
malam minggu adalah malam nya anak muda , hampir setiap malam minggu anak anak muda selalu saja keluar ntah itu dengan pasangan nya atau hanya dengan teman teman nya. tak terkecuali dengan reihan , dia berniat mengajak calon istri nya untuk keluar jalan jalan.
" malam paman " ucap reihan , sekarang dia sudah berada di rumah zella.
" ehh nak rei, mau nyari quen ya " ucap rendra yang sudah tau tujuan reihan.
" hehhe iyaa paman , quen nya ada kan" ucap reihan , dia masih saja memanggil rendra dengan sebutan paman padahal rendra sudah menyuruh nya untuk memanggil nya ayah tapi tetap saja reihan tak menuruti nya.
" ada kok , ayo masuk dulu " ajak rendra. reihan masuk dan duduk di sofa yang ada di rumah itu.
" sebentar ya , mau manggilin quen dulu " ucap Rendra dan di angguki oleh reihan.
" quen" panggil rendra.
" iyaa yah, kenapa" tanya zella pada ayah nya.
" ada calon mantu ayah nungguin kamu" ucap rendra.
" rei ? " tanya zella di jawab dengan anggukan oleh rendra.
" kenapa dia kesini malam malam" tanya zella.
" ya mau ngapelin kamu lah syg, ini malam minggu loh, gak bosen apa kamu di rumah terus "ucap rendra.
" ayah juga gak bosen apa sendiri terus " ucap zella menjulurkan lidah nya.
" kamu ya " ucap rendra kesal.
" maaf lama " ucap zella saat sudah sampai di dekat reihan.
" kalau demi kamu walaupun nunggu seratus tahun aku tetap bertahan" ucap reihan.
" apaansih " ucap zella jengah. reihan terkekeh
" mau kemana sih" tanya zella
" kemana aja , yang penting bisa sama kamu " reihan sambil menaik turun kan alis nya.
" yaudah bentar ya , aku mau ganti baju, emhh kamu mau minum apa " tanya zella.
" yaudah aku kekamar dulu, bentar ya " ucap zella lalu berjalan menuju ke kamar nya.
dia bersiap siap , dia mengenakan kaos putih gambar angkasa lalu di bungkusi lagi dengan jaket yang kiri kanan nya berbeda warna , di sebelah kiri warna putih dan yang kanan warna abu abu . dia menggeraikan rambut nya dan sedikit memoles wajah nya.
" yok" ajak zella saat sudah berada di reihan.
" bilanh dulu sama paman " ucap reihan
" ayahh" teriak zella memanggil rendra.
" iyaa , kenapa sayang" ucap rendra baru keluar dari kamar, dia bahkan sudah rapi.
" loh loh , kok ayah udah rapi aja , mau kemana emang nya " ucap zella melihat ayah nya sudah rapi dan makin ganteng.
" ya mau ikut kalian lah" jawab rendra santai , reihan terkejut padahal dia berniat untuk berduaan saja dengan sang calon istri tapi sekarang harus bertiga.
" serius ayah mau ikut" tanya zella sedikit tak percaya.
" gak lah, buat apa ayah ikut kalian yang ada ayah jadi obat nyamuk , dah ah ayah pergi dulu , mau nyari mama baru " ucap rendra berjalan keluar.
" ayah cari nya yang cantik ya " ucap zella meladeni ayah nya. zella terkekeh.
" yaudah yok jalan" ajak zella. reihan mengangguk dan tersenyum. mereka keluar rumah tak lupa zella mengunci rumah nya.
mereka menaiki mobil lalu berjalan menyusuri jalanan .
" kita mau kemana" tanya zella
" liat aja nanti " jawaban reihan.
" tinggal bilang kok susah banget sih " jawab zella kesal.
" udah gak usah ngambek , liat aja nanti, kamu pasti suka " ucap reihan sambil mengacak rambut zella.
mereka terus berbicara , ntah apa yang mereka bicarakan .