Psychopath Girl

Psychopath Girl
16



" aaa ternyata anda bos dari paman paman yang lemah ini" ucap zella meremeh.


" kau " ucap aldo penuh kemarahan dan hendak menghajar zella. tapi keinginan nya ditahan oleh jeri asisten nya.


" papa jangan sakiti zella " ucap alsa yang keluar dari mobil.


" alsa sudah ku bilang jangan keluar dari mobil" ucap zella menatap kearah alsa.


" jangan berani kau memerintahkan putri ku" tegas Aldo kepada zella.


" putri? alsa bukan putri anda " ucap zella lantang.


" zella " ucap alsa karna tak mengerti arti dari kata kata nya itu. sedangkan aldo dia terkejut .


" tidak mungkin " batin aldo berkata.


" apa maksud mu , aku papa nya " jawab aldo masih dengan kemarahan


" orang tua tidak akan menjual anak nya hanya untuk kekayaan" ucap zella dengan emosi . kini pupil mata zella menjadi coklat pekat.


" itu urusan ku" jawab aldo.


rendra dan jeri hanya menyaksikan perdebatan antara aldo dan zella. rendra merasa tidak asing dengan wajah zella. ntah mengapa dia merasa muka zella itu sangat familiar bagi nya.


" jeri , rendra , urus gadis gila itu" ucap aldo kepada jeri dan rendra sambil menunjuk ke arah zella.


jeri dan rendra pun menuruti nya. dan aldo menarik tangan alsa memasukan nya ke dalam mobil. alsa hanya pasrah di bawa paksa oleh papa nya itu.


" alsa , jangan bawa alsa " teriak zella. hendak mengejar alsa. tapi dia dihalang oleh jeri dan rendra.


jeri dan rendra menghajar zella , saking emosi nya zella tidak berkonsentrasi untuk bertarung , akhir nya dia pun kalah, dia pingsan . jeri dan rendra membawa zella masuk kedalam mobil yang berbeda dengan alsa , mobil alsa sudah melaju menjauhi tempat zella.


" zella maafkan aku , aku harus menyelesaikan masalahku sendiri, aku tidak mau melibat kan kamu dan keluarga mu lagi"ucap alsa .


zella terbangun dengan ke adaan terduduk di kursi , tangan dan kaki nya terikat .


" lepaskan aku, jangan bawa alsa , jangan" ucap zella , dia menangis , dia tidak ingin alsa kenapa kenapa. dia sudah menganggap alsa sebagai sahabat sekaligus saudara nya sendiri.


bagaimana pun hanya alsa yang mengerti tentang dia , alsa selalu ada disaat dia butuh. alsa sangat perhatian pada nya.


zella terus menangis menyebutkan nama alsa. " jangan bawa alsa , jangan sakiti alsa " kira kira begitu ucapan yang zella lontar kan.


pintu ruangan itu terbuka dan masuk lah rendra . zella menatap kearah rendra , zella menatap mata rendra ada perasaan ketenangan saat dia memandang rendra . begitu juga rendra saat dia menatap mata zella ada getaran dalam diri nya.


" tolong, jangan bawa alsa , jangan sakiti alsa " ucap zella memohon, dia tidak memikirkan diri nya, dia hanya memikirkan nasib alsa jika dia tidak membantu . alsa pasti akan sangat menderita karna terpaksa menikah dengan laki laki tua.


" kamu tenang dulu zella , nona alsa baik baik saja " ucap rendra menenangkan zella.


" tuan izin kan saya bertemu dengan alsa" ucap zella masih terus menangis.


" saya tidak bisa, nona alsa bersama tuan aldo , tuan aldo pasti tidak akan mengizinkan" jelas rendra.


" kamu tenang saja zella, alsa pasti baik baik saja " lanjut rendra dia juga mengelus punggung zella.


zella merasa lebih baikan, dia merasa sedikit tenang.


" tuan" panggil zella pada rendra , rendra pun menoleh. rendra duduk di sebuah sofa usang yang ada di ruangan itu,


" kenapa" tanya rendra.


" dari mana tuan tau nama saya " tanya zella.


" saat alsa memanggil manggil nama mu" ucap Rendra berbohong, kan tidak mungkin dia jujur kalau sebelum nya dia telah mencari data tentang gadis ini


zella hanya mengangguk.


mohon like nya