oppa, listy dan jhope oppa, dalam masalah. Listy meminta bantuan polisi, dan dia bilang, MJ Club dan tolong. Hanya tiga kalimat itu, tapi polisi tidak bisa melakukan apapun kalau tidak ada bukti yang jelas. Aku sangat bingung, aku hanya mempunyai panggilan telefon dari listy. Polisi tidak bisa membantu kami" tangis yuri.
" kamu tenanglah, oppa akan memikirkan sesuatu, kamu pulanglah. Mereka akan baik baik saja"
setelah mendengar perkataan jimin, yuri pun merasa lebih tenang.
Jimin berpikir keras apa yang harus dia lakukan.
" MJ club, MJ, MJ group, bukan kah PG group memiliki saham terbesar di MJ group? Hah, jin hyung pasti bisa membantuku"
Jimin pun segera menghubungi jin melalui panggilan telefon.
Di saat itu, jin tengah duduk di mobil nya sembari menatap defy yang tertunduk bersandar di kaca jendela.
" hallo jimin, ada apa?"
" hyung, aku ingin bertanya, apa MJ club, itu salah satu usaha MJ group?"
" iya, kenapa?"
" MJ group itu, masih dalam kekuasaan saham kita kan?"
" iya ada apa? Cepat lah. Hyung sibuk"
" hyung, listy dan jhope hyung butuh bantuanmu"
Jimin pun menjelaskan apa yang yuri katakan padanya secara detail.
" maafkan aku jimin. Malam ini aku ada di luar kota, butuh waktu 2 jam untuk ke sana. Aku tidak bisa membantumu. Tapi hyung akan mengirim manager koo dan beberapa pengawal kesana" usul jin.
" baiklah hyung, tolong cepatlah"
Setelah jimin menelfon hyung nya, jimin segara berpamitan pada jungkook, dan pergi ke MJ club.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suga dan jinan telah sampai di samping MJ club. Mereka bersembunyi di balik tembok, dan mengintip sesekali.
" bagaimana cara nya kita masuk? Penjagaan nya sangat ketat" ucap jinan.
" kita naiki tembok nya saja" usul suga.
" kamu mengejekku? Aku tidak setinggi itu"
" aishh, aku tau itu"
" hey kamu juga tidak tinggi"
" sudahlah, apa kita akan saling mengejek dalam situasi seperti ini? Naiklah ke punggungku. Liat keadaan dulu"
" baikalah"
Jinan pun menjadikan tubuh suga sebagai pijakan untuk melihat keadaan di dalam MJ club.
" aku rasa aman, kita bisa masuk lewat sini"
" kalao begitu naiklah cepat, kamu tidak ringan tau. Setelah itu tarik aku"
Skip.
Suga dan jinan berhasil menyelinap ke dalam club tersebut.
Mereka juga melumpuhkan beberapa penjaga yang memergoki mereka masuk.
" club ini begitu besar, dari depan terlihat club, tapi di belakang lebih mirip hotel, bagaimana kita mencari listy di banyak kamar seperti ini" ucap jinan.
" pasti yang penjagaan nya paling ketat" jawab suga.
Suga dan jinan kembali mencari tempat. Listy dan jhope di sekap.
Mereka pun menemukan kamar babhie, jinan dan suga berkelahi dengan 2 penjaga yang berjaga di depan pintu.
Kala itu, suga hampir saja tertusuk pisau yang di todongkan salah satu penjaga dari belakang suga, tapi untung saja, jinan berhasil memukul pria itu lebih dulu.
Mereka pun masuk ke kamar babhie yang mereka kira, tempat listy dan jhope di sekap.
Begitu melihat babhie, suga teringat foto yang ia temukan di kamar jhope tempo hari.
" siapa kalian?" Tanya back hye.
" kamu mengenal jhope? Tolong selamatkan dia" ucap back hye.
" kamu tau dia kesini?" Tanya suga.
" sudahlah, ayo cepat kita pergi dari sini. Mereka pasti di sekap di bawah tanah"
Back hye, suga dan jinan berlari menuju ruang bawah tanah.
Dan tentu saja, begitu mereka sampai, mereka mendapati beberapa penjaga, bahkan mereka membawa pistol di tangn nya.
2 orang terlihat berdiri di hadapan listy dan jhope. Keadaan mereka begitu buruk. Terutama jhope. Wajah nya penuh luka dan kedua tangan nya terikat dengan tali ke atas.
Dengan setengah sadar, jhope terus memanggil listy yang masih pingsan.
Salah satu dari pengawal tersebut, bahkan mengguyur listy dengan seember air.
" heeeyyyy!!! Jangan macam macam pada nya!!!" Teriak jhope.
Listy pun tersadar, listy terus saja batuk karna air yang masuk ke hidung nya. Nafas nya pun terengah engah.
" Hey gadis sial, dimana memo card yang kamu sembunyikan?" Tanya pria yang telah mengguyur listy.
" aku tidak akan memberitahumu" jawab listy singkat. Bahkan dia masih mengatur nafas nya.
" gadis keras kepala!" Maki pria tersebut sembari menampar listy
Awal nya, Suga, jinan dan back hye menyusun rencana singkat untuk membebaskan listy dan jhope. Tapi setelah jinan dan suga melihat pria bertubuh gempal itu menampar listy, Mereka pun keluar dari persembunyian mereka.
" heeyyy! Berani sekali kamu menyentuh nya" ucap suga
" lepaskan mereka" tambah jinan.
2 pengawal lain nya, kini menodongkan pistol nya pada suga dan jinan.
" siapa kalian? Berani nya kalian memasuki tempat ini"
Dengan saling melirik,suga dan jinan saling memberi aba aba untuk menyerang kedua penjaga bersenjata tersebut.
Jinan dan suga terus berkelahi dengan beberapa penjaga di sana.
Sementara back hye berusaha melepaskan ikatan yang membelenggu jhope dan listy.
Setelah ikatan listy terlepas, listy segera menagis di pelukan jhope.
" oppa? Apa oppa baik baik saja?" Tanya listy.
Sebelum jhope menjawab pertanyaan listy, suara pistol membuat semua mata tertuju pada suga. Dan darah suga mengalir di lengan nya.
Meski dengan tangan yang penuh darah, jinan dan suga berhasil melumpuhkan semua penjaga di sana.
Jinan dan back hye membantu jhope berjalan, karna keadaan jhope yang benar2 lemas tak berdaya.
Sementara listy menghampiri suga dan memeriksa lengan suga yang terus mengalirkan darah.
Suga bahkan menutup luka nya dengan sebelah tangan nya, untuk menghentikan darah nya keluar.
Dalam keadaan basah, listy menyobek kemeja yang ia kenakan dan membalut luka suga tanpa berkata apapun.
" kamu baik baik saja?" Tanya suga lirih.
Listy menatap suga, dan memeluk suga secara tiba tiba. Listy pun menangis dalam peluakan suga.
Di saat yang sama, jinan menoleh ke belakang, kearah listy dan suga yang tengah saling memeluk.
Jinan begitu terkejut dan kekecewaan nampak jelas di wajah nya.
" Sudahlah. Semua akan baik baik saja polisi pasti sudah kesini" hibur suga
" terimakasih" ucap listy di tengah isak nya.
" kita masih harus keluar dari sini, ayo cepat" suga mengusap air mata listy dan menggandeng tangan listy menyusul jhope, jinan, dan back hye.
Ketika mereka sampai di samping pintu masuk club, Min junhoo telah berdiri menghadang mereka keluar.
" wah babhie babhie babhie. Pangeran mu mempunyai banyak pengawal" ledek junhoo sembari bertepuk tangan.
" junhoo oppa, biarkan mereka pergi. Anggap aku sebagai ganti nya. Mereka datang untukku. Jadi aku lah yang berslaah" ucap back hye.
" tidak kamu harus pergi bersama kami" bantah jhope.
" banyak omong kalian. Cepat tangkap mereka" perintah junhoo pada anak buah nya.
Tetapi sebelum anak buah junhoo mendekati mereka, terdengar sebuah pistol yang menembakan peluru nya.
Semua orang kaget dan tertunduk.
Lalu, 3 buah mobil masuk ke dalam MJ club. Dan berhenti di tengah tengah, antara junhoo, dan jhope cs.
Mereka semua hanya diam dan menatap mobil di depan mereka.
Bebebrapa pengawal berjaz lengkap keluar dari mobil tersebut, dan beberapa di antara mereka memegang senjata di tangan nya.
Seorang pria berjaz rapi keluar dari mobil itu. Dengan sepatu yang mengkilap dan kaca mata yang bertengger di hidung nya.
Semua orang menatap pria itu,