
" okee sekarang kita tinggal nunggu hasil nya aja" ucap zella setelah mengaktifkan kembali cctv kantor.
dia menyaksikan pergerakan pergerakan yang ada di sana.
jam makan siang telah selesai. semua nya kembali kekantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka . begitu juga james , dia kembali ke ruangan nya.
" tuan anda ada meeting dengan presdir 30 menit lagi" ucap asisten james.
nampak james hanya diam sambil melihat lihat berkas yang menumpuk di meja kerja nya.
20 menit berlangsung, nampak ada sebuah mobil mewah yang masuk ke parkiran kantor. dan keluarlah laki laki yang menjabat sebagai presdir.
lalu zella menatap ke laptop nya. nampak james juga bersiap siapa lalu keluar dari ruangan nya menuju keruangan rapat.
" huh keselin banget sih, dia udah dua kali ganggu aku , dan buat mood aku makin hancur haaa" gerutu alsa yang di lanjut kan dengan teriakan kecil.
alsa sekarang sedang menunggu taksi , dia ingin pergi dari mall itu berharap dia tidak pernah bertemu dengan laki laki itu.
karna tak ada taksi yang lewat alsa pun berjalan kaki sambil menunggu taksi lewat. karna kesal dengan taksi yang tak kunjung lewat alsa pun tak menyadari kalau dia melewati jalanan yang sepi.
" hyy cewek, mau kemana sendiri aja " ucap preman yang ada di situ .
alsa kaget dan ketakutan dia di sana sendiri , tak ada siapa pun di sana.
" kalian siapa , mau apa kalian" ucap alsa
" kami ya mau nemenin kamu dong cantik" jawab preman itu di iringi dengan tawa.
" aku gak perlu di temenin " ucap alsa .
" wiss galak bener , yaudah lah sikat aja " ucap preman itu , lalu mereka berusaha untuk menangkap alsa.
alsa mengelak tapi meskipun dia sudah mengelak tetap saja preman itu bisa menangkap nya.
" tolong " teriak alsa berusaha melepaskan diri dari preman itu.
" tolong " teriak alsa di iringi dengan tangis.
" hahah gak ada yang bakalan bantuin kamu cantik , jadi nurut aja " ucap preman itu.
bughhh
beberapa pukulan mendarat di tubuh preman preman itu, alsa langsung melihat orang yang menyelamat kan nya yang ternyata adalah laki laki yang membuat mood nya hancur dua kali.
terjadilah perkelahian, antara preman preman dengan laki laki itu.
meskipun preman preman itu tidak sendiri tapi laki laki itu bisa mengalahkannya.
preman preman itu terkapar tak berdaya .lalu tak lama preman preman lain datang kearah alsa dan laki laki itu membuat alsa menjadi takut dan panik.
karna jumlah nya yang banyak, laki laki itu menarik alsa dan berlari menjauh preman preman itu, preman preman itu mengejar alsa dan laki laki itu. sampai di sebuah jalan buntu , mereka terlihat sangat panik, derapan kaki preman preman itu terdengar semakin dekat.
karna sudah tersudut laki laki itu menarik alsa lali bersembunyi di sebuah lemari tua yang ada di situ, mungkin itu adalah tempat pembuangan barang bekas. banyak kardus dan barang barang perabotan lain nya. hanya lemari tua itu yang besar yang bisa menutup tubuh mereka.
laki laki itu menarik alsa masuk , setelah alsa masuk dia pun ikut masuk kedalam lemari itu, dia menutup pintu nya .
posisi nya , alsa di kukung oleh tubuh laki laki itu, mereka berhadapan, tinggi alsa sedagu laki laki itu. mereka berusaha tak bersuara . preman preman itu sampai di tempat dimana mereka bersembunyi.
" jalan buntu, dimana mereka " ucap preman itu.
" hah entah lah , lebih baik kita pulang saja " ucap preman lain nya.
suara kaki mereka melangkah jauh .
alsa sangat gugup, takut dan kesal . semua nya bercampur aduk . jantung nya berdetak kencang saat menyadari posisi mereka. alsa bisa mendengar dan merasakan dengan jelas suara dan hempasan nafas nya.
saat sedang menahan agar tidak mengeluarkan suara , tiba tiba saja ada yang melintasi kaki nya . karna takut hal hal yang menjijikan alsa pun langsung memeluk laki laki itu lalu menghentak hentak kan kaki nya . laki laki itu terkejut.
karna alsa yang grasak grusuk akhir nya pintu lemari terbuka , dan laki laki itu tidak bisa menetralkan keseimbangan nya sehingga membuat mereka terjatuh terlentang.
alsa menindih tubuh laki laki itu. mata mereka terpaut , menatap manik satu sama lain, seakan waktu terhenti , seperti ada tarikan yang membuat mereka enggan untuk melepas tautan pandangan itu.
satu menit
dua menit
tiga menit
empat menit
alsa tersadar dan langsung berusaha berdiri dari tubuh laki laki itu.
" maaf" ucap alsa