
di up ini mengandung kekerasan ya , jangan di tiru , ini cuman khayalan aja fantasi author aja, kalian jangan coba coba mengikuti nya .
zella kembali dari dapur dengan membawa segelas air putih.
" paman ayo kita lanjutkan" ucap zella setelah menaruh gelas nya di meja yang ada di sekitar situ.
" tunggu , kita akan bermain main dulu , karna aku tidak membawa pisau kesayangan ku jadi aku meminjam pisau di dapur mbak andin, boleh kan mbak" tanya zella menatap andini.
" tenang aja zell, kamu boleh memakai apapun yang kamu suka, asalkan jangan yang mahal " ucap andini di sambut tawa oleh zella dan andini.
" okee , hmmm apa dulu yang harus aku lakukan " ucap zella sedikit berpikir.
laki laki itu hanya menatap takut arah zella.
" kami mohon , kami minta maaf , ampuni kami " ucap laki laki itu
" hahhaa , paman paman , aku tidak akan melepaskan kalian, aku sudah lama tidak bermain main, salah kalian sendiri , kalian menyerahkan tubuh kalian untuk jadi mainan ku" ucap zella.
" ahh sudah lah, aku bosan mendengar ucapan kalian itu" ucap zella
zella mendekati kedua laki laki yang terduduk lemas itu yang bersandarkan tiang.
" buka mulut kalian" ucap zella . laki laki itu hanya diam tanpa merespon
" aku bilang buka ya buka, susah banget sih" ucap zella lalu membuka paksa mulut laki laki itu.
zella langsung merobek mulut laki laki dengan pisau nya.
semua nya menatap tak percaya pada zella.
" hmm paman , kau tunggu giliran dulu ya, aku ingin bermain dengan teman mu ini dulu, nanti kau juga akan dapat bagian" ucap zella pada laki laki satu nya.
zella melanjutkan permainan nya.
dia langsung memotong pergelangan tangan laki laki itu. laki laki itu menjerit kesakitan.
" tangan mu sudah kotor karna mengambil uang orang lain " ucap zella
tangan laki laki itu terpotong dan tergeletak begitu saja . semua nya menahan jijik saat melihat tangan yang terpotong itu darah terus saja mengalir.
rekan si laki laki itu pun merasa ketakutan .
" apa lagi ya " ucap zella nampak berpikir.
zella pun akhirnya mengangkat pisau yang sudah berlumuran darah itu ,lalu dia mengarahkan pisau itu ke mata laki laki itu, lalu dia mencongkel nya. setelah mencongkelnya dia mengiris iris bola mata itu, setelah di iris iris menjadi beberapa bagian dia langsung mengambil satu dan menyuruh laki laki yang satu lagi untuk memakan nya.
" makan lah" ucap zella , laki laki itu menggeleng .
karna kesal zella menyuap paksa pada laki laki itu , sedangkan laki laki satu nya udah sangat kesakitan dia tak bisa menjerit lagi karena bibir nya yang tersobek .
" apakah enak paman" tanya zella polos.
laki laki itu hanya diam memaksakan untuk menelan makanan itu.
zella memasukan irisan bola mata itu kedalam mulut nya juga , dan mengunyah nya sesekali dia seperti sedang berpikir.
" hmmm tidak terlalu enak mata mu, apakah mata ini sudah di salah gunakan " tanya zella menikmati bola mata laki laki itu.
" heyy paman kenapa kau diam, apa kau masih hidup " tanya zella pada laki laki itu.
" paman paman" panggil zella sambil menusuk nusuk pipi laki laji itu dengan pisau seperti mencucuk menggunakan jari.
" yah sudah mati, baiklah sekarang giliran paman, ayo paman" ucap zella mengalihkan pandangan nya.