
tiga jam berlalu, zella telah dipindahkan keruang rawat inap.
" quendly" panggil rendra saat memasuki ruangan zella dan melihat zella yang terbaring lemah.
" quendly, bangun, ayah tidak tega melihat mu sepeti ini , quendly mohon bangun" ucap rendra terus menangis.
" paman, paman harus sabar, zella masih dalam obat bius , kata dokter tubuh zella cukup kuat , dia akan segera sadar saat bius nya sudah habis" jelas reihan pada rendra.
" quendly" Rendra terus terisak .
tak lama zella terbangun dan mengerjapkan mata nya perlahan.
" quendly, kau sudah bangun, sukur lah" ucap rendra yang melihat zella tersadar.
" zella , apa yang kamu rasakan" tanya reihan yang juga melihat nya.
" reihan , paman rendra " ucap zella melihat dua laki laki dengan raut wajah cemas nya. zella juga menggelengkan kepala nya saat Reihan menanyakan keadaan nya, tanda dia sedang baik baik saja.
" quendly " ucap rendra mengelus kepala zella.
" paman, nama ku zella bukan quendly" jelas zella, karna sedari tadi rendra terus saja memanggil nama quendly.
" zella dia adalah ayah mu" ucap bunda reni yang baru datang , dan membuat zella terkejut.bunda reni tidak sendiri , dia bersama tuan Ferdi.
" apa maksud bunda, ayah ku itu papa , bukan paman rendra " ucap zella yang tak percaya.
" kamu bukan anak ku, kamu itu hanya anak haram yang tak diinginkan" ucap tuan ferdi.
mendengar perkataan tuan ferdi rendra menjadi emosi.
" tutup mulut mu, anak ku bukan anak haram" teriak rendra memarahi tuan ferdi.
" memang kenyataan nya kalau zella itu anak haram, dia anak yang tak di inginkan keberadaan nya, gara gara dia raisya meninggal" tuan ferdi juga berteriak.
" kalian berdua tenanglah , ini rumah sakit jangan membuat keributan" ucap bunda reni menengahi rendra dan tuan ferdi.
" apa yang sebenar nya terjadi " tanya zella yang masih bingung.
" jadi , kalian bukan orang tua kandung ku" ucap zella sambil menangis.
" maafkan bunda yang sudah menutupi ini semua " ucap bunda reni.
" jadi paman rendra adalah ayah ku" tanya nya lagi .dan di angguki oleh bunda reni.
zella menangis tersedu sedu, rendra memeluk zella menenangkan putri kecil nya itu.
" ayo reni, kita pergi dari sini, biarkan anak haram itu tinggal bersama ayah nya" ucap tuan ferdi menarik tangan bunda reni.
" zella bunda pamit dulu, maaf kan bunda " ucap bunda reni . lalu mencium kening zella.
zella masih menangis sampai bunda nya keluar. reihan yang melihat itu dia pun ikut keluar membiarkan anak dan ayah berdua.
" ayah " ucap zella
" iyaaa ada apa " tanya rendra
" apa benar aku anak haram" tanya zella yang mengingat papa nya selalu menyebut nya anak haram.
rendra menggeleng kan kepala nya mendengar penuturan anak nya itu.
" kamu bukan anak haram quen, kamu bukan anak yang tak di ingin kan, ayah sangat bahagia saat kamu lahir. ayah sangat menyayangi mu, kamu mutiara bagi ayah, kamu nyawa ayah" ucap rendra panjang lebar.
mendengar itu zella pun tersenyum, dia sekarang bisa merasakan kasih sayang seorang ayah.
mereka berpelukan cukup lama, sampai tangis kedua nya sudah berhenti.
" zella, boleh kah ayah tetap memanggil mu quendly" tanya rendra pada putri nya itu.
" tentu ayah, ayah boleh memanggil ku quendly, aku juga suka nama itu" jawab zella.
" quen , saat kamu diambil oleh nenek dan kakek mu, ayah sangat sedih, mutiara yang ayah jaga dan ayah sayangi telah hilang, rasanya ayah ingin mengakhiri hidup saat itu, tapi untung nya ada ayah nya reihan yang menghalang niat ayah, dia juga berkata kalau ayah harus kuat, dan terus mencari keberadaan kamu dan ibu mu" jelas rendra menceritakan kisah nya.
zella mendengar cerita dari ayah nya itu, rendra berbaring di sebelah zella dengan memeluk nya, zella sangat nyaman dalam posisi itu, luka tembak nya sudah tak terasa sakit lagi saat dia berada di samping Rendra.