
Jin, defy dan Listy menghampiri namjoon yg terus tertunduk dgan satu tangan nya yg masih terus menyeka air mata di pipi nya.
" namjoon oppa? Apa yg terjadi? Itu ayana kan?" Tanya listy.
" namjoon aku baru tau kalau kamu.."
Sebelum jin selesai berucap, namjoon menatap jin dgn mata nya yg masih basah oleh air mata.
" kamu akan bertunangan dengan ayana?" Tanya namjoon.
Listy begitu terkejut mendengar perkataan namjoon.
" namjoon, sebenar nya aku dan ayana, hanya lah korban perjodohan. Kami tidak saling mencintai" jelas jin.
" tapi fakta nya kalian akan bertunangan bukan?"
" namjoon ssi, aku hanya mencintai defy, percayalah, aku tidak akan membiarkan pertunangan ini"
" aku percaya pada jin. Dia tidak akan membiar kan ku hancur" sambung defy.
" namjoon oppa, percayalah pada ayana, seperti hal nya defy percaya pada jin oppa" tambah listy.
" ayana tidak seperti jin. Dia tidak ingin memperjuangkanku" bantah namjoon.
Namjoon kembali tertunduk,dan meninggalkan listy, defy dan jin.
" namjoon oppa" panggil listy.
" namjoon ayo kita bicaraka ini, kita cari solusi bersama" teriak jin.
Namjoon tetap melangkah pergi, tanpa menghiraukan panggilan jin dan listy.
" sekarang bagaimana? Apa yg harus kita lakukan?" Tanya defy.
" listy, cuma kamu yg bisa membantu kami" ucap jin.
" aku? Apa yg bisa aku lakukan? Ini masalah kalian. Aku.." listy mencoba mengelak.
" listy.. tolonglah.." pinta defy.
" listy, aku sangat mencintai defy, kami saling mencintai, kamu tega membiarkan kami terpisah?" Tanya jin.
" jin, aku juga sangat mencintaimu"
" cintaku lebih besar"
Defy dan jin saling menatap sembari berpegangan tangan.
Sementara listy hanya terheran heran sambil mengerutkan alis nya, melihat adegan romantis defy dan jin.
" heigh, hentikan hentikan. Kalian bermesraan di depanku?" Tegur listy.
" listy kamu kan tidak punya kekasih, kamu tidak tau bagaimana rasa nya harus terpisah" jawab defy tanpa berpaling dari tatapan jin.
" tidak. Kita tidak akan berpisah" tambah jin.
Jin dan defy saling memeluk tanpa menghiraukan keberadaan listy.
Karena kesal, listy pun pergi tanpa bersuara.
Saat jin dan defy melihat ke arah listy, mereka bingung melihat listy tak lagi di samping mereka.
" kemana dia?" Tanya jin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam telah larut, semua nya pulang ke rumah mereka masing masing.
Sebelum itu, mereka semua berkumpul di depan studio.
Namjoon, taehyung dan jhope terlihat murung saat mereka berkumpul dgn yg lain nya.
" konser kita berjalan dgn baik. Jin, terimakasih sekali lagi" ucap suga.
" tidak masalah, aku melakukan nya demi jimmin" jawab jin.
" baiklah mari kita pulang, aku sangat lelah" sambung jimin.
Tiba tiba terdengar deringan ponsel, dari ponsel taehyung.
Taehyung pun mengangkat panggilan telvon tersebut.
" ya, hallo.." ucap taehyung.
Semua orang menatap taehyung saat mata taehyung mulai berkaca kaca. Bahkan ponsel yg tae pegang pun terlepas dari genggaman tangan nya.
" tae, kamu kenapa?" Tanya jungkook.
Tae tak dapat menjawab pertanyaan jungkook, dia hanya nenangis dan menangis sambil menutupi wajah nya dgn kedua tangan nya.
" tae. Katakan apa yg terjadi?" Tanya jimin kembali.
" nenek, neneku... meninggal" jelas taehyung terbata bata.
Tangis tae pun pecah, dia tak dapat menahan rasa hancur nya. Karna memang selama ini hanya nenek nya lah yg selalu mengurus nya dari kecil.
Defy juga sangat terkejut mendengar apa yg tae ucapkan.
Defy seakan tidak percaya dengan apa yg dia dengar, defy pun menghampiri taehyung yg masih saja tertunduk dgn berurai air mata.
" tae, apa yg kau ucapkan? Jangan bercanda seperti ini" tanya defy.
" defy, aku serius" jawab taehyung.
Defy pun turut berlinan air mata mengingat kedekatan nya dengan nenek go rae.
Defy mencoba membuat taehyung tenang dengan memeluk nya.
Pemandangan itu begitu menyakitkan bagi jessy melihat pria yg dia cintai menangis di pelukan wanita lain.
Jessy terus memukul dada nya dgn satu tangan nya. Berharap sakit hati nya dapat hilang.
Tapi tentu saja itu percuma, bahkan air mata jessy mengalir tanpa persetujuan nya.
Jessy tertunduk sembari mengusap air mata nya dgn satu tangan nya. Berharap tak ada yg melihat kesedihan nya.
Tapi dia gagal, memang semua tengah sibuk memperhatikan taehyung yg menangis di pelukan defy.
Tapi tidak dengan listy. Listy terus menatap adik nya yg berada di sebrang nya.
" taehyung, ayo kita antar kamu pulang" ajak jungkook.
" ayo taehyung, kita semua akan mengantarmu" tambah suga.
Mereka semua pun beralih ke rumah tarhyung.
Skip.
Rumah taehyung..
Tetangga telah berkumpul di rumah taehyung untuk melepas kepergian nenek taehyung.
Saat sampai di rumah, taehyung langsung berlari, menghampiri jenazah nenek nya.
Taehyung terus menangis sembari memeluk nenek tercinta nya.
Kemudian seorang ahjuma memberikan sepucuk surat peninggalan nenek nya itu pada taehyung.
Dua hari kemudian...
Hari hari berlalu.. tak terasa 2 hari sudah nenek taehyung di makam kan.
Jimmin dan jin, masih saja menginap di rumah suga, jin membantu suga mengurus kedai tato nya.
Sedangkan jimmin tetap bekerja di cafe jhope.
Jungkook dan tata, masih saja mencari cara untuk bisa memenangkan persidangan hak asuh sujin.
Sementara jessy, terus menemani taehyung di rumah nya.
Jessy mengurus taehyung dgn sabar, setiap hari, jessy membawakan makanan untuk taehyung yg masih saja terhanyut dalam kesedihan nya karena kehilangan satu satu nya keluarga nya.
Pagi itu, Listy berpamitan pada jhope yg tengah sibuk membantu jimmin merapikan cafe.
" dimana jessy?" Tanya listy.
" dia pergi ke rumah taehyung" jawab jimin.
" oo, jhope oppa, aku harus pergi ke suatu tempat. Aku mungkin akan pulang terlambat" pamit listy.
" kemana?" Tanya jhope.
" udahlah aku terlambat, sampai jumpa semua"
Listy pergi tanpa menjawab pertanyaan jhope. Disaat itu juga, suga turun dari sepeda motor nya.
" kamu mau kemana sepagi ini?" Tanya suga.
" apa yg kamu lakukan disini?" Tanya listy balik.
" kenapa menjawab pertanyaan dgn pertanyaan? kamu kuliah dimana sih?"
" kamu mengajakku ribut pagi pagi begini? Sudahlah aku terlambat aku harus pergi. Dah"
" tunggu, ayo ku antar"
" kenapa?"
" kamu suka sekali bertanya? Cerewet banget. Udah pake helm ini"
Suga memakaikan helm pada listy.
Listy dan suga pergi menyusuri jalan kota pagi itu.
Listy dan suga pun, sampai di sebuah toko bunga. Toko bunga milik ayana.
Listy pun turun dari sepeda motor dan memberikan helm yg dia pakai pada suga.
" makasih ya. Sampai jumpa" ucap listy.
" hegh kamu pikir aku tukang ojek, tunggu aku ikut masuk. Setelah itu, traktir aku sarapan"
" kamu bilang bukan tukang ojek, kenapa meminta bayaran"
" diamlah ayo masuk"
" yeaahhh!! Suga ssi"
Listy dan suga masuk ke ruangan ayanna. Saat ayanna melihat listy yg masuk ke ruangan nya, ayanna segera bangun dari duduk nya.
" listy.."
" ayanna, aku sangat merindukan mu"
Listy dan ayanna pun saling memeluk melepas rindu.
Setelah itu ayanna mempersilahkan listy dan suga duduk di depan meja kerja nya.
Listy dan ayanna terus tersenyum sembari berpegangan tangan. Sementara suga terus diam menunduk dan melipat tangan nya rapi.
" listy, dia kekasihmu?" Tanya ayanna.
" bukan, dia temanku" jawab listy.
" teman dekat" potong suga.
" hey tuan swag, mending anda keluar dulu deh. Anda mengganggu kedua wanita ini"
" aku tunggu di luar, jangan lama lama aku lapar"
Suga pun keluar dari ruangan ayanna. Sementara listy terus mengerut kan alisnya melihat ke arah suga.
" kalian pasangan yg lucu" ejek ayanna.
" pasangan apa nya. Dia itu pria teraneh yg pernah aku tamui" jawab listy.
" tapi dia mencintaimu"
" udah cukup ya. Aku kesini bukan mau membicarakan pria aneh itu"
" lalu apa yg membuatmu mengunjungiku? Seorang listy tidak mungkin pergi jauh2 hanya untuk menemui ku bukan?"
"apa yg kamu katakan, tentu saja karna aku merindukan mu. Ini soal namjoon"
Seketika, ayanna membulatkan mata nya menatap listy.
" iya, aku bertemu dgn namjoon, aku kalian masih saling mencintai, dan aku juga tau apa yg membuat kalian harus terpisah"