Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 29



" aku harap begitu, baiklah aku akan bicara pada nya" ucap defy.


" aku akan meminta nya kesini. Iya? Senyum dong" bujuk jin.


" tidak, aku masih marah padamu. Kamu yg membuatku terjebak cinta segitiga ini. Pergilah aku mau bekerja" ketus defy.


Defy beranjak dari tempat duduk nya tapi jin menghentikan nya dgn meraih tangan defy.


" park dong in, aku mencintaimu" panggil jin.


" aaa kenapa kamu memanggilku dgn nama kecilku? Aa aku sangat malu, defy saja defy.."


" kenapa malu? Nama mu sangat manis dan imut, dong in, aku mencintaimu"


" hentikan"


Defy menarik tangan nya, dan pergi dari ruangan tersebut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuri, sindy, listy dan tata menyiapkan kostum dan aksesoris konser di belakang panggung.


Yuri merapikan kostum jimin.


Sindy merapikan kostum namjoon.


Tata merapikan kostum jungkook.


Alwi merapikan kostum taehyung.


Listy merapikan kostum suga.


saat itu, suga terus saja menatap listy tanpa berkedip, dgn ekspresi nya yg datar.


" apa? Kenapa menatapku sepeti itu?" Tegur listy.


" kenapa? Ini mataku" jawab suga.


" tapi yg matamu tatap itu, wajahku"


" lalu kenapa? Mataku menyukainya. Tidak bisa di kendalikan"


Kini listy hanya berekspresi datar saat suga merayu nya.


" oh jadi begini cara mu merayu wanita2 di kios tato mu itu?" Sindir listy.


" kamu cemburu pada mereka?"


" kenapa aku harus cemburu?"


" harga dirimu sangat mahal, susah sekali mengakui kalau kamu cemburu"


" tentu saja, lagian memang aku tidak cemburu. Kenapa aku cemburu. Aku tidak cemburu dan tidak akan cem.."


Sebelum listy menyelesaikan perkataan nya, suga mencium pipi listy dgn cepat. Seketika listy terdiam seribu bahasa.


" kita liat nanti, apa kamu masih tidak cemburu saat aku melakukan nya pada wanita lain"


Suga tersenyum dan berlalu meninggalkan listy yg masih saja melongo mengingat kecupan kilat yg suga berikan di pipi nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Berbeda dgn suga dan listy, taehyung terlihat murung dan lebih banyak diam.


" taehyung kamu baik baik saja? Kamu sedikit pucat" tegur jessy.


" aku baik baik saja, ini efek make up saja" elak taehyung.


" hmm Kamu butuh sesuatu lagi? Minum mungkin?" Tanya jessy.


" tidak jessy. Makasih kamu sudah banyak membantuku" ucap taehyung.


Tibalah waktunya mereka naik panggung,


Konser berjalan dgn baik, dan sempurna.


Semua penonton terhibur dengan kekompakan yg di tampilkan namjoon dan kawan kawan.


Bahkan sorak sorak penonton terdengar riuh di sana.


Mereka memberikan penghormatan sebelum mereka turun panggung, tapi perhatian jhope teralihkan, saat melihat seorang gadis yang mirip dengan back hye, masuk ke stadion, berbincang dgn seorang pria dan melangkah pergi tanpa melihat ke arah panggung.


Tanpa pikir panjang, jhope turun dari panggung. Sementara yg lain hanya menatap jhope yg berlari dari atas panggung.


Yuri pun berusaha mengejar jhope, dgn terus memanggil nama jhope. Tapi jhope terus saja berlari, matanya terus menatap jauh ke segala penjuru arah, mencari keberadaan back hye.


Jhope berhenti saat melihat listy yg berjalan ke arah nya.


" oppa kenapa? Konser nya belum selesai kan?" Tanya listy.


" lis, oppa melihat dia. Dia ada di sini tadi"


" siapa?"


" back hye, oppa melihat nya"


" hentikan, oppa sadar lah. Back hye eonnie sudah tidak di dunia ini lagi. Mungkin itu hanya mirip, atau oppa terlalu nerveus. Minumlah kopi ini"


Yuri pun datang, dgn nafas yg masih terengah engah, karna mengejar jhope.


" ada apa oppa? Kenapa kami pergi dari panggung, apa terjadi sesuatu?" Tanya yuri yang masih mengatur nafas nya.


" jhope oppa baik baik saja, iya kan oppa?" Tanya listy.


" iya, maaf, kalian pasti khawatir. Ayo kembali ke sana" jawab jhope.


Listy, yuri dan jhope kembali ke belakang panggung.


Dibelakang panggung, namjoon, jungkook, suga, jimin dan taehyung tengah melepas kostum yg mereka pakai.


" maaf aku mengacaukan konser perdana kita, aku sungguh menyesal" sesal jhope.


" sudah lah, lagi pula suadah selesai. Kalian bekerja dgn sangat baik. Oya, Jimin, dimana hyung mu? Aku ingin berterimakasih pada nya" sambung namjoon.


" aku rasa dia keluar, aku melihat nya berjalan keluar sambil menelfon" jawab jimin.


Namjoon pun pergi mencari jin.


Jin dan defy duduk di depan stadion menanti kedatangan ayana.


" sebentar lagi dia sampai" ucap jin.


" bagaimana kalo dia tidak setuju?" Tanya defy.


" kita liat saja nanti bagaimana tanggapan ayana" jawab jin.


Setelah menunggu beberapa menit, ayana datang dgn mobil nya.


Jin dan defy langsung berdiri setelah melihat seorang gadis berambut panjang tersebut turun dari mobil nya.


" hai, semua, apa kalian menunggu ku?" Sapa ayanna.


" ada yg ingin ku bicarakan dengan mu" ucap jin.


" iya. Ada apa?" Tanya ayanna.


" sebenar nya, aku ingin memperkenalkan mu pada kekasihku, Defy" ucap jin.


" hai ayana, sebelum nya aku ingin meminta maaf padamu, aku dan kamu sama sama wanita, kamu pasti bisa memahami perasaanku, sebenar nya aku dan jin saling mencintai" jelas defy.


" kami ingin kamu membatalkan pertunangan kita" tambah jin.


" lalu kenapa bukan kamu yg membatalkan pertunangan kita? Kenapa kemarin kamu tidak menolak saat kedua orang tua kita membicarakan hal ini?" Tanya ayanna.


" aku tidak bisa menolak permintaan eomma ku" jawab jin.


Ayana sempat terdiam, dan tertunduk memikirkan yg akan terjadi.


" apa yg akan terjadi pada appa, kalau aku membatal kan pertunangan ini, tapi di sisi lain, aku tidak bisa menyakiti Defy dan tentu saja Namjoon" Batin ayana


" ayana, tolonglah, bicarakan dengan tuan kim. Tolong batalkan pertunangan ini" pinta jin.


Ayana sempat terdiam dan menoleh ke arah kanan nya, dan melihat namjoon yg berdiri terdiam, sambil memegang handuk kecil di tangan nya.


" ayana.."


Nama ayana terucap dari bibir namjoon seolah meyakinkan diri, bahwa wanita yg dia lihat, memang Ayana, dia pun mencoba berjalan ke arah ayana, defy dan jin.


Ayana begitu kaget melihat namjoon berdiri di sana. Ingin rasa nya dia cepat cepat pergi dari sana. Karna dia tau benar apa yg akan terjadi saat bertemu dengan namjoon.


" Defy, aku mengerti perasaanmu, aku juga tidak bisa mematahkan hati kalian, tapi aku tidak bisa melakukan nya. Maafkan aku, aku tidak bisa membantu kalian. Aku permisi dulu" pamit ayanna.


Ayanapun berjalan mundur menjauhi defy dan jin, dengan wajah menyesalnya.


" ayana.."


Jin tak dapat meneruskan perkataan nya, saat mendengar namjoon berlari melewati nya sambil memanggil nama ayana.


" Ayana.. tunggu.." panggil namjoon.


Di sisi lain, Listy melewati pintu masuk stadion dan melihat jin, dan Defy yg tengah menatap jauh ke arah namjoon yg tengah mengejar ayana.


Tanpa pikir panjang listy menghampiri jin dan defy.


" ada apa? Apa yg kalian lihat?" Tegur listy.


" itu namjoon, seperti nya mengenal teman kami" jelas defy.


Listy pun menatap jauh ke arah yg di tunjukan oleh jari telunjuk defy.


Defy menunjuk Seorang gadis yg tengah berbicara dengan namjoon. Gadis yg dia kenali sebagai ayanna, teman lama nya.


" ayana" Ucap listy.


" kau mengenal ayana?" Tanya defy.


" iya dia teman lama ku"


" namjoon juga mengenalnya?" Tanya jin.


" tentu saja, ayana adalah mantan kekasih namjoon" sambung listy.


Defy dan jin pun saling menatap, seakan tak percaya dengan kebetulan yg semakin memperumit hubungan mereka.


Di sisi lain,


Namjoon dan ayana berbincang tepat di depan mobil ayana.


Namjoon terus mencengram tangan ayana, dan ayana pun terus berusaha melepaskan genggaman tangan namjoon.


" namjoon, lepas kan aku. Aku harus pergi" ucap ayanna.


" tidak, sebelum kamu jelaskan kenapa kamu kesini"


" itu bukan urusanmu"


" semua yg menyangkut dirimu adalah urusanku"


" baiklah. Aku kesini untuk menemui calonĀ  tunanganku, park seok jin"


Tangan namjoon seketika kehilangan daya nya, setelah mendengar apa yg ayana katakan.


Teman baru nya, justru akan bertunangan dengan wanita yg teramat sangat dia cintai.


Ayana melepas tangan nya dan berdiri tegap di depan namjoon yg masih terguncang dgn kata2 ayana.


" namjoon ssi, aku mohon maafkan aku. Tolong lanjutkan hidup mu dgn baik, lanjutkan kuliahmu, dan hiduplah dengan bahagia. Dan, Lupakan aku"


" semudah itu kamu mengatan nya. Kim ayana, cinta pertamaku, kamu tidak pernah tau apa saja yg aku lewati demi bisa bersamamu, aku bahkan seperti orang yg tidak waras, berbicara dengan ftomu, makan berhadapan dengan fotomu, tidur dengan memeluk foto mu. Aku hidup karna sebuah harapan untuk bisa bersama mu. Siang malam aku bekerja demi memperjuangkanmu. Tapi kamu memintaku melupakanmu?"


" namjoon, cukup, jangan buat aku lemah. Aku akan pergi sekarang, jaga dirimu"


Ayana berjalan masuk ke mobil nya, sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi nya.


Begitupun namjoon, dia tidak dapat membendung air mata yg tengah menggenang di pelupuk mata nya.


Ayana pun pergi, dan namjoon berjalan ke arah pintu masuk stadion.