Psychopath Girl

Psychopath Girl
37



setelah selesai makan zella membereskan meja dan menyimpan piring kotor nya.


" rei, aku kekamar dulu ya" ucap zella setelah selesai membereskan semua nya.


" temani aku tidur ya" ucap reihan dengan manja.


zella yabg melihat tingkah reihan seketika menjadi geli dan terkekeh.


" kau seperti anak kecil syg" ucap zella saking gemas nya dia pun tidak sadar telah menyebut kata sayang.


reihan yang mendengar kata sayang dari zella pun terkejut bercampur senang.


" bisa kamu ulangi lagi" ucap Reihan.


mendengar perkataan reihan membuat zella sadar bahwa dia telah salah menyebut kan sesuatu.


dengan spontan zella menggeleng kan kepala nya.


" aku tidak mengucapkan apa apa" ucap zella menutup mulut nya.


reihan yang melihat tingkah laku zella pun menjadi gemas. ingin rasa nya dia menerkam tubuh zella itu tapi dia sadar dia belum berhak atas tubuh zella.


" ayo temani aku tidur " ucap reihan.


" ayo plisss" ucap reihan memohon, dia menampilkan wajah imut nya , dia seperti anak kecil yang memohon. sungguh menggemaskan


" baiklah, ini yang terakhir kali nya ya" ucap zella pasrah


" yey , makasih syg " ucap reihan dengan gemas nya.


pipi zella merona mendengar kata sayang dari reihan, di tambah tingkah dan ekspresi reihan seperti anak kecil. dia jadi seperti memiliki bayi besar.


" huh aku tidak sabar memiliki anak" ucap zella dalam hati nya.


" jangan berpikir mesum , nanti aku bisa kebablasan" ucap reihan membuyar kan lamunan zella.


" ehh apa , siapa yang berpikir mesum , kamu itu yang berpikir mesum " ucap zella mengelak.


" aishhh , sudah tidak mau ngaku , dia malah menuduh ku pula " ucap reihan .


" tapi memang kenyataan nya, aku tidak berpikir mesum " ucap zella masih mengelak.


" hmmm ya sudah, ayo kita tidur " ucap reihan.


reihan memeluk tubuh zella. dia membawa zella ke dalam dekapan nya.


mereka terlelap ke dalam mimpi masing masing.


tanpa mereka sadari ada dua orang laki laki yang sedang melihat kemesraan kedua insan itu. siapa lagi kalau bukan roy dan rendra. mereka hanya berniat untuk gabung bersama reihan dan zella selepas makan malam tadi. tapi niat mereka terpaksa di batalkan karna melihat sepasang kekasih itu ingin tidur dan bermesraan.


awal nya rendra ingin mencegah, karna khawatir takut anak nya kebablasan. tapi karna roy menghalangi nya dan berkata reihan pasti bisa menahan diri membuat rendra sedikit lega.


setelah melihat itu mereka pun pergi menuju ruang tengah, mereka masih belum mengantuk jadi mereka memutuskan untuk ngobrol ngobrol, apalagi mereka sekarang jarang bertemu.


" ku liat anak kita semakin mesra saja " ucap roy


" hah, iyaaa , aku yakin pasti setelah lulus mereka akan menikah " jawab rendra.


" haha iyaaa itu pasti" roy tertawa ringan.


" aku jadi iri pada mereka, aku kalah saing oleh anak ku, dia sudah memiliki calon istri sedangkan aku kenal dengan wanita pun belum" ucap roy.


" heyy, harus nya yang iri itu aku, kau masih enak , sudah pernah menikah , sedangkan aku masih bujang" ucap rendra


" hahaha iyaa aku lupa kalau kau masih bujang, bujang tapi sudah punya anak, kau itu sudah tua , jangan terlalu keras bekerja , cari istri sana , berikan quen adik dan lepas masa bujang mu itu" ucap roy mengejek.


" aishh kau tidak sadar diri, kau juga sama masih belum menikah, aku jadi kasihan dengan junior mu itu, apa tidak tersiksa karna sudah lama di kurung, aku curiga apakah junior mu masih gagah haha " rendra balas meledek.


" kau ini , kau meremehkan kejantanan ku" ucap roy merasa kesal.


" haha " rendra masih tertawa


" huh menyebalkan , sudah hentikan tawa mu itu, apa kau mau aku buktikan seberapa jantan aku ha" ucap roy membuat rendra berhenti tertawa dan menatap curiga padanya.


roy tersenyum menakutkan, tangan nya mengarah ke junior nya . rendra yang melihat itu pun menjadi bergidik ngeri .


" ahh menjijikan" ucap rendra menjauh dari roy.


" kau tadi mengejek ku, mari sini akan ku buktikan seberapa jantan aku, kau akan puas malam ini" ucap roy dengan tatapan aneh nya.


" aaaa tidak, aku masih normal, jangan mendekat aku jijik melihat mu seperti itu, mungkin gara gara kau terlalu lama menduda " teriak rendra dia telah lari terbirit-birit masuk kedalam kamar nya.


roy terkekeh melihat rendra lari seperti itu, padahal dia hanya bercanda , dan dia juga masih normal.


" hahaha siapa suruh mengejek ku" ucap roy tertawa keras