
Kamar listy..
Suga membantu listy berjalan ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, listy keluar dari kamar mandi dan mendapati suga yang masih duduk di tepi ranjang nya dengan sepiring nasi goreng di tangan nya.
" kamu masih disini?"
" jhope dan jessy sibuk di cafe, pagi ini cafe cukup ramai. Mereka memintaku mengantar sarapan mu"
Listy pun mengampiri suga dan duduk di samping nya.
" buka mulut mu" ucap suga.
" aku bisa memakan nya sendiri. Kenpa kamu begitu aneh hari ini. Ini sungguh membuat ku risih"
" itu karna kamu sedang sakit, cepat lah sembuh agar aku punya lawan bertengkar lagi"
" jadi kamu memanjakanku hanya karna aku sakit? Setelah aku sembuh.. "
Listy tidak menerus kan kalimat nya, karna dia terpikir satu hal di benak nya.
Listy tersenyum pada suga dan berteriak kegirangan. Bahkan listy juga memeluk suga.
" aaaaa makasih makasih. Karna mu, aku bisa menyelesaikan apa yg membuat ku terganggu selama ini. Hagh akhir nya"
" seperti nya kita benar benar harus ke dokter. Mungkin kamu mengalami gegar otak"
" diam lah, hmm aku butuh bantuan mu. Aku punya ide bagus"
Listy tersenyum membayangkan idenya. Tetapi suga hanya diam dgn tatapan datar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor PG industri..
Siang itu Sindy dan defy tengah bekerja seperti biasa nya. Defy dan sindy terus saja fokus pada pekerjaan nya.
Tak lama, jin keluar dari ruangan nya dan menghampiri defy dan sindy.
" aku harus pergi dulu, jam berapa meeting dgn tuan jung?" Tanya jin.
" meeting di undur, tuan jung berada di rumah sakit, anak nya kecelakaan" jawab sindy.
" nahh, tepat sekali. Baiklah aku pergi dulu. Defy, maaf hari ini pulanglah dengan sindy" ucap jin sembari berlalu pergi dengan wajah senang nya.
" dia mendengar kabar kecelakaan, tapi malah senang. Ada apa dengan nya?" Tanya defy.
" sudahlah. Mending kita makan siang ajah yuk aku sudah sangat lapar"
" hagh, baiklah"
Sindy dan defy berjalan menuju ke cafe sebrang kantor mereka. Tempat biasa mereka makan siang.
Defy dan sindy terus berbincang sepanjang perjalanan dan sesekali senyum terukir di bibir kedua gadis burtubuh semampai tersebut.
Tetapi mendadak langkah sindy terhenti, dan senyum nya pun memudar, saat melihat jungkook yang berdiri menatap nya.
Ya..
Jungkook menunggu sindy sedari tadi. Defy pun menyadari bahwa jungkook ingin membicarakan hal serius dengan sindy.
Itu terlihat benar dari sorot mata jungkook dan ekspresi harap yang terlukis di wajah jungkook.
" hmm sindy. Ada sesuatu yang tertinggal. Kamu makan lah dulu. Aku akan menyusul nanti. Dah" pamit defy.
Perlahan sindy menghampiri jungkook dan duduk di depan nya.
" aku memesan makanan favorite mu. Makanlah, kamu terlihat kurus, apa kamu tidak makan dengan baik?" Tanya jungkook.
" hmm aku makan dengan baik" jawab sindy.
" bagaimana perkerjaan mu? Semua lancar kan?"
" jungkook, katakan lah. Langsung saja ke inti nya"
" aku mau meminta maaf padamu. Aku tau aku yang salah, aku kurang terbuka padamu. Aku pikir kita lebih baik untuk berpisah, tapi jujur aku tidak baik, aku selalu memikirkanmu. Dan aku sadar, aku merindukanmu"
"Jungkook, bukankah sebuah hubungan harus di landasi dengan kepercayaan dan keterbukaan? Aku hanya tidak mau ada sebuah rahasia dengan pasanganku"
" Hmm aku tau itu. Aku cuma berpikir itu masalah pribadiku, dan aku tidak mau pikiranmu terganggu oleh masalahku"
" tapi itu justru mengganggu hubungan kita. Waktu kita. Saat kamu menceritakan masalahmu padaku, mungkin aku akan lebih memaklumi kesibukanmu"
" iya, maafkan aku. Bisakah kita saling mengenal sepeti dulu lagi? Saling memahami dalam sebuah ikatan"
" jungkook ssi, yang sebenarnya, aku juga mengalami hal yang sama sepetimu. Aku juga terus teringat kenangan kita. Tapi aku ingin menata hatiku dulu. Perpisahan kita, membuat hatiku hancur. Kamu pergi saat aku benar benar mencintai mu. Jadi aku pikir, lebih baik kita menjalin pertemanan saja untuk saat ini"
Harapan jungkook yang dia bangun saat menatap mata sindy kembali, kini musnah sudah, setelah mendengar penolakan sindy.
Jungkook pun menghembuskan nafas kasar nya dan mencoba tetap tenang di depan sindy.
" Hmm baiklah kalau itu yang menurutmu lebih baik. Aku akan menerima keputusanmu. Tapi satu hal yang harus kamu tau, aku akan selalu menunggumu untuk membuka hatimu lagi untuk ku sindy ssi. Aku akan memastikan hanya nama mu yang ada di dalam hatiku"
" jungkook ssi..."
" hmm aku baik baik saja, hmm maukah kamu menjadi temanku?" Tanya jungkook sembari senyodorkan tangannya, dan mengembangkan senyum kelinci nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cafe jhope...
Listy berjalan perlahan menghampiri jessy dan jhope yang tengah sibuk membereskan cafe nya.
Jimin juga terlihat mondar mandir membawa beberapa gelas dan piring di nampan yang dia bawa.
Melihat listy yang mulai mendekat. Jhope segera beranjak dari duduk nya, dan menghampiri listy.
" kenapa kamu bangun? Kamu butuh sesuatu? Apa kepala mu masih sakit?" Tanya jhope.
" oppa, aku baik baik saja. Temanku akan datang, kami akan makan siang di sini" jawab listy.
" siapa eonnie?" sahut jessy yang berjalan mendekati listy.
" Ayanna" ucap listy santai.
Tapi justru nama itu membuat jhope dan jimin tertegun. Tentu saja, mereka tau bagaimana hubungan rumit yang melibatkan ayanna. Itu sebabnya jhope dan jimin terdiam saat mendengar nama ayanna keluar dari mulut listy.
" hmm kami hanya mau makan siang, dan tolong jangan bahas apapun saat ayanna datang, aku takut dia akan kurang nyaman" ucap listy.
" ayanna benar benar temanmu?" Tanya jimin seakan tak percaya akan kebetulan yang terjadi.
" dia teman baikku. Dia seniorku di kampus" jawab listy.
" baiklah. Kami akan bersikap biasa saja saat ayanna datang. Ayo semua, kembali bekerja. Dan kamu listy, kembali lah ke kamar mu, aku akan mengajak ayanna ke kamar mu saat dia datang. Kamu masih butuh banyak istirahat" perintah jhope.
" oppa.."
" sudah sana, masuk ke kamar mu sekarang"
Listy pun kembali masuk ke kamar nya.
Setelah menunggu satu jam lama nya, akhir nya ayanna pun datang ke cafe.
Ayanna menghampiri jhope dan menyapa jhope.
" jhope oppa, apa kabar? Lama kita tidak bertemu" sapa ayanna.
"Ayanna, wah kamu semakin cantik saja. Kamu sendiri?" Tanya jhope.
" iya, aku mau menemui listy. Aku dengar dia sakit"
" iya, terjadi sedikit kecelakaan. Hmm ayo ku antar ke kamar listy"
Ayanna pun mengikuti jhope yang berjalan di depan nya.
Di saat itu, jimin sengaja tidak memperlihatkan diri nya pada ayanna, sebab dia tau, jika ayanna melihat jimin aynna tentu akan teringat bahwa jimin adalah adik dari jin.
Dan nyonya park tentu akan membuat masalah saat tau seorang park jimin bekerja di cafe.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kantor PG industri...
Defy dan sindy telah kembali ke pekerjaan nya, mereka kembali di sibukan dengan komputer di depan meja kerja mereka. Beberapa file juga tercecer di sana.
Bahkan dua gelas cup kopi bertengger rapi di sudut meja.
Di sela kesibukan mereka, defy memulai percakapan.
" bagaimana dengan jungkook? Apa yang kalian bicarakan?"
" apa lagi? Kamu pasti sudah bisa menebaknya" jawab sindy, tanpa berpaling dari komputer nya.
" jadi kalian sudah bersama lagi sekarang?" Tanya defy kembali.
" tidak, aku menolak nya" jawab sindy yang kini mulai tertunduk.
" kenapa? Bukan kah kamu masih mencintai jungkook?"
" benar, aku masih sangat mencintai nya. Tapi aku tidak bisa menjalin hubungan lagi dengan nya. Lebih tepat nya belum bisa"
" kenapa?"
" dulu kami memutuskan untuk menjalin hubungan dengan cepat, mungkin terlalu cepat, dan kami gagal mempertahan kan cinta kami. Aku takut itu akan terjadi lagi. Jadi aku ingin mengenal nya dalam status pertemanan dulu"
" apa jungkook mau menerima hal itu?"
" aku tau bagi jungkook ini tidak adil, dia juga sudah minta maaf, tapi aku tau jungkook bisa mengerti keadaanku. Semoga"
" baiklah kalau itu pilihan kalian. Aku sebagai sahabatmu hanya bisa mendukung mu"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah jhope..
Jhope dan ayanna, berbincang sepanjang jalan menuju kamar listy.
Ya..
Dulu, ayanna memang sering berkunjung ke rumah listy, saat mereka tinggal di rumah nya yg dulu. Itu sebab nya jhope dan ayanna terlihat akrab.