Psychopath Girl

Psychopath Girl
21



sudah tiga hari semenjak zella dirawat di rumah sakit, kini zella di perbolehkan untuk pulang. zella di temani oleh rendra dan reihan. mereka membantu zella untuk mengemasi pakaian nya.


" quen , kau akan tinggal dengan ayah atau dengan bunda mu" tanya rendra takut zella belum siap menerima ayah nya itu.


" aku akan ikut dengan ayah saja " jawab zella dan rendra tersenyum senang.


" rei , bagaimana kabar alsa" tanya zella yang mengingat sahabat nya itu.


reihan diam dia juga belum tau kabar tentang alsa. tapi anak buah ayah nya sempat mengatakan kalau alsa baik baik saja , dan pernikahan itu dibatalkan karena laki laki itu kecelakaan dan meninggal dunia.


" ntah lah zell, aku juga tidak tau pasti, tapi yang aku dengar laki laki yang akan dinikahkan dengan alsa kecelakaan dan meninggal" jelas reihan yang sedang memasukan baju baju zella kedalam tas nya.


" sukur lah kalau begitu, aku ingin bertemu dengan nya. ayah apakah ayah bisa mengajak ku bertemu dengan nya" pinta zella karna seingat nya kalau rendra adalah anak buah dari papa nya alsa.


rendra menggeleng.


" ayah sudah tidak menjadi anak buah aldo lagi" ucap rendra.


aldo sempat mengancam nya , jika masih ingin bekerja dengan nya dia harus memberi kan zella pada nya. tentu saja rendra menolak . sudah susah payah dia mencari putri kesayangan nya lalu setelah dapat menemukan nya mau di berikan kepada orang lain, bahkan mungkin orang itu akan membunuh anak nya .


zella reihan dan rendra telah berada di dalam mobil.


" ayah, apakah boleh jika kita mampir kerumah bunda dulu" tanya zella kepada ayah nya itu.


" tentu " jawab rendra yang sedang mengemudi kan mobil.


mobil yang di bawa Rendra berhenti di depan sebuah bangunan yang nampak mewah. zella reihan dan rendra turun dari mobil dan menuju ke pintu rumah itu.


zella membunyikan bel yang ada di sebelah pintu itu. tak lama pintu terbuka.


" aku ingin bertemu dengan bunda kak " jawab zella kepada laki laki yang sudah ia anggap sebagai kakak kandung nya itu.


" tidak ada yang mau bertemu dengan mu, pintu rumah ini sudah terkunci untuk mu, keluarga ku tidak menerima seorang pembunuh . kau dan ayah mu itu sama sama pembunuh" teriak nicko . rendra sudah mengepal kan tangan nya dan menatap tajam ke arah nicko.


" kau , berhenti menyebut nyebut anak ku pembunuh" ucap rendra dengan emosi.


" nicko ada apa ini" tanya bunda reni kepada anak laki laki nya itu,


dia dan tuan ferdi mendengar teriakan dan makian dari nicko sehingga membuat mereka heran dan segera menyusul Nicko.


" zella " ucap bunda reni saat melihat zella .


" bunda " zella hendak menghampiri bunda nya tapi di hadang oleh nicko.


" berhenti, jangan mendekati dan menyentuh bunda ku, dia bunda ku bukan bunda mu" ucap nicko menghentikan langkah zella dan bunda reni.


" apa apa kamu ini nicko, dia adik mu, dia anak bunda, tidak sepantas nya kamu berkata seperti itu" bela bunda reni.


" sudah lah, dia bukan keluarga kita lagi, mereka adalah orang asing yang datang lalu merusak kebahagiaan kita " kali ini tuan ferdi yang berbicara.


" benar , mereka itu sudah merusak semua nya, dari kehidupan bibi raisya , lalu kehidupan clara , dan lalu dia juga ingin merusak kebahagiaan dan kehidupan keluarga kita " ucap nicko.


" aku bukan pembunuh, aku , aku, bukan aku yang membunuh clara , aku tidak melakukan itu, bukan aku " ucap zella sambil menangis karna mengingat perempuan cantik yang menjadi adik nya itu.


" kau dari dulu tidak pernah mau mengakui nya, sudah jelas kalau kamu yang membunuh nya , dia mati karna kamu, kamu adalah pembunuh" ucap nicko.


" cukup, berhenti menyebut zella sebagai pembunuh" teriak reihan membentaki nicko. rendra menarik zella menuju mobil..zella terus menangis , reihan juga mengikuti rendra dan zella dia terus menatap nicko dengan tatapan membunuh.