Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 42



Rumah sakit...


Jimin sampai di rumah sakit, dia terus menggenggam tangan tata, tanpa sedetikpun membiarkan tangan tata terlepas.


Tata di larikan ke ruang ICU dan dokter segera menangani tata di ruang ICU.


Sementara jimin terus menunggu di depan ruang ICU. Tak lama, jimin teringat jungkook dan dia segera menelfon jungkook.


Kala itu, jungkook tengah mengerndarai mobil nya menuju arah pulang, setelah mengantar obat obatan untuk sindy.


Mendengar ponsel nya berdering jungkook segera menepi dan menganggkat panggilan telfon dari jimin.


" iya jimin hyung. Ada apa?"


" kamu dimana? Tadi tata pingsan, setelah memegangi perut nya, dan aku membawa nya ke rumah sakit city"


" aku di jalan. Aku akan segera kesana"


Dengan wajah panik, jungkook segera memacu mobil nya dengan kecepatan penuh.


Sampai di rumah sakit, jungkook segera menghampiri jimin yang tengah duduk tertunduk di depan ruangan ICU.


" jimmin hyung, bagaimana keadaan noona?"


" dia masih di periksa di dalam"


" owh. Kenapa noona kambuh lagi"


" dia sering seperi itu?"


" rahim nya bermasalah, kadang dia kambuh dan pingsan begitu saja. Padahal Sudah lama dia tidak kambuh. Aku pikir noona sudah sembuh sepenuh nya"


" jungkook sebenar nya sujin sudah pergi dengan appa kandung nya, apa itu berpengaruh pada kesehatan tata?"


Sebelum jungkook menjawab pertanyaan jimin, seorang dokter keluar dari ruang ICU. Jungkook segera menghampiri sang dokter.


" bagamana keadaan noona ku dok?"


" beliau harus di rawat beberapa hari di sini. Rahim nya mengalami pembengkakan. Dan yang paling penting dia tidak boleh terlalu banyak pikiran. Itu mempengaruhi hormon di rahim nya"


Dengan penjelasan dokter, pertanyaan jimin pun terjawab sudah.


Tekanan batin saat merelakan sujin pergi, membuat tata kembali harus di rawat di rumah sakit.


" baik dok. Apa aku bisa menemui noona ku sekarang?"


" beliau masih belum sadar, beliau akan di pindahkan ke ruang rawat, kalian bisa menemui nya di ruang rawat"


" makasih dok" ucap jungkook.


Beberapa menit kemudian, Tata telah di pindah kan ke ruang rawat dengan beberapa alat yang masih melekat di tubuh nya.


Bahkan tata masih belum sadarkan diri.


Jungkook duduk di samping Tata dan terus memegangi tangan nya.


" noona, maafkan aku, aku tidak bisa menghentikan jisuk membawa sujin. Kamu pasti sangat terluka saat melepas sujin pergi" sesal jungkook yang kini telah berlinana air mata.


Jimin melihat, begitu terpukul nya jungkook saat noona nya terbaring di ranjang dengan berbagai alat yang menempel di tubuh nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ruang kantor jin...


Defy dan jin tengah menyelesaikan pekerjaan nya. Mereka bekerja layak nya bos dan sekertaris, tanpa ada pembicaraan lain nya.


" kenapa sindy tidak masuk?" Tanya jin.


" entahlah. Dia tidak mengatakan nya padaku. Hmm jam 2 siang nanti, ada undangan makan siang dengan tuan koo. Nyonya park dan tuan park juga akan hadir"


" baiklah, selesaikan bahan meeting untuk nanti sore. Dan ikutlah makan siang dengan kami"


" aku rasa nyonya park tidak akan nyaman saat aku disana"


" defy, setelah makan siang, kita akan langsung rapat. Soal eomma, aku yang akan mengurus nya"


" baiklah aku permisi dulu. Kamu memberiku banyak pekerjaan"


" hey sekertaris phabo. Kamu ingin aku menyuruh mu tiduran seharian. Apa kamu menerima gajih hanya untuk bersantai santai di kantor"


" hey bos cerewet hentikan ocehanmu atau.."


" atau apa? Apa apa apa?"


Di tengah perbincangan mereka, seorang senior di kantor mengetuk pintu ruang kerja jin.


Dan tentu nya senior tersebut mendengar sedikit perdebatan antara jin dan defy.


Bahkan senior defy pun terlihat menatap defy dengan tatapan yang berbeda.


" saya permisi dulu tuan" pamit defy.


" baiklah. Masuklah" ucap jin sembari beralih duduk di depan meja kerja nya.


Sedangkan defy keluar ruangan jin dengan membawa begitu banyak map di tangan nya.


Defy mengerjakan pekerjaan nya dengan tekun dan teliti.


Bahkan jin pun terus sibuk dengan pekerjaan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah suga...


Sepeti biasa, suga tengah mendesain beberapa model tato di laptopnya.


Dengan sedikit bersenandung, suga terus fokus dengan layar laptop nya.


Tak lama, suara pintu kedai tato suga berbunyi. Seorang yang tidak asing bagi suga nampak berdiri di depan pintu.


" jinan ssi, wah ini kejutan" sapa suga.


" suga ssi, wah aku tidak menyangka, kedai tato ini milikmu"


" iya, ini hobiku. Aku sudah membuka kedai ini cukup lama. Hm tapi dari mana kamu tau tempatku ini? Padahal Kedaiku termasuk tidak mudah di temukan"


" aku memang suka tato, dan aku mendapat rekomendasi dari temanku. Jennie, aku rasa kamu mengenal nya"


" iya, di sering kesini"


" dia bilang kamu penato yang handal"


" tidak juga. Dia terlalu berlebihan. Jadi kamu ingin membuat tato?"


" iya, tentu saja"


" ayo"


Setelah memilih beberapa desain tato, jinan dan suga pun memulai penatoan di lengan jinan.


Di temani dengan musik dj yang terdengar lirih, suga dan jinan melanjutkan perbincangan mereka.


" kamu sudah lama mengenal listy?" Tanya suga membuka percakapan.


" oo listy itu adik kelas ku waktu sekolah menengah"


" apa kalian begitu dekat?"


" hmm lumayan, waktu sekolah kami bahkan sering pulang bersama. Semenjak aku kuliah aku tidak pernah bertemu dia lagi. Baru kemaren dia menghubungiku. Dia meminta tolong karna appa ku pemilik rumah sakit itu. Lalu kamu sendiri?"


" aku belum lama mengenal nya"


" tapi kalian terlihat sangat dekat"


" kami hanya bertengkar setiap saat"


" baguslah kalo kalian tidak dekat" ucap jinan sembari tersenyum pada suga.


" why?"


" kamu tidak menyukai listy kan?"


" haha, hagh siapa yang akan menyukai gadis aneh seperti dia?"


" baguslah kalau begitu, aku menyukai gadis yang aneh"


Suga sedikit terkejut dengan perkataan jinan. Secara tidak langsung suga menyadari bahwa jinan tertarik pada listy.


Lamunan suga buyar ketika pintu kedai nya kembali terbuka. Dan kali ini, yuri lah yang berjalan masuk ke kedai tato suga.


" suga oppa, apa jimin di sini? Kenapa dia tidak juga menjawab telfonku" Tanya yuri.


" tidak, dia bahkan tidak pulang tadi malam. Dia tidak di cafe jhope?"


" tidak oppa, bahkan cafe nya tutup entah kemana mereka. ponsel listy juga tidak aktif?"


" benarkah?"


Mendengar ucapan yuri, suga begitu khawatir. Suga segera manaruh alat pembuat tato nya dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja.


" kenapa kamu begitu khawatir, mungkin mereka sedang berlibur. Listy juga memang sering mematikan ponsel nya" sahut jinan.


" aku khawatir karna kemaren malam, jhope berkelahi dengan seseorang. Aku takut mereka mengalami masalah" jawab suga.


" benar kah oppa? Bagaimana keadaan jhope oppa?" Sambung yuri.


" pipi nya lebam dan seperti nya dia juga terkena pukulan di perut nya" ucap suga yang kini terus berusaha menghubungi listy.


" aku akan menghubungi jessy"


Setelah beberapa kali mencoba, yuri berhasil melakukan panggilan telefon pada jessy.


" hallo jessy"


" iya eonnie? Ada appa? Maaf tadi aku sedikit sibuk"


" tidak papa, hmm kenapa hari ini cafe tutup??"


" hmm jhope oppa tidak mengatakan nya padaku. Jhope oppa dan listy eonnie bilang, mereka harus pergi ke suatu tempat"


" kesuatu tempat? Apa mereka tidak bilang mau pergi kemana?"


" tidak, tapi mereka membawa laptop dan tas besar di dalam mobil. Saat itu aku begitu sibuk jadi aku tidak bertanya"


" apa jimin juga bersama  mereka?"


" aku rasa, jimmin oppa sama sekali tidak ke cafe hari ini".


" baiklah jessy terimakasih"


Yuri pun menutup telfon nya dan menjelas kan apa yang jessy tau soal jhope dan listy pada suga dan jinan.


" oppa, firasatku buruk, aku takut terjadi sesuatu pada mereka" keluh yuri.


" lalu bagaimana? Kita tidak bisa mencari mereka di seluruh seoul kan?" Sambung jinan.


" tapi kita juga tidak bisa berdiam diri"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mobil jhope...


Listy dan jhope telah selesai menyiap kan peralatan mereka untuk meretas data komputer di kantor min junhoo.


Jhope telah berpakaian layak nya tukang listrik.


Bahkan jhope juga membawa koper tukang listrik yang di dalam nya telah di sisipkan laptop.