Psychopath Girl

Psychopath Girl
29



" gue ladenin permainan lo" ucap zella tersenyum sumringah. lalu dia maju berjalan ke arah sasa and the genk.


sasa and the genk bingung , mereka tak mengerti kenapa jadi zella yang bersemangat harus nya dia takut karna sekarang berhadapan dengan orang yang akan menyakiti nya tapi zella sama sekali tidak menampakan wajah takut nya.


setelah 3 langkah , zella diam dia menatap ke arah sasa and the genk nya.


" ini malahan kita yang di hajar sa " bisik linda kepada ketua genk nya itu .


" loh kok main bisik bisik sih" tanya zella polos seperti anak kecil.


" bacot lo" teriak sasa . zella hanya tersenyum .


kali ini sasa maju , mendekati zella. zella diam dia sedikit memundurkan langkah nya. hal itu membuat sasa tersenyum.


" ch , ternyata sok berani dia nya" ucap sasa tersenyum remeh.


sasa perlahan demi pasti dia melangkah menuju zella. dia mengeluarkan cutter dari saku rok nya. sasa semakin dekat dengan zella. zella tak mundur atau pun maju dia tetap berdiam diri menatap sasa menghampiri nya.


tanpa menunggu nunggu lagi, sasa langsung mengarahkan cutter tajam itu ke lengan zella , akibat nya lengan baju zella tersobek bersamaan dengan keluarnya cairan berwarna merah. zella tetap diam. dia memandang ke arah lengan nya yang sudah mengalir kan darah segar.


zella tersenyum memandang lengan nya yang berdarah. dengan perlahan zella mengusap darah di lengan nya dan menjilati nya.


" emhhh, rasa nya segar" ucap zella setelah menjilati jarinya yang telah berlumuran darah.


sasa and the genk menatap tak percaya melihat kelakuan zella itu. setelah selesai dengan darah sayatan nya , zella menatap ke arah sasa dan tersenyum menyeringai.


" udah selesai main main nya" tanya zella


" sekarang giliran gue yang main main sama lo" ucap zella sambil maju mendekati sasa.


" a apa " ucap sasa ketakutan .


zella mengambil cutter yang di pegang sasa.


zella mengambil cutter dari tangan sasa. pupil mata nya berubah menjadi warna hitam. dia mendekati sasa dengan memegang cutter itu. saat hendak mendarat kan cutter itu ke tempat yang sama saat sasa menyayat nya tiba tiba saja pintu gudang terbuka.


" quen " ucap seseorang yang membuka pintu gudang. zella menatap ke arah orang itu dengan tatapan tak suka , bagaimana tidak orang itu telah menggangu permainan nya.


" reihan" panggil sasa kepada orang itu yang ternyata adalah reihan.


" ngapain kesini" ucap zella datar


" aku khawatir sama kamu " jawab reihan sambil berjalan mendekati zella.


saat reihan sudah sampai di zella, tiba tiba saja sasa memeluk lengan nya.


" reihan , tolong aku dari dia , dia udah gila rei" ucap sasa menangis sambil memeluk lengan itu.


" jangan coba coba sentuh reihan" teriak zella sambil menyingkirkan tangan sasa dari lengan reihan.


" rei , tolong aku, tolong aku dari dia rei, dia udah nyakitin aku" ucap sasa masih dengan tangisan nya.


" heyyy , disini yang di sakiti itu aku ya , jangan pura pura lupa kamu" sewot zella menatap tak suka. sekarang pupil mata zella sudah berubah menjadi coklat muda transparan.


" gue gak akan kayak gini kalau lo gak mulai duluan" ucap sasa menatap ke arah zella.


" apaan maksud lo, aku gak ada cari masalah sama lo , kamu nya aja yang iri dengki jadi gak bisa liat orang senang" ucap zella dengan pengucapan yang sedikit abstrak karna emosi.


" lo udah rebut reihan dari gue , dasar lo jalang" teriak sasa dengan keras nya.


" jaga omongan kamu" ucap zella


" gue ngomong sesuai realita lo itu emang jalang, lo itu pelacur, lo ngejual tubuh lo demi dapetin reihan, lo juga anak haram makannya ...